Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 86


__ADS_3

"Hah! nasib-nasib mempunyai istri yg polos dan ngak ngerti kemauan suami"gumam Zen karna dia pulang sudah lewat jam makan dia memeriksa Key setelah itu dia melihat Rina ternyata semuanya sudah tidur lalu dia masuk ke kamar nya ternyata Metha juga sudah tertidur Zen meletakkan tas nya dan melepaskan jas dan dasi nya


"Abang udah pulang?"ucap Metha serak dan turun mendekati Zen


"Iya!"ucap Zen tersenyum


"Abang udah makan?"ucap Metha


"Iya tadi abang udah makan saat bersama klien!"ucap Zen


Sebenarnya aku malu harus mencium bang Zen duluan tapi aku harus lakukan.Batin Metha


"Bang emmm maaf karna tadi aku ngak peka"ucap Metha gugup dan mengigit bibir bawah nya karna gugup


"Ngak papa kok aku ngerti"ucap Zen tersenyum dan mengusap pipi Metha dan ingin masuk ke kamar mandi


"Tunggu bang"ucap Metha


"Iya ada apa?"ucap Zen.Metha maju satu langkah biar lebih dekat dengan Zen lalu mengalung kan tangannya meski jantung nya berdegup kencang tapi Metha berusaha menahannya Metha menempel kan bibir nya dan melu*** nya Zen hanya bengong dengan perbuatan Metha Zen segera menyadari dan membalas ciumannya membawa Metha ke kasur nya membaringkan Metha


"Kau mau mengandung anak ku?"ucap Zen dan Metha menganguk membuat Zen senang Zen membuka baju nya


"A...a...abang mau ngapain?"ucap Metha gugup


"Biar kau cepat mengandung !"ucap Zen mengusap perut Metha


"Tapi aku malu mati kan lampu nya"ucap Metha setelah berfikir lama ngerti maksud Zen


"Baik la"ucap Zen mematikan lampu nya


"Kau siap?"ucap Zen


"Insyallah!"jawab Metha tersenyum


Zen merangkak ke tubuh Metah mencium bibir Metha dan leher nya dengan membuka baju Metha .Metha hanya menerima setiap sentuhan Zen karna dia mulai takut kehilangan Zen meski dia merasa kan sakit saat Zen menyatuh kan tubuh mereka Metha meneteskan air mata menahan perih nya


"Terimakasih"ucap Zen mengecup bibir Metha sudah tertidur dengan perbuatan Zen.Zen menyelimuti tubuh mereka dan memeluk Metha


🌞🌞🌞


Metha membuka mata nya karna tidur nya di nganggu karna cumbuan Zen dan malas Metha membuka mata nya menatap Zen yg tersenyum lebar


"Apa kau tidak tidur?"tanya Metha serak


"Tidur tapi saat aku bangun pagi ini aku menginginkan nya lagi apa boleh"ucap Zen berharap


"Boleh"ucap Metha meski badan nya masih terasa pegal dia berusaha melakukan menjadi istri yg baik karna setelah obrolan Rina dan Key Metha mencari di gogle menjadi istri yg baik bahkan Metha mencari sampai dia mengerti .Zen malakukan nya lagi dia berharap benih cinta mereka segera tumbuh


"Aku mau tidur lagi"ucap Metha pelan setelah Zen melakukan nya pagi ini berjam jam


"Terimakasih buat semalam dan pagi ini maaf udah buat kamu capek"bisik Zen di telinga Metha yg sudah mengantuk


"Ngak papa itu kan kewajiban ku"ucap Metha masuk ke pelukan Zen dan tertidur.Zen mencium bibir Metha sekilas lalu pergi ke kamar mandi buat membersihkan diri lalu dia turun


"Zen aku dan Key mau ngomong?"ucap Rina melihat Zen turun


"Serius amat"ucap Zen duduk


"Soal Dinda"ucap Rina

__ADS_1


"Apa rencana kalian?"ucap Zen


"Menurut ku jika kita mintak bantuan Bram itu akan membantu!"ucap Rina


"Kau tau kan Rin jika mintak bantuan mafia RF itu berarti kita berperang nyawa akan banyak yg hilang "ucap Zen


"Semalam aku udah bilang ke Bram dia siap membantu kita keputusan ada di tangan mu Zen"ucap Rina


"Kita akan menyelesaikan tanpa harus ada korban jiwa"ucap Zen


"Kak jika kita membiarkan Dinda aku takut nyawa kak Metha dalam bahaya"ucap Key


"Key kakak ngak mau ada korban jiwa kakak akan melindungi Metha semampu kakak "ucap Zen


"Kita berdoa semoga Metha di lindungi allah "ucap Zen lagi


"Itu terserah kamu Zen kami ngikut aja"ucap Rina


"Ya sudah nanti kita bicara lagi aku mau buat sarapan untuk Metha"ucap Zen berdiri dan membuat nasi goreng setelah satu jam nasi goreng sudah jadi dan Zen membawa nya ke kamar


"Sayang bangun dulu"ucap Zen mencium pipi Metha


"Ayo makan dulu nanti kamu sakit"ucap Zen mengusap pipi Metha.Metha hanya menggeliat dan berbalik membelakangi Zen


"Sayang"ucap Zen mengecup leher Metha yg memerah


"Kenapa?"ucap Metha mengejang kan otot otot nya karna tubuh nya pegal


"Makan dulu mandi setelah itu kau boleh tidur lagi!"ucap Zen tersenyum


"Iya Aw....."keluh Metha bersender di kepala ranjang merasa kan nyeri di paha nya


"Tidak hanya nyeri sedikit!"ucap Metha tersenyum


"Kamu udah makan?"ucap Metha mengambil piring nya dan menyuap kan ke mulutnya


"Iya tadi udah! "ucap Zen berdiri memakai pakaian kerja nya


"Aku berangkat kerja dulu kamu ngak usah kuliah hari ini istirahat aja hari ini "ucap Zen


"Iya nanti aku izin"ucap Metha


"Udah"ucap Zen melihat Metha menurunkan kaki nya perlahan dari kasur


"Iya aku mau mandi"ucap Metha


"Biar aku bantu"ucap Zen mengendong Metha setelah sampai Metha segera masuk kemar mandi


"Duh jantung ku"ucap Metha tersenyum menyentuh dada nya di tambah dia mengingat kejadian semalam membuat pipi nya memerah setelah 15 menit Metha selesai


"Bang Zen ambilin handuk ku"teriak Metha karna dia lupa mengambil handuk


"Ini"ucap Zen Metha segara mengambil nya ternyata handuk dan jubah mandi membuat Metha tersenyum


"Metha aku berangkat dulu"ucap Zen mencium pipi Metha lalu pergi


"Aku mencintai mu"gumam Metha pelan lalu memakai baju nya dia melihat seprei nya sudah berganti seperti nya Zen menganti nya Metha segera berbaring karna masih lelah dia tertidur


####

__ADS_1


2 hari berlalu


Karna hari minggu Zen mengajak Metha jalan -jalan mereka menghabiskan waktu bersama Metha selalu menatap wajah Zen yg tersenyum dan Zen selalu menggoda nya membuat Metha malu


"Kenapa kau ingin mencium ku?"goda Zen mengelilingi Mall


"Ih ngak ada ya aku cuman waspada jika nanti kau ketemu lagi sama cewek kemarin!"ucap Metha ngeles


"Ehh...jangan di lepas pegangan nya nanti kau hilang di sini banyak orang"ucap Zen mempererat pegangan tangan Metha


"Tapi aku malu lihat mereka melihat ku seperti itu"ucap Metha melirik mereka yg menatap nya


"Biarin aja anggap aja mereka zombie"ucap Zen asal


"Kok zombie serem jadi nya"ucap Metha cemberut


"Udah ahh dari tadi kita keliling ngak ada yg di beli mending kita makan dulu"ucap Zen


"Pulang aja ini udah hampir sore"ucap Metha


"Ya udah deh"ucap Zen menuju parkiran dan melajukan mobil nya


"Bang kok mama ngak kasih kabar ya?"ucap Metha


"Semalam mama telpon tapi kamu nya tidur!"ucap Zen


"Kenapa abang ngak bangunin aku?"ucap Metha cemberut


"Kamu pules banget tidurnya jadi aku ngak tega bangunin nya!"ucap Zen mengelus wajah Metha dengan sayang


Dret dret dret


"Sayang angkat telpon nya"ucap Zen ke Metha.Metha mengambil ponsel Zen di saku celananya


"Key bang"ucap Metha menjawab telpo nya


"Speaker"ucap Zen


"Halo kak kalian di mana?"ucap Key panik


"Jalan pulang !kenapa?"ucap Zen


"Putar balik kak jangan dulu pulang di depan rumah ada beberapa orang yg mengawasi rumah kita mereka mencari kak Metha tadi sampam rumah bilang ke Key!"jelas Key


"Sekarang kalian di mana?"ucap Zen


"Markas!"jawab Key


"Bang awassss"teriak Metha melihat di depan ada mobil menghadang mereka Zen segera mengerem mobil nya


"Kau tak apa?"ucap Zen


"Keluar"teriak nya mengedor kaca mobil dengan membawa senjata


"Kak jangan keluar kalian harus pergi mungkin mereka orang suruhan Dinda dan kirim lokasi kalian kami akan melacak nya"ucap Key memutuskan telpon nya


"Bang aku takut"ucap Metha


"Tenang kirim keberadaan kita biar Key melacak keberadaan kita aku akan berusaha kabur"ucap Zen menerobos mereka dengan kencang mereka mengubar mobil Zen

__ADS_1


__ADS_2