
Alya di kurung oleh Remiko di kotak kaca berukuran besar di situ la Sintia menghembuskan nafas terakhir nya Remiko memang menyiap kan semua nya untuk balas dendam
"Ternyata kau cukup kuat dan teguh pendirian harus nya kau berterimakasih pada ku karna aku yg menjebak kalian hingga kalian menikah kau berhutang budi pada ku sebagai ganti nya aku meminta nyawa mu kau suka rela kan memberikan nya"ucap Remiko berjongkok di depan Alya yg hanya menatap nya dengan pandangan sayu
"Iya aku tau kau tak punya tenaga lagi bersabar la lihat la aku memberi mu kekuatan"ucap Remiko menunjukkan aipet nya yg terlihat Cakra menyusup masuk ke dalam gedung
Allah jika ini akhir hayat hamba semoga hamba meninggal dengan damai dan mati yg semua orang ingin kan khusnul khotimah
Aku tak kuat ya Allah ini sangat menyiksa tapi aku tak boleh menyerah begitu saja aku harus berjuang lebih keras lagi
"Dia fikir aku bodoh tidak mengetahui gerak gerik nya"ucap Remiko menyilang kan kaki nya duduk di dekat Alya tergeletak
"Selamat datang tuan Cakra"ucap Remiko saat Cakra masuk dia berbicara pakai speaker karna ruang kaca nya begitu tebal
"Alya"teriak Cakra berlari mendekati Alya yg di balik kaca
"Lepaskan Alya ku breng*** kau menginginkan ku kan sekarang aku sudah datang lepas kan dia"teriak Cakra.Dia merasa sakit hati yg mendalam melihat Alya seperti itu
"Hahahah! tak semudah itu bodoh aku menunggu mu bukan untuk menjemput nya tapi untuk menyaksikan kematian nya seperti 4 tahun lalu kau masih ingat dia mati di depan mata ku aku sangat mencintai nya tapi apa yg kau lakukan kau membuat nya tiada perlahan dan tidak ingin hidup lagi aku tersiksa setiap hari hati ku hancur dan kosong tak ada Sintia apa kau tau sekarang saksikan la gimana rasanya melihat orang yg kita cintai mati di depan mata kita"ucap Remiko
"K..k..kau salah besar d..dia tak kan merasa sakit jika aku tiada karna dia tak pernah mencintai ku"ucap Alya tersenyum kecil
"Ck! ayo la aku juga pejuang cinta sebelum kau mati aku bilang sebelum nya aku sudah lama mengenal dia dan bermusuhan selama aku memantau nya dia tak pernah menatap dan tersenyum saat bersama wanita lain hanya bersama mu dia melakukan itu dia mencintai mu itu kenapa aku menyiksa mu agar dia tau sakitnya melihat orang yg kita cintai tersiksa"ucap Remiko
"Alya bertahan la aku mohon "teriak Cakra khawatir
"Aku tak apa Cakra pergi la dari sini"ucap Alya tersenyum dan bangkit menatap Cakra di balik kaca dan menyentuh kaca yg tepat di wajah Cakra
"Aku tak selemah yg kau pikir kan"ucap Alya tersenyum
"Oh so sweet nya"ucap Remiko melepas ikat pinggang nya
"Hei apa yg kau lakukan lepaskan Alya"ucap Cakra memukul kaca itu
Ceterrrrr
"Ahhh Cakraaaaaa"teriak Alya menangis
"Hahahah! ayo teriak ini sangat seru"ucap Remiko dengan tawa nya
__ADS_1
Ceterrrrr
"Mencintai mu selalu"teriak Alya
"Mencintai mu selamanya"teriak Cakra lantang Alya mendongak menatap Cakra dan menangis dengan tersenyum pahit
"Tuan aku punya ide"ucap Jeky datang bersama anak buah nya dan membawa sebuah besi besar bersama Sakira dan mendorong nya ke kaca dengan keras hingga dinding kaca pecah
Pranggg
Saat kaca nya pecah Remiko keluar dan memanggil anak buah nya yg jumlah nya lebih banyak dari anak buah Cakra
Cakra memopong badan Alya membawa nya keluar dari pecahan kaca itu
"Akhirnya aku bisa menemukan mu"ucap Cakra memeluk badan Alya yg lemas
Dorrrr
Tembakan itu terdengar mengelegar di gedung itu ke arah Alya dan Cakra seketika Alya terjatuh di lantai dan belumuran darah yg ternyata tembakan itu mengenai nya
"Allyaaaaa"teriak Cakra
"Hahaha! gimana rasanya tuan Cakra Dirgantara sakit ? ck ck menyedihkan hahahah"tawa Remiko dengan keras seperti orang tidak waras
"Ya buka mata mu jangan pejam kan ok aku akan beri kan pertolongan pertama"ucap Sakira menepuk wajah Alya
"Aku lelah Sa ngantuk"ucap Alya pelan hampir tidak di dengar Sakira
"Gimana ini aku tak punya peralatan nya untuk pertolongan pertama mending aku telpon ambulance"ucap Sakira menelpon pihak rumah sakit .Saat Sakira menelpon Cakra lengah dengan Remiko sehingga Alya berada di tangan Remiko lagi
"Cakra Dirgantara"teriak Remiko tersenyum penuh kemenangan mengambil senjata dan menodok kan ke Alya
"Lepaskan Alya"ucap Sakira
"Jangan mendekat"ucap Remiko
"Remiko kau membuat ku ke habis kesabaran kali ini aku tak kan membiarkan mu selamat"ucap Cakra mengambil senjatanya menodong kan ke Remiko
"Tuan jangan gegabah tuan bisa melukai nona Alya"ucap Jeky
__ADS_1
"Alya dalam bahaya Jeky kau tak liat dia sudah berdarah"ucap Cakra frustasi
"Hahaha !kau takut Cakra"ejek Remiko
"Lepaskan Alya Remiko" ucap Cakra mendekat
"Cakra ! huuk huuk "Alya ingin bicara tapi Alya merasa tak kuat
"Berani kau mendekat kau akan menyesal seumur hidup Cakra"ancam Remiko
Dorr
"Ahhh.....kurang ajar kau Cakra "teriak Remiko karna kaki nya di tembak dia berlari dan berbalik
"Kau akan menyesal Cakra Dirgantara"ucap Remiko
Dorrr
Yg terakhir kali nya Remiko menembak dan berlari sebelum tertangkap
"Alyaaaa" teriak Cakra menghampiri Alya yg terkena tembakan lagi dan tak sadarkan diri
"Tidak tidak Ya berjuang la jangan nyerah kayak gini"ucap Sakira memeriksa denyut nadi Alya melemah hampir tak terasa sedangkan Remiko saat keluar dari gedung sudah di sambut oleh polisa karna Jeky yg menghubungi polisi
"Sial" umpat Remiko yg di tangkap polisi
#####
"Bangun Alya aku bilang bangun jangan membuat ku marah"ucap Cakra di dalam ambulance dan mengengam tangan Alya yg pucat dan dingin tubuh Alya sudah di pasang alat rumah sakit hidung dan mulut alya sudah di pasang oksigen tangan nya sudah di kenakan infus Alya tertembak antara jantung dan hati yg satu nya bagian kaki nya karna itu tembakan pertama dari jauh karna di dada nya jarak dekat
"Dokter Sakira sebaiknya kita segera datang ke rumah sakit karna keadaan pasein tak me mungkinkan tubuh nya juga banyak terdapat luka saya ragu untuk keselamatan nya"ucap dokter yg membantu Sakira
"Saya tau dokter tapi dia sahabat saya berjuang la lebih keras "ucap Sakira gemetar
"Jantung dan nadi pasein sangat lemah"ucap dokter menyiapkan kejut jantung
"Berdoa la tuan"ucap dokter .Saat alat itu di letak kan di dada jantung Alya, tubuh Alya terangkat ke atas kedua kali pun sama
"Pasien kritis "ucap dokter itu dan yg ketiga kejut jantung nya tubuh Alya terangkat ,mobil pun datang di rumah sakit mereka memindahkan tubuh Alya ke brandar saat mereka mendorong brandar nya Alya masih mengengam tangan Cakra dengan erat seakan tak ingin melepas kan
__ADS_1
"Tenang la berjuang demi cinta kita kembali lah untuk ku aku bisa tiada perlahan jika tak ada cewek cerewet seperti diri mu aku menunggu di sini mencintai mu selalu"bisik Cakra di telinga Alya dan mengecup kening Alya melepaskan gengaman Alya mereka membawa Alya ke ruangan operasi
"Saya kagum pada pasien tubuh nya banyak terdapat luka dan juga ada 2 peluru di tubuh nya jika orang lain mungkin sudah tiada tapi ini berbeda bahkan jantung nya bisa berdetak meski lemah"ucap dokter itu pada Sakira