Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 09


__ADS_3

"Alya"ucap nya menghampiri Alya dan meneteskan air mata


"Ada apa dengan mu ayo bangun la hiks hiks"ucap nya menangis Cakra jadi bingung meletakkan tas dokter itu dan dia juga belum pernah melihat dokter itu serapuh itu


"Cepat periksa dia"ucap Cakra dingin dokter itu memeriksa Alya dengan teliti seakan tidak membiarkan ada yg di lewatkan nya setelah selesai dokter itu memberikan tatapan tajam nya ke Cakra


"Cakra"ucap nya geram memukul lengan Cakra dengan emosi


"Ada apa dengan mu"ucap Cakra marah


"Kau apakan Alya"teriak nya geram masih memukul Cakra


"S..Sa"ucap Alya berusaha mengenali dokter itu seketika dokter itu menghampiri Alya


"Oh kesayangan ku jangan banyak gerak ok istirahat la"ucap nya senang karna Alya sudah sadar


"Kau tak apa Al?"ucap Cakra mendekat


"Jangan mendekat!"ucap nya memukul Cakra


"Sa dia suami ku kenapa kau memukul nya"ucap Alya pelan


"What? suami oh Alya apa ngak ada laki laki di dunia ini sehingga kau menikah dengan nya"ucap nya merasa frustasi


"Sa"ucap Alya meneteskan air mata nya


"Iya ini aku"ucap nya memeluk Alya melepaskan kerinduan mereka


Bugh


"Hei kenapa kau memukul nya"ucap Cakra kesal melihat dokter itu memukul kepala Alya


"Aku lagi sakit lho Sa "ucap Alya mengelus kepala nya


"Hei ada apa dengan mu kenapa bisa sakit apa dia menyiksa mu katakan pada ku apa semenjak aku tinggal kau jadi lemah?" ucap nya kesal


Bugh


"Harus nya aku yg marah karna kau sudah ninggalin aku"ucap Alya cemberut dan bersender di kepala ranjang


"Maaf aku pergi tanpa mengabari mu papa meminta ku melanjutkan kuliah di luar negri kau tau kan aku hanya punya papa jadi aku harus menurutinya"ucap nya


"Setidaknya kau kabari ku"ucap Alya

__ADS_1


"Kau kenal dengan dokter Sakira"tanya Cakra melihat keakraban mereka


"Iya dia sahabatku dari kecil kami selalu bersama tapi saat kami lulus SMA dia hilang begitu saja"jelas Alya .Sakira adalah sahabat Alya dari kecil ibu nya sudah meninggal saat melahirkannya Sakira sangat menyayangi Alya seperti saudari sendiri karna dari kecil Alya selalu bersama nya dengan mengenal Alya Sakira bisa merasa kan kebahagiaan yg lengkap kasih sayang kedua orang tua


"Apa kau mulai bangkrut sehingga tak bisa memberi nya makan? "ejek Sakira


"Aku kenapa Sa kenapa kepala ku pusing dan badan ku lemes?"tanya Alya


"Lambung mu naik karna makan dan tidur tidak teratur! "jawab Sakira


"Apa aku hamil?"tanya Alya membuat Cakra jadi males


"Tidak tak ada yg menunjukkan jika kau hamil pusing dan lemes bukan pertanda kau hamil !"jawab Sakira


"Sakira"ucap Alya ragu


"Tuan yg terhormat bisa kah kau membuat kan istri mu yg cantik ini bubur jika tidak belikan saja di luar"ucap Sakira karna dia tau bahwa ada yg akan di tanyakan Alya yg serius


"Baik la aku beli bubur dulu"ucap Cakra mengambil kunci mobil nya lalu pergi


"Ada apa?"ucap Sakira mengengam tangan Alya


"Hah! "Alya menghembuskan nafas nya perlahan dan menceritakan semua nya termasuk ketakutan nya bahwa dia melakukan kesalahan


"Aku berharap semua nya itu bohong karna aku sudah hina melakukan hal itu tanpa hubungan yg suci"ucap Alya meneteskan air mata


"Jika kau ragu kau bisa mencari tau dengan memeriksa nya ke dokter tapi masak sih Cakra belum menyentuh mu semenjak kalian menikah atau dia mencuri ciuman pertama mu saat tidur"ucap Sakira menggoda Alya


"Apa sih Sa kami belum melakukan semacam itu dia sangat menyebalkan dan akhir akhir ini dia Mulai baik pada ku"ucap Alya dengan pipi merah karna malu


"Tapi jika kau mau periksa jika masih perawan atau tidak aku bisa temanin untuk periksa"ucap Sakira


"Yg benar saja malu kale Sa mending ngak usa deh"ucap Alya cepat


Cakra masuk dengan semakuk bubur menghentikan pembicaraan mereka


"Biar aku suapin"ucap Cakra duduk di sebelah Alya


"Ngak usa"ucap Alya cepat


"Kau masih sakit biar aku yg suapin"ucap Cakra menyuapi Alya dengan terpaksa Alya menerima dengan pipi merah merona


"Kau mau tau sesuatu tentang Alya"ucap Sakira menahan tawa nya melihat wajah Alya baru di suapin sudah memerah

__ADS_1


"Kau selalu jadi yg pertama untuk nya dari bersama yg pertama menciumnya yg pertama karna Alya belum pernah merasakan jatuh cinta dan pacaran hanya kau lelaki pertama untuk nya"ucap Sakira


"Dan mungkin nama mu sudah ada yg pertama dan terakhir di hati Alya"ucap Sakira cekikikan


"Cie Alya jatuh cinta untuk pertama kali "ucap Sakira menggoda Alya


Huuk huuk huuk


Hahahah


"Alya Alya kau selalu polos kau harus memaklumi nya Cakra jika Alya ngak peka atau kaku karna dia ngak ngerti apa apa tentang hubungan ini apa lagi jangan harap jika Alya akan mencium mu duluan itu mustahil"ucap Sakira seakan mengejek Cakra


"Ngak usah menggoda ku terus katakan apa kau punya kekasih"tanya Alya meminum obat yg di belikan Cakra


"Ya kale Ya 6 bulan lalu aku putus sama kekasih ku dan sekarang jomblo"jawab Sakira Ya panggilan Sakira buat Alya


"Maklum la Ya aku seorang dokter harus mementing keselamatan pasien dari pada urusan pribadi sedangkan dia ngak bisa ngertiin aku ya udah deh dia selingkuh"ucap Sakira


"Asisten ku masih jomblo jika mau aku bisa mengenal kan mu"ucap Cakra


"Ngak usah lagian aku masih betah sendiri"jawab Sakira


"Aku pulang dulu kau butuh istirahat jaga dia dengan baik dan tidak perlu mengantar ku jaga la Alya temenin dia tidur"ucap Sakira melihat Cakra berdiri dan segera pergi


Alya karna pengaruh obat menjadi ngantuk dan tertidur Cakra berbaring di dekat Alya menatap wajah Alya dengan seksama


"Sangat cantik"gumam Cakra mengusap pipi Alya mendekat kan tubuh nya dan memeluk Alya menepuk punggung Alya dengan pelan agar Alya tidur dengan nyenyak


######


Matahari menyinari suami istri yg tidur dengan nyenyak hingga membangun kan mereka istrinya teridur dengan kepala nya di atas bidang dada nya dan merikuk suaminya terbangun meletakkan kepalanya istrinya perlahan dan mencium pipi nya dan bergegas bangun ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya mencari sarapan untuk nya saat kembali dengan sarapan pun istrinya belum bangun


"Alya bangun sarapan dulu"ucap Cakra mengusap wajah Alya dengan lembut saat Cakra ingin mencium pipi Alya ,Alya membuka matanya pandangan mereka bertemu dan segera memalingkan wajah nya


"Makan minum obat, apa masih sakit"ucap Cakra


"Tidak sudah mulai membaik tidak terlalu sakit lagi"ucap Alya


"Sejak kapan kau mengenal Sakira?"tanya Alya di sela makan nya


"Ayah nya dokter pribadi keluarga ku semenjak ayah nya meninggal 3 tahun lalu dia yg menggantikan ayah nya!"jelas Cakra mengunyah makan nya


"Terimakasih berkat kau aku bisa bertemu lagi dengan Sakira dia berarti buat ku sama seperti saudari ku "ucap Alya tersenyum tulus membuat Cakra merasakan sesuatu di hati nya

__ADS_1


__ADS_2