
"Kenapa sayang ada yg salah? "tanya bunda nya mendengar teriakan Alya
"Ngak papa bun emang apa yg dia katakan sama bunda"tanya Alya berusaha tersenyum
"Cakra bilang kalian bertemu sebulan yg lalu setelah seminggu kemudian kamu sering menemui nya dan akhirnya dia memutuskan untuk menikahi mu"jelas bunda nya membelai kepala Alya
"Bun Alya ngantuk kapan Alya pulang"tanya Alya
"Sabar sayang besok kamu pulang sekarang tidur lagi ya"ucap bunda nya mengelus kepala Alya sampai tertidur dan memandang wajah putri nya meneteskan air mata
"Mungkin bentar lagi kamu akan pergi sayang karna akan segera menikah" ucap bunda nya mencium pipi Alya menghapus air mata nya
"Tidak perlu khawatir jika mereka menikah kami akan mengizinkan nya mengunjungi kalian"ucap seseorang
"Nyonya Dirgantara"ucap bunda
"Saya harap kalian menyetujui pernikahan nya ini yg terbaik untuk keluarga kita biar tidak menimbulkan fitnah "ucap nyonya Dirgantara
"Kami tidak ingin memaksa Alya menikah dengan Cakra biar la Alya yg mengambil keputusan nya sendiri"ucap bunda mengelus wajah Alya
Alya sudah pulang dari rumah sakit orang tua nya tidak mengizinkan nya keluar dari rumah Alya gelisah memikirkan keputusan apa yg akan dia ambil hari ini semua orang menunggu keputusan Alya
Tok tok tok
"Sayang keluarga Dirgantara udah dateng"ucap bunda nya
"Bentar bun Alya masih siap siap"teriak Alya dan membuka pintu nya
"Waw anak bunda sangat cantik"puji bunda nya Alya mengenakan dres berwarna putih yg cocok untuk tubuh nya dres nya tidak terlalu seksi .Mereka menemui keluarga Dirgantara di bawah
"Wajah nya biasa aja ngak usah bengong kayak gitu Alya memang cantik dan mungkin sangat atau jangan jangan kamu yg merencanakan itu semua supaya Alya menikah sama kamu semua yg kau jelaskan dengan keluarga nya papi ngak mempercayai nya"bisik papi nya ke Cakra
"Sayang ayah dan bunda ngak pernah memaksa kamu menerima atau menolak pernikahan ini keputusan ada sama kamu karna ayah dan bunda hanya ingin melihat mu bahagia"ucap ayah nya langsung tanpa basa basi
__ADS_1
"Hah! Alya ngak tau takdir apa yg di tulis tuhan ini berat buat Alya yah tapi Alya ngak boleh egois nama baik kita sudah tercemar karna Alya meski Cakra udah jelasin semua nya tapi tetap ada yg menilai buruk tentang keluarga kita Alya ngak mau jika orang orang menilai buruk dengan didikan ayah dan bunda jadi Alya rasa keputusan Alya ini sudah benar dengan menerima pernikahan ini"ucap Alya menatap kedua orang tua nya
"Kamu yakin sayang?"ucap ayah nya menyakin kan Alya hanya menggaguk kan kepala
"Baik la kami terima lamaran dari tuan Dirgantara!"ucap ayah nya lagi semua merasa lega sedang kan Cakra hanya santai
Lihat la dia hanya santai seakan keputusan ku tadi hanya hal biasa dia ngak tau apa kepala ku hampir pecah memikirkan menerima nya aku hanya butuh penjelasan kejadian malam itu.Batin Alya
Hoho ternyata jebakan musuh bebuyutan ku kali ini sangat membuat ku senang kita liat nanti setiap hari aku akan membuat mu sengsara karna berani melawan Cakra Dirgantara untung aku bisa bertindak cepat .Batin Cakra tersenyum misterius
"Acara nya lebih cepat lebih baik mungkin pernikahan nya di langsung kan minggu depan"ucap Cakra
Apa apaan ini kayak nya dia ngak sabar untuk menyiksa ku kayak nya julukan pendendam memang cocok untuk nya aku yakin ada yg di rencana kan ,ya allah jika dia jodoh hamba lancarkan pernikahan ini dan jika tidak semoga pernikahan nya batal.Batin Alya
"Ngak sabar banget kayak nya"ucap mami nya
"Bentar lagi kamu akan menikah sayang dan pergi dari rumah ini"ucap bunda nya menatap Alya
Cup
"Alah Alya hanya menghibur aja paling nanti setelah menikah dia akan melupakan mu dan ayah akan bebas memeluk dan mencium mu tidak perlu berbagi sama Alya"canda ayah nya
"Ayah jangan mulai lagi ada tamu "ucap Alya males berdebat dengan ayah nya
"Wah wah lihat sayang bahkan belum jadi istri Cakra dia udah males berdebat dengan ku ayah makin yakin putri mu ini akan melupakan mu"ejek ayah nya
"Ngak la bun mana mungkin Alya melupakan bunda Alya yg cantik ini"ucap Alya memeluk bunda nya
"Dan sebentar lagi putri ayah yg cantik ini akan pergi"ucap ayah nya memeluk anak dan istrinya melihat keharmonisan keluarga Anggara membuat nyonya Dirgantara merasa terharu
"Andai kita bisa seperti mereka" gumam nyonya Dirgantara
#####
__ADS_1
Hari hari mereka lewati semenjak pertemuan itu Cakra maupun Alya tidak pernah bertemu sampai hari pernikahan tiba di rumah Alya sudah banyak tamu yg datang menghadiri pernikahan
Alya menatap diri nya di cermin dengan gaun pengantin yg cocok di tubuh nya Alya merasa tidak percaya hari ini akan datang bahkan dia tak pernah memikirkan akan mempunyai kekasih tapi sekarang dia akan menikah dengan orang yg menyebalkan menurut Alya
"Kamu melamun sayang?"ucap bunda nya menyentuh bahu Alya
"Subhanallah adek kakak ini cantik banget"ucap Rianti
"Biasa aja kak"jawab Alya tersenyum
"Bentar lagi ijab kabul nya akan di langsung kan dan kamu akan menjadi istri jadi la istri yg baik nak "ucap bunda nya tidak lama Cakra mengucap ijab kabul dengan sempurna dan terdengar
Sah.......
"Selamat nak sekarang kamu udah jadi seorang istri"ucap bunda nya mengecup kening Alya dengan lama
"Selamat ya Alya"ucap Rianti memeluk Alya
"Terimakasih bun kak"jawab Alya tersenyum mereka turun menghampiri Cakra
Sial kenapa dia cantik banget dan kenapa lagi ini jantung ngak berhenti deg degan.Umpat Cakra dalam hati
Penghulu menyuruh memasang kan cincin pernikahan, mereka memasangnya dan saat penghulu menyuruh Cakra mencium kening Alya dengan terpaksa Cakra mencium kening Alya ada desiran di hati Alya begitu sebaliknya saat Alya mencium punggung tangan Cakra ada desiran di hati Cakra
Setelah akad nikah selesai malam nya resepsi pernikahan Alya dan Cakra di langsung kan di hotel yg megah banyak rekan bisnis sahabat dan keluarga kedua keluarga sehingga membuat Alya kelelahan dan Alya juga meminta agar wartawan tidak ada karna Alya merasa risih jika kamera meliput nya
"Lain kali mengundang orang jangan banyak banyak lihat saya sudah sangat lelah menghadapi mereka"bisik Alya ke Cakra dengan kesal
"Jangan cerewet nikmati saja"jawab Cakra santai
"Hoho saya lupa jika tuan yg terhormat ini paling seneng lihat saya menderita"ucap Alya merasa lelah
"Ck !kau sangat berisik"jawab Cakra karna dari tadi Alya tak henti bicara karna Cakra sangat hemat bicara entah kenapa semenjak bertemu dengan Alya Cakra jadi lebih banyak bicara tapi hanya dengan Alya mungkin penyakit Alya yg sering bicara itu menular ke Cakra
__ADS_1
"Cakra sebaiknya ajak istri mu ke kamar kayak nya dia sangat ke lelahan"ucap mami nya. Cakra hanya menurut mengantar Alya ke kamar hotel
"Bersyukur mami sangat peka dan pengertian menyuruh istirahat atau tidak mungkin kamu akan jadi duda karna kelamaan berdiri saya bisa mati"ucap Alya menuju kamar mereka