Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 107


__ADS_3

Selama makan malam Key hanya diam tidak banyak bicara dia hanya bicara jika di tanya pikiran nya kemana mana memikirkan jika Radit akan menikah .Setelah makan mereka duduk di ruang tamu


"Jadi rencana kalian gimana"ucap Cakra ke Jeky


"Aku dan Sakira akan tinggal di rumah kami sendiri di rumah Wijaya"ucap Jeky


"Kenapa apa ngak tinggal di sini aja lagian rumah ini besar"ucap Cakra


"Kami mau menikmati hidup di masa tua tugas kami sudah selesai menjadi orang tua nanti kami akan sesekali berkunjung di sini"ucap Jeky


"Mama akan pergi"ucap Metha cemberut


"Iya rumah nya ngak jauh dari sini paling 15 menit udah sampai jika kangen tinggal dateng aja ke rumah"ucap Sakira


"Boleh kan bang"ucap Metha


"Iya "ucap Zen mengusap perut Metha


####


"Hari ini aku senang ternyata papa masih hidup"ucap Metha berbaring di sebelah Zen dan memandang nya


"Aku juga ngak nyangka"ucap Zen mengusap wajah Metha


"Abang tau tadi Key sangat lucu saat cemberut nya dia berusaha tenang meski dia sangat kesal aku bisa baca dari wajah nya saat Rina dan Sindi mengagumi Radit"ucap Metha cekikikan mengingat wajah Key


"Key memang gitu "ucap Zen menaikan baju Metha ke atas dan Zen menciumnya


"Anak ayah baik -baik di sana"ucap Zen mengecup perut Metha yg masih rata


"Apa kamu menginginkan sesuatu"ucap Zen mendongak tanpa mengubah posisi wajahnya masih di perut Metha


"Ngak sih bang hanya aku sedikit setiap waktu ingin deket sama abang ngak mau jauh"ucap Metha mengelus kepala Zen


"Jika butuh sesuatu bilang sama aku atau sama Key jangan pergi sendiri"ucap Zen


"Iya sayang"ucap Metha mengusap wajah Zen


"Ehh bilang apa tadi"ucap Zen senang


"Sayang"ucap Metha


"Aku senang dengar nya"ucap Zen mencium bibir Metha


"Tidur udah malem"ucap Zen berbaring sebelah Metha menarik selimut menutupi tubuh mereka sedangkan tangan Zen masuk kebaju Metha mengusap perut Metha


"Geli bang"ucap Metha malu


"Diam tidur lah abang capek hari ini sudah banyak kejadian"ucap Zen memejamkan matanya


"Iya"ucap Metha mengusap tangan Zen di perut nya ikut memejamkan matanya


Key melamun menatap langit kamar nya ponselnya berdering tanda pesan masuk dengan malas Key melihat nya ternyata dari Radit


From Radit


Key udah tidur belum


"Kenapa setiap malam kirim pesan jika kau akan menikah dengan orang lain"ucap Key


From Radit


Key kamu marah sama aku


"Udah tau nanya"ucap Key tapi dia tidak membalas pesan dari Radit

__ADS_1


From Radit


Maafkan aku Key balas dong jangan cuman di read doangπŸ˜“πŸ˜“


"Cih emang dia siapa mau mempermainkan ku"gumam Key meletakkan ponselnya lalu memejamkan mata nya


🌞🌞


"Key kenapa sih bengong aja dari tadi"ucap Bianca karna Key ada kelas jadi dia sudah berangkat .Key hanya menoleh sebentar lalu kembali memaku dagu nya


"Galau ya"ucap Bianca mendorong bahu nya ke bahu Key


"Apa sih diem napa lagi ngak mood"ucap Key malas


Selama mata kuliah Key tidak semangat pulang pun begitu dia ingin mampir makan karna sudah makan siang .Tiba-tiba ada yg menepuk bahu nya saat ingin masuk


"Kau Key kan"ucap nya


"Iya siapa"ucap Key menepis tangan orang itu karna memegang bahu nya


"Aku Jino orang yg menolong mu satu minggu yg lalu"ucap nya Key hanya berohh lalu masuk ke dalam rastoran orang itu ikut duduk


"Kau mau makan kebetulan aku juga kita makan bareng aja"ucap Jino Key hanya cuek memesan makanan


"Kamu udah punya pacar"ucap nya menyentuh tangan Key


"Kenapa"ucap Key menjauh kan tangan nya


"Kau mau jadi pacar ku"ucap nya memegang tangan Key


"Seperti nya kami menganggu"ucap seseorang sedikit tidak suka dia datang bersama wanita


"Kalian udah dateng tuan Kalter "ucap nya ya yg datang Radit


"Silakan duduk"ucap nya


"Kau kenal sama cewek ku"ucap nya menyentuh tangan Key seketika Radit mengepal kan tangan


"Kau pasti calon istri nya ya"ucap Key kesal kepada wanita itu


"Hahaha! saya tidak terlalu pantas buat tuan Radit nona dan lagi pula saya udah menikah tuan Radit ini bos saya"ucap nya membuat Key jadi terdiam


"Benar kalian pacaran"ucap Radit belum sempat Key jawab Jino sudah bicara


"Iya barusan iya kan Key"ucap Jino menarik Key duduk


"Anda tidak sopan terhadap nya"ucap Radit memegang tangan Key mau mengajak nya pulang


"Ayo aku anter pulang"ucap Radit


Bugh


"Jangan sembarang memegang tangan cewek gue"ucap nya memukul Radit


"Ayo pulang Key"ucap Radit dia tidak peduli dengan Jino yg menurut nya harus di waspadai


"Aku ngak mau"ucap Key menepis tangan Radit


"Pulang Key"ucap Radit mengengam tangan Key dengan menatap Jino tajam


"Apa hak mu ingin mengajak ku pulang ya dia kekasih ku dan aku mencintai nya dan kau siapa bahkan aku membenci mu"ucap Key cepat


"Batalkan kerja sama kita pada tuan Jino"ucap Radit melepaskan tangan Key lalu pergi


Astaga mulut sialan kenapa harus ngomong kayak tadi sih.Batin Key menyesal dia bisa lihat jika Radit kecewa dengan ucapannya

__ADS_1


"Tuan Radit siapa nya kamu"ucap Jino


"Bukan siapa-siapa"ucap Key kembali duduk


"Maaf tadi aku hanya emosi mengatakan mencintai mu ku harap kau tidak mengambil hati"ucap Key


####


"Sayang bakso nya mana"ucap Metha duduk di sofa mereka berada di kantor Zen


"Bentar Radit lagi jalan"ucap Zen iya Metha ingin makan bakso yg di belikan Radit tadi sebelum ada pertemuan dengan Jino Zen menelpon Radit untuk membeli kan bakso


"Lama banget pak Radit nya"ucap Metha cemberut membuat Zen gemes dan mencium bibir Metha cukup lama bahkan Radit datang mereka tidak sadar


"Ini bakso nya"ucap Radit meletakkan bakso di depan Zen dan Metha membuat kedua nya kaget dan Metha mendorong Zen pipi Metha sudah terasa panas


"Aku ambil mangkuk dulu"ucap Metha menunduk lalu pergi


"Sory kak aku nganggu"ucap Radit tanpa merubah raut wajahnya yg dingin


"Kenapa bibir mu di tonjok Key lagi"ucap Zen santai


"Jino itu siapa nya Key"ucap Radit menatap Zen serius


"Jino siapa"ucap Zen menarik Metha untuk duduk di samping nya


"Jino CEO perusahaan Dino Grub "ucap Radit


"Mana mungkin Key kenal sama orang kayak dia dia kan di kenal sering main cewek dan meniduri cewek"ucap Zen


"Nyatanya Key kenal dan dia bilang mereka punya hubungan"ucap Radit


"Masak iya"ucap Zen


"Pak Radit udah makan"ucap Metha memberikan bakso ke Zen


"Belum tadi awal nya aku mau meeting dengan Jino tapi ternyata dia lagi makan bersama Key dan dia bilang mereka punya hubungan Key juga bilang kayak gitu"ucap Radit


"Makan aja dulu"ucap Metha


"Selera makan ku sudah hilang"ucap Radit


"Jadi kau mau ngebatali acara lamaran kemarin"ucap Zen meletakkan mangkuk bakso Metha sebenarnya kaget tapi dia ngak mau menyela obrolan mereka


"Meski Key membenci ku aku kan tetap menikahi nya tidak peduli"ucap Radit serius


"Jangan seperti itu dia adik ku jangan menyakiti nya"ucap Zen tidak suka


"Aku tidak menyakiti nya aku hanya ingin hidup bersama nya dan mengikat hubungan kami supaya dia tidak akan pergi dari hidup ku"ucap Radit tegas


"Aku pergi dulu kak masih ada kerjaan"ucap Radit berdiri lalu pergi


"Bang apa yg di lamar pak Radit itu Key"tanya Metha


"Iya kemarin dia bicara pada ku dengan keluarga kita melamar Key tapi kita harus mendengar jawaban Key besok malam mereka akan datang tapi kamu diem ya jangan bicara sama Key"ucap Zen


"Iya deh tapi kenapa kita ngak bilang ke Key mungkin Jino tadi pelarian Key aja karna dia sakit hati karna pak Radit akan menikah dengan wanita lain"ucap Metha


"Itu sih Radit yg minta "ucap Zen


"Abang aku bosen kita jalan yuk"ucap Metha


"Cium dulu dong"ucap Zen seketika Metha mencium bibir Zen dengan cepat


"Ayo bang"ucap Metha senang

__ADS_1


"Iya habisi dulu bakso nya"ucap Zen


__ADS_2