
Flashback
"Jeky kau sudah lama berkerja di pabrik saya"ucap tuan Febri
"Iya tuan ada apa?"ucap Jeky merasa ada hal yg tidak enak
"Anak tuan, Methan sangat cantik dan menggoda aku tertarik dengan wajah nya aku ingin menikmati nya sesaat! "ucap nya
"Maaf tuan anak saya masih kecil dan dia satu -satu nya anak kami"ucap Jeky berdiri tidak terima
"Saya akan memberikan harta untuk mu asal kau serah kan anak kamu"ucap Febri
"Maaf tuan anak saya lebih berharga dari harta"ucap Jeky
"Kau tau kan aku tidak bisa di bantah"ucap Panji tajam
"Kau serahkan anak kamu atau mati?"ucap Panji tajam
"Cih ! saya tidak takut mati jika menyangkut keluarga saya!"ucap Jeky mengajak Sakira pergi
"Kau sangat sombong tuan Jeky"ucap nya tajam dan mengambil pisau nya
"Mas aku takut"ucap Sakira
"Tenang"ucap Jeky melawan Panji dan berhasil menjatuhkan Panji
Dor.....
Satu tembakkan mengenai Jeky dan Panji mengeluarkan pisau tumpul menusuk Jeky
"Kau berani menolak perintah ku rasa kan ini"ucap nya
"Jangan bunuh suami saya "ucap Sakira namun di tendang arah punggung hingga terpental Panji menusuk Jeky dengan pisau tumpul dengan tiga tusukan darah sudah di mana mana Jeky sudah tidak berdaya menatap Sakira yg menangis
"Jangan bunuh suami saya hiks hiks hiks "ucap Sakira menangis
"Aku hanya ingin menikmati wajah dan tubuh anak kamu yg cantik itu tapi kau menolaknya jadi rasakan kesengsaraan ini"ucap Panji membiarkan Jeky mati perlahan
"J..j.jaga anak kita "ucap Jeky dan mengeluarkan darah dari mulut nya
"Tolong selamat kan suami saya hiks hiks hiks"Sakira menangis tidak sengaja Jeky melihat Metha yg menangis dan bersembunyi
"Jaga mama mu"ucap Jeky mengerek kan bibir nya tanpa bersuara Jeky di biarkan menderita selama 30 menit dan Sakira di siksa di tendang di cambuk bahkan di beri aliran listrik
"Masuk kan mereka ke mobil mereka buat seakan mereka mati karna kecelakaan"ucap Panji ke anak buah nya Jeky sudah tidak bisa bergerak saat mobil dalam kecepatan tinggi Jeky melihat ingin menabrak pembantas jalan
__ADS_1
"Jaga anak kita aku mencintai kalian"ucap Jeky tersenyum dan meneteskan air mata dan mendorong Sakira keluar dari mobil mobil nya menabrak pembantas jalan sedang kan Sakira saat keluar dari mobil di tabrak mobil Metha yg melihat kecelakaan orang tua nya hanya menangis bahkan Sakira koma selama 2 tahun dan Jeky meninggal dunia saat Sakira Sadar dia tidak bisa bergerak dan bicara pun tak bisa
Flashback and
Zen menatap Metha ada perih di hati nya melihat Metha menangis sesegukan
"A...a..aku benci dengan wajah ini karna aku papa meninggal karna aku mama jadi seperti itu"ucap Metha menangis di bahu Zen
"Jodoh rezeki dan mati itu Allah yg menentukan jadi jangan menyalahkan diri sendiri" ucap Zen mengusap kepala Metha
"Sudah jangan nangis lagi sekarang mari kita masuk""ucap Zen menghapus air mata Metha
Dret dret
Zen .ucap Sindi dengan menangis di telpon
"Apa sih Sin patah hati jangan ngajak ngajak kau sudah berani jatuh cinta jadi kau harus terima sakit hati itu lah resiko jatuh cinta"ucap Zen di telpon dia tau Sindi pasti menangis karna Keren
"Bodoh sekarang serahkan telponnya ke Metha"ucap Sindi
"Mau ngapain?"ucap Zen
"Ini rahasia perempuan lagian kau itu banyak uang beliin kek Metha ponsel!"ucap Sindi
"Zen Metha mana?"ucap Alya
"Masih di taman mom lagi bicara sama Sindi!"jawab Zen lalu duduk bersam Rina dan Key
"Kemarin saat di Cafe aku bertemu dengan Sandra"ucap Rina menatap Zen
"Terus "ucap Zen memasuk kan cemilan ke mulut nya dengan santai
"Kalian ada masalah?"ucap Rina serius karna Rina satu kampus dengan Zen apa lagi umur mereka cuman beda satu tahun jadi mereka sudah seperti sahabat
"Iya sedikit!"jawab Zen
"Antara Sandra dan Keren?"ucap Rina
"Langsung aja kenapa kak jangan berbelit belit!"ucap Key kesal mendengar nya
"Kita buat rencana supaya tau siapa sebenarnya musuh dan teman"ucap Rina tersenyum lalu pergi
"Mom jika pernikahan nya 3 hari lagi gimana kayak nya Zen udah ngak sabar"ucap Rina mendekati Alya dan yg lain
"Emang kenapa?"ucap Alya
__ADS_1
"Tidak apa mom waktu satu bulan itu cukup lama dan mereka tinggal bersama sedang kan setan ada di mana mana aku takut mom jika nanti terjadi sesuatu jadi menurut ku pernikahan nya 3 hari lagi dan resepsi nya sebulan lagi gimana!"ucap Rina
"Kenapa harus buru -buru apa yg kau rencana kan?"ucap Alya memicing kan mata dia kenal betul sifat keponakan dan anak anak nya saat bertindak
"Tidak masalah jika momy tak setuju tapi jangan salah kan Rina jika momy kehilangan menantu momy untuk selamanya!"ucap Rina santai lalu pergi dengan muka datar nya
Kenapa ya apa kak Rina tidak suka dengan ku"batin Metha
"Bang Zen ini ponsel nya"ucap Metha lalu pergi menemui mama nya
"Kemarin saat aku di Cafe Sandra membuat rencana dia akan menyingkirkan Metha sebelum pernikahan di lansung kan jadi menurut ku kalian nikah di hadari pihak keluarga agar Sandra tidak tahu dan nanti saat resepsi aku yg akan menganti kan Metha menuju gedung kita lihat siapa lawan dan kawan karna apa kemarin itu juga ada Keren"ucap Rina seakan bisikan
"Menurut ku lagi ya kak kita bersikap biasa aja biar dia ngak curiga benar apa yg di bilang kak Rina itu kalian nikah diam diam aja yg penting sah...di mata negara dan Allah "ucap Key
"Oke aku akan pikirkan saran kalian "ucap Zen
"Tapi apa alasan aku biar cepat nikah sama Metha apa kalian tahu sendirian kan gimana orang tua kita"ucap Zen lagi
"Kita beri tahu mereka saja gimana"ucap Key
"Ck! ayo lah Key kita ini udah dewasa apa lagi Zen dan kakak udah 25 tahun masak masalah kita harus melibatkan orang tua kita "ucap Rina
"Nanti biar aku pikirkan alasannya apa "ucap Zen berfikir
"Nanti kita meeting lagi oke"ucap Rina tersenyum misterius
"Lihat lab aku yakin jika mereka bisik bisik ada yg mereka rencana kan"ucap Alya memperhatikan anak anak nya
"Biarkan saja Ya mereka udah dewasa biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri semakin kita ikut campur urusan nya maka akan runyam jika mereka tak mampu mereka akan minta bantuan kita tenang saja"ucap Rianti
"Kau habis nangis sayang"ucap Alya menghapus bekas air mata di sudut mata Metha
"T...tidak mom"jawab Metha gugup
"Sayang Zen minta pernikahan nya di percepat"ucap Cakra datang
"Kenapa ?"ucap Alya menatap Zen penuh curiga
"Mom aku sangat mencintai Metha dan kita tinggal satu rumah Zen ngak mau nanti Zen berbuat dosa dan juga aku tidak akan menunda mempunyai anak jika bisa resepsi nya nanti Metha langsung hamil"ucap Zen santai membuat Metha tersipu malu membayangkan saat melayani Zen
"Kami setuju"ucap Rina dan Key bersama
"Kami sih oke oke aja tergantung Metha nya mau atau tidak"ucap Cakra
"Ngak papa jika bang Zen mau cepet nikah nya"cicit Metha menunduk karna pipi nya memerah
__ADS_1