
"Ngak ada yg aku kenal semua nya asing"bisik Metha ke Zen
"Dia itu dulu saat momy remaja dia menyuakai dedy bahkan dulu dia dan momy sempat bermusuhan tapi lihat lah sekarang mereka berteman"bisik Zen
"Jeky memang menurun kan sifat anak nya tidak baik lihat lah dulu dia sangat tidak suka jika aku dekat dengan Cakra sekarang lihat lah anak nya hanya menantap ku"ucap Serly kesal
"Maaf tan bukan maksud ngak suka sama tante hanya saja aku tidak terbiasa akan semua nya apa lagi semua serba baru"ucap Metha
"Ngak anak ngak ayah sama sama membuat ku ngak bisa membalas ucapan nya"sindir Serly lalu pergi
"Emang aku mirip banget ya sama papa"tanya Metha ke Zen
"Diam cepat cerdas mirip papa mu tapi polos dan kekanakan mirip mama mu dan apa lagi cantik mu ngalahin mama mu saat muda dan momy ku"bisik Zen
"Geli kenapa harus hembusan nafas di telinga ku segala sih"ucap Metha kegelian
"Selamat malam semua"ucap Cakra berdiri di tengah panggung
"Hari ini resepsi pernikahan anak ku Zeno Dirgantara dan Metha Alsa Wijaya dia adalah anak dari Jeky dan Sakira kalian pasti tak asing dengan nama itu apa lagi Jeky dia tidak hanya asisten dan sahabat ku tapi dia sama seperti saudara bagi ku tapi sayang dia sudah tiada"ucap Cakra
"Sebagai penghormatan terakhir ku dan terimakasih ku aku persembahan mengingat momen bersama Jeky"ucap Cakra menyalahkan layar besar yg ada foto Jeky dan dia
"Aku kagum terhadap Jeky dia di usir keluarga nya dari rumah saat umur nya 21 tahun dia tidak memakai nama belakang bagi nya nama belakang nya hanya sebuah keburukan itu kenapa nama anak nya memakai nama Wijaya dia tidak ingin anak nya menurun keluarga nya .Ucap Cakra dan mengenser foto nya lagi di mana Jeky berdiri di sampai nya dengan tegas dengan para pembisnis lain
"Ini saat dia menemani saya meeting di luar negri "ucap Cakra mengeser nya lagi di situ foto Jeky dengan beberapa bawahannya
"Ini saat dia bekerja dengan ku 6 tahun lama nya selama itu dia membereskan semua masalah ku meski tidak aku perintah kan dia selalu siap siaga "ucap Cakra semua orang hanya mendengar dan melihat Sakira menangis mengingat Jeky
"Ck! ayo lah kenapa foto ini jelek sekali tapi ngak papa ini saat pernikahan ku dengan istriku sebenarnya aku tidak ingin menikahi nya tapi Jeky bilang tuan dari yg saya lihat nona Alya itu sempurna untuk tuan karna apa dia cantik bertanggung jawab dan baik jika tuan menjadi kan nona Alya istri tuan saya jamin tuan akan beruntung dan bahagia dan itu kenapa saya menikahi istri saya dan benar apa yg Jeky bilang dulu"ucap Cakra dan menatap foto di mana Jeky berdiri di samping nya dan Alya
"Ini yg paling saya suka dulu saya pernah meragukan ketulusan dan meragukan cinta tapi Jeky menyadar kan saya jika saya sangat mencintai istri saya dan menyuruh saya kembali ke istri saya saat itu kami betengkar dan perkataan Jeky membuat saya sadar semua nya"ucap Cakra lalu layar nya mati dan tepuk tangan
"Terimakasih atas perhatian nya "ucap Cakra lalu kembali duduk acara di lanjutkan
####
Metha berdiri di depan cermin kamar nya mereka berada di hotel karna resepsi nya sudah selesai dan berjalan dengan baik dia baru tau bahwa dia mempunyai mama yg luar biasa begitu pun dengan papa nya lamunan Metha membuyar karna ada sebuah tangan menyentuh bahu nya
__ADS_1
"Kenapa melamun?"ucap Zen dan memeluk Metha
Nyaman nya melebihi saat papa memeluk ku .Batin Metha
"Aku hanya berfikir aku sungguh beruntung mempunyai orang tua yg luar biasa! "ucap Metha menahan nafas nya dan deg degan
"Papa Jeky memang orang nya pendiam tapi dia sangat baik dulu sebelum dia menikah dengan mama dia sering mengajak ku jalan dan bermain"ucap Zen
"Ih abang geli"ucap Metha merasa kan tengkuk nya nafas Zen
"Emang aku melakukan apa?"ucap Zen tanpa dosa
"Itu nafas nya jangan di hembuskan di tengkuk ku!"ucap Metha polos
"Emang kenapa ngak masalah aku kan suami kamu"ucap Zen
"iya tapi geli biasaan deh abang Zen buat aku kesal "ucap Metha kesal
"Kamu makin cantik lho saat kesal dan marah"ucap Zen mendekat waja nya membuat Metha gugup
"Tidak hanya mau ngambil...."ucap Zen menggantung ucapannya
"Mau ngambil apa?"ucap Metha
"Mau ngambil kecupan!"ucap Zen dan mencium pipi Metha
Cup
"Ih bang Zen ngeselin deh"ucap Metha pergi ke kasur untuk tidur dan menarik selimut nya menutupi seluruh tubuh nya
"Selamat malam"ucap Zen mengecup puncak kepala Metha lalu mematikan lampu nya untuk tidur
"Aku mencintai mu"bisik Zen dan memeluk Metha dari belakang masuk ke alam mimpi
Metha tersenyum itu lah yg sering Zen ucap kan sebelum tidur Metha sudah terbiasa semua sifat Zen yg menyebalkan entahlah kenapa Metha bisa nyaman atas semua perlakukan Zen.Metha melirik kebelakang yg ternyata Zen sudah tertidur dengan memeluk Metha dengan erat Metha mengelus tangan Zen yg ada di perut nya lalu ikut tertidur
####
__ADS_1
🌞🌞🌞
Metha merasakan elusan di wajah nya dengan lembut dan terkadang sesuatu menempel di mata nya di pipi Metha membuka mata karna merasa tidur nya di nganggu pertama yg di lihat nya wajah Zen yg tersenyum kepada nya lalu Zen mencium pipi nya
"Mau sholat bareng?"ucap Zen tersenyum Metha mengejang kan seluruh otot nya dan duduk
"Tunggu aku mandi dulu sebentar!"ucap Metha masuk ke kamar mandi setelah mandi Metha keluar dan Zen mengambil wudhu dan melakukan sholat bersama
"Kau makin cantik saat lepas berwudhu"ucap Zen melipat sejadah nya karna mereka sudah selesai sholat nya
"Terimakasih"ucap Metha tersenyum menyimpan peralatan sholat nya
"Terimakasih doang ngak ada balasannya"ucap Zen cemberut
"Kau juga sangat tampan saat memakai peci "ucap Metha tersenyum malu
"Benar kah"ucap Zen senang
"Aku udah daftarin kamu kuliah ternyata nilai mu cukup bagus sehingga lebih muda mendaftar nya"ucap Zen mengajak Metha duduk di kasur dan dia berbaring di pangkuan Metha
Ya Allah kenapa setiap bang Zen menyentuh ku rasanya jantung ku mau copot "batin Metha menenangkan jantung nya
"Iya lah kan aku kuliah nya dapat beasiswa"jawab Metha menahan nafas nya
"Oh ya tapi kenapa aku lihat kau menghentikan kuliah nya selama 3 bulan ini"ucap Zen memandang Metha
"Iya karna aku bekerja untuk pengobatan mama di rumah sakit jadi suster kadang juga aku jadi OB di kantor "jawab Metha
"Kau pasti malu mempunyai istri kayak aku yg jadi OB"ucap Metha menatap mata Zen
"Kata siapa aku malah bangga karna kau mau melakukan pekerjaan seperti itu demi membuat mama mu sembuh dan menghentikan kuliah mu aku ngak malu malah bangga aku malu jika kau bekerja yg tidak halal"ucap Zen tersenyum lembut
"Tapi kemana uang nya dan kenapa kau mau di jual"ucap Zen
"Aku mengumpulkan uang ku bekerja keras tapi uang ku di ambil oleh tante ku untuk mengirim biaya Dinda anak nya yg kuliah karna tidak ada biaya dia ingin menjual ku ke tuan Febri yg selalu mengincar ku untuk biaya anak nya dan keluarga nya aku iklas jika dia mengambil uang hasil kerja keras ku anggap saja itu bentuk terimakasih ku karna mereka mengizinkan kami tinggal di sana tapi aku marah saat tante ingin menjual ku apa lagi untuk hal yg tidak aku mengerti aku menolak dan murka tapi aku ngak bisa apa-apa jika aku menolak mama ku di pukul tapi aku bersyukur hari itu karna ada pahlawan yg menolong ku"ucap Metha tersenyum ke Zen dengan lembut
"Siapa?"ucap Zen cemberut karna seperti Metha senang bertemu dengan nya
__ADS_1