
"Astaga benar benar pampir mesum itu kok bisa tubuh dan leher ku seperti ini"gumam Alya melihat tubuh nya memerah selesai mandi Alya keluar tidak ada Cakra dan juga seprei nya sudah di ganti karna merasa masih pegal pegal Alya berbaring lagi
"Makan dulu kau pasti laper"ucap Cakra menarik tangan Alya untuk turun makan
"Seneng lihat aku kayak gini kau itu kebiasaan ya buat aku malu bersyukur di rumah ini ngak ada orang jika tidak pasti aku akan di goda habis haibisan"ucap Alya kesal
"Jangan banyak bicara makan la mau aku buat kehabisan tenaga lagi"ucap Cakra menarik kursi untuk di duduki Alya
"Manis sekali"ucap Alya kesal. Alya langsung melahap makanannya karna sudah laper
"Apa senyum senyum ini semua ulah mu hingga aku kelaperan"ucap Alya di sela makanya
"Hei harus nya kau beruntung hanya untuk mu aku tersenyum "ucap Cakra menyuap kan nasi dengan santai
"Aku sangat terkesan tuan"ucap Alya padahal dia sangat senang karna Cakra tersenyum untuk nya
"Alya kau mencintai ku?"ucap cakra serius mendengar itu Alya tersedak
Huuk huuk huuk
Alya meminum air nya sampai habis dan menatap Cakra dia takut nanti Cakra menjauh
"Kamu sendiri?"ucap Alya menghentikan makan nya
"Tidak !"jawab Cakra membuat Alya ingin meneteskan air mata nya tapi dia berusaha menguatkan hati nya
"Aku cuman heran cewek seperti mu mau melakukan dengan lelaki yg tidak pernah di cintai nya "ucap Cakra
" Kenapa kau suami ku jadi menurut ku ini sudah benar dan wajar aku lakukan kecuali kau tak mempunyai hubungan dengan ku cinta itu fitra manusia la yg sering merusak nya aku tau kau tak pernah atau tak kan bisa mencintai ku aku ngerti dan paham itu"jawab Alya berusaha tersenyum padahal hati nya sakit baru semalam Cakra mengatakan takut kehilangan nya tapi sekarang dia mengatakan tak mencintai nya
"Jika nanti aku tak mencintai mu apa kau akan pergi dan tak kan kembali? "ucap Cakra
__ADS_1
"Kau takut aku pergi?"ucap Alya
"Tidak! "jawab Cakra singkat
"Jika tidak kenapa kau selalu bertanya aku kan pergi atau tidak jika kau tak mencintai ku"ucap Alya menahan emosi nya ego Cakra terlalu besar dan gengsinya
"Aku cuman memastikan jika kau tak......ucap Cakra terpotong
"Aku tak kan meninggalkan mu"jawab Alya cepat
"Sebenarnya apa masalah mu semalam kau mengatakan bahwa takut aku pergi takut kehilangan ku dan mulai mencintai ku dan sekarang apa ,jadi katakan masalah nya di mana dan aku harus apa"ucap Alya tak bisa mengendalikan hati nya lagi nampak Cakra menatap Alya dengan tatapan tak percaya
"Sudah ku bilang aku tak kan meninggal kan mu kau bilang tak mencintai ku tapi kau selalu memperlakukan ku seperti kau mencintai ku apa kau tau rasanya mendengar kau bicara hal itu , itu menyakiti hati ku tapi kau mengobati dengan perbuatan mu "ucap Alya mengeluarkan isi hati nya
"Kau mencintai ku?"ucap Cakra menatap mata Alya dan berharap iya karna Cakra binggung sendiri dengan hati nya dia selalu tersenyum saat bersama Alya merasa nyaman bersama Alya menurut nya Alya seperti cahaya dalam kegelapan nya tapi ego dan gengsi nya terlalu besar untuk mengungkapkan cinta ke Alya karna dia takut jika Alya akan pergi seperti yg lain
"Jika kau takut aku akan meninggal kan mu seperti mantan mantan mu sebelum nya kau salah besar karna hubungan kita bukan hanya pacaran yg bisa pergi kapan saja jika kau menganggap aku sama seperti mantan mu kau salah besar karna kami berbeda jangan sama kan aku dengan mereka"ucap alya lalu pergi mood makan nya sudah hilang lebih baik dia menyudahi pembicaraan mereka dan memilih menenangkan pikiran .Alya tak habis fikir dengan Cakra perbuatan dan ucapan nya selalu berbeda kebanyakan lelaki manis ucapan tapi perbuatan nya pahit ini berbeda ucapan nya pahit dan perbuatan nya manis
Apa sesulit ini mengengam hati mu kenapa mencintai mu sesulit ini tapi aku tak kan menyerah begitu saja.Batin Alya
"Maafkan aku !aku hanya takut kehilangan mu tetap la bersama ku "bisik Cakra mendengar ucapan Cakra membuat Alya berlinang Air mata menangis tak bersuara itu lah yg di lakukan nya tapi Cakra mengetahuinya bahwa Alya menangis
"Jangan nangis maafin aku"ucap Cakra mempererat pelukan nya
####
🌞🌞🌞🌞
Saat Cakra bangun Alya sudah tak ada di samping nya dan terdengar suara air di kamar mandi pertanda Alya lagi mandi setelah beberapa menit Alya keluar dengan pakaian rumah nya karna hari ini Alya tak berniat bekerja
"Kau masih marah dengan ku?"ucap Cakra memeluk Alya dari belakang Alya tak menjawab karna setiap mereka membahas ini pasti Alya yg tersakiti amat dalam karna suaminya tak pernah mencintai nya
__ADS_1
"Alya aku tak suka melihat kau diam seperti ini bicara la jangan diemin aku"ucap Cakra memutar tubuh Alya
"Aku ngak marah sudah lah aku mau buat sarapan dulu"ucap Alya ingin pergi tapi di tahan oleh Cakra
" Aku belum selesai bicara kenapa kau marah aku tau aku tidak mencintai mu kau juga seperti itu kenapa kau marah"ucap Cakra kesal karna Alya menghindari nya
"Apa benar hati mu telah mati atau kau masih mencintai wanita lain"ucap Alya tiba tiba, dia ingin menyelesaikan masalah hari ini juga akan dia ungkap kan isi hati nya
"Apa kau masih mencintai cinta pertama mu atau mantan mu yg lain apa kau mencintai Serly atau kau mencintai Laurel "ucap Alya dengan mata berkaca kaca
"Apa yg kau katakan aku tak pernah mencintai mereka lagi kau harus tau itu begitu pun dengan mu"ucap Cakra
"Aku tak yakin bahkan aku rasa kau mencintai seseorang sehingga tak bisa mencintai ku"ucap Alya menetes kan air mata
"Hentikan omong kosong mu Alya"teriak Cakra emosi
"Kau tak tau Cakra saat wanita penggoda itu menggoda mu aku merasa kan sakit di hati kau tau saat Serly mengatakan mencintai mu dan mendekati kau tak menolak nya aku berfikir kau juga mencintai nya kau tak tau sakit hati ku bahkan aku mengendalikan nya "ucap Alya menghapus air mata nya dengan kasar
"Kau mencintai ku?"ucap Cakra menatap Alya
"Kau ingin jawaban nya sangat aku tidak mengerti aku harus bagaimana saat suamiku tak pernah mencintai ku aku tetap bertahan dan menunggu kau mencintai ku tapi nyata nya kau tak pernah membalas cinta ku kau selalu memperlakukan ku dengan baik tolong katakan pada ku kau mencintai ku atau tidak "ucap Alya bederai air mata
"Aku tak tau Alya jika kau merasa tersakiti maka pergi la jangan menemui ku lagi "ucap Cakra tapi dia mengucap kan nya hati nya merasa sakit
"Kau tak ingin mempertahankan ku Cakra aku tak kan pergi"ucap Alya bergetar menahan sakit hati nya
"Mungkin ini lebih baik Alya sudah ku katakan dari awal aku tak punya hati"ucap Cakra dan ingin pergi tapi tangannya di tahan oleh Alya
"Aku akan pergi selama nya dari diri mu karna kau yg meminta nya ingat la Cakra kau yg menginginkan aku pergi bukan aku ego mu terlalu besar Cakra kau harus mengubah nya dan pahami la hati mu sendiri jangan logika maka kau akan menemukan hati mu lagi"ucap Alya mendekati Cakra dan menjijit
"Sebelum ku pergi izinkan aku mencium mu untuk pertama kali nya aku tau ini bukan aku tapi jika aku tak melakukan nya maka aku akan merindukan nya"ucap Alya menempelkan bibirnya cukup lama dengan berderai air mata
__ADS_1
"Sekarang aku mengerti bahwa kau memang tak punya hati hidup la dengan damai aku tak kan menganggu mu lagi dan perlu kau ingat saat kau menemukan cinta mu ingat la bahwa aku selalu mencintai mu"ucap Alya dan masuk ke kamar mandi menangis tersedu sedu
Kenapa sakit sekali ya allah aku tak kuat aku sangat mencintai suami ku sendiri apa itu salah kenapa sangat sulit mengapai nya meski aku bersama nya aku tak bisa mengengam hati nya hiks hiks hiks batin Alya menjerit