
"Aku harus buat rencana supaya mendapatkan Alya kembali"gumam Cakra di dalam mobil
Alya mondar mandir dari tadi ke kamar ke ruang tamu bahkan di ruang lain seperti dia mencari sesuatu mami yg lagi membaca majalah merasa heran melihat nya apa yg di cari Alya dan aneh nya kenapa Alya tidak bertanya Alya mengarut telinga nya berarti dia lagi bingung
"Kau cari apa Alya?"ucap mami melirik sebentar
"Berkas Alya mi tadi saat Alya bermain dengan Zen Alya lupa meletakkan nya di mana!"ucap Alya mengarut telinga nya
"Sekarang kau duduk dari tadi mami perhantiin , mungkin yg kau maksud berkas ini !"ucap mami memberikan nya ke Alya
"I...iya mi"ucap Alya mengambil berkas nya dan membacanya
"Nanti malem ada pertemuan keluarga di rumah Anggara jadi kau bersiap lah dan di sana juga ada Cakra karna dia bos dari Jeky"ucap mami di angguti Alya meski dia ragu
Alya mengigit bibir nya karna dia tidak mau mengatakan nya bahwa dia mau ke kamar karna dari tadi mami mengajak nya mengobrol
"Bicara la ada apa?"ucap mami
"Mau ke kamar mau nyelesai kan pekerjaan!"ucap Alya menunduk
"Baik lakukan semau mu"ucap mami Alya segera pergi menuju kamar
####
🌙🌙🌙🌙
Alya memasuki museum dengan mengandeng tangan Zen sesekali tersenyum lembut dengan tingkah Zen
"Terkadang bunda merindukan senyum itu"ucap bunda dengan mata berkaca kaca
"Zen bermain lah dengan Rina di kamar"ucap mami
"Iya oma"jawab Zen lalu pergi
"Sini sayang duduk dengan bunda"ucap bunda menepuk tempat kosong
"Gimana kabur mu!"tanya bunda
"Baik bun!"jawab Alya
"Nona Alya"sapa Jeky
"Iya..."jawab Alya menatap Jeky
Semua orang asik dengan obrolannya sesekali menggoda pengantin nya Alya hanya menyimak tak bicara Cakra juga ada di sana memperhatikan Alya yg hanya diam
"Em..nona Alya maaf saya mengajak tuan Cakra?"ucap Jeky melirik Sakira yg tersenyum seperti mengejek karna dia tau Alya hanya mengangut
"Alya masih sah menjadi istri ku jadi aku mau tinggal bersama nya"ucap Cakra santai
"Menurut ku tak apa jika Cakra ingin bersama Alya"ucap ayah
__ADS_1
"Iya udah 5 tahun mereka terpisah lagian kasian Zen kita tau Cakra sudah melakukan kesalahan tapi apa tak ada kesempatan buat dia"ucap bunda
"Gimana dek menurut mu apa kamu mau tinggal dengan Cakra?"ucap Refan .Alya menatap mami dan papi nya karna dia tak ingin membuat orang tua itu marah
"Sebenarnya kami masih tak percaya dengan Cakra meski kalian memaafkan nya tapi betul apa yg di bilang jeng Ratna ini demi kebaikan Zen!"ucap mami
"kami akan izinkan dengan syarat Cakra yg harus tinggal bersama kami tapi inget kami belum memaafkan"ucap papi
"Kau mau kan sayang kembali pada mu?"ucap Cakra berlutut ke Alya.Alya diam dan mengarut telinga nya
"Tak apa kalian akan tinggal bersama kami"ucap mami mengerti kebingungan Alya
"Mau ya"ucap Cakra .Alya hanya mengagut dan mengigit bibir nya
"Ada apa katakan saja?"ucap mami mengelus kepala Alya
"A...aku a..aku masih takut pada nya karna beberapa tahun lalu aku melihat nya membunuh seseorang dengan kejam dan juga dia menyakiti hati ku dengan mengkhianati ku!"ucap Alya menunduk
"Dengar semua nya salah paham saat dulu aku di jebak dan soal pembunuhan memang benar tapi mereka membuat ulah pada ku"ucap Cakra menceritakan kesalahan pahaman
"Jadi izinin aku bersama kalian lagi aku sudah tersiksa dengan terpisah dengan mu 5 tahun ini jadi aku mohon izinin bersama kalian "ucap Cakra di angguti oleh Alya meski ragu
"Terimakasih"ucap Cakra memeluk Alya
"Manfaatkan la kesempatan ini"ucap papi
Setelah mengobrol dengan lama mereka pulang Zen sangat betah di museum itu dia tidak ikut pulang karna ketiduran dia juga ingin menginap di sana .Cakra juga ikut bersama dengan mami dan papi pulang
"Kau harus ingat perjanjian kita jika kau menyakiti Alya lagi kami tak kan memberimu kesempatan lagi"ucap papi
"Iya pi Cakra ngerti"jawab Cakra
"Satu lagi ingat sekarang ini Alya bukan Alya yg dulu coba la sedikit memahami nya"ucap mami nya lalu pergi bersama papi menuju kamar nya
Cakra masuk ke kamar melihat Alya tertidur dengan tenang Cakra mengamati wajah itu memang sedikit berubah wajah nya yg memucat tapi tetap kecantikan sama, bibir nya sama seperti dulu Cakra hanya heran apa Alya mengalami kelaian jiwa dia sangat pening memikirkan nya
"Gimana pun keadaan mu aku tetap mencintai mu maaf sudah melukai mu"ucap Cakra mengecup pipi Alya ikut berbaring dan tertidur
####
🌞🌞🌞
Alya mulai membuka mata nya mengeliat dan mengejang kan otot -otot nya lalu ada sebuah benda kenyal menempel di bibir nya
"Pagi"ucap Cakra mencium bibir Alya.Alya hanya menantap Cakra dan mengerjab kan mata nya lalu pergi ke kamar mandi
"Sial kenapa seperti pertama kali menikah kenapa aku bisa deg degan padahal sudah sering melakukan nya dasar jantung sial"umpat Cakra kesal . Setelah melihat Alya selesai mandi Cakra kembali mendekati Alya yg mengering kan rambut nya
"Biar aku bantu"ucap Cakra mengambil handuk kecil untuk mengering kan rambut Alya
"Kau masih takut pada ku?"tanya Cakra di sela mengosok rambut Alya.Setelah menatap Cakra dengan lama Alya mengangut dan menggeleng tanda nya dia tidak tau
__ADS_1
"Emm bisa kah jangan mengunakan gerakan aku ngak ngerti "ucap Cakra
"Tapi dengan jawaban bicara"ucap Cakra seperti bicara ke anak kecil dan menyisir rambut Alya
"Sekarang katakan kau masih takut pada ku?"tanya Cakra lagi
"A...aku tidak tau !"ucap Alya menatap Cakra
"Jangan takut aku tidak seperti yg kau pikir kan"ucap Cakra
"Ada apa?"tanya Cakra melihat Alya menatap nya dengan aneh
"K..kau tidak akan membunuh dan memukul ku kan m..meski aku i..istri mu?"ucap Alya menunduk
"Hei kau istri ku dan aku sangat mencintai mu mana mungkin aku menyakiti mu saat itu aku frustasi kehilangan mu itu kenapa aku seperti itu!" ucap Cakra
Tok tok tok
"Alya jika sudah selesai turun kita sarapan"ucap mami
"Iya mi"ucap Alya berdiri merapi kan pakain dan rambut nya lalu keluar
"Hah! meski Sinta jala**itu sudah tiada dampak berbuatan nya masih tersiksa "gumam Cakra membuang nafas nya dengan kasar lalu turun untuk sarapan
"Lho kau tak ke kantor Cakra?"tanya mami nya
"Kantor mi kan baju ku masi ada di rumah, aku pulang dulu nanti menganti baju nanti sore baru aku pindahin barang barang ku"jelas Cakra melirik Alya makan dengan tenang
"Gimana dengan kantor Alya apa semua baik ?"ucap papi bertanya
"Iya pi!"jawab Alya mengunyah makan nya
"Kau itu suka ceroboh malam kemarin papi temuin berkas ini di meja tamu"ucap papi nya memberi berkas nya ke Alya
"Maaf pi kemarin Alya lupa ngambil nya karna bermain dengan Zen"jawab Alya pelan
"Tak apa sekarang ini kau menjalankan proyek dengan perusahaan mana?"tanya papi
"Perusahaan Anggara Grub dan Refan Grub itu abang Refan semua yg pimpin dia tertarik saat Alya kasih liat proposal pembangunan nya!"jelas Alya
"Oh papi harap perusahaan kita akan lebih maju dari perusahaan C&A apa kau bisa "ucap papi tak hentinya bicara kali ini Alya diam mengigit bibir bawah nya dengan menatap mami nya
"Katakan saja tak apa?"ucap mami lembut
"Alya pegel ngoceh terus papi tak henti nya bertanya ke Alya!"ucap Alya menunduk
"Hahah! maaf sayang jika papi banyak ngomong"ucap papi tertawa kecil
"Alya.....belum sempat papi bicara lagi
"Pi udah dong kasian Alya bukan nya udah dia bilang bahwa dia pegel bicara terus"ucap mami memperingati
__ADS_1
"Iya sayang maaf"ucap papi mencium pipi mami