
Hari ini Metha berkunjung di perusahaan C&A perusahaan Cakra dan Zen yg memimpin Cakra datang jika ada hal yg penting .Metha datang untuk pertama kali dia kagum dengan bangunan nya tapi dia berusaha bersikap biasa-biasa saja
Cklek
"Udah dateng?"ucap Zen menyambut Metha mengajak nya duduk
"Iya !ini masih lama makan siang nya kenapa menyuruh ku datang kemari?"ucap Metha
"Tidak aku hanya ingin bertemu saja dengan mu di rumah banyak pengangu!"ucap Zen memeluk Metha menghirup aroma Metha
"Kau tidak akan meninggal kan aku kan bang?"ucap Metha mengengam tangan Zen yg di perut nya
"Tentu saja aku kan mencintai mu!"ucap Zen
"Aku juga"ucap Metha tersenyum dan berbalik menghadap Zen
"Bang"ucap Metha mengalung kan tangan nya di leher Zen
"Kenapa?"ucap Zen mengusap wajah Metha
"Abang benaran mencintai ku?"ucap Metha dengan cemberut
"Kan udah aku bilang aku hanya mencintai mu selama nya!"jawab Zen
"Abang ngak bohong? "ucap Metha
"Iya! kenapa sih?"ucap Zen
"Ngak hanya saja aku aneh abang tak pernah mengigikan aku akhir-akhir ini! apa abang punya yg lain?"ucap Metha manja membenam kan wajah nya di bidang dada Zen dan menghirup aroma Zen
"Ngak lah abang hanya tidak ingin membuat mu kelelehan harus begadang memenuhi hasrat abang siang nya harus kuliah ngak ada istirahat!"ucap Zen
"Abang ngak bohong?"ucap Metha membuka kancing kemeja Zen dan menciumi bidang dada Zen.Zen segera mengajak Metha ke ruangan pribadi nya
"Kamu kenapa sih agresif banget?"ucap Zen merasa aneh
"Abang ngak suka aku cium"ucap Metha kesal
"Ngak gitu"ucap Zen cepat
"Abang boong bilang aja jika abang ngak suka aku cium"ucap Metha memalingkan wajahnya
"Ngak gitu maafkan abang"ucap Zen memeluk Metha dan mencium leher Metha
"Ih jangan cium cium"ucap Metha kesal Zen hanya bingung dengan Metha mungkin dia lagi datang bulan pikir Zen
"Oke oke maafkan aku"ucap Zen melepaskan jas nya ingin meletakkan nya di kasur
"Tuh kan abang ngak cinta lagi sama aku abang ngak mau lagi dekat aku"ucap Metha makin kesal
"Hah!tidak abang cuman mau meletakkan jas abang aja"ucap Zen
"Tidak abang cium kamu ngak mau "gumam Zen
"Iya aku aja yg boleh cium abang"ucap Metha langsung melu***bibir Zen dengan rakus membuat Zen bengong karna Metha bersikap tidak biasa
__ADS_1
"Tuh kan abang ngak cinta lagi ngak mau membalas ciuman aku"ucap Metha menjauh
"Ngak gitu maaf kan aku "ucap Zen ingin memeluk Metha tapi di tepis oleh Metha itu kali pertama Metha menepis tangan Zen
"Maaf kan aku jadi bicara mau nya gimana"ucap Zen berusaha sabar
"Abang ngak boleh cium aku hanya aku yg boleh cium abang tapi ciuman aku di balas"ucap Metha
Gimana sih aku ngak boleh cium dia tapi membalas ciumannya itu kan sama saja aku mencium nya.Batin Zen mengaruk kepalanya
"Boleh ngak"ucap Metha
"Iya lakukan sesuka kamu atas tubuh ku"ucap Zen menggoda tapi Metha tak peduli dia hanya mau menciuma Zen
Metha mengalung kan tangan nya melu****bibir Zen dengan rakus Zen hanya mengikuti membalas ciuman Metha.Zen membaringkan Metha di kasur dengan pelan
"Jangan berani menindih ku"ucap Metha mendorong Zen
"Kenapa?"ucap Zen bingung
"Nurut aja!"ucap Metha naik ke atas tubuh Zen dan membuka kemeja Zen menciumi seluruh tubuh Zen dengan rakus bahkan sesekali Metha mengigit nya yg tak pernah dia lakukan bahkan saat mereka melakukan nya dia selalu malu tapi ini tidak
"Sayang kau kenapa agresif banget?"ucap Zen
"Engak!"jawab Metha singkat masih menciumi tubuh Zen
"Hiks hiks aku aku hiks hiks"ucap Metha tiba tiba menangis membuat Zen binggung
"Ada apa?"ucap Zen
"A..aku aku hiks hiks aku ingin menyentuh mu dan kamu ngak mau hanya diam aja kau tak menginginkan aku lagi hiks hiks!"ucap Metha menangis
"Aku mau lagi"ucap Metha dengan pipi memerah menaiki tubuh Zen yg polos membuat Zen melotot dan melongo
"Aku mau lagi mau lagi"ucap Metha memukul dada Zen seperti anak kecil meminta jajanan Zen segera mengulang nya entah lah hari ini Metha sangat rakus terhadap tubuh Zen bahkan dia selalu ingin di sentuh Zen dan di belai Zen
🌙🌙🌙🌙
Jika tidak kelelahan Metha tidak akan berhenti ingin di sentuh Zen dia tertidur aja di atas tubuh Zen karna leleh .Metha membuka matanya menatap wajah Zen dengan sayu tiba-tiba mata nya melotot dan pipi nya memerah mengingat kejadian tadi siang
"Jala***"ucap Metha memeluk kepala nya karna bodoh
"Kenapa tadi siang aku bersikap seperti itu ya ingin sekali di sentuh bang Zen"gumam Metha
"Eghh udah bangun apa mau lagi?"goda Zen mempererat pelukannya
"Ih apaan sih jangan di ingat aku malu!"ucap Metha menutup wajah nya
"Kamu kenapa ?"ucap Zen
"Malu tau!"ucap Metha masih menutup wajah nya
"Pulang yuk udah malem"ucap Zen Metha turun dari atas tubuh Zen mereka mandi dulu sebelum pulang setelah selesai segera pulang
🌞🌞🌞
__ADS_1
Keluarga Dirgantara melangsungkan kan sarapan tapi aneh nya Metha hanya bengong menatap mereka sarapan
"Sayang makan dong kok bengong"ucap Zen mengunyah makan nya
"Jika makan di suapin pak Radit lebih enak kali ya"ucap Metha membuat semua kaget dan Key dan Zen terbatuk
Huuk huuk huuk
"Air air"ucap Key keselak segera minum
"Kamu kok ngomong gitu sih Metha?"ucap Sakira
"Ah...tidak!"ucap Metha menyengir
"Kak Metha aneh deh"ucap Key sedikit tidak suka
"Iya kemarin juga gitu aneh banget"ucap Zen
"Kenapa kamu ngak suka aku sentuh kemarin?"ucap Metha tajam
"Aku cuman mengigikan mu dan ingin kau sentuh kau tidak suka! "ucap Metha tajam
"Bukan begitu suka kok hanya aku sedikit aneh aja !"ucap Zen takut perubahan wajah Metha menjadi galak
"Assalamualaikum"salam Radit kebetulan dia datang ingin mengantar Key ke kampus
"Waalaikumsalam"jawab semua
"Radit mari ayo sarapan "ucap Cakra
"Kau ngapain di sini?"ucap Key seperti nya dia akan cemburu melihat mata Metha berbinar melihat Radit
"Oh aku mau antar kamu ke kampus! boleh kan om tan?"ucap Radit tersenyum
"Boleh sarapan dulu!"ucap Cakra tersenyum
"Pak Radit boleh suapin saya ?"ucap Metha penuh harap
"Apa?ucap semua kaget
"Kenapa kalian tak suka?"ucap Metha tajam
"Ahh...tidak tidak! "ucap Zen
"Boleh ya pak Radit?"ucap Metha memegang tangan Radit
"Hei lepaskan tangannya!"ucap Key dan Zen bersama lalu yg lain menatap Key hanya Alya menahan tawa karna dia tau jika Key cemburu
"Ahh...tidak maksud ku kan kak Metha punya suami tidak bagus di lihat memegang tangan laki-laki lain!"ucap Key mengaruk kepala nya
"Boleh yah yah"ucap Metha
"Boleh kan bang aku mohon"ucap Metha memasang wajah imut nya
"Iya"ucap Zen tak rela
__ADS_1
"Radit nya mau apa tidak?"ucap Alya menaik turun kan alis nya menggoda Key
"Kak Metha lagi ngidam ya?"ucap Radit tersenyum dan yg lain memandang Radit