
"Kak Metha ngidam ya?"ucap Radit tersenyum yg lain memandang nya
"Kamu kok ngomong gitu?"ucap Key
"Iya kak Jessy juga sering setiap pagi mau aku suapin jika tidak dia tidak ingin sarapan!"ucap Radit tersenyum
"Kau hamil Metha?"ucap Alya penuh harap
"Iya katakan cepat?"ucap Sakira
"Tidak mom aku ngak pusing atau muntah mana mungkin aku bisa hamil!"ucap Metha santai
"Bisa lah kau lupa setiap malam kita!"ucap Zen menggantung ucapannya
"Serah deh"ucap Metha
"Ayo mau ngak?"ucap Metha memberi kan piring nya
"Engak....belum sempat Key menyelesaikan ucapan nya ponselnya berdering
"Maaf"ucap Key berdiri dan menjauh yg menelponnya Bianca
"Lihat lah anak kamu mas dia cemburu"bisik Alya ke Cakra
"Iya itu wajar karna mereka mencintai"bisik Cakra
"Iya Bi ada apa?"ucap Key sedikit kesal dan memandang Radit dengan tajam Radit hanya memandang nya dengan cinta
"Key laptop ku kemarin kamu pinjam bawah ya!"ucap Bianca di telpon
"Laptop apaan?"ucap Key
"Itu lho Key yg kamu pinjam karna laptop mu di sita oleh om Cakra!"ucap Bianca
"Ngak ada?"ucap Key kesal dan mematikan ponselnya lalu kembali duduk
"Maaf ya kak bukan nya aku ngak mau hanya saja aku lagi menjaga hati seseorang!"ucap Radit menolak dengan halus
"Siapa?"ucap Metha
"Kakak kan istri nya kak Zen jadi ngak sopan jika aku menyuapi kakak apa lagi kakak istri orang aku ngak mau menyakiti hati kak Zen!"ucap Radit tersenyum ke Key
"Apa lagi sih Bi?"ucap Key makin kesal karna Bianca kembali menelponnya
"Ayo lah Key aku butuh banget nih laptop ku bawah ya!"ucap Bianca
"Kagak ada Bi"ucap Key
"Ada Key kau kenapa sih cemburu marah-marah terus"ucap Bianca aneh kok bisa Key lupa
"Apa sih "ucap Key melirik ponselnya dia aneh kenapa Bianca bisa tau jika dia lagi cemburu
"Oh ya aku ingat laptop biru itu kan?"ucap Key baru ingat.
"Nah itu tau tolong ya Key aku butuh banget!"ucap Bianca
"Iya iya maaf tadi aku lupa "ucap Key menyegir lalu mematikan sambungan telpon nya
"Jadi ngak boleh nih"ucap Metha
"Aku aja ya"ucap Zen
"Aku berharap Metha cepat hamil biar ngak kesepian"gumam Sakira sendu dia sudah sangat merindukan Jeky apa lagi melihat kebersamaan Alya dan Cakra mengingat kan nya dengan Jeky
"Mama merindukan papa?"ucap Key tersenyum lembut yg lain memandang Sakira
"Sangat!"ucap Sakira berlinang air mata
"Sabar ya ma "ucap Metha
"Aku ke kampus dulu semua"ucap Key berdiri mencium tangan semua
"Aku akan menjemput papa Jeky "canda Key
"Key"ucap Cakra dan Alya bersama
"Key hanya becanda mom"ucap Key menyengir
__ADS_1
"Momy ngak suka ya kau bilang seperti itu apa lagi mau pergi ninggalin momy"ucap Alya
"Bukan nya momy sendiri yg bilang kematian itu hanya milik Allah "ucap Key serius
"Jika ingin melihat momy menderita silakan pergi yg jauh"ucap Alya
"Momy sayang banget ya sama Key?"ucap Key padahal dia tadi nya hanya becanda
"Kau mirip dedy mu sangat kejam mempertanyakan kasih sayang momy!"ucap Alya berdiri lalu pergi entah lah hari ini perasaan nya sedikit tidak enak
"Tunggu bentar ya kak Radit aku mau lihat momy dulu"ucap Key meletakkan tas nya lalu pergi ke kamar momy nya
"Itu tuh jika kita terbiasa serius saat becanda nya di anggap serius seperti Key tidak pernah becanda saat dia becanda malah di sangka serius! "ucap Zen
"Momy marah sama Key?"ucap Key duduk di samping momy nya
"Iya lah kau mempertanyakan kasih sayang momy!"ucap Alya merajuk
"Jadi di sini momy nya siapa aku atau momy kenapa momy berajuk seperti anak merajuk ke mama nya"ucap Key terkekeh
"Kamu sih buat momy sedih"ucap Alya memeluk Key
"Jangan nangis sayang kau kan tau jika aku tidak suka melihat mu menangis"ucap Key terkekeh karna itu lah dialog dedy nya jika Alya menangis
"Kau ini"ucap Alya mengucek rambut Key
"Maafin Key"ucap Key mencium pipi Alya
"Ayo kakak Radit tercinta mu nanti telat ke kantor jika lama nungguin kamu"ucap Alya mengajak Key turun lagi
"Dedy aku sangat menyayangi dedy "ucap Key memeluk Cakra dengan erat dan mencium pipi Cakra
"Momy juga aku sangat sangat meyayagi momy"ucap Key memeluk Alya mencium pipi Alya
"Kak Metha aku duluan"ucap Key mengajak Radit keluar
"Aku menyayangi kalian semua dah"ucap Key melambai kan tangannya
"Kenapa perasaan ku tidak enak"ucap Alya menyentuh dada nya melihat kepergian Key
"Kau ini Key hanya ke kampus"ucap Cakra menenangkan Alya
Setelah dari Mushola karna mereka habis sholat .Key dan Metha berjalan dan duduk di taman mereka akan segera pulang karna sudah jam 2 siang
"Tadi kamu cemburu Key?"ucap Metha
"Tentu saja aku kan cinta sama kak Radit!"ucap Key malu
"Maafkan kakak entahlah kakak ingin aja makan di suapin pak Radit"ucap Metha
"Apa benar kakak hamil kita kedokter yuk?"ajak Key semangat
"Semangat banget"ucap Metha
"Ya dong kak siapa yg tidak senang jika menjadi aunty Key akan mengendong anak kak Metha dia akan mirip seperti Key yg galak!"ucap Key tersenyum bahagia
"Ngak ya aku mau dia mirip seperti papa nya yg baik tulus tampan lagi"ucap Metha
"Apaan kak Zen lembek ngak tegas"ejek Key
"Oke jika dia laki-laki dia akan mirip seperti dedy dan baik seperti momy"ucap Metha
"Rakus banget"ucap Key
"Ke dokter yuk"ucap Key mengajak Metha ke mobil dan melajukan nya
"Key kakak gugup"ucap Metha gelisah
"Ya Allah kakak takut kenapa kakak kan udah punya suami lain jika kakak ngak ada suami baru takut"ucap Key setelah 20 menit mereka sampai
"Ahh ngak sabar nya semoga aja kakak benaran hamil"ucap Key ngak sabar dan mengusap perut Metha
"Key bukan nya itu kak Jessy?"tunjuk Metha pada wanita hamil berdiri di parkiran seperti nya menunggu seseorang
"Kesana yuk"ucap Metha berlari mendahui Key yg berjalan santai
"Kak Jessy"ucap Metha
__ADS_1
"Metha"ucap nya
"Sama siapa?"ucap nya
"Bareng Key!"ucap Metha menunjuk Key yg berjalan nunduk karna membalas pesan dari momy nya yg meminta segera pulang
Belum sempat Jessy bicara ada yg membekap mulut nya dan membawa nya pergi
"Lepas kan kak Jessy"ucap Metha tapi malah dia juga di bawah orang itu
"Key tolongin kakak"teriak Metha dan dibawah orang pergi
"Kak Metha"ucap Key mengejar tapi mobilnya sudah pergi dan Key kembali ke mobil untuk mengejar nya
"Hallo kak Zen kak Metha di culik aku lagi mengejar nya"ucap Key menelpon Zen
"Sekarang kalian dimana?"ucap Zen di telpon tapi karna Key fokus mengawasi mobilnya ponsel Key jatuh
"Kak Zen"ucap Key karna dia tidak ingin kehilangan jejak dia membiarkan ponselnya dan fokus ke mobil yg menculik Metha dan Jessy yg penting Key sudah memberi tau mobil yg membawa Metha dan Jessy tiba-tiba berhenti
"Kenapa mereka berhenti?"ucap Key
"Keluar tidak"ucap seseorang mengendor pintu mobil Key
"Ada apa?"ucap Key dan orang itu menarik Key keluar Key segera menghajar nya
"Berani melawan wanita hamil dan anak nya akan tiada!"ucap teman nya Key berhenti melawan dan di bawah pergi dan mata mereka ditutup
"Seharusnya kau tetap melawan Key!"ucap Jessy
"Aku takut jika kakak di tembak"ucap Key
"Key kakak takut"ucap Metha
"Tenang kak ada Key"ucap Key menenang kan setelah 30 menit mereka sampai dan di buka penutup mereka
"Maaf bos karna nona Jessy ada teman nya jadi kami menculik nya juga"ucap nya yg di panggil bos itu berdiri dan berbalik
"Panji"ucap Metha takut dan bersembunyi di belakang Key
"Wow sempurna kalian membawakan Metha dan wanita yg sering menganggu kesenangan ku dengan Dinda"ucap Panji tersenyum
"Siapa kau kenapa menculik kami?"ucap Jessy
"Hahaha! ayah mu sudah tiada dan dia memiliki rahasia keluarga kami dan mengumpulkan nya sekarang serahkan kepada ku rekaman nya Aku tau dia masih menyimpan rahasia itu!"ucap Panji
"Rahasia apa yg kau bicarakan aku ngak ngerti"ucap Jessy bingung
"Jangan bohong bahkan adik mu Radit masih hidup dan dia lah kuncinya"ucap Panji
"Serahkan tidak atau kau dan keluarga Kalter akan tiada seperti ayah mu"ucap nya
"Kematian hanya milik Allah"ucap Key menonjok Panji
"Berani nya kau"ucap Panji dan memukul kepala Key dengan kayu membuat kening Key terluka
"Key"ucap Metha melihat Key seperti akan pingsan
"Jangan pingsan Key kakak kakak mu dalam bahaya"ucap Key menggeleng kan kepala nya lalu berdiri Panji mengeluarkan pisau nya
"Jika aku menusuk Kau wanita hamil gimana ya?"ucap Panji
"Jangan sakiti anak ku!"ucap Jessy memeluk perut nya
"Key kau berdarah dan darah nya banyak kakak yakin ini dalam luka nya"ucap Metha khawatir
"Kak aku akan mengalihkan Panji ajak lah kak Jessy pergi"bisik Key
"Tapi Key"ucap Metha
"Kak aku menyayangi kalian berdua dan kalian kebahagiaan orang yg aku cinta kak Metha kebahagiaan kak Zen dan kak Jessy kebahagiaan kak Radit dia sangat mengharapkan menjadi paman dia sangat bahagia"bisik Key mengusap perut Jessy ada respon dari bayi Jessy membuat Key tersenyum
"Jika aku berteriak pergi lari lah mereka hanya berempat aku bisa tangani"bisik Key dan berdiri di depan Metha dan Jessy
"Lari kak"teriak Key dan menghajar mereka semua Metha dan Jessy keluar dan Key menjatuhkan mereka semua
"Ternyata kau cukup kuat"ucap Panji berdiri
__ADS_1
"Metha"ucap Panji dan Key menoleh karna lengah Key di pukul Panji
"Kau membuat rencana ku gagal rasakan akibatnya"ucap Panji menyeret Key masuk di sebuah ruangan