
Cakra dan Alya sudah pulang ke rumah nya mereka membangun keluarga sendiri dengan kebahagiaan apa lagi Cakra yg menanti hari ini di mana makan bersama anak dan Istrinya
"Morning dedy"sapa Zen datang bersama Alya
"Morning kesayangan dan cinta dedy"ucap Cakra tersenyum
"Kau sangat cantik hari ini sayang jadi aku ingin memakan mu"ucap Cakra mengedip kan mata nya ke Alya
"Mas jangan bicara aneh aneh di depan Zen"ucap Alya .Ya mereka merubah panggilan karna tidak bagus di dengar anak mereka jika memanggil dengan nama
"Sory "ucap Cakra.Mereka makan dengan becanda setelah itu mereka berangkat untuk berlibur itu permintaan Cakra awal nya Alya menolak tapi Cakra memaksa nya setelah perjalanan hampir seharian mereka sampai Cakra juga sudah banyak berubah
"Indah bukan"ucap Cakra memeluk Alya yg memperhatikan pantai
"Mas nanti di liat Zen"ucap Alya membalik kan badan
"Aku bahagia banget deh kau kembali bersama buah hati kita aku tak butuh apa apa lagi"ucap Cakra ingin mencium Alya
"Dedy ngak boleh bermesraan di depan anak kecil"teriak Zen mendekati orang tuan nya
"Mulai lagi deh"ucap Cakra kesal karna Zen selalu datang saat tidak tepat
"Momy kan istri dedy jadi apa salah nya"ucap Cakra duduk bersama Zen di kasur
"Iya tapi mata Zen yg suci ini nanti ternodai "ucap Zen Cemberut
"Ahhh masak"ucap Cakra terkekeh
"Maaf kan momy dan dedy ya jangan cemberut dong"ucap Alya menyentuh kepala Zen
"Iya deh demi momy yg cantik ini"ucap Zen mencium pipi Alya
"Sekarang mandi udah mau magrib kita sholat berjamaah"ucap Cakra tiba tiba membuat Alya menatap nya dengan berbinar ini lah yg di tunggu Alya
"Kau yakin?"ucap Alya hampir menangis sangking bahagia nya karna Cakra ingin sholat bersama keluarga kecil nya
"Iya sekarang aku akan meninggal kan sifat buruk ku dan menjadi pribadi yg lebih baik aku sadar Allah sudah memberikan anugrah terindah dalam hidup ku dan bodoh nya aku tidak mensyukuri itu aku tak tau Allah masih bisa menerima taubat ku yg pasti aku bersungguh sungguh taubat kepada nya "ucap Cakra dengan mata memerah karna menyesali atas dosa nya di perbuatan nya
"Allah maha pengampun kita sama sama memperbaiki diri masing masing dan saling melengkapi"ucap Alya menyentuh wajah Cakra
"Tuntun aku menuju jalan nya "ucap Cakra
"Kita sama sama memperbaiki diri yg penuh dosa "ucap Alya tersenyum bahagia
"Sekarang aku urus Zen dulu"ucap Alya lagi dan mengajak Zen ke kamar mandi memandikan Zen setelah selesai Alya keluar bersama Zen
"Sekarang mandi lah "ucap Alya tersenyum ke Cakra .Semua sudah siap Alya sudah memakai mukenanya menunggu Zen dan Cakra berwudhu.Setelah selesai Cakra menjadi imam mereka sholat berjamaah Alya tak bisa membendung air mata karna haru saat Cakra membaca ayat ayat sampai selesai
"Ya Allah ampuni dosa dosa hamba selama ini hamba jauh dari engkau ampuni hampa yg hina penuh dosa ini tuntun hamba di jalan mu ridhoi keluarga kecil hamba yg Allah aamiin"doa Cakra
"Ya Allah terimakasih atas nikmat yg engkau berikan kepada hamba dan keluarga hamba dan terimakasih telah membuka kan pintu hati suami hamba ampuni segala dosa dosa kami ya Allah yg jauh dari engkau aamiin"doa Alya dan mencium punggung tangan Cakra di ikuti Zen dan Cakra mencium anak istrinya dan memeluk mereka dengan haru
####
🌞🌞🌞
Alya duduk di pasir memperhatikan Cakra dan Zen bermain air dan tersenyum lembut kepada mereka
"Momy ayo ikut"teriak Zen.Alya berdiri dan mendekati mereka dan seketika Cakra menyiram air ke Alya
"Hahah! momy lucu saat cemberut "tawa Zen melihat Alya cemberut
"Momy juga bisa"ucap Alya menyiram kedua nya
"Ngak bisa di biarin Zen mari kita serang momy"ucap Cakra tapi Alya sudah berlari dan Cakra mengejar nya bersama Zen dengan menyiram Alya
"Ahh kalian curang kalian berdua momy sendiri"ucap Alya menyerah
"Momy ayo ikut kita foto"ucap Zen .Cakra mengarah kan kameranya
"Mas bisa mintak tolong fotoin kami"ucap Cakra melihat seseorang lewat
"Boleh mas"ucap nya.Alya dan Cakra mengambil posisi dengan Zen di tengah tengah
"Sekali mas"ucap Cakra mencium pipi Alya di kanan dan Zen di pipi kiri Alya memasang wajah terkejut nya karna kaget dan seketika tersenyum bahagia
"Keluarga yg bahagia "gumam orang itu
__ADS_1
"Terimakasih mas"ucap Cakra melihat hasil nya dan tersenyum puas
"Pulang yuk bentar lagi kita mau balik nanti kemaleman"ucap Cakra mengendong Zen dan mengandeng Alya
####
Setelah makan malam dan sholat berjamaah keluarga kecil Dirgantara mereka berbaring Zen berada di tengah tengah
"Momy Zen mau punya adik "ucap Zen membuat Alya melotot
"Kenapa Zen ingin punya adik?"tanya Alya mengusap kepala Zen
"Biar punya teman untuk main!"jawab Zen
"Iya insyaallah "jawab Cakra mencium puncak kepala Zen dan mengusap kepala Alya
"Apa kau mau mengabul kan permintaan Zen"ucap Cakra menggoda setelah Zen tertidur
"Apa sih mas ada Zen lho"ucap Alya tersenyum malu
"Kenapa wajah nya memerah"goda Cakra
"Ih mas Alya kan malu kenapa di goda terus"ucap Alya menutup wajah nya
"Mas makin gemes deh liat nya"ucap Cakra mencium puncak kepala Alya
####
Satu minggu kemudian
"Sayang kayak nya nanti mas pulang malem "ucap Cakra ke Alya yg memakaikan dasi nya
"Iya mas jangan terlalu kecapekan jangan lupa nanti sholat"ucap Alya merapikan jas Cakra
"Iya sayang"ucap Cakra mencium puncak kepala Alya
"Udah siap mas duluan aja aku mau lihat Zen dulu"ucap Alya pergi ke kamar Zen
####
"Iya boleh tapi nanti siang anterin makan siang ya!"ucap Cakra
"Iya mas"jawab Alya .Mereka sarapan dengan tenang setelah selesai sarapan Cakra berangkat ke kantor
"Pagi tuan"sapa Doni
"Pagi"jawab Cakra masuk ke ruangan nya dan mulai bekerja
"Tuan kemarin ada tuan Jaka datang kesini mau ketemu sama tuan"lapor Doni
"Dia menyerahkan ini tuan"ucap Doni menyerah kan dokumen
"Kok bisa saya rasa saya tak pernah tanda tangan ini apa lagi menyerah kan perusahaan ini dengan dia kenapa dia bisa mempunyai tanda tangan saya"ucap Cakra membaca dokumen penyerahan perusahaan C&A
"Saya juga ngak tau tuan saya sudah menyelidiki nya seperti tuan Jaka cukup berbahaya tuan menurut informasi dia sering mendapatkan kasus penipuan tapi tak pernah terbukti"jelas Doni
"Selamat pagi tuan Cakra"ucap seseorang masuk dengan senyuman nya
"Sekarang perusahaan ini akan menjadi milik saya karna kau sudah menyerah kan nya kepada saya"ucap nya
"Gimana bisa kau menipu ku saya tak pernah menanda tangani berkas ini?"ucap Cakra
"Itu asli tuan Cakra sekarang kau pergi dari sini ini semua milik seorang Jaka! "ucap nya angkuh
"Gimana bisa?"ucap Cakra dan bodyguard nya masuk dan mengusir Cakra
"Ini kantor ku kenapa kalian mengusir ku"ucap Cakra memberontak tetap masuk
"Cih! kau sudah kehilangan semua nya ini semua milik ku"ucap nya sombong
"Kasih dia pelajaran"perintah nya ke bodyguard nya mereka menghajar Cakra habis habisan
Brak
Seseorang masuk membantu Cakra meski dia juga terluka dan setelah mereka semua terjatuh dia membawa Cakra pergi sedangkan tuan Jaka hanya tersenyum misterius
####
__ADS_1
Di museum Anggara
"Assalamualaikum"salam Alya dan Zen
"Waalaikumsalam"jawab semua
"Momy Zen main sama Rina dulu"ucap Zen lalu pergi
"Kenapa tuh muka di tekuk?"ucap Alya duduk di samping Sakira
"Entah la Ya seminggu yg lalu di datang dan murung terus dan juga udah seminggu ini dia di sini"ucap Rianti
"Ada apa cerita dong atau Jeky mengkhianati mu dan kau menjadi gila? "canda Alya
"Enak saja kau kira aku kayak kamu yg gila!"ucap Sakira
"Terus ada apa cerita dong?"ucap Alya
"Hah! aku ngak tau ada apa dengan mas Jeky! "ucap Sakira menghembuskan nafas nya dengan kasar
Flashback
Sakira lagi ada di rumah sakit hari ini banyak pasien dan pasien ini yg terakhir
"Itu hal biasa tuan jika nyonya nya sering muntah karna nyonya nya hamil 3 minggu"ucap Sakira ke pasangan suami istri
"Apa !hamil "ucap suami nya kaget sedangkan istrinya nampak senang
"Gugur kan kandungan itu"ucap nya dingin membuat Sakira kaget
"Kamu apa -apaan sih"ucap nya
"Itu pasti anak Jeky karna kau masih mencintai nya"ucap nya tajam
"Kenapa kau selalu menuduh ku seperti itu bahkan setelah kau mengusir Jeky dan menikahi ku aku sudah melupakan nya dan setiap aku hamil kau selalu mengugur kan bayi kita"ucap nya menangis
Cklek
"Sayang apa sudah selesai"ucap Jeky tersenyum ke Sakira tiba-tiba senyum Jeky memudar dengan pasangan itu
"J...j..Jeky"ucap nya memicingkan mata nya berusaha mengenali
"Apa sudah selesai mari kita pulang"ucap Jeky mengengam tangan Sakira.Sakira bisa merasakan jika Jeky menahan amarah
"Kemana saja kau"ucap nya memeluk Jeky
"Cih! kata nya sudah melupakan nya"ucap suaminya sinis
"Anda tidak sopan nona memeluk orang sembarangan"ucap Jeky tajam dan mendorong wanita itu dan ingin memukul nya
"Ada apa denganmu? "ucap Sakira menahan tangan Jeky yg ada di udara
"Maafkan atas sikap suami saya tuan nyonya!"ucap Sakira tak enak
"Suami?"ucap mereka bersama
"Mari kita pulang"ucap Jeky menyeret tangan Sakira selama perjalanan pulang Jeky hanya diam dengan muka datar nya sampai rumah pun begitu Jeky langsung ke kamar
"Ada apa denganmu?"ucap Sakira menyentuh lengan Jeky
"Tidak ada!"jawab Jeky
"Dia siapa laki-laki tadi juga bilang jika dia hamil anak kamu dan dia memeluk mu"ucap Sakira sebenarnya Sakira cemburu saat wanita itu memeluk Jeky tapi ini bukan waktu yg tepat
"Kau cemburu ?"ucap Jeky memeluk Sakira dengan erat bisa Sakira rasakan jika Jeky merasa takut
"Gimana bisa aku menghamili wanita itu jika setiap hari aku selalu memikirkan mu jangan pernah mempercayai itu semua aku hanya mencintai mu seorang percaya lah! "ucap Jeky datar
"Aku merasa ada yg kau sembunyikan"ucap Sakira menatap Jeky
"Sekarang siap siap lah kau sebaiknya tinggal bersama keluarga Anggara"ucap Jeky dingin mengemasi barang barang nya dan Sakira mereka tinggal di sana
Flashback and
"Selama seminggu ini aku bisa merasakan ketakutan mas Jeky dia selalu dingin seperti pertama kali kami bertemu aku tak tau ada apa dengan nya"ucap Sakira
"Aku yakin Jeky bukan orang yg suka mainin cewek kau harus percaya pada nya"ucap Alya
__ADS_1