Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 19


__ADS_3

Nampak seorang wanita paru baya terbaring lemas dengan selang oksigen di hidungnya dia adalah bunda Ratna karna mendengar berita kematian dan juga jasad Alya membuat nya syok dan serangan jantung


"Bunda ini Alya maafin Alya karna Alya bunda jadi kayak gini"ucap Alya meneteskan air mata tidak lupa Cakra menemani nya


"Buka mata bunda jangan bikin Alya sedih"ucap Alya mencium punggung tangan bunda nya lalu beralih menatap Cakra


"Sebaiknya kamu juga pulang Cakra kau butuh istirahat"ucap Alya


"Aku mau nemenin kamu"jawab Cakra


"Aku tak apa"jawab Alya


"Tenang la bunda akan baik baik saja"ucap Cakra


"Iya semoga bunda cepat sadar"ucap Alya


"Tidur la kau pasti lelah"ucap Cakra mengajak Alya duduk di sofa berbaring di paha Cakra sebagai bantal


"Kau saja aku belum ngantuk"ucap Alya


"Alya tidur la"ucap Cakra mengelus kepala Alya dengan lembut


Andai kau mencintai ku Cakra aku akan merasa sangat bahagia kau selalu memperlakukan ku dengan manis aku tak tau isi hati kau mencintai ku atau tidak tapi aku tak peduli biar waktu yg menjawab yg pasti aku sungguh mencintaimu sangat mencintaimu.Batin Alya


#####


🌞🌞🌞


Cakra semalaman tidak tidur .Cakra hanya mengelus dan memandang Alya sungguh die beruntung bisa menikah dengan Alya


Cup


" Terimakasih sudah hadir dalam hidup ku maaf karna aku tak pernah bisa mencintai siapa siapa"gumam Cakra mengecup bibir Alya sikilas dan Alya membuka matanya merasakan ada yg menempel di bibir nya


"Kamu ngak tidur semalaman?"tanya Alya duduk dan mengucek mata nya


"Pasti pegel ya?"ucap Alya


"Iya kamu damai banget tidur nya!"ucap Cakra meluruskan otot otot nya lalu mereka mendengar suara bunda nya


"A...anak ku Alya"gumam bunda nya pelan


"Alya"ucap bunda lagi


"Bunda udah sadar"ucap Alya menghampiri bunda nya


"Alya" ucap bunda nya mengangkat tangannya ingin menyentuh wajah Alya dan melepas oksigennya

__ADS_1


"Iya bunda ini Alya katakan apa bunda butuh sesuatu"ucap Alya


"Kamu ngak ninggalin bunda kan sayang?"ucap bunda nya


"Ngak bun semua itu salah paham bunda jangan banyak pikiran ya Alya baik baik saja! "ucap Alya


"Jangan tinggal kan bunda lagi hiks hiks bunda takut jika kamu tinggalkan dan pergi selama lama nya"ucap bunda nya menangis


"Ngak bun sekarang bunda jangan berfikir yg aneh aneh ya biar cepat sembuh"ucap Alya


Dokter datang karna Cakra menekan tombol otomatis nya


"Bisa keluar sebentar"ucap suster .Alya dan Cakra menunggu di luar


"Sayang kok kalian menunggu di luar?"ucap ayah nya yg baru dateng


"Bunda udah sadar yah dan di periksa oleh dokter!"jawab Alya


" Kalian pulang la biar ayah temenin bunda "ucap ayah nya


"Iya yah Alya pulang dulu nanti kabari Alya"ucap Alya pamit bersama Cakra mereka naik taksi karna mobil nya di pakai oleh Jeky saat sampai Alya langsung masuk


"Astaga gimana mau bersiin nya?"ucap Alya melihat rumah nya berantakan dengan pecahan guci dan kaca di mana mana


"Stop "teriak Cakra melihat Alya yg ingin melangkah tanpa aba aba Cakra menggendong Alya dan melangkah menghindari pecahan kaca


"Nanti kamu terluka menginjak pecahan kaca nya dan ngak usah di bersihin nanti aku minta pembantu di rumah mami yg bersiin"ucap Cakra


"Terus kita ngapain di rumah aja ini hari libur ngak kerja mending kita di rumah sakit temenin bunda"ucap Alya


"Kan semaleman kita udah nungguin bunda dan aku ngak tidur gantian dong kamu yg nungguin aku tidur"ucap Cakra


"Jadi kau ngak iklas menyebalkan"ucap Alya masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri sedangkan Cakra hanya terkekeh


#####


"Hari ini libur mau jalan bersama ku?"ucap Cakra yg berbaring di pangkuan Alya dan Alya memijat kepala Cakra karna itu bayaran karna Cakra menjaga dia dan bunda nya


"Ngak ahh mau ketemu sama bunda aja"jawab Alya


"Iya setelah itu kita jalan ngak pakai ngebantah harus mau"ucap Cakra memaksa karna semenjak mereka nikah belum pernah Alya pergi jalan jalan atau jalan bersama nya


"Jika tuan memaksa ngapain masih nanya "ucap alya mere*** rambut Cakra karna kesal


"Aw...oh berani ya mau aku kasih pelajaran"ucap Cakra memutar tubuh nya menjadi menindih Alya sedang kan Alya hanya menetralkan detak jantung nya karna Cakra memandang nya dengan pandangan aneh belum pernah Alya melihat cakra memandang nya seperti itu


"M.....mau apa?"ucap Alya gugup

__ADS_1


"Jika mau dirimu karna udah berani nyakitin aku gimana!"ucap Cakra menyingkir kan rambut Alya yg menutupi wajahnya


"M..maaf aku tadi hanya kesal"ucap Alya makin gugup


"Kau takut"ucap Cakra memandang mata Alya


"Tidak buat apa aku takut "jawab Alya dan Cakra ingin mengigigt leher Alya lagi tapi di tahan Alya


"Jika kau melakukan nya lagi gimana aku mau jalan sama kamu aku malu keluar dengan tanda itu"ucap Alya memalingkan wajahnya


"Ya sudah aku mau tidur dulu nanti habis dari rumah sakit baru kita jalan "ucap Cakra berbaring di dekat Alya dan memejam kan mata nya


#####


Sesuai janji Cakra setelah dari rumah sakit Cakra mengajak Alya jalan jalan dari Mall tempat liburan taman kanak kanak dan terakhir makan es krim di sini la mereka duduk di kursi taman di depannya sungai penuh dengan ke indahan


"Terimakasih udah ngajak aku jalan hari ini"ucap Alya menyuapkan es krim nya


"Kau senang?"tanya Cakra menatap Alya


"Tentu aku sangat bahagia hari ini!"ucap Alya tersenyum


Oh ayo la jangan tersenyum seperti itu aku ngak bisa mengendalikan diri ku bibir mu itu seperti magnet yg selalu ingin membuat ku menempel.Batin Cakra


"Kenapa? terpana nih ye"ucap Alya mengotori wajah Cakra dengan es krim sedangkan Alya tertawa


"Oh udah berani ya"ucap Cakra memberisihkan wajah nya


"Becanda tuan pemarah gitu aja marah"ucap Alya berhenti tertawa


"Aku kasih pelajaran ya"ucap Cakra mulai mengelitiki Alya mereka bercanda di sana bersyukur keadaan taman sepi karna sudah sore


"Hahahha ! geli Cakra hentikan"ucap Alya tertawa


"Udah pulang yuk "ajak Cakra berdiri dan mengandeng tangan Alya mereka pulang karna hari sudah mau gelap


#####


Satu Minggu berlalu


Bunda Ratna juga keadaan nya sudah membaik sudah di boleh kan pulang hari hari Alya lewati dengan bahagia Cakra selalu memperlakukan Alya dengan romantis dan manis tentunya Alya senang meski dia tidak tau isi hati Cakra dia tidak ingin memaksa mengetahuinya biar la Alya sendiri yg memendam rasanya biar la tuhan dan diri nya mengetahui jika dia sangat sangat mencintai Cakra .Malam ini Cakra mempunyai janji di salah satu Apertemen milik klien nya mereka merayakan kerja sama mereka klien Cakra berasal luar negri istrinya asli orang Indonesia mereka juga sering berkunjung ke Indonesia


"Hei kenapa kau malam ini cantik banget"ucap Cakra menilai penampilan Alya mendengar pujian Cakra membuat pipi Alya memerah


"Apa itu pujian?"ucap Alya tersipu malu


"Cepet nanti Mr Kalter menunggu!"ucap Cakra mengandeng tangan Alya lalu menunju Apartemen Mr Kalter sepanjang jalan Cakra mencuri pandangan dari Alya yg asik memperhatikan jalan

__ADS_1


Memang ku akui Alya memang cantik berpenampilan sehari hari tanpa berhias sudah cantik apa lagi berdandan seperti ini.Batin Cakra


__ADS_2