Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 66


__ADS_3

Setelah bersiap Metha berangkat bersama Alya ke rumah sakit untuk pemeriksaan Sakira dari jauh Sindi berjalan mendekati mereka dan bersama wanita seumuran mama nya berjalan dengan memakai jas dokter siapa lagi jika bukan dokter Kinaya ibu nya Sindi


"Selamat datang nyonya Dirgantara"ucap dokter Kinaya menjabat tangan Alya


"Mari"ucap nya mempersilakan mereka berjalan menuju ruang rawat


"Saat anak saya menceritakan mengenai dokter Sakira saya sempat kaget"ucap dokter Kinaya


"Tidak usah sekaku itu dokter panggil nama aja lagian anak kita berteman dan satu lagi bukan nya kau sempat berteman dengan Sakira"ucap Alya tersenyum


"Oke,aku kira anak ku bohong karna apa dia sedikit bandel tapi saat kau menelpon baru aku percaya"ucap dokter Kinaya


"Apa dokter sudah memeriksa nya gimana aku berharap Sakira cepat sembuh?"ucap Alya


"Bisa saja aku sudah lihat kesehatan dokter Sakira jika kita lebih sering mengobati nya mungkin dia akan segera sembuh tapi satu yg aku kawatir kan kaki nya!"ucap Kinaya masuk ke ruangan inap Sakira


"Emang kenapa kaki nya?"tanya Alya


"Bisa saja dia kembali bicara dan mengerak kan tubuh nya tapi aku tidak bisa menjamin kaki nya karna kemungkinan akan mengalami lumpuh selama nya!"ucap Kinaya menyentuh kaki Sakira dan mengerak kan nya


"Mama saya sudah ada perubahan nya dok semenjak pulang dari rumah sakit dia mulai bisa mengerak kan tangan nya dan juga sedikit bisa mengerak kan bibir nya"ucap Metha


"Kau sangat mirip dengan mama mu bahkan lebih cantik kamu"ucap Kinaya memandang Metha


"Terimakasih dok"ucap Metha tersenyum


"Apa dia bisa sedikit bicara?"ucap Kinaya


"Ngak bisa!"jawab Metha


"Kalian bisa menjauh sedikit"ucap nya mereka menjauh sedikit dan dia mengambil pisau dan mendekati Sakira


"Dokter mau ngapain mama ku?"ucap Metha panik melihat Kinaya mengarahkan pisau nya ke Sakira


"Tenang lah Metha ibu ku akan membuat mama mu bicara!"ucap Sindi


"Tidak dia akan melukai mama ku"ucap Metha berdiri dan di tahan Sindi


"Lepas"ucap Metha mendorong Sindi


Sret


Tangan Metha terkena mata pisau karna dia memeluk mama nya dan mendorong dokter Kinaya


"Aku mohon jangan lukai mama mu"ucap Metha memeluk mama


"Sindi obati luka Metha darah nya keluar terus"ucap Kinaya panik


"Iya bu"ucap Sindi

__ADS_1


"Kau tenang lah Metha mama mu tidak apa apa"ucap Alya menengkan Sindi mulai membersihkan luka Metha dan memperban nya


"Anak mu sangat meyayagi mu"ucap Kinaya mengambil gunting dan mengarah kan ujung nya di tangan Sakira ,Metha hanya memejamkan mata nya tidak tega melihat mama nya terluka


"J..j...j..Jeky"lirih Sakira menahan sakit di tangannya dan mengalirkan air mata


"Hiks hisk mama"ucap Metha terharu mendengar suara mama nya yg sangat dia rindu kan


"Lihat kan aku tidak melukai nya aku hanya ingin membuat nya merasa sakit dan bersuara tapi kau menghalangi nya sampai membuat diri mu terluka dan lihat lah mama mu bisa bicara dan tidak terluka"ucap Kinaya


"Maaf dok saya hanya takut dokter nyakiti mama saya "ucap Metha


"Tak apa aku bisa ngerti apa yg kau rasa"ucap Kinaya tersenyum


"Ibu kok bisa mempunyai ide seperti itu?"ucap Sindi karna itu tidak di benar kan melukai pasien


"Dulu saat ada pasien tidak bisa apa apa bahkan dia seperti patung mata nya pun tidak bergerak dan dokter Sakira menusuk kan beberapa jarum hingga orang itu merespon dan berteriak bahkan dulu dia hampir di keluarkan di rumah sakit nya tapi dia menjelaskan semua nya"ucap Kinaya


"Dan satu lagi dulu saat kami muda Alya mengalami kecelakaan bahkan jantung nya berdetak di bantu alat rumah sakit bahkan kami sudah menyatakan dia meninggal dan mencabut alat nya dan Cakra tidak membiarkan nya kalian tau sendiri jika jantung berdetak di bantu alat tidak ada harapan hidup tapi dokter Sakira berusaha keras dan entah lah apa yg di bisikan nya dulu sehingga membuat Alya merespon mengeluarkan air mata dan kembali hidup seperti sekarang ini"jelas Kinaya


"Aku sangat bersyukur berkerja sama dengan nya"ucap Kinaya tersenyum


"Apa mama saya akan segera bicara lagi dok?"ucap Metha


"Tentu saja kau dengar sendiri tadi kata apa yg baru dia ucap kan!"ucap Kinaya


"Kau merindukan Jeky Sa?"ucap Alya meneteskan air mata


"Ya allah mama ku bisa bicara lagi"ucap Metha senang dan memeluk Sindi di samping nya


"Heheh maaf "ucap Metha menyengir


"Kau ini sama seperti mama mu saat senang kekanak kanakan"ucap Alya tersenyum


"Berusaha ajak dia bicara supaya bisa bicara"ucap Kinaya


"Bu aku ikut Metha ya ke rumah nya"ucap Sindi ikut senang


"Kau ini tugas mu aja belum selesai kau sangat bandel dan satu lagi jangan kabur saat bertugas kau membuat ibu malu tau ngak"ucap Kinaya memarahi anak nya


"Ya ila bu aku kan masih muda jadi wajar dong"ucap Sindi kesal


"Dokter itu ngak bisa di remehin lho Sindi"ucap ibu nya


"Ya ya ya "ucap Sindi males karna dia dipaksa menjadi dokter oleh ibu nya padahal dia tidak mau


"Nanti kami kembali lagi dokter Kinaya "ucap Alya


"Terimakasih dokter"ucap Metha tersenyum bahagia

__ADS_1


"Iya saya kan dokter jadi sudah tugas saya menyembuhkan pasien"jawab Kinaya


"Kami permisi dulu"ucap Alya pergi


####


Zen pulang telat bahkan dia pulang Metha sudah tertidur Zen hanya tersenyum melihat Metha tertidur Zen membersihkan tubuh dan ikut berbaring dan melihat perban lengan Metha lalu mengangkat nya melihat nya


"Metha Metha bangun"ucap Zen panik


"Egghh abang sudah pulang"ucap Metha membuka mata nya


"Tangan kamu kenapa?"tanya Zen khawatir


"Oh tadi kena pisau saat di rumah sakit!"ucap Metha menceritakan dengan tersenyum


"Apa sakit? "tanya Zen


"Awal nya iya tapi seketika sakit nya hilang karma mama udah bisa bicara!"jawab Metha


"Tapi aku yg sakit melihat kau terluka "ucap Zen


"Maaf tapi aku bahagia hari ini"ucap Metha


"Lain kali jangan membuat mu terluka"ucap Zen meletakkan tangan Metha di wajah nya dan menatap mata Metha


Cup


"Tidur lah udah malem"ucap Zen mencium puncak kepala Metha


"Aku sangat mencintai mu jadi jangan terluka itu sangat menyakiti ku"ucap Zen


"Kau sangat besar mencintai ku semenjak mengenal mu banyak yg berubah dengan ku tapi aku tidak bisa memberi mu apa apa"ucap Metha


''Tetap bersama ku itu sudah cukup bagi ku"ucap Zen memeluk Metha


"Meski aku belum mencintai mu aku janji tidak akan pergi dari mu selamanya bersama mu"ucap Metha berdebar di peluk Zen


"Terimakasih"ucap Zen membalik kan tubuh Metha biar gampak di peluk


"Jangan tegang aku hanya ingin memeluk mu apa boleh"ucap Zen merasa kan jika Metha menahan nafas nya


"Iya kau kan suami ku "ucap Metha berusaha menghilangkan ke gugupan nya


Belum pernah aku merasa di peluk seperti ini apa lagi pelukan senyaman dan sehangat ini membuat hati ku menghangat .Batin Metha


####


Saat Metha membuka mata nya dia merasa aneh karna dia memeluk Zen dari belakang dia ingin melepaskan nya tapi dia terlalu nyaman melepaskan pelukan nya

__ADS_1


"Kau sempurna untuk ku kita baru menikah dan kau memberi kan kebahagiaan "gumam Metha kembali memejamkan mata nya


__ADS_2