
"Katakan di mana Alya aku tidak takut meski kau mafia?"ucap Cakra tajam dia pergi ke rumah Anggara yg sedang berkumpul termasuk Refan dan Rianti
"Cih! apa peduli mu"ucap Refan sinis
"Dia istri ku mengapa kalian memisahkan dia dengan ku!"teriak Cakra
"Kau tau Alya istri mu tapi kau bercinta dengan wanita lain"ucap Refan tajam
Brak
"Itu semua salah paham"teriak Cakra memukul meja hingga pecah
"Jaga sopan santun mu di rumah ini"ucap Refan
"Jika kau tak mau bilang di mana Alya ku maka aku akan membunuh istri mu ini"ucap Cakra menodong kan senjata ke Rianti
"Kau ! lepaskan dia"ucap Refan marah melihat ketakutan Rianti
"Jeky geleda rumah ini temukan Alya"ucap Cakra tajam Jeky hanya patuh
"Di sini tak ada Alya"ucap Refan melindungi Rianti ke belakang nya
"Terus di mana dia hah?"teriak Cakra
"Semalam dia pendarahan karna syok atas apa yg kau perbuat terlalu banyak pendarahan mengakibatkan nyawa nya tidak tertolong tadi pagi kami baru menguburkan nya!"jelas Refan
"Jangan bohong pada ku "ucap Cakra dengan aura tak bersahabat
"Jika tak percaya datang la di jalan Z saat kau memasuki TPU nya ada kuburan baru dan itu lah kuburan Alya"ucap Refan
"Tidak tidak Alya ku tak boleh pergi"ucap Cakra lalu pergi
"Cih ! anak itu kekanakan "ucap Refan
####
"Ngak mungkin ini bukan kuburan Alya"ucap Cakra berdiri di depan kuburan yg ada foto Alya
"Aku tak percaya jika kau tiada "ucap Cakra tajam lalu pergi
####
5 tahun kemudian
"Hari ini mau tak mau kita harus balik ke Jakarta"ucap paru baya
"Hah! kadang aku kasian dengan Alya lihat lah dia mi dia hidup seperti mati 5 tahun sudah berlalu tapi tetap sama"ucap papi ke wanita yg duduk merenung di taman dengan wajah pucat nya dia tidak semangat hidup lagi dia adalah Alya Dirgantara ya mami dan papi nya menyembunyikan Alya
"Oma "teriak anak kecil berlari memeluk oma nya
__ADS_1
"Hai tampan kenapa berlari"ucap nya
"Zen dengar kita akan balik ke Jakarta lagi?"ucap nya dia adalah Zeno Dirgantara anak dari Cakra dan Alya yg masih hidup
"Iya kau senang! "ucap mami
"Iya oma aku mau siap siap dulu ya oma"ucap Zen lalu pergi dengan semangat
"Hah ! sudah la Alya jangan terlalu kau pikirkan anak tak tau malu itu"ucap mami menyetuh pundak Alya yg melamun
"Mami"ucap Alya kaget dan dia menyenderkan kepalanya di bahu mami nya
"Besok kita balik ke Jakarta kau bersiap lah"ucap mami nya mengelus kepala Alya
"Iya mi"jawab Alya beranjak selama 5 tahun ini dia seperti robot hanya mematuhi yg orang bilang dia bekerja bersama papi nya setelah pulang dia bersama anak kesayangan hanya anak nya lah semangat hidup nya jika dulu dia benar keguguran mungkin dia akan ikut tiada dan dia hanya tersenyum dan ceria di depan anak nya jika tidak dia akan seperti orang tak bernyawa yg hanya bengong
####
Semua orang tunduk tidak berani menatap bos nya yg menakut kan jika bersalah sedikit saja orang itu akan di pukul nya habis habisan siapa lagi jika bukan Cakra Dirgantara yg berubah 180 derajat setelah hilang nya Alya .Penampilan nya juga sudah tidak seperti dulu sekarang rahang nya di penuhi bulu dan kumis nya rambutnya juga sudah panjang menutupi telingan dan hampir menutup mata nya Jeky pun sudah tak berani menatapnya yg tidak bersahabat
"Kau tak tau berkhianat pada siapa"ucap Cakra menakutkan kepada seseorang yg korupsi
"M....maaf tuan"ucap nya menunduk
Dor
Cakra menembak bagian kaki orang itu lalu pergi selebih Jeky yg ngurus
###
"Iya dong buktinya momy bisa cinta sama dedy !"jawab Alya tersenyum
"Dedy itu orang yg sempurna buat momy dia orang pertama yg momy cinta dan selama nya"ucap Alya lagi
"Momy rindu dedy?"ucap Zen
"Dimana ada cinta di situ ada rindu !"ucap Alya
"Jangan nangis mom maaf Zen udah buat momy nangis"ucap Zen menghapus air mata Alya
"Iya sayang"ucap Alya mencium anak nya dengan sayang
"Sekarang tidur ya "ucap Alya .Setelah anak nya tertidur Alya kembali ke kamar nya
"Belum tidur sayang?"ucap mami nya duduk di kasur Alya
"Belum mi!"jawab Alya
"Mami minta nanti setelah sampai di Jakarta jangan bertemu dengan nya jika sampai kalian bertemu tanpa seizin mami dan papi jangan salah kan kami jika kalian kami bawa lebih jauh lagi"ucap mami tegas Alya hanya menganggut
__ADS_1
####
Bandara Soekarno Hatta
Keluarga Dirgantara sudah sampai dengan pengawalan apa lagi khusus ibu dan anak ini mereka berjalan dengan santai dengan memakai kaca mata hitam menjadi pusat perhatian
"Kakek nenek"teriak Zen dan memeluk mereka
"Wah cucu nenek makin keren aja?"ucap bunda
"Iya dong! "ucap Zen melepaskan kaca mata nya
"Apa kabar sayang?"ucap bunda nya memeluk dan mencium Alya
"Baik bun!"jawab Alya
"Udah kangen kangenan nya nanti aja "ucap papi nya mengajak pulang
Alya semobil dengan mami dan papi sedangkan kan Zen dengan kakek nenek nya sepanjang jalan Alya hanya diam memperhatikan jalan mengingat kejadian 5 tahun lalu dan mungkin Cakra sudah bahagia dengan sekretaris nya itu
Flashback
Setelah Alya di bawah ke rumah sakit dan segera di tangani Alya mengalami pendarahan karna syok dan stetres .Malam itu juga keluarga nya berkumpul mencemaskan Alya
"Mau kemana?"ucap Refan setelah Alya sadar dan ingin turun
"Mau ketemu Cakra aku harus mendengar kan penjelasannya!"ucap Alya mencabut infus nya saat dia keluar bertemu dengan mami nya karna papi nya saat itu ada di luar negri
"Mi kemana Cakra?"tanya Alya dengan wajah pucat nya
"Jangan di pikirkan lagi Cakra dia sudah membuat kita kecewa semua mami udah cari tau semua nya dia yg memampa wanita itu ke kamar hotel tak ada yg memaksa nya wanita itu sekretaris nya dan wanita itu bilang mereka saling mencintai"jelas mami nya dengan wajah datar Alya teringat saat wanita itu bilang dia juga mencintai nya itu berarti benar
Alya merasa dunia nya hancur dan runtuh hingga dia pingsan lagi Alya sempat kritis tapi karna kandungan kuat jadi hanya berdampak pada ibu nya saja
"Jika nanti Cakra mencari Alya bilang bahwa Alya telah meninggal meski Cakra anak kandung ku dia hampir membunuh mantu dan cucu pertama ku aku tak kan membiarkan nya"ucap mami nya datar dan kecewa dengan anak nya
"Tapi jeng Alya lagi hamil dia pasti membutuhkan Cakra"ucap bunda
"Aku udah telanjur kecewa dan sakit hati sama Cakra jeng hiks hiks kenapa dengan anak ku itu hiks hiks"ucap mami menangis
"Aku berharap kalian bisa menyembunyikan Alya karna aku akan membawa Alya ke luar negri kami akan tinggal di sana jika kalian memberi tau Alya maka aku tidak izinin kalian bertemu dengan Alya dan anak nya "ucap mami tajam
"Tapi.....ucap bunda nya
"Ini demi kebaikan Alya kalian pikirkan baik baik"ucap mami lalu pergi
Setelah mereka memikirkan itu akhirnya mereka menyetujui karna tidak ingin kehilangan Alya jika mereka merindukan Alya mereka akan datang ke sana setiap ada waktu keluarga Anggara selalu mendatangi Alya.
Flashback and
__ADS_1
"Sayang udah sampai"ucap mami membangun kan Alya yg tertidur semenjak Alya di luar negri banyak yg berubah dari nya dia irit bicara dia hanya menjawab saat orang mengajak nya bicara dia seperti robot saja tidak semangat hidup tapi jika bersama anak nya dia menjadi Alya yg dulu .Wajah nya memucat karna seperti tak ada darah semangat nya hanya anak nya