Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 101


__ADS_3

"Key jangan membuat ku takut"ucap Radit air mata nya sudah mengenai wajah Key


"Bangun Key"ucap Radit gemetar tidak mampu lalu pergi begitu pun dengan Jessy dan suaminya mereka akan menguatkan Radit


"Bangun Key"teriak Metha menckram baju Key dan mengoyakkan nya


"Metha"ucap Sakira memeluk Metha


"Maaf kan kakak Key"ucap Zen menyesal di dalam ruangan itu pecah oleh tangisan keluarga Dirgantara menangis Key yg sudah meninggal sudah 30 menit mereka menangis Alya mengengam tangan Key yg dingin dan kaku menatap wajah Key yg luka dan pucat


"Apa ini sakit sayang?"ucap Alya menyentuh sudut bibir Key yg luka


"Kita harus ikhlas kan Key!"ucap Cakra memeluk Alya


"Key mas hiks hiks"ucap Alya menangis


"Zen mintak suster segera mengurus jenazah Key kita harus segera mengubur kan nya"ucap Cakra berusaha tegar


"Iya ded"ucap Zen setelah 15 menit Zen datang suster itu meletakkan tangan kanan Key di atas tangan kiri dan menutup kain nya mendorong jenazah Key Alya tidak sanggup hingga dia pingsan


5 jam berlaru kematian Key Alya juga kembali sadar dengan pandangan kosong di depan kamar jenazah keluarga Kalter juga ikut


"Sayang kamu harus iklas kan Key"ucap Cakra memeluk Alya


"Iya mas hiks hiks hiks"ucap Alya


"Maaf tuan nyonya jenazah akan segera di mandikan apa ada keluarga ingin ikut?"ucap nya


"Saya mau ikut!"ucap Alya


"Ngak usah kamu masih lemas dan kau pasti tidak kuat menemani mereka memandi kan Key!"ucap Cakra


"A..apa boleh saya ikut sus?"ucap Radit gemetar hati nya hancur dan sakit sudah kehilangan Key


"Maaf tuan tidak bisa!"ucap nya


"Baik lah kami tidak ikut kami serah kan pada kalian"ucap Cakra


####


Dunia lain Key di ajak seorang paru baya di gengam nya tangan Key seakan mengajak nya pergi jauh Key menatap paru baya itu wajah nya tidak asing


"Anda mau mengajak saya pergi jauh?"ucap Key


"Iya tapi yg kuasa belum mengizinkan!"ucap nya


"Tapi arwah dan raga saya sudah terpisah"ucap Key menatap tubuh nya yg memakai baju putih sama seperti paru baya itu


"Saya yg mengajak mu pergi ke tempat ini saya akan membicarakan hal yg penting"ucap nya memandang Key


"Anak saya mencintai mu dengan tulus begitu pun dengan mu"ucap nya


"Anda ayah nya kak Radit?"ucap Key

__ADS_1


"Iya kau benar!"ucap nya


"Anda mau bicara apa?"ucap Key


"Saya meninggal karna mengumpulkan bukti kejahatan seseorang yg kejam setiap hari dia membunuh menghancurkan masa depan manusia buktinya saya simpan tentang kejahatan nya anak dan istri saya pun tidak mengetahui nya saya tidak tenang jika keadilan dan kebenaran belum terbukti "ucap nya


"Maukah kau membantu ku?"ucap nya


"Baik lah aku akan membantu mu!"ucap Key


"Saat kau kembali ke dunia mu datang lah ke Bandung datang di rumah jalan X disitu kau akan menemukan sebuah rumah Kecil di depan rumah itu ada pohon yg besar kau hancurkan kulit pohon itu nanti nya kau akan menemukan sebuah kotak tapi biar bagaimana pun kau tidak bisa membukanya kau masuk ke rumah kecil itu nanti nya ada lemari kau buka di bawah cangkir ada kalung bulan kau ambil dan bawah ke Jakarta tapi kuncinya belum sempurna karna kau harus menyatuhkan kalung bulan dan bintang mintak lah Ke Radit dia mempunyai kalung bintang nya dan kau satukan itu akan membentuk subuah kunci buka kotak itu maka kau akan menemukan bukti kejahatan biad***itu serah kan ke polisi!"jelas nya


"Saya akan melakukan nya!"ucap Key


"Apa aku bisa bertemu dengan orang sudah meninggal di sini?"ucap Key lagi


"Siapa yg akan kau temui?"ucap nya


"Papa Jeky! "ucap Key


"Dia tidak ada di sini !"ucap nya tersenyum


"Di mana aku bisa menemukan nya?"ucap Key


"Itu sangat berbahaya!"ucap nya


"Bukan kah mati itu milik Allah"ucap Key


"Baik lah kau datangi rumah orang yg membunuh papa Jeky mu di rumah itu sangat besar dan ada pintu rahasia di bagian perpustakaan itu kau ambil buku paling atas pintu itu akan terbuka saat kau memasuki nanti ada 2 lorong pilih lah lorong kanan telusuri setiap ada 2 lorong pilih terus sebelah kanan jika kau sudah melewati lorong nya 5 kali kau akan menemukan yg kau cari dan jangan kembali ke jalan sebelum nya nanti akan ada 3 jalan kau pilih lurus setelah melewati 3 kali lorong nya yg ke 4 kau belok ke kiri makan kau akan keluar langsung ke jalan raya!"jelas nya tersenyum


"Kau akan mendapatkan jawaban nya nanti!"ucap nya


"Baik lah tapi aku akan masuk ke rumah yg membunuh papa Jeky dulu baru mengambil barang buktinya!"ucap Key


"Tidak masalah karna apa masuk ke dalam ruang itu lebih bahaya dari mengambil buktinya tapi kau harus berhati-hati karna mereka masih ingin menghancurkan barang buktinya aku tidak akan tenang jika belum terungkap!"ucap nya


"Baik lah aku akan melakukan semua yg anda bilang!"ucap Key


"Terimakasih"ucap nya memeluk Key


"Aku titip anak ku Radit bahagia lah bersama nya"ucap nya tersenyum


"Mari ku antar"ucap nya mengengam tangan Key


"Kasian wanita ini dia masih muda bahkan belum menikah sudah tiada"ucap orang yg akan memandi kan Key mereka menyiapkan air nya


"Itu lah hidup kita harus selalu bersyukur setiap apa yg tuhan berikan "ucap teman nya


"Kok aku merinding ya?"ucap nya mengusap tengkuk nya karna ada hembusan angin


"Kau aja penakut!"ucap nya ingin melepaskan baju Key segera ingin memandi kan nya tapi orang yg memandi kan Key ada 3 orang mereka kaget karna Key bangun bahkan duduk menatap mereka


"H...h..hantu"ucap nya pergi

__ADS_1


"H..hantu"teriak 2 teman nya lalu pergi


Bruk


"H. hantu"ucap nya jatuh di pintu di mana keluarga Dirgantara dan Kalter menunggu


"Ada apa?"ucap Zen


"J...j..jasad nya gentayangan!"ucap nya berlari datang lah 2 teman nya


"Ada apa?"ucap Cakra kini mereka bingung belum hilang kesedihan mereka sudah mendapatkan masalah baru lagi


"H. hantu tuan di dalam ada hantu!"ucap nya lari


"Mereka kenapa sih apa ngak mau mandikan anak ku?"ucap Alya bangkit


"Biar aku periksa!"ucap Radit masuk dengan berani dia kaget karna Key duduk di tempat brangkar dan memandang nya dengan sayu Radit mendekat dia tidak peduli jika hantu Key mencekik nya Radit menyentuh wajah Key yg pucat tapi tidak ada respon hanya pandangan sayu dan dada Key naik turun seperti mencari oksigen


"OM TAN"teriak Radit masik menyentuh Key semua masuk dan kaget melihat key dan bengong


"Aku ngak tau om saat aku masuk Key udah duduk seperti ini!"ucap Radit tiba tiba Key menepuk bahu Radit dan menckram nya membuat nya kaget


"S...s..s..sesak"ucap Key menaik turun kan dada nya Radit segera membaringkan kan Key


"ADA APA DENGAN KALIAN KENAPA HANYA BENGONG"teriak Radit semua tersadar dan mendorong brangkar Key ke UGD lagi dokter pun datang


"Dok izinkan saya ikut saya dokter Sakira Wijaya"ucap Sakira


"Dokter Sakira"ucap nya kaget


"Baik lah ayo"ucap nya mereka memasang infus di tangan Key dan oksigen mulut dan hidung Key Sakira memeriksa dengan teliti setelah 15 menit mereka keluar


"Biar saya yg jelas kan terimakasih atas kerja sama nya"ucap Sakira menjabat tangan dokter itu


"Tidak masalah justru saya berterimakasih bisa di izinkan dengan dokter hebat seperti anda "ucap nya tersenyum


"Jika begitu saya permisi itu mustahil dan keajaiban"ucap nya lalu pergi


"Bagaimana Sa?"ucap Alya dia tidak ingin kecewa Sakira memeluk Alya dan menangis


"Katakan tan?"ucap Radit tak sabar


"Ini keajaiban dari Allah Key kembali hidup lagi!"ucap Sakira mengengam tangan Alya


"A...apa yg kau katakan?"ucap Alya dia takut dia salah dengar


"Iya nyonya Dirgantara anak nyonya hidup dan dia tidak apa-apa hanya butuh istirahat!"ucap Sakira tersenyum


"Benarkah?"ucap Cakra


"Ya benar!"ucap Sakira


"YA "ucap Radit senang semua orang menatap nya

__ADS_1


"Maaf"ucap Radit menyengir


__ADS_2