Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
Bab 67


__ADS_3

Setelah mengurus mama nya Metha membantu Zen itu pun dia harus menetralkan jantung nya karna berdebar saat di dekat Zen dia juga salting karna Zen selalu menatap nya dengan tersenyum.Zen dan Metha duduk di meja makan Metha mengambil kan sarapan untuk Zen setelah itu dia ingin menyuapi mama nya


"Kau sarapan aja dulu Metha mama mu udah sarapan tadi momy yg menyuapinya makan"ucap Alya dan Metha kembali duduk


"Eh buset dingin banget eh pantes aja udaranya dingin ternyata ada nona muka kulkas datang yg datar dan dingin"ucap Zen santai melihat Key baru dantang dan duduk


"Dedy........belum sempat Key bicara sudah di potong oleh Zen


"Kalian tak bisa mengancam ku lagi dengan membantalkan pernikahan ku karna apa aku sudah menikahi Alsa itu kenapa aku mempercepat pernikahan ku biar tak ada yg mengancam ku"ucap Zen memotong ucapan Key


"Ck! itu aja bangga"ejek Key kesal


"Kalian berdua ini selalu bertengkar"ucap Alya


"Aku udah nikah jadi gantian kau yg nikah"ucap Zen menggoda Key


Huuk huuk


Key terbatuk mendengar ucapkan kakak nya dan segera minum


"Berhenti menggoda ku"ucap Key kesal


"Jika ngak mau gimana"ucap Zen dia sangat suka menganggu adik nya ini


"Momy Key ngak suka saat kakak menggoda Key dengan laki-laki"ucap Key kesal


"Oww astaga momy jangan -jangan Key tak menyukai laki-laki atau dia malah menyukai Metha astaga aku harus lindungi istriku dari ketidak warasa Key"ucap Zen panik


"Momy"ucap Key kesal dan menahan amarah nya


"Kau ini Zen makan lah yg benar"ucap Alya


"Kasian Key nya kau goda terus"ucap Metha


"Membuat adik kesal marah dan menangis itu suatu kebanggaan untuk seorang kakak hahaha"tawa Zen


"Awas aja aku akan membalas nya dengan istri mu"ucap Key tajam tapi itu tak kan dia lakukan karna dia ingin mengancam kakak nya dia tau Metha adalah kebahagiaan kakak nya dan dia juga menyayangi Metha seperti Key meyayangi Zen


" Momy dengar sendiri kan itu hanya alasan Key aja biar dekat sama Metha dan kau Metha harus hati hati bisa saja nanti Key mencium mu"ucap Zen cekikikan


"ZENO DIRGANTARA"ucap Key merapat gigi nya karna sangat Kesal


"Kau sayang bangat ya sama kakak"ucap Zen


"Momy apa boleh Key menonjok kakak"ucap Key


"Zen "ucap Cakra memperingati


"Iya ded"ucap Zen dan memasang wajah serius nya


"Emm ded aku punya rencana tambahan di resepsi nanti"ucap Zen serius


"Apa?"ucap Cakra


"Satu hari sebelum resepsi Zen mau buat acara kecil-kecilan yg mengundang teman dan sahabat buat mengenal kan Metha!"ucap Zen menatap Key


Tadi aja menggoda ku jika aku tak meyayagi kak Metha aku tak kan mau membantu nya kakak ngeselin.Batin Key


"Ide bagus itu kak "ucap Key tersenyum


"Maksud nya gimana?"ucap Cakra


"Jadi nanti nya acaranya akan di datangi teman teman Zen jika Metha ingin mengundang teman nya juga boleh hanya pesta kecil ded ngak apa kan!"ucap Zen


"Aku tak punya teman untuk ku undang"ucap Metha


"Tak apa"ucap Zen tersenyum lembut ke Metha


"Serah kamu aja sih Zen dedy fikir kau udah dewasa untuk mengatur rumah tangga mu dan kehidupan mu cuman tugas dedy jika kau salah dedy akan membenarkan dan mengembalikan kebenaran"ucap Cakra


"Terimakasih ded"ucap Zen berdiri karna akan berangkat kerja


"Biar aku antar sampai depan"ucap Metha karna Alya menjelaskan tugas sebagai istri dan menjadi istri yg baik tugas Zen hanya membuat Metha mencintai nya


"Oke"ucap Zen berjalan


"Oh ya Mehta ini ponsel untuk mu"ucap Zen mengambil ponsel di tas kerja nya


"Buat apa?"ucap Metha


"Mungkin untuk kau makan!"ucap Zen berdiri di depan Metha karna sudah sampai depan

__ADS_1


"Bukan nya ponsel itu untuk menelpon"ucap Metha bingung


"Nah itu tau kenapa masih bertanya disini sudah lengkap jadi jika kau mau kemana mana kau bisa minta izin dengan ku"ucap Zen


"Iya"jawab Metha mengambil nya


"Aku berangkat dulu"ucap Zen memberikan tangannya dan Metha mencium nya Zen menangkup wajah Metha lalu mencium puncak kepala Metha


"Assalamualaikum"ucap Zen


"Waalaikumsalam"jawab Metha pelan dia selalu deg degan atas apa yg di lakukan Zen


####


Zen lagi meeting dan setelah meeting Zen mendapatkan informasi dari Rina jika dia melihat Keren di suatu tempat seperti nya berbicara sesuatu dengan nya .Rina ,Zen , dan Key sudah di latih bela diri oleh Refan untuk melindungi diri itu kenapa mereka tidak takut.Zen segera meluncur dan melihat Keren lalu mendekat


"Tuan Keren apa kita harus membunuh nona Metha hari ini?"ucap nya membuat tangan Zen terkepal


"Keren"ucap Zen langsung memukul Keren


"Penghianat lho mau nyelakain Alsa gue"ucap Zen marah


"Zen lho salah paham sama gue"ucap Keren menahan sakit


Bugh


"Salah paham apa nya gue dengar semua nya?"ucap Zen memukul Keren


"Gue di jebak Zen tadi ada yg menelpon gue kata nya Sindi di culik dan gue datang ke sini dan tiba tiba dia ngomong kayak gitu!"ucap Keren


"Sekarang katakan kebenarannya jika tidak lho habis sama gue"ucap Zen tajam ke orang itu


"M...maaf tuan saya hanya orang suruhan untuk membunuh nona Metha"ucap nya takut


"Siapa katakan ?"teriak Zen


"Tuan Keren tuan!"ucap nya


"Lho dengar sendiri Keren"teriak Zen memukul Keren


"Dengar gue dulu Zen"ucap Keren


Ponsel Zen berdering dari Key yg mengikuti Sandra dan Rina mengikuti Keren


"Ya Key"ucap Zen dingin


"Kak aku melihat kak Sandra ke gudang"ucap Key


"Oke aku akan datang "ucap Zen


Tut


"Mari ikut dengan ku"ucap Zen menarik Keren pergi bersama orang itu yg di tahan Rina


####


Sindi sengaja menjemput Metha untuk ke rumah sakit memeriksa mama nya tapi tiba tiba ada menghadang mereka dan membawa mereka pergi si suatu gudang


Sindi,Metha dan mama nya di kurung di gudang kecil ada seseorang masuk


"Sandra"ucap Sindi.Sandra mendekati Metha


"San lepaskan kita "ucap Sindi.Sandra mengangkat tangannya


"Sandra berani menyentuhnya lho akan menyesal"teriak Zen tajam datang bersama yg lain


"Zen"ucap Sandra dan Sindi.Zen melepaskan ikatan nya


"Apa yg lho lakuin?"ucap Zen tajam


"Tidak Zen kau salah paham tadi ada yg menelpon ku dia bilang Sindi di culik jadi aku kesini!"ucap Sindi


Zen memandang Keren dan Sandra bergantian dengan tajam Metha melihat Zen tidak pernah marah menjadi takut dengan tatapan Zen


"Kak aku yakin di antara mereka pasti dalang nya"ucap Key


"Iya Zen aku yakin musuh nya adalah Keren kita lihat kan orang ini"ucap Rina


"Tapi menurut ku Sandra pelaku nya"ucap Key karna apa jika dia mau menolong Sindi dan Metha kenapa dia lama menolong mereka


"Zen percaya sama aku"ucap Sandra

__ADS_1


"Tidak Zen percaya ini pasti ulah Sandra"ucap Keren dan tiba-tiba ada api dan menyebar dan membuat tempat itu terbakar


Huuk huuk


"Zen mari kita pergi"ucap Rina keluar Zen mengandeng tangan Metha dan yg lain keluar gudang nya sudah di penuhi api


"Bersyukur kita bisa keluar"ucap Key


"Mama"ucap Zen melepas tangan Metha dia lupa membawa Sakira keluar lalu berlari


"Mama "teriak Metha menangis melihat mama nya di dalam gudang


"Zen jangan gila kamu"ucap Keren menahan Zen


"Lepas tidak"bentak Zen tapi Keren tidak melepas nya


Bugh


Zen memukul Keren hingga terjatuh dan berlari masuk ke gudang itu lagi


"Zen"teriak semua


"Mama"teriak Zen mencari Sakira


"Z..Zen"lirih seseorang


"Mama"teriak Zen berlari menghampiri Sakira yg di penuhi api


"Ayo ma kita pergi "ucap Zen keluar mendorong kursi roda namun saat keluar Zen tersandung dan dia terjatuh begitu pun dengan Sakira


"Zen/mama"teriak semua Zen melihat kayu ingin menimpa Sakira .Zen berlari lagi melindungi Sakira dengan memeluk nya dan tangan nya menahan kayu yg ada api


"Zen /mama"teriak semua


"Mama akan baik baik saja"ucap Zen menahan sakit Sakira bisa melihat di wajah Zen hati nya sakit melihat Zen yg seperti anak nya sendiri menahan sakit


"ZEN LEMPAR KAYU NYA"teriak Sakira sekencang mungkin


"Mama"ucap Zen tersenyum


"L..lempar Zen"lirih Sakira


Zen melempar kayu nya dan memeluk Sakira dengan erat


"Syukur mama bisa bicara lagi"ucap Zen terharu hingga tidak sadar meneteskan air mata Sakira menghapus air mata Zen


"Mari kita temui mereka"ucap Sakira tersenyum entah lah tadi saat melihat Zen menahan sakit dia ingin sekali berteriak melempar kayu itu dia berusaha hingga bisa


"Iya ma"ucap Zen mengambil kursi Roda dan mendorong nya


"Mama hiks hiks hiks"ucap Metha menangis memeluk mama nya


"Siapa pun pelaku antara kalian gue tak kan pernah melepaskannya ingat itu"ucap Zen tajam ke Keren dan Sandra lalu pergi ke rumah sakit


#####


Dokter Kinaya memeriksa keadaan Sakira dan Sindi membersihkan kan luka Zen yg dalam dan memperban nya


"Ingat Zen jangan terkena air jika tidak akan lama sembuh nya"ucap Sindi dan memberikan resep obat nya untuk di tebus


"Semua nya baik dan tangan nya juga hampir berfungsi dengan baik"ucap dokter Kinaya


"Kak jika mau jadi pahlawan jangan membuat orang khawatir dong"ucap Key


"Apa kau akan masuk ke geng cerewet tidak lagi masuk ke geng muka kulkas"canda Zen dia tau adik nya ini khawatir dengan nya


"Zen "panggil Sakira


"Iya ma"ucap Zen mendekat


"Terimakasih kau sudah banyak memberi bahagia dalam hidup Metha"ucap Sakira


"Zen kan sayang mama dan juga cinta anak mama jadi jika anak mama nangis Zen akan sakit"ucap Zen tersenyum


"Kau ini tak pernah berubah"ucap Sakira


"Tentut saja"ucap Zen membenar kan rambutnya dan memasang muka tampan dan manis di mana dulu dia pertama kali bertemu dengan dedy nya


"Tapi jika mama mau kasih Zen hadia karna sudah membantu mama bisa aja mama suruh anak mama memeluk Zen atau mencium Zen biar sakit nya hilang"ucap Zen melirik Metha yg diam


"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan"sindir Key

__ADS_1


__ADS_2