Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 96


__ADS_3

Zen memandang Metha yg terlelap karna dia kelelahan akibat ulah nya saat melihat Metha cemberut tadi membuat Zen gemes dan mengigikan Metha


"Aknes seperti ingin mengahacurkan rumah tanggaku dan bodohnya kenapa aku percaya dengan ucapan nya dari pada Metha!"gumam Zen berfikir


"Sayang bangun bentar lagi makan malam"ucap Zen membangun kan Metha


"Laper"ucap Metha duduk di kasur dan menguap segera Zen melahap mulut Metha


"Ih kamu mah gitu mesum terus"ucap Metha kesal


"Biarin "ucap Zen cuek


"Benar abang tidak punya hubungan apa-apa sama cewek tadi siang?"ucap Metha serius


"Iya kau tidak percaya!"ucap Zen Metha mengusap wajah Zen


"Ini pasti sakit karna tamparan Key?"ucap Metha melihat pipi Zen memerah


"Itu kali pertama Key menampar ku dia sangat meyayagi mu aku sering membuat nya kesal dan marah tak pernah dia sampai memukul ku!"ucap Zen mengengam tangan Metha


"Maaf karna tadi membentak mu"ucap Zen mencium tangan Metha


"Iya maafkan aku juga"ucap Metha memeluk Zen dia selalu tenang saat di pelukan Zen


####


Makan malam sedang berlangsung Metha dan Zen turun dan duduk sedang kan Key menatap Zen dengan tajam dia tidak suka dengan perlakuan kakak nya tadi siang


"Kenapa tuh mata mau aku colok?"ucap Zen dia tau Key masih marah pada nya


"Seperti nya wajah mu hanya sebelah memerah nya itu jelek dan tidak ada dengan sebelah nya mau aku tambah lagi!"ucap Key tajam


"Kenapa sih kalian berdua?"ucap Sakira merasa aneh


"Kalian ini selalu bertengkar"ucap Cakra


"Cih! jika tidak ada yg menyalakan api pada ku maka aku tidak akan membuat asap pada nya!"ucap Key sinis ke Zen


"Ya ya maaf aku salah"ucap Zen


"Baru nyadar"sindir Key


"Emang apa yg kau lakukan Zen?"tanya Cakra menyuap kan makanannya


"Maaf ded tadi Zen memarihi Metha di depan umum dan membentak nya"ucap Zen menunduk Cakra menatap Zen dengan tajam


"Lain kali jangan kau ulang"ucap Cakra tajam membuat Metha menelan saliva nya ternyata sifat Key menakutkan itu berasal dari dedy nya


"Ya maaf juga sudah menampar kakak tadi"ucap Key membuat Zen tersenyum


"Iya"ucap Zen tersenyum membuat Alya menghangat


####


🌞🌞🌞


Key ,Metha dan Dinda duduk di kantin karna Dinda menjegat Key dan meminta nya mengobrol


"Katakan"ucap Key tajam


"Hah! Metha aku mau mintak maaf atas perlakuan ku selama ini"ucap Dinda menghembuskan nafas nya


"Aku udah tau selama ini papa dan mama menanam kan dendam pada ku!"ucap Dinda menunduk


"Aku tidak tau tentang dendam itu tapi bukan kah kita harus saling memaafkan apa lagi sekarang papa ku sudah meninggal aku harap tidak ada yg menyimpan dendam pada nya!"ucap Metha

__ADS_1


"Sebenarnya kematian papa mu dulu mama dan papa ku ikut rencananya tuan Febri dan panji"ucap Dinda


"Sudah lah aku dan mama ingin hidup tanpa ada nya dendam"ucap Metha


"Apa aku bisa percaya jika kau tidak akan menyakiti nya lagi?"ucap Key


"Kau bisa pegang omongan ku Key!"ucap Dinda


"Key apa salah nya kita menerima maaf nya"ucap Metha


"Apa kau benar hamil?"ucap Key


"Tidak !"ucap Metha cepat


"Aku harus lakukan itu Key supaya cepat bebas dari Panji dia akan memper**** aku jika aku ngak memfitna pak Radit !"ucap Dinda


"Aku cuman aneh kenapa Panji mau membuat pak Radit hancur?"ucap Dinda


"Tindakan kau itu tidak benar"ucap Key


"Aku tau Key aku akan membuat nama baik pak Radit kembali lagi"ucap Dinda


"Kau gimana?"ucap Metha


"Aku akan kembali ke Bandung menata hidup dengan baik di sana !"ucap Dinda tersenyum


"Key kakak ada kelas "ucap Metha berdiri lalu pergi


"Pak Radit menyukai mu?"ucap Dinda


"Jangan sok tau!"ucap Key


"Semua orang mengetahui nya Key!"ucap Dinda


"Aku balik ya Key semoga kalian bisa bahagia!"ucap Dinda memeluk Key lalu pergi


"Mau kemana?"ucap Cakra


"Jalan sebentar om!"ucap nya


"Tergantung Key nya mau atau tidak"ucap Cakra


"Aku panggil Key di kamar"ucap Alya


"Om salut pada mu kebanyakan anak muda jika jalan janjian tapi kau meminta dengan orang tua nya!"ucap Cakra


"Iya om "ucap nya berdebar


"Key di bawah ada Radit ngajak kamu jalan"ucap Alya masuk ke kamar Key yg lagi membaca buku


"A..apa kak Radit"ucap Key gugup


"Iya di bawah dia izin sama dedy mu Radit keren bukan"goda Alya.


"Apaan sih mom"ucap Key malu


"Ganti baju mu turun ke bawah"ucap Alya


"Kok dadakan sih"ucap Key mengambil jaket nya dan celana jeans nya


"Key kau mau olahraga?"ucap Alya menyindir Key


"Ck!ayo mom Key lebih nyaman seperti ini!"ucap Key turun kebawah dengan celana jeans baju kaos berwarna putih dan jaket nya


"Key nganti kenapa kau seperti itu itu membuat mu keren dan cantik"ucap Cakra sewot apa lagi melihat Radit tersenyum

__ADS_1


"Dedy momy kan sangat cantik tentu akan menurun ke anak nya"ucap Key


"Mau jalan sekarang?"ucap Radit tersenyum


"Apa sebelum itu aku menamparmu dulu!"ucap Key


"Boleh"ucap Radit


"Om tan kami berangkat dulu"ucap Radit


"Iya hati-hati"ucap Cakra dan Alya


"Seperti nya kita sudah menua lihat lah anak anak kita "ucap Alya


"Kata siapa jika kau mau jalan ayo"ucap Cakra semangat


"Kau ini"ucap Alya tersenyum dan mengandeng tangan Cakra


####


"Ehm ehm mau jalan kemana?"ucap Radit gugup


"Kau tak pernah berubah!"ucap Key menetralkan detak jantung nya


"Kau juga"ucap Radit


"Apa kau kembali mengajar di kampus bukan kah nama baik mu sudah kembali?"tanya Key


"Mau nya gitu biar bisa lihat kamu terus tapi kayak nya ngak bisa jika aku mengajar aku tidak punya waktu luang apa lagi sekarang ini kak Jessy menyerah kan perusahaan sepenuhnya dengan ku"ucap Radit tersenyum


"Dulu aku fikir kak Jessy itu istri kamu karna aku pernah lihat kau di rumah sakit tersenyum bahagia"ucap Key


"Kau cemburu ya?"ucap Radit menggoda


"Tidak siapa bilang!"ucap Key cepat


"Ahh masak buktinya pipi nya merah"ucap Radit


"Lama-lama aku tonjok tuh mukak"ucap Key sebenarnya dia malu di goda Radit dulu masih bocah aja Key sering tersipu malu apa lagi mereka sudah dewasa


"Udah kebal"ucap Radit terkekeh mereka berhenti di sebuah taman yg sering mereka duduki dulu


"Ingat tempat ini?"ucap Radit


"Tempat di mana pertemuan terakhir kita dulu!"ucap Key


"Apa kau tau saat aku sampai di Jakarta pertama kali yg aku temui sekolahan mu dan tempat ini aku menunggu tapi aku tidak pernah melihat mu jadi aku mengajar menjadi dosen untuk hari pertama aku harus mengajar di rumah Dirgantara tapi aku bersyukur datang ke tempat itu bisa ketemu dengan mu meski harus di tampar !"ucap Radit tersenyum


"Iya aku sangat kesal dengan dosen kak Metha dia yg berani ninggalin aku dan bilang tidak akan kembali dan tiba-tiba datang ke rumah ku rasanya aku ingin merusak wajah nya!"ucap Key


"Hari ini hari yg aku tunggu di mana duduk bersama mu dan mengobrol "ucap Radit


"Kau masih mencintai ku?"tanya Radit menatap Key


Ahhh aku bisa jantungan jika seperti ini apa lagi kak Radit nanya seperti itu" batin Key berdebar


"Jawaban selerti apa yg kau ingin kan?"ucap Key membalas tatapan Radit


"Aku sudah dapat jawaban mu dari mata mu!"ucap Radit


"Key"ucap Radit serius


"Kenapa?"ucap Key


"Jangan membuat ku takut seperti yg di rumah ku benar aku takut banget!"ucap Radit

__ADS_1


"Kematian hanya milik Allah kak kita tidak tau ajal kita sekarang besok lusa atau nanti !"ucap Key tersenyum menatap Radit


__ADS_2