Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 23


__ADS_3

Alya membuka mata nya hanya mengerak kan mata yg bisa Alya lakukan seluruh badan Alya terasa nyeri karna siksaan mereka mencambuk Alya dia kehabisan tenaga karna sudah 2 hari tak di kasi makan dan minum mereka memang menginginkan Alya mati perlahan dan bunuh diri tapi itu tak kan di lakukan nya jika bunuh diri di benar kan dalam agama maka Alya sudah bunuh diri tapi dia tidak ingin menambah dosa nya karna bunuh diri


"Apa kamera nya sudah siap?"ucap Remiko tapi dia memakai topeng karna dia akan merekam penyiksaan Alya dan mengirim nya ke Cakra


"Sudah tuan!"ucap anak buah nya


"Lihat la Cakra Dirgantara aku akan membalasnya atas kematian kekasih ku yg tergila gila pada mu yg kau tolak dan dia bunuh diri sekarang kau juga akan rasakan sakit hati ku tapi cara nya berbeda aku akan menyiksa nya agar dia bunuh diri sendiri"ucap nya dingin


"A....a..us "ucap Alya terbata bata badan nya sudah banyak luka luka lebam wajah nya juga sangat pucat seperti mayat hidup karna tak makan dan tak minum


"Kau haus apa kau tak sanggup lagi hidup sekarang akhiri hidup mu biar kau terbebas dari penyiksaan ini"ucap Remiko


"Hai kita ketemu lagi gimana bukan kah sudah ku bilang lepaskan Cakra"ucap nya sinis


"S..Serly, aku tak pernah mencintai Cakra Dirgantara"ucap Alya terkekeh


"Bagus"ucap nya yg ternyata Serly


"Tapi pria yg kau cintai itu suami ku aku sangat mencintai nya aku tak kan melepaskan nya dan melupakan nya begitu saja"ucap Alya serak karna tenggorokan nya kering


"Kurang ajar kau"ucap Serly memukul Alya hingga pingsan tapi dia tak menyadari jika kamera lagi on Remiko sengaja menjebak Serly dan dia mengirim video nya ke hari ke 3 biar Cakra tak menemukannya dan dia memindahkan Alya


Ting


Pesan whatsapp masuk di ponsel Cakra dan melihat nya seketika tangan nya mengepal mata nya penuh dan amarah


"Jeky cari keberadaan Serly"ucap Cakra tajam dan penuh emosi


####


"Tante Cakra udah nikah ya?"tanya Serly karna dia ikut mama nya berkunjung di rumah Dirgantara


"Iya tante bersyukur Cakra nikah sama Alya dia tidak hanya cantik tapi juga baik!"ucap mami semangat menceritakan Alya


"Tuh Serl kita itu tak harus cantik wajah tapi juga cantik hati kau tak ingin apa nanti di puji oleh mertua mu"ucap mama nya

__ADS_1


"Iya ma"ucap Serly


"Serly"teriak seseorang dengan lantang siapa lagi jika tak lain tak bukan Cakra


"Cakra sabar dulu kau jangan gegabah"ucap Sakira memperingati dia juga marah tapi jangan sampai membunuh seseorang


"Tuan biar saya yg bicara sama nona Serly"ucap Jeky


"Kau mau aku tembak Jeky diam lah Alya istri ku tak kan ku ampunin orang yg menyakiti nya "ucap Cakra menodok kan senjata nya ke Jeky


"Serly" teriak Cakra dan sampai la mereka di tempat ruang tamu


"Apa kau tak punya sopan santun Cakra masuk rumah teriak teriak"ucap mami nya marah. Serly sudah ada rasa takut melihat tatapan Cakra.Cakra langsung mencekik Serly dan menodong kan senjata nya ke kepala Serly


"Cakra apa yg kau lakukan?"teriak mami nya tapi tak di hirau kan oleh Cakra


Plak plak


"Anak kurang ajar" ucap mami nya marah dan menampar Cakra


"Kembali kan Alya ku atau aku kan lenyap kan kau "ucap Cakra dengan pistol di kepala Serly dan tidak menghiraukan mami nya yg Cakra ingin kan hanya Alya


"Cakra lepaskan Serly ini salah nak"ucap mama Serly


"Tuan tenang la kita akan menemukan nona Alya"ucap Jeky menenangkan


"Diam semua nya aku hanya butuh Alya kembali kan Alya ku temukan dia"teriak Cakra frustasi


"Maksud kamu apa Cakra di mana Alya?"ucap mami nya


"Maaf nyonya ada paket untuk tuan muda"ucap pembantu itu nampak takut dan memberikan kotak yg bertulisan kepala Alya Dirgantara orang suruhan Remiko memang sengaja mengikuti Cakra dan memberikan paket nya


"T...t..tidak i..ini bukan bukan"ucap Sakira gemetar dan menjatuhkan kontak nya karna dia menerima nya melihat tulisan itu membuat lutut mami lemas dan tertunduk


"Biar saya tuan"ucap Jeky mengintip kontak itu dan membuka nya itu memang kepala tapi kepala boneka yg di lumuri darah dan surat beserta foto Alya yg tergeletak menyedihkan kan

__ADS_1


Ini memang bukan kepala istri mu tapi darah nya berasal dari istri mu jika aku cepat melenyap kan nya tanpa mu itu tidak akan seru aku tunggu kedatangan mu oh aku cuman mengingat kan jangan lama lama mencari ku karna sudah 3 hari istri mu belum makan aku ngak yakin kau datang nyawa nya masih ada hahahhahaha


Cakra mengepalkan tangannya dan menatap Serly dengan tatapan membunuh menjukkan ponselnya di rekam oleh Remiko


"Masih mau mengelak?"ucap Cakra tajam


"Sekarang bilang tidak alya ku ada di mana jika tidak aku akan buat peluru ini bersarang di kepala mu?"ucap Cakra membuat bulu kuduk Serly merinding


"Serly katakan di mana istri nya Cakra kau sudah membuat mama malu"ucap mama nya kecewa


"Aku ngak tau ma"jawab Serly


"Sebulan lalu aku bertemu dengan seseorang dan mengajak ku kerja sama dia bilang aku tinggal menunggu kabar kematian Alya dan kemarin dia bilang Alya Sudah ada bersama nya aku menemui nya dan setelah aku bertemu dengan Alya aku pulang sebelum aku ke sini aku ke tempat itu lagi untuk menemui Alya kembali tapi tempat itu sudah hangus terbakar"jelas Serly


"Alya hiks hiks tidak mungkin"ucap mami nya


"Alya ku tak mungkin tiada begitu saja aku akan menemukan nya di mana pun dia berada"ucap Cakra


"Dan jika aku sudah menemukan Alya kita selesai kan urusan yg belum selesai ini"ucap Cakra dingin


"Oh ya mi sebelum Cakra menemukan Alya mami jangan memberi tau bunda Cakra takut jantung bunda akan kumat"ucap Cakra lalu pergi di ikuti Jeky dan Sakira tidak tinggal diam dia ikut bersama mereka


"Tuan jika menurut saya kenapa kita tidak mengetahui tentang kekasih nya Remiko itu pasti ada sangkut paut nya dengan kekasih nya Remiko"ucap Jeky


"Nama nya Sintia aku tidak mengenal nya 4 tahun lalu dia datang menumui ku mengatakan mencintai ku kau tau la aku gimana aku menolak nya mentah mentah dan dia pergi mengatakan akan bunuh diri jika aku tak menerima nya satu minggu setelah nya dia mengirim pesan dengan foto dia akan gantung diri saat aku datang dia sudah tiada dan ada seorang laki laki menatap ku dengan tajam dia bilang dia kekasih nya karna aku Sintia tiada dan dia bersumpah akan menghancurkan ku dan aku akan merasa seperti dia rasa kan di tempat itu juga "jelas Cakra


"Tempat itu"ucap Sakira dan Jeky bersama


"Iya tuan di mana Sintia meninggal siapa tau mereka ada di sana"ucap Jeky


"Jalan xxxx kerahkan juga semua anak buah"ucap Cakra


#####


"Gimana?"ucap Jeky setelah anak buah nya datang mengawasi gedung itu

__ADS_1


"Banyak penjagaan nya tuan saya rasa memang benar nona Alya ada di sana!"ucap nya


"Jeky aku akan masuk bersama 10 anak buah kita dan nanti kau datang la bersama 10 anak buah juga tapi berhati hati la dan Sakira jika kau masih ngotot ingin ikut patuhi Jeky aku tak kan bisa bertanggung jawab karna ini terlalu bahaya Remiko seorang pengusaha tapi seperti nya otak nya sudah tidak beres lagi "ucap Cakra memberi arahan


__ADS_2