Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 61


__ADS_3

"Emm bisa tidak jangan memanggil ku tuan aku mohon"ucap Zen lembut


Tuan ini membuat ku berdebar saja atas perlakukan nya tapi aku harus sadar diri bahwa aku tidak pantas mencintai nya meski nanti aku menjadi istrinya"batin Metha


"Terus saya harus panggil apa tuan?"ucap Metha


"Emm nama aja!"ucap Zen


"Tapi kan tuan lebih tuan dari saya"ucap Metha


"Kalau begitu panggil abang"ucap Zen


"Abang"ulang Metha


"Iya "jawab Zen tersenyum


"Emm boleh saya bertanya?"ucap Metha menatap Zen


"Ganti aku kan calon suami mu jadi ganti aku kamu!"ucap Zen tersenyum


"A..aku boleh bertanya?"ucap Metha


"Boleh!"jawab Zen


"Kenapa kamu ingin menikah dengan ku?"ucap Metha menunduk


"Itu emmm emm aku aku me...ucap Zen terpotong


"Zen kau di sini?"ucap Alya datang


"Iya mon ada apa?"ucap Zen


"Itu keluarga Anggara udah balik momy senang Zen"ucap Alya mengecup Zen ,Sakira dan Metha


"Ih momy malu dong udah tua"ucap Zen


"Momy ngak peduli yg penting momy senang"jawab Alya


"Oh ya Zen kau jagain mama Sakira ya momy mau ngajak Metha buat habisi uang dedy mu"ucap Alya menarik tangan Metha keluar


"Momy ini buat aku malu aja"ucap Zen duduk di sofa menghadap Sakira


"Ma emm Zen mau ngomong sebenarnya semenjak Zen lihat Metha pertama saat mama melahirkan nya dulu Zen udah jatuh cinta sama dia dan Zen selama ini mencari kalian dan Zen akan menikahi Metha karna Zen tulus mencintai Metha tidak peduli wujud nya Zen janji akan melindungi dan menjaga Metha semampu Zen"ucap Zen mencium tangan Sakira .Sakira memberi kode mata nya untuk mendekat Zen mendekat lebih dekat


"Mama mau apa Zen udah mendekat?"ucap Zen binggung


"Oh mama mau cium Zen "ucap Zen ,Sakira menarik bibir nya membentuk senyuman


Cup


Sakira menempel bibir nya di kepala Zen karna Zen mendekat membuat Zen senang


"Mama bahagiam"ucap Zen dan Sakira mengiya kan


"Tapi ma kayak nya anak mama itu susah untuk menakluk kan nya padahal semua wanita menyukai Zen semua, ini anak mama itu menatap Zen aja ngak mau"ucap Zen perlahan Sakira mengangkat tangan nya dan menyentuh wajah Zen semenjak dari rumah sakit dan di beri obat sudah ada kemajuan dari Sakira


"Iya ma Zen tidak akan menyerah tapi Zen perlu menikahi nya mama tau kan momy itu gimana"ucap Zen mengusap dan meletakkan tangan Sakira lagi

__ADS_1


####


Zen sudah siap dari tadi sedangkan Metha lagi di rias oleh Sindi keluarga Dirgantara sudah menunggu dan sesekali Zen melirik tangan nya


"Sindi lama banget deh ngak tau apa ini sudah mau telat acaranya"gumam Zen dan tiba tiba Zen bengong melihat penampilan Metha dan menuruni tangga


"Biasa aja kale liat nya"sindir Cakra


"Anak mama cantik banget Zen belum lihat dia dewasa aja udah cinta banget apa lagi liat dia sekarang ini pakai selamanya cinta nya"ucap Zen tersenyum


"Tara gimana?"ucap Sindi melihat kan penampilan Metha


"Wanita itu udah cantik tinggal penyempurnaan cantik nya yaitu hati!"ucap Zen tersenyum puas


"Pujian nya mana aku udah capek dandani nya?"ucap Sindi


"Cantik bahkan sangat apa lagi Metha pergi sama orang tampan seperti ku!"jawab Zen membuat Metha tersipu malu


"Tapi aku kasian Sin sama kamu penampilan udah sempurna tapi sayang datang nya sendiri jadi rusak deh"ejek Zen


"Dasar kau aku udah capek capek malah kau menghina ku"ucap Sindi kesal


"Momy ma apa boleh Zen mengandeng tangan Metha"izin Zen membuat Metha heran


"Boleh tapi inget batasannya kalian belum sah... dan juga nanti pasti Metha kesusahan jalan nya"ucap Alya tersenyum


"Sayang aku jadi ingat saat kita muda dulu aku selalu tergoda oleh mu"ucap Cakra


"Kau ini makin tua makin genit banyak anak anak"ucap Alya geram


"Kami pergi dulu semua"ucap Zen pergi


####


Di acara semua orang sudah banyak yg datang Zen juga Zen keluar dan membuka pintu buat Metha lalu Metha memeluk lengan Zen mereka pun masuk


"Jangan takut dan cemas ada aku"ucap Zen mengerti ke gelisahan Metha


"Boleh aku bertanya dan bicara?"ucap Metha menatap Zen


"Itu kan mulut mu kenapa harus izin!"ucap Zen tersenyum


"B...bang Zen kenapa menjadikan aku istri abang yg jauh berbeda dengan ku?"ucap Metha menghentikan langkah Zen


"Takdir dan hati yg memilih kamu aku tidak mencari yg sempurna tapi aku mencari yg bisa melengkapi segala kekurangan ku dan kau lah orang yg ku cari selama ini!"ucap Zen tersenyum


"Tapi aku ngak pantas buat abang yg segalanya dan lihat lah aku tidak punya apa apa jelek dan juga bodoh"jawab Metha


"Kau pantas buat abang dan siapa bilang kau jelek kau cantik buktinya hati ini milik mu"ucap Zen membuat Metha membeku


"Kau menyukai wajah ini tapi aku membenci nya"ucap Metha serius


"Tidak aku tidak menyukai wajah mu entah lah kenapa aku menyukaimu"ucap Zen


"Zen kau datang"sapa seseorang


"Iya "jawab Zen tersenyum

__ADS_1


"Ngak biasanya kau mengandeng wanita siapa dia?"tanya nya


"Calon istri ku!"jawab Zen bangga


"Oh kau memang pintar mencari pendamping dia sangat cantik"puji nya


"Kenalin Metha Alsa Wijaya"ucap Zen


"Iya tapi aku harus balik istri ku mau lahiran"ucap nya lalu pergi


"Bang aku ngak nyaman dengan mereka masak harus seperti ini apa lagi mereka semua menatap ku kayak gitu"bisik Metha dia sudah terbiasa dan nyaman dengan Zen padahal dia orang nya pendiam susah beradaptasi bisa berubah begitu saja dengan Zen


"Sabar ya kau harus terbiasa jika nanti menjadi istriku"bisik Zen


"Hai Zen gue kira lho ngak dateng?"ucap Keren


"Ngak lah masak aku ngak datang soal kemarin maaf ya aku ngak bermaksud melukai hati orang yg kau cintaa!"ucap Zen tak enak


"Gue ngerti kok tapi seperti gue harus melupakan nya gue ngak ngerti jalan pikiran Sandra"ucap Keren


"Kanapa?"tanya Zen


"Kemarin saat dia nangis gue menghibur dia dan menyatakan perasaan gue tapi syarat nya yg membuat gue menyerah mencintai dia"ucap nya


"Apa?"tanya Zen penasaran


"Kita sahabat semasa kuliah dan gue yakin dia lah kebahagiaan lho!"ucap Keren menatap Metha


"Syarat nya adalah membunuh Metha!"bisik Keren di telinga Zen membuat tangan Zen terkepal dengan amarah Metha bisa rasakan jika Zen menahan amarah


"Lho berani melakukan nya habis lho sama gue"ucap Zen tajam dan mencekram kemeja Keren


"Sabar bro gue juga menghargai persahabatan kita gue juga ngak mau mengambil kebahagiaan lho"ucap Keren


"Itu kanapa gue mau nyerah mencintai nya"ucap Keren


Takut banget liat dia marah"batin Metha


"Sekarang di mana dia?"ucap Zen


"Mengintai arah jam 2 jangan terlalu di perhatiakan!"ucap Keren .Zen melirik dan ada kecurigaan lalu menatap Metha yg di lehernya ada titik merah itu sinar laser pistol


"Hallo kau di mana temui aku di tempat Keren"ucap Zen di telpon tidak lama seseorang datang


"Ada apa Zen?"ucap nya


"Metha aku tinggal dulu ya kau bisa bersama dengan Sindi kan jika nanti aku ngak balik kau pulang la bersama Sindi!"ucap Zen ke Metha


"Sin titip Metha nanti jika aku ngak balik tolong ajak dia pulang"ucap Zen dingin


"Kau jangan gegabah Zen ada fakta yg tidak kita ketahui tentang dia"ucap Keren


"Jaga dia"ucap Zen tajam


"Aku sendiri di sini aku takut"ucap Metha menahan tangan Zen


"Jangan takut ada Sindi dan Keren mereka sahabatku"ucap Zen tersenyum lembut lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2