
"Key nanti malam kita jalan yuk"ucap Jino mereka keluar dari restoran
"Aku ngak bisa"ucap Key
"Ayo lah Key anggap aja ini pertemuan terakhir kita lagian kan kamu ngak mau jadi cewek ku"ucap nya memaksa
"Iya"ucap Key
"Oke nanti aku kabari lagi kita ketemu di mana"ucap Jino
"Jauhi dia Key"tiba-tiba Radit datang
"Apa sih"ucap Key kesal
"Lho jangan harap akan mendapatkan apa yg lho inginkan dari Key"ucap Radit mencengkram kemeja Jino
"Dan kau Key menjauh dari nya"ucap Radit
"Aku ngak mau kau tidak ada urusan mau melarang aku bertemu dengan siapa"ucap Key memukul lengan Radit
"Lepas kan dia"ucap Key memukul mukul lengan Radit
"Jangan harap bisa menyentuh nya meski hanya seujung rambutnya jika kau berani melakukan nya ingat lah wajah ku dengan baik-baik"ucap Radit tajam dia tidak peduli Key memukul tubuh nya
"Aku ngak takut"ucap Jino tersenyum sinis
Bugh
"Itu pelajaran untuk mu"ucap Radit memukul Jino lalu pergi
Kak Radit seperti nya sangat marah ya aku deket sama Jino kenapa dia marah.Batin Key
🌙🌙🌙
"Key mau kemana"ucap Alya melihat Key sudah rapi
"Iya mom aku mau keluar sebentar mau jalan"ucap Key
"Sama Radit"ucap Alya tersenyum
"Engak mom sama teman baru Key"ucap Key pamit lalu pergi
"Key mau kemana mom"ucap Zen turun bersama Metha Sakira dan Jeky sudah pindah ke rumah nya sendiri
"Jalan kata nya teman baru nya"ucap Alya
"Bukan sama Radit"ucap Zen
"Kata nya engak"jawab Alya.Zen mengambil ponselnya menelpon Radit
"Hallo Radit"ucap Zen menempelkan ponselnya di telinganya
"Iya kak"ucap Radit di sebrang telpon
"Key keluar jalan kau cari dia awasi takut dia jalan sama Jino "ucap Zen
"Kakak tenang saja aku akan menjaga Key"ucap Radit
Tut
"Sekarang kita makan yuk"ucap Zen mengajak Metha
###
"Kenapa kita harus ketemu jauh dari rumah kenapa ngak ke rumah aku aja"ucap Key
"Tidak apa mari"ucap Jino membuka kan pintu buat Key lalu melajukan mobil nya
"Kita mau kemana"ucap Key
"Tempat yg menghilangkan masalah seperti nya kau banyak masalah"ucap Jino
"Tidak"ucap Key mulai waspada karna merasakan dirinya dalam bahaya kendaraan nya sudah hampir satu jam tapi mobil nya belum sampai membuat Key cemas tapi sial nya ponselnya mati
"Mari kita turun"ucap Jino
"Kau yakin mau mengajak ku sini"ucap Key tajam ternyata tempat nya Club bahkan memikirkan nya saja kadang membuat momy nya murka apa lagi datang
"Iya kenapa"ucap Jino
"Aku ngak mau ketempat ini"ucap Key tajam
__ADS_1
"Ayo lah hanya sebentar"ucap Jino
"Kita akan habiskan malam berdua di tempat yg asik ini"bisik Jino membuat wajah Key memucat
"Tidak aku tidak mau"ucap Key berusaha tenang
"Ayo lah Key kita bersenang-senang"ucap nya keluar menarik Key paksa
Seperti nya aku dalam bahaya apa yg harus aku lakukan.Batin Key
"Mari kita minum Key"ucap nya meneguk kan gelas berisi alkohol
"Minuman apa ini"ucap Key
"Alkohol"jawab nya santai
"Aku tidak minum ini aku harus pulang"ucap Key tapi tangannya di gengam Jino dengan keras dan menegakkan minuman nya
"Kau sangat cantik Key "bisik Jino seketika mengendong Key
"Turunkan aku lepas aku mau pulang"teriak Key memukul tubuh Jino
"Sabar sayang"ucap Jino melepaskan Key dan mengunci kamar nya
"Mau apa kau"ucap Key
"Tentunya bersenang-senang"ucap Jino membuka baju nya sepontan Key menyentuh dada nya
"Mari kita bersenang-senang"ucap Jino Key ingin menendang Jino tapi dia menghindar mengakibatkan dia menendang kasur membuat kaki nya memar
"Aw...sakit"ucap Key memegang kaki nya
"Kau memudahkan aku merasakan tubuh mu"ucap Jino ingin melepaskan baju Key tapi dia memberontak mengakibatkan baju nya sobak kemana mana dan dia di lempar ke kasur
"Kak Radit hiks hiks jangan jangan kak Radit tolong aku hiks hiks"lirih Key takut apa lagi baju nya sobek di bagian depan
Bruk
"Kurang ajar kau"ucap Radit menendang pintu nya hingga rusak
Bugh
Bugh
"Dia cantik wajar jika aku bernafsu pada nya "teriak Jino menahan sakitnya
"Berani kau memikirkan nya aku keluar kan otak kepala mu kau ngerti"ucap Radit memukul Jino lalu beralih pada Key menatap Key tajam
"Sudah ku bilang menjauh pada nya"ucap Radit tajam itu kali pertama dia bicara tajam dan menatap Key tajam membuat Key takut ternyata orang yg ngak pernah marah saat dia marah lebih menakut kan
Radit melepas jaket nya dan memakai kan ke Key ,Radit memalingkan wajahnya tidak ingin melihat bagian tubuh Key yg putih
"Ayo pulang"ucap Radit dingin
"K..kaki ku sakit"ucap Key pelan
"Ayo naik ke bokong ku"ucap Radit berjongkok membelakangi Key dengan ragu Key naik dari pada dia tidak bisa berjalan
"Kau mau membawa Key kemana kau tidak tau seberapa kuasa aku di sini"ucap Jino di tengah acara pesta dan memanggil teman nya mengelilingi Radit dan Key
"Aku takut mereka banyak baget"bisik Key memeluk leher Radit
"Seperti nya Key yg dulu sudah hilang"ucap Radit serius dan menurun kan Key
"Meski aku galak tapi aku manusia dan wanita"ucap Key pelan
"Kau akan mati jika tidak menyerah Key"ucap Jino tersenyum kemenangan Key mempererat memeluk lengan Radit
"Oh ya ambil jika kau berani dan mampu"ucap Radit santai
"Jika begitu kalian semua pukuli dia"ucap Jino
"Kenapa diam ayo pukuli dia kenapa kalian diam"ucap Jino
"Hahah! dasar bodoh kau tidak tau siapa aku mereka takut pada ku "ucap Radit tertawa mengejek
"Jino jika kau ingin hancur sendiri saja kami tidak mau "ucap teman nya
"Iya kau tidak tau dia bisa saja menghancurkan perusahaan mu siapa yg tidak tau Radit Kalter"ucap teman nya
"Berani menyentuh wanita ku lagi aku pasti kan kau hancur seperti debu"ucap Radit mengendong Key lagi lalu keluar
__ADS_1
Apa-apaan dia ini memanggil ku wanitanya jika kau tidak marah aku sudah menonjok mu tapi aku takut melihat nya marah lebih baik aku diam.Batin Key
"Sial ban mobil nya pakai kempes lagi"ucap Radit menendang ban mobilnya lalu menatap Key tajam
"A..ada apa"ucap Key gugup
"Ayo naik aku akan mengantar mu pulang"ucap Radit berjongkok
"Naik apa"ucap Key
"Jalan kaki"ucap Radit menaik kan Key ke punggung nya lalu pergi dengan jalan kaki
"Seperti nya akhir-akhir ini kau sangat suka menyentuh tubuh ku lihat lah kau memeluk leher ku dengan erat"ucap Radit
"Tidak buat apa aku hanya takut jatuh karna aku sangat membenci mu"ucap Key menyenderkan kepalanya di bahu Radit
"Jika kau ngantuk tidur aja ngak papa"ucap Radit mengambil ponselnya
"Bawa mobil nanti aku kirim lokasinya"ucap Radit di telpon
"Kau capek"ucap Key karna sudah 10 menit radit mengendong nya
"Tidak"jawab Radit lalu diam
"Apa masih lama sudah hampir 20 menit mengendong ku kau tidak pegal"ucap Key dia sudah mengantuk akibat aroma tubuh Radit apa lagi dengan Radit mengendong nya
"Jika ngantuk tidur lah aku tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti dirimu"ucap Radit .Key mulai mengantuk dan benar saja Key tertidur di punggung Radit tidak lama mobil yg menjemput mereka sampai Radit dengan pelan meletakkan tubuh Key dalam mobil segera sopir nya meluncur mobil nya pulang setelah sampai Radit mengendong Key lagi yg sudah ada Alya menunggu mereka
"Key kenapa"tanya Alya pelan
"Tidur tan kayak nya dia kecapekan"jawab Radit Alya mengantarkan Radit ke kamar Key meletakkan dangan pelan
"Tan bantu aku Key erat banget memeluk leher ku"ucap Radit kesusahan melepaskan lehernya
"Seperti Key udah ingin tidur di peluk kamu"canda Alya membuat Radit tersenyum
"Tan mau sampai kapan masak aku harus seperti ini jika ngak di lepas Key"ucap Radit lalu Alya membantu Radit melepaskan tangan Key
"Terimakasih nak kau sudah menjaga Key dengan baik"ucap Alya
"Itu sudah kewajiban ku tan jika begitu aku pulang dulu udah malem"ucap Radit pamit lalu pergi
🌞🌞🌞
Key hanya mengeliat kecil lalu kembali tidur lagi karna sangat nyaman tidurnya apa lagi dia masih memakai jaket Radit
"Seperti nya nyaman sekali tidur dengan jaket itu"ucap Alya memandang anak nya yg belum bangun sampai sekarang
"Key udah pukul 7 kau ngak ke kampus"ucap Alya membangun kan Key
"Mom"ucap Key serak kepala tidur
"Kau nyaman banget ya tidur dengan jaket Radit "bisik Alya
"Iya mom"ucap Key dan seketika Key bangun
"Jaket siapa ini"ucap Key dengan pipi memerah
"Jangan banyak alasan cepat mandi kita sarapan"ucap Alya terkekeh lalu pergi
"Malu nya dasar mulut sialan"ucap Key menutup wajahnya dengan selimut
"Cepat Key apa mau nunggu Radit datang kau baru mau mandi"teriak Alya Key segera masuk ke kamar mandi
"Sayang kau ngak ke kampus"ucap Zen membangun kan Metha
"Abang sih semalam buat aku begadang jadi ngantuk kan"keluh Metha
"Maaf sayang"ucap Zen mencium pipi Metha
"Sayang"ucap Metha tiba-tiba dan mengalung kan tangan nya ke leher Zen
"Ada apa"ucap Zen menyentuh wajah Metha
Metha menarik tengkuk Zen mencium bibir Zen beralih ke leher Zen mencium nya hingga membekas
"Dikantor banyak cewek jadi aku beri tanda ini biar orang tau kau mempunyai istri"ucap Metha pergi tapi tangannya di tarik Zen
"Kau menggoda ku"ucap Zen mendorong Metha ke kasur mencium bibir Metha dengan lembut tangannya sudah membuka kancing baju Metha ingin melakukan lebih
"Ingat kau mau ke kantor"ucap Metha menahan tangan Zen
__ADS_1
"Iya iya"ucap Zen mencium bibir Metha lalu berdiri