
Key duduk di meja makan dengan memain kan ponsel nya dia harus berterimakasih dan mintak maaf tapi Radit tidak mengangkat telpon atau membalas chat nya
To Key
Emm kak aku mintak maaf soal kejadian kemarin
To key
Dan terimakasih sudah nolongin aku
To Key
Ih kakak marah sama aku maafin aku dong iya iya kau akan nikah semoga bahagia
"Tau ahh kesel"gumam Key meletakkan ponsel nya dengan kasar membuat semua memandang nya
"Kenapa kayak gini sih"ucap Key membenturkan kepalanya di meja
"Kenapa Key galau ya di cuekin kakak Radit"ucap Zen
"Apa sih"ucap Key kesal
"Makan Key kau nanti telat ke kampus nya"ucap Alya
"Iya Key bentar lagi kakak ada kelas"ucap Metha
"Key nanti aja makan nya mom"ucap Key berdiri
"Kak aku tunggu di mobil"ucap Key berdiri
"Ngak enak ternyata di cuekin kayak gini"ucap Key
"Seperti kak Radit benaran marah sama aku "ucap Key masuk ke dalam mobil Metha datang segera mereka pergi kali ini mereka memakai supir karna Zen menyuruh
"Kenapa sih Key wajah nya ditekuk"ucap Metha
"Gitu deh kak lagi ada masalah sama kak Radit"ucap Key
"Key Key jika kau cinta kenapa masih gengsi ingat kesabaran itu ada batas nya jika tiba-tiba pak Radit menyerah mencintai mu gimana apa lagi pak Radit itu ganteng baik apa lagi senyumnya banya cewek mengantri ingin merebut hati nya kau tau lah nanti apa yg terjadi apa lagi lihat kan dia udah lamaran"ucap Metha menakuti Key
"Ih kakak mah bukan kasih solusi malah buat kepala ku runyem"ucap Key
"Pak bisa ke kantor Kalter Grub"ucap Metha
"Mau ngapain kak"ucap Key
"Waktu kita masih 30 menit"ucap Metha tersenyum setelah sampai mereka turun dan masuk ke kantor Radit
"Misi mbak"ucap Metha melihat Key hanya diam
"iya"ucap nya
"Pak Radit ada"ucap Metha
"Ada tapi dia sibuk ada keperluan apa yg mbak"ucap nya
"Saya Metha Dirgantara bisa ketemu dengan tuan Radit"ucap Metha dia tau wanita itu tidak suka
"Silahkan mbak"ucap nya tersenyum dia tau Dirgantara itu siapa
"Lihat Key seperti nya dia suka sama Radit"ucap Metha membuat Key terdiam
__ADS_1
Tok tok tok
"Masuk"teriak Radit
Cklek
"Kamu siap kan berkas nya nanti setelah meeting dengan pemegang saham saya akan langsung akan melihat berkas nya"ucap Radit tanpa menoleh ke tamu nya siapa
"Bapak datang pagi sekali apa anda sudah makan"ucap sekretaris Radit
"Kak Metha Key tunggu sebentar ya"ucap Radit kaget melihat kedua nya
"Apa perlu saya siapkan makan pak"ucap nya
"Tidak usah saya harus selesai kan pekerjaan dengan cepat karna nanti malam saya ada acara penting"ucap Radit
"Nanti anda sakit pak jika tidak sarapan"ucap nya
"Tidak papa sekarang pergi lah"ucap Radit berdiri
"10 menit lagi meeting dengan pemegang saham pak saya permisi"ucap nya lalu pergi
"Maaf kak hari ini saya sedikit sibuk karna ada acara nanti malam ,ada keperluan apa ya kak"ucap Radit mencuek kan Key
"Ahh tidak Key mau bicara"ucap Metha
"Tidak bukan nya kakak tadi ngajak aku kesini"bantah Key menatap Radit
"Jika boleh tau acara apa kayak nya penting banget"ucap Metha memancing Key
"Oh itu kak dua hari lalu kan aku melamar seseorang aku bilang ke keluarga nya nah nanti malam lamaran resmi dengan mengajak keluarga ku"ucap Radit tersenyum
"Kak"ucap Key menunduk memain kan jemari nya karna gugup
"Kau manggil kakak Key"ucap Metha
"Kak Radit"lirih Key lagi
"Kakak tunggu di mobil ya Key"ucap Metha menepuk bahu Key lalu pergi
"E..emm m..maaf kan aku"ucap Key menunduk Radit hanya diam memandang Key
"Kakak benaran mau nikah"ucap Key menatap Radit
"Menurut mu"ucap Radit membelakangi Key
"Kakak janji 7 tahun lalu sama aku bahwa kakak akan menikah dengan ku saja hanya ingin hidup bersama ku saja tapi kenapa kakak mengingkari janji itu"ucap Key
"Aku marah sama kamu Key kemarin kau membuat ku marah aku aja belum pernah memengang tangan mu tanpa seizin mu tapi kemarin bahkan Jino seenaknya memegang tangan mu dan kenapa kau tak mempercayai ucapan ku Key jika semalam aku datang terlambat"ucap Radit
"Maaf"lirih Key
"Kakak mau nikah nanti siapa yg menemani hari ku"ucap Key
"Sudah lah Key bukan kah dari dulu kau memang tidak pernah mencintai ku kau hanya menganggap ku teman ngak lebih bahkan aku tak pernah memegang tangan mu"ucap Radit
"Hah! sudah lah aku jadi emosi mengingat nya aku benar marah kecewa dan terluka"ucap Radit lalu pergi meninggal kan Key sendiri
"Aku juga mencintai mu kak aku ngak berani menunjukkan rasa ku pada mu"lirih Key menghapus air mata nya lalu pergi
"Seperti nya aku harus melepas mu "ucap Key pergi menuju mobil
__ADS_1
"Gimana"ucap Metha saat Key masuk ke dalam mobil
"Kakak hiks hiks"Key menangis di pelukan Metha
Mungkin ini tujuan pak Radit tidak ingin memberi tau Key soal lamaran biar Key lebih mengungkapkan apa yg dia Rasa.Batin Metha
"Pak ke kampus ya"ucap Metha ke sopir nya
"Key mencintai itu hal biasa kau tidak perlu takut menyatakan atau menunjukkan nya jika kau memendamnya itu menyakiti kamu sendiri"ucap Metha mengelus kepala Key
Cinta itu sakit apa lagi saat seseorang mengetahui jika kita mencintai nya itu akan terasa rumit tapi aku juga ingin hidup bersama kak Radit orang yg aku cinta.Batin Key menatap Metha memelas minta bantuan
"Jangan pasang wajah seperti itu dong kakak jadi ngak tega"ucap Metha memeluk Key sayang
Setelah kuliah selesai mereka pulang Key hanya di kamar males-malesan lagi ngak mood ngapa-ngapain
"Key kakak laper"ucap Metha masuk ke kamar Key
"Keluar yuk"ucap Metha
"Kak makanan rumah lebih sehat "ucap Key tanpa melihat Metha
"Tapi ngak ada orang di rumah Key "ucap Metha
"Hah! baik lah demi keponakan aunty meski aunty ngak mood ngapa-ngapain aunty akan masak"ucap Key berdiri
"Key bisa masak"ucap Metha
"Bisa lah"ucap Key membuat mata Metha berbinar segera menarik Key ke dapur dengan semangat
"Mau makan apa kak"ucap Key
"Nasi goreng kayak nya enak"ucap Metha menelan saliva nya membayang kan makan nasi goreng
"Itu mah kecil kakak tunggu ya"ucap Key mulai mengambil bahan-bahan nya
"Sejak kapan Key kau bisa masak"tanya Metha
"Kakak tau sendiri kan rumah ini ngak ada pembantu nya cuman ada pembantu untuk membersihkan rumah ini momy masak sendiri jadi saat aku kecil dulu sering nemani momy masak meski aku hanya diam memperhatikan saat aku mulai tumbuh besar momy sering ngajarin aku"ucap Key
"Aku kira kau yg galak ini ngak bisa masak apa lagi aku ngak pernah lihat kamu masak selama aku tinggal di sini"ucap Metha memakan apel nya
"Kakak aja ngak memperhatikan kan aku sering bantuan momy masak saat aku bangun pagi tapi jarang sih karna aku susah bangun hehe"ucap Key cengengesan
"Aku jadi ngak sabar buat makan masakan kamu Key"ucap Metha setelah menunggu nasi goreng Key sudah jadi memberikan ke Metha dan untuk nya
"Wah kayak nya enak banget"ucap Metha langsung memakan nya
"Pelan -pelan kak"ucap Key
"Enak Key"ucap Metha dengan mulut nya penuh dari makanan Key hanya memperhatikan Metha makan dengan lahap dengan memainkan makanannya
"Key kamu ngak suka ya "ucap Metha melihat nasi goreng Key sesekali menelan saliva nya karna masih kurang
"Kakak mau"ucap Key melihat mata Metha berbinar
"Apa boleh"ucap Metha
"Ini ambil lah aku masih kenyang"ucap Key memberikan piring nya
"Terimakasih"ucap Metha senang segera menghabisi makanan nya
__ADS_1