Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 43


__ADS_3

Cakra membaring kan Alya di sofa ruangan Alya dan memakaikan jas nya dengan Alya karna kancing nya terbuka


Cklek


Sakira masuk dengan terburu buru karna Cakra menelponnya


"Periksalah dia kenapa? "ucap Cakra menahan sakit hati nya. Saat Sakira menyentuh lengan Alya membenar kan nya posisi Alya


Brak


"Jangan sentuh aku hiks hiks Cakra tolong aku hiks hiks"ucap Alya mendorong Sakira dengan memeluk lutut nya dengan gemetar


"Tenang aku disini kau harus di periksa ya"ucap Cakra memeluk Alya


"Tidak tidak aku ngak mau di periksa oleh nya aku mau Sakira "ucap Alya mendorong Cakra menjauh


"Iya aku periksa ya"ucap Sakira mendekat


"Pergi aku aku tak mau kau memeriksa ku pergi hiks hiks aku mau dokter Sakira hiks hiks aku tak mau di periksa pria brengsek ini hiks hiks pergi brengsek pergi dokter Brayen aku mau Sakira hiks hiks"ucap Alya mendorong Sakira


"Hei tenang ini aku perhatikan baik baik ini aku Ya Sakira"ucap Sakira menangkup wajah Alya.Alya memperhatikan wajah Sakira dengan seksama dan mengangut


"Aghhh"lirik Alya karna Sakira menghapus air mata Alya dan mengenai Tamparan nya


"Kenapa sakit?"ucap Sakira menahan tangis nya melihat Alya seperti itu


"I..iya aku di tampar nya! "jawab Alya menunduk


"Tak apa biar aku obati"ucap Sakira mengeluarkan obat salap nya dan mengoleskan ke sudut bibir Alya kening Alya juga berdarah


"Sekarang istirahat ya"ucap Sakira membaringkan Alya.Alya hanya menurut dan memejamkan mata nya


"Sebenarnya ada sebuah rahasia yg aku pendam aku tidak menceritakan dengan siapa siapa karna aku masih menyelidiki nya sudah 4 tahun aku menyelidiki nya dan mungkin menemukan titik terang bahwa Alya trauma itu kenapa dia hanya menurut apa yg kita katakan dan dia membentuk dunia nya sendiri karna sakit hati karna perbuatan kau dulu"ucap Sakira serius


"Sebelum Alya di pindah kan ke luar negri dia di rawat di rumah sakit Z tempat ku bekerja hari itu tidak ada yg menjaga Alya saat aku masuk dokter Brayen seperti mengatakan sesuatu di telinga Alya yg menangis tapi dia mematung "Jelas Sakira


"Setelah aku selidiki Brayen adalah salah satu orang yg mencintai Alya semenjak SMA dia mencintai Alya dengan diam hanya memperhatikan Alya dari jauh semasa sekolah dulu dan dia kehilangan jejak Alya dan 5 tahun dulu dia menemukan Alya di rumah sakit dia seorang dokter "jelas Sakira


"Bisa aku simpul kan saat itu Alya sangat terpukul karna Cakra mengkhianati nya apa lagi Alya melihat sendiri kau bercinta dengan wanita lain mungkin saja Brayen mengkatakan sesuatu hingga membuat Alya seperti ini"ucap Sakira


"******* dia orang tadi yg ingin melecehkan Alya"geram Cakra


"Brayen sangat mencintai Alya bahkan dia licik melebihi Remiko dan sinta, dia berkeliaran di mana mana orang orang mengenal nya seperti malaikat tapi nyata nya tidak setiap dia melakukan kejahatan dia bermain sangat rapi "ucap Sakira

__ADS_1


"Kau kok tau semua sayang?"ucap Jeky


"Awal nya Alya hanya menangis memikirkan sakit hati nya karna dia begitu mencintai Cakra dan setelah aku memergoki Brayen dia berubah menjadi seorang robot aku takut jika semakin kita biarkan Alya akan terperangkap dan tidak bisa kembali dan aku menyelidiki nya !"ucap Sakira


"Apa yg harus aku lakukan mengembalikan Alya?"ucap Cakra


"Zeno Dirgantara adalah dunia nya dan Cakra Dirgantara adalah nyawa hidup dan dunia nya kau tau maksud ku hanya kau dan Zen yg bisa merubah trauma Alya tapi Zen tidak memungkinkan karna dia tak kan ngerti dia masih kecil aku harap kau bisa karna hidup Alya berada di tangan mu!"ucap Sakira menatap Alya dengan mata sendu


"Aku akan sering sering mengunjungi Alya buat menyembuhkan trauma nya hanya sedikit karna hanya kau yg bisa"ucap Sakira lagi


"Sebaiknya nona Alya tidak usah bekerja dulu di kantor itu sangat berbahaya tanpa pengawas kita"ucap Jeky


"Hah! ada apa dengan mu sayang? "ucap Cakra mengecup pipi Alya yg memar


####


Karna harus sembuh dengan penyembuhan Alya Cakra sengaja meminta mami dan papi nya tinggal di luar negri mengajak Zen karna dia ngak mau melihat Zen bersedih dengan keadaan Alya


"Dedy liat lah momy dari tadi cemberut"adu Zen melihat Cakra baru pulang bekerja


"Ada apa hah?"tanya Cakra mengusap wajah Alya


"Zen mau pergi bersama mami dan papi "ucap Alya cemberut


"Momy ku sayang Zen harus temenin oma sama opa kan kasian mereka"jawab Zen


"Ayo lah momy saat tak ada dedy saat momy merindukan dedy momy selalu menatap wajah Zen karna wajah kami mirip sekarang gantian saat momy rindu Zen tatap wajah dedy cium juga boleh"ucap Zen dengan menggoda momy nya


"Zen ada dedy momy malu"ucap Alya menutup wajah nya


Hahahah.tawa Zen dan Cakra


"Kau makin cantik sayang saat malu"ucap Cakra mengecup wajah Alya


"Cie momy di cium ni ye"goda Zen


"Ah Cakra, Zen goda aku terus"ucap Alya ngambek


Benar apa yg di bilang Sakira dia menjadi berbeda saat bersama Zen dia Alya ku"batin Cakra


"Zen liat la wajah momy mu memerah"ucap Cakra mengejek


"Ah kalian sama saja"ucap Alya makin cemberut

__ADS_1


"Maaf momy"ucap Zen memeluk Alya


"Ayo laj Zen aku juga mau jangan kau ambil semua"ucap Cakra ikut memeluk dan mencium leher Alya


"Mencintaimu selama nya"bisik Cakra mengecup pipi Alya


"Momy besok Zen pergi momy izinin kan?"ucap Zen meminta izin


"Iya deh momy izinin!"ucap Alya tersenyum


"Oh cantik nya istri ku saat tersenyum"ucap Cakra


"Udah malem momy Zen mau balik ke kamar dulu"ucap Zen


"Momy anter"ucap Alya mengandeng tangan Zen ke kamar nya tidak berapa lama Alya kembali ke kamar Cakra pun sudah mandi dengan telanjang dada


"Mau tidur?"ucap Cakra di angguki Alya dan berbaring


####


🌞🌞🌞


Alya termenung di kamar nya setelah mengantar Zen ke bandara Alya tidak di izin kan Cakra bekerja dia hanya di kamar


"Alya apa yg di perbuat Brayen sampai kau menjadi seperti ini?"ucap Cakra lembut seakan bersimpu di depan Alya yg duduk di pinggir kasur


"Dia bilang Cakra ku mengkhianati ku dan akan membuang ku dia akan menikah dengan perempuan itu Brayen ingin menikahi ku tapi aku tidak mau dia membisikkan bahwa Cakra ku hanya mempermainkan ku dia mencintai wanita lain Cakra ku tidak pernah mencintai ku dia selalu membisik kepada ku!"jawab Alya menangis dengan diam


"Apa lagi "ucap Cakra terus mengengam tangan Alya


"Dia bilang kau mengkhianati ku karna aku tak baik sering buat ke salahan sering buat orang marah marah aku orang yg buruk"ucap Alya


"Aku takut aku sudah kehilangan Cakra ku untuk selama nya dia tak kan kembali karna dia hanya mempermainkan ku dia juga akan membunuh anak ku satu satu nya penyemangat ku aku takut pada nya"ucap Alya dengan pandangan kosong


"Kau mencintai ku?"ucap Cakra menidurkan Alya dengan pelan dan menindihnya nya Alya mengangut


"Sebesar apa?"tanya Cakra membelai rambut Alya


"Tak bisa di ukur!"jawab Alya dengan mata sendu nya


"Dengar aku tak kan pergi hati ini hanya untuk mu "ucap Cakra meletakkan tangan Alya ke hati nya


"Jangan pandang aku seperti itu tapi pandang dengan cinta mu"ucap Cakra menciumi mata Alya

__ADS_1


"Kau tau kan aku mencintai mu dan kau pun begitu maka lakukan seperti orang yg saling mencintai"ucap Cakra memandang mata Alya dengan dalam


Tiba tiba Alya mengalungkan tangan di leher Cakra membuat Cakra tersenyum Alya mendekat kan wajah Cakra supaya lebih dekat dan bibir mereka bertemu hari itu Alya melakukan tanpa di minta dan di perintah seperti biasa Cakra tidak memberi Alya celah di tambah mereka sudah lama tidak melakukan nya


__ADS_2