Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 75


__ADS_3

"Assalamualaikum"salam Zen dan Metha bersama dengan senyuman masih mereka


"Senang banget apa kalian semalam melakukan MP"ucap Cakra menggoda


"Apa MP ded?"tanya Metha duduk di samping Sakira dan Alya


"Malam pertama hahah!"tawa Cakra membuat Metha tersipu malu mendengar nya


"Oh ya ma tadi aku di ajak bang Zen ke rumah orang tua mama dan juga ke diaman mama dan papa lihat ini Metha bawa"ucap Metha membuka album


Haahah.tawa Sakira dan Alya pecah melihat foto anak kecil meluarkan lidah nya mereka tertawa sampai mengeluarkan air mata


"Aduh perut ku sampai sakit"ucap Sakira menahan perut nya sedang kan yg lain hanya bengong melihat mereka tertawa lepas


"Kau ada ada saja menyimpan nya kan jadi ketahuan anak anak"ucap Alya gelang -geleng kepala


"Iya aku hanya ingin membuat untuk kenang-kenangan tapi malah mereka membawa nya"ucap Sakira membalik album nya


Hahahhah.tawa semua melihat foto Sakira kecil cemberut dan Alya membelakangi nya seperti nya mereka marahan


"Lucu sekali ya mereka saat cemberut"ucap Metha cekikikan


"Ah jadi malu kan"ucap Alya mengaruk kepala nya


"Siapa ini?"ucap Cakra melihat Alya dan Sakira mencium laki-laki dan tersenyum bahagia


"Oh itu bang Refan saat berusia 10 tahun!"ucap Alya


"Kasian banget papa Refan dengan kebandelan mama dan momy"ucap Key melihat Refan di tarik kesana kemari membuat Key mendapatkan tatapan tajam dari kedua


"Siapa yg bandel?"ucap Alya meletakkan tangan nya di atas dada


"Heheh ! maaf!"cenggir Key mengaruk kepala nya yg tidak gatal


"Wow ini keren"ucap Metha melihat Alya dan Sakira dengan muka imut saat semasa SMP


"Hei siapa ini ma?"ucap Metha melihat laki-laki berlutut memberi kan bunga ke Sakira saat masa SMP


"Oh itu siapa ya mama lupa nama nya yg pasti saat itu dia menyatakan perasaan nya sama mama belum sempat mama jawab dia sudah di hajar oleh papa Refan kalian !"ucap Sakira cekikikan mengingat nya


"Lho mama kenapa tubuh penuh air comberan dan tepung apa lagi wajah nya penuh dengan kayak nya kue?"ucap Metha memperhatikan foto Sakira kepala nya penuh air comberan dan tepung tubuh nya juga sedang kan wajah nya penuh dengan kue

__ADS_1


"Oh itu kelakuan momy kamu dia sangat suka menjahili mama itu pas mama ulang tahun dia mengerjai mama habis -habisan sampai membuat mama menangis itu saat SMA!"ucap Sakira mengingat


"Oh pantas aja bang Zen sangat suka menggoda ku dan menjahili ku ternyata udah dari sono nya"gumam Metha menggangut kan kepala nya


"Terus wanita ini siapa?"tunjuk Zen pada foto Refan merangkul seorang wanita dengan Sakira dan Alya memasang wajah tidak suka


"Oh itu cinta pertama papa Refan bahkan mereka hampir menikah tapi kami tidak suka karna dia selalu menempel pada papa Refan kalian! "ucap Sakira


"Terus kenapa mereka bisa ngak jadi nikah?"ucap Metha


"Dia hamil sama laki-laki lain dan papa kalian pergi dari rumah dan dingin cuek sama cewek sampai menemukan mama Rianti kalian dia baru berubah!"ucap Alya


"Jadi sifat Rina yg dingin cuek itu menurun sama papa Refan "gumam Metha dan menutup album nya mengambil yg ada di rumah Sakira dan Jeky


"Sangat bahagia"ucap Metha membalik semua nya dan berhenti di satu foto anak kecil mencium pipi bayi dan satu nya menatap nya dengan cinta


"Ini bang Zen"tunjuk Metha pada anak kecil itu


"Kok kamu tau?"ucap Zen


"Nebak aja karna mata nya dan senyum nya sama !"ucap Metha


"Lalu bayi ini Siapa?"ucap Metha lagi


"Iya itu kamu saat pertama kali lahir Zen selalu menatap kamu bahkan dia ingin sekali selalu mencium mu dan mengendong jadi karna kau masi bayi takut nanti kenapa-napa jadi Zen cuman mencium"ucap Sakira menatap Metha tersenyum lebar


"Key kakak udah mendaftarkan kakak ipar ke kampus yg sama dengan kamu kakak mintak kamu jagain kakak kamu"ucap Zen


"Serius kak"ucap Key antusias


"Iya dedy tau ternyata Metha kuliah nya dapat beasiswa dan mungkin beberapa bulan lagi akan selesai kuliah nya istri Zen hebat bukan"ucap Zen bangga


"Oh ya wah kakak ipar hebat banget"ucap Key


"Biasa aja Key kakak kamu yg berlebihan"ucap Metha tersenyum


"Dan dedy tau Metha mengambil jurusan dokter dan bisnis"ucap Zen


"Bagus itu Sakira dapat Jeky juga dapat"ucap Cakra


"Emm Metha saat pertama kamu masuk kuliah kan mama ngak bisa bicara atau pun papa kamu menyaran kan kau tau kan dokter itu tidak bisa di sepelekan apa lagi saat menangani pasien kenapa kau tergerak memilih kedua nya"ucap Sakira Serius

__ADS_1


"Pertama Metha berfikir Metha senang membantu orang dan dokter itu hobi Metha dan pembisnis Metha hanya tertarik aja"ucap Metha


"Kau harus ingat jangan pernah mencampur kan masalah kamu saat menangani pasien meski kau dalam masalah besar jika kau tidak bisa fokus lebih baik jangan menangani pasien "ucap Sakira


"Baik dokter Sakira Wijaya saya akan mengingat pesan dokter"ucap Metha cekikikan


"Oh semenjak menikah dengan Zen kayak nya udah mulai ya mengejek mama"ucap Sakira tersenyum


"Ngak lah ma Metha mana berani dengan mama ku yg cantik ini"ucap Metha tersenyum dan memeluk mama nya


"Sekarang berhenti mengurus mama dan mikirin mama ini saat kau menata hidup mu bahagia bersama Zen dan semoga kau berguna bagi semua orang "ucap mama nya mengecup puncak kepala Metha


"Dan perlu kau ingat saat menjadi dokter jangan fikir kan berapa gaji mu atau kau harus dapat pujian tapi sebagai dokter lakukan yg terbaik mengobati pasien yg terpenting kesehatan pasien jangan peduli kan yg lain dan jika nanti kau menjadi dokter bekerja lah dengan hati "ucap Sakira menyentuh dada Metha


"Momy yakin Metha akan menjadi dokter yg hebat secara pembimbing nya dokter yg terkenal"ucap Alya


"Aku terkenal karna pernah menyembuhkan Alya Dirgantara membuat nama ku terkenal begitu saja itu semua karna ulah suami mu menyebut kan nama ku kau tau saat itu hidup ku jadi ribet bahkan saat aku makan ngak sempat karna di perhatikan orang kadang minta foto tanda tangan ada juga yg bertanya pokoknya ribet deh "ucap Sakira


"Hahah! kau ini jadi terkenal bukan nya berterimakasih malah mengeluh"ucap Cakra


"Menjadi orang biasa itu lebih baik karna kita hidup bahagia itu kenapa kami tak pernah menceritakan siapa kami sebenarnya sama Metha kami tidak ingin di ganggu"ucap Sakira


"Iya sih tapi kita harus syukuri apa yg Allah berikan"ucap Alya


"Aku dan Jeky beruntung memiliki wanita seperti kalian"ucap Cakra memeluk Alya


"Tidak aku yg beruntung memiliki Jeky dan sahabat seperti kalian"ucap Sakira


"Selama Jeky menjadi suami ku dia tidak pernah berteriak dan membentak ku bahkan saat aku mengandung Metha dulu dia bekerja lembur hampir 3 hari tapi laptop nya aku rusak hingga dia mengerjakan ulang lagi dia tidak marah pada ku tapi aku tau dia berusaha menehan emosi nya saat itu aku sangat takut tapi malah dia mengecup pipi ku dia bilang lain kali hati-hati jangan ceroboh lagi ucap nya dengan tersenyum"ucap Sakira tersenyum mengingat kesabaran Jeky menghadapi sifat Sakira dengan kekanak kanakan dan manja


"Tapi jika Jeky di bunuh kenapa kita tidak lapor polisi"ucap Cakra


"Biar lah kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut jika kita lapor polisi mereka tidak tinggal diam mungkin akan melakukan hal yg lebih, lebih baik kita hidup dengan damai dan bahagia tanpa ada nya kebencian dan dendam"ucap Sakira


"Hei sayang kenapa dia jadi bijak seperti ini"sindir Cakra


"Kau anggap selama ini aku manja apa "ucap Sakira kesal


"Metha bangga miliki papa dan mama"ucap Metha memeluk mama nya


"Udah punya suami masih aja manja sama mama mending manja dengan suami"ucap Sakira

__ADS_1


"Dengan senang hati"ucap Zen merentangkan tangan nya


"Ih malu lah "ucap Metha


__ADS_2