Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 42


__ADS_3

Cakra sudah berada di dalam mobil tapi dia keluar lagi melihat Alya berdiri di depan pintu


"Ada apa?"tanya Cakra


"E..em aku ...aku!"ucap Alya gugup


"Katakan aku tak kan marah!"ucap Cakra memeluk Alya dan mengelus kepala nya


"B...boleh aku membantu mu bersiap ke kantor? "cicit Alya


"Tentu saja mari ikut dengan ku!"ucap Cakra mengandeng Alya masuk ke dalam mobil lalu melaju menuju rumah nya


"Em kenapa kau jadi seperti ini kau tau kan bahwa aku tak menyukai kau pendiam aku lebih suka kau cerewet"ucap Cakra


"Kau masih memakai cincin nya"ucap Cakra melihat Alya memutar cincin pernikahan nya sedangkan Alya hanya bengong


"Alya"ucap Cakra menyentuh bahu Alya


"Iya...ucap Alya menatap Cakra


"Mari turun sudah sampai"ucap Cakra keluar dari mobil Alya hanya mengikuti


"Kau duduk di sini dulu aku mau mandi"ucap Cakra menunjuk kasur nya karna mereka berada di kamar Cakra. Setelah 20 menit Cakra selesai mandi dengan handuk di pinggang nya


"Aihs dia benar benar robot tidak bergerak di tempat aku suruh duduk tadi dan juga kenapa setiap dia bengong dia memutar cincin pernikahan nya"gumam Cakra memperhatikan Alya


"Oke aku mau liat seberapa kau menurut nya"gumam Cakra tersenyum mesum


"Alya"ucap Cakra berdiri di depan Alya


"Iya.."ucap Alya mendongak menatap Cakra


"Kemari cium aku"ucap Cakra menunjuk bibir nya Alya menatap lama Cakra dengan mata sendu nya lalu berdiri maju selangkah dengan ragu Cakra sudah berdebar tidak karuan apa lagi mata alya yg menatap nya.Alya mengalung kan tangan nya di leher Cakra meski pipi nya memerah dia tetap melakukan nya Alya menjinjit dan menempelkan bibirnya dengan lama di bibir Cakra


Dia memang berbeda selalu menurut tak apa la yg penting di sini aku yg menang"batin Cakra senang


"Aku merindukan sentuhan dan kebersamaan mu tapi kenapa kau berubah kau tak seperti Alya dulu tapi aku akan berusaha mengembalikan diri mu"ucap Cakra memegang pinggang Alya dan menyender kan kepala Alya di bidang dada nya


Dret dret dret


Ponsel Alya berdering membuyar kan lamunan Alya yg di peluk Cakra.Alya menempelkan ponsel nya di telinga nya


"Nona di sini ada tuan Brayen menunggu anda?"ucap sekretaris nya


"Kau tau aku tak suka jika dia ada di ruangan ku tak ada pekerjaan dengan nya tanya apa masalah nya jika tak penting suruh dia pergi!"ucap Alya itu perkataan terpanjang yg pernah Cakra dengar semenjak pertemuan sekian lama


"Tapi nona dia memaksa dan ngotot nungguin nona"ucap nya lagi

__ADS_1


"Baik la hari ini aku tidak ke kantor"jawab Alya lalu memutuskan sambungan telpon nya


"Kenapa?"tanya Cakra mengelus kepala Alya


"Sekretaris ku!"jawab Alya singkat


"Kenapa kau bilang tidak ke kantor bukan nya kau sudah siap?"ucap Cakra heran


"Karna ada Brayen dia mencintai ku aku tak suka bertemu dengan nya aku punya suami aku tak suka dia menatap ku seperti itu!"jawab Alya


"Baik serah jika kau mau bolos aku juga, mari kita udah lama tidak mengobrol"ucap Cakra memakai baju nya lalu menarik Alya ke kasur dan berbaring Cakra mengarahkan kepala Alya ke bidang dada nya


"Dengarkan detak jantung ku meski dia berhenti namun cinta ku masih ada"ucap Cakra mengelus kepala Alya


"Kau tau saat sinta sialan itu menjebak ku mami marah besar bahkan bang Refan mengantarkan aku di makam mu tapi aku tak percaya jika kau tiada setiap detik aku merindukan mu aku tersiksa dengan tidak kehadiranmu lalu Jeky bilang dia akan menikah dengan Sakira kau tau mendengar nya mungkin aku lebih bahagia dari Jeky karna aku yakin kau akan datang di pernikahan Sakira"ucap Cakra mengecup kepala Alya


"Aku sakit melihat mu seperti ini maaf kan aku"ucap Cakra meneteskan air mata Alya mengankat tangan nya dan menghapus air mata Cakra lalu mengeleng


"Jangan pernah tinggalkan aku"ucap Cakra mempererat pelukannya


####


Alya sibuk menyiapkan berkas berkas dan mengetik di laptop dari tadi sekretaris menjelaskan sesuatu namun Alya tak fokus


"Nona perusahaan C&A membantu menyalur kan dana dengan proyek yg kita jalan kan dan mungkin sebentar lagi CEO nya akan datang"ucap sektaris nya Alya hanya menyimak


"A..a aku selalu mencintai mu"gumam Alya mencium cincin nya dunia Alya hanya Cakra itu kenapa 5 tahun ini dia sering bengong memikirkan Cakra dan membayangkan kenangan bersama nya Alya membentuk dunia nya sendiri dia tak pernah mengeluh dan mengutarakan maksudnya karna dia menyayangi Zen hanya Alya lah yg bisa kembali dia kadang tidak merespon apa yg orang bicarakan jika dia tidak ingin mendengar nya termasuk Cakra


Cklek


"Kau sibuk? "ucap seseorang Alya hanya menatap nya


"Emm jalan yuk?"ucap nya mendekati Alya


"Aku udah punya suami jadi menjauh lah!"ucap Alya melihat kan cincin nya


"Tak apa aku sungguh mencintaimu tidak pernah aku mencintai seseorang sebesar ini"ucap nya menyentuh leher Alya


"Kau tak sopan tuan Brayen" teriak Alya berdiri


"Oh sayang aku semakin ingin memiliki mu kau sungguh cantik udah lama aku menunggu mu"ucap nya dengan suara seksi nya


"Kau lancang pergi dari sini"bentak Alya


Plak


"Tidak ada yg bisa menolak dan membentak ku aku sungguh mencintai mu tapi kau membuat ku marah"ucap nya frustasi menampar Alya

__ADS_1


"Kau membuat kesabaran ku habis 4 tahun aku menunggu mu semenjak di rumah sakit pertama kali kita bertemu"bentak nya membuat Alya ketakutan


"Aku mengiginkan diri mu"ucap nya serak dan menghimpit badan Alya ke dinding


"Menurut lah atau kau akan ku pukul"ucap nya Alya menggeleng dan ketakutan Brayen sudah kehilangan kendali ingin memiliki Alya dia menarik baju alya dengan paksa hingga membuat kancing baju alya lepas


Plak


"Balas tidak ciumannya"bentak Brayen menampar Alya lagi .Brayen mencium leher Alya dan bibir nya Alya tak menyerah memukuli Brayen


"CAKRAAA"teriak Alya sekuat tenaga karna dia tak bisa melepaskan Brayen yg terus saja menciumnya


Brak


"******* "ucap nya mendorong Alya ke meja sampai dia terjatuh Alya meringkuk memeluk lutut nya ketakutan setengah mati dan menangis


"Cakra hiks hiks hiks"ucap Alya membenam wajah nya di lutut nya


Brak


Cakra masuk dengan mendobrak pintu nya karna Brayen tadi menguncinya mata Cakra memerah menahan emosi apa lagi dengan melihat lelaki itu dengan menyentuh leher Alya dengan nafsu yg besar


Bugh


Bugh


Bugh


"Pergi tidak "teriak Cakra emosi dan memukul orang itu


"Hei jangan mengganggu ku"teriak Brayen


"Jeky kau urus orang ini"teriak Cakra .Jeky menyeret orang itu keluar


Cakra menyentuh bahu Alya yg masih menangis sesegukan


"Jangan jangan hiks hiks hiks Cakra tolong aku hiks hiks"ucap Alya lirih


"Aku di sini tenang lah"ucap Cakra mendengar suara Cakra Alya segera memeluk Cakra dengan erat


"A....a..aku Aku "ucap Alya tak bisa bicara


"Tenang la ok ini aku"ucap Cakra menangkup wajah Alya


"Katakan dengan pelan"ucap Cakra


"A..a..aku Aku takut"ucap Alya pelan lalu pingsan

__ADS_1


__ADS_2