Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 93


__ADS_3

Key berbaring di kamar nya menatap langit kamar memikirkan masalah nya bahkan Key melewatkan makan malam karna masalah nya yg dia hadapi


"Key kok tadi ngak makan?"ucap Alya duduk di samping Key


"Mom"ucap Key berbaring di pangkuan Alya


"Ada apa?"ucap Alya mengelus kepala Key


"Hah! kak Radit jadi dosen di kampus dan tadi siang Dinda bilang dia hamil anak nya kak Radit!"ucap Key menghela nafasnya


"Terus?"tanya Alya


"Jujur ya mom aku ngak percaya hati bisa merasa kan jika kak Radit tidak melakukan hal seperti itu dan juga logika mengatakan tidak karna aku kenal dengan kak Radit dia ngak akan melakukan hal seperti itu!"jelas Key


"Terus kenapa kau sampai ngak makan malam nanti kau sakit? "ucap Alya


"Key ngak nafsu mom dan juga Key hanya berfikir buat apa Dinda menfitnah kak Radit bahkan tidak ada orang yg tau tentang hubungan Key dan kak Radit jika Dinda ingin membalas ku!"ucap Key berfikir


Dret dret dret


"Bentar mom"ucap Key mengangkat telpon nya


"Nona saya sudah mendapatkan bukti yg nona minta"ucap nya


"Serius"ucap Key senang


"Iya nona saya sudah kirim di email nona"ucap nya


"Terimakasih kalian akan mendapatkan bonus "ucap Key senang dan mematikan sambungan telpon nya lalu mengambil laptop nya


"Ada apa Key?"ucap Alya


"Mom Dinda itu dendam sama kak Metha itu kenapa Dinda sering nyiksa kak Metha dan Key akan buktinya jika papa Jeky benar membunuh sih Jaka itu karna Jaka itu gila dan ingin membunuh papa Jeky!"ucap Key melihat video nya


"Key itu pembunuhan Jeky ya?"ucap Alya memejamkan matanya tidak tega


"Iya mom!"ucap Key


"Tapi kenapa mereka mengirim video ini?"ucap Key binggung di situ terlihat anak kecil dan seorang laki-laki paruh baya dan laki-laki dan anak nya lebih tua dengan anak kecil itu membunuh ayah anak kecil itu lalu anak kecil itu mengambil kayu memukul kepala orang yg membunuh ayah nya dan mengigit leher nya hingga membekas


"Seram amat masih kecil sudah bisa membunuh orang dengan kejam dan anak kecil ini pemberani sekali melawan orang yg membunuh ayah nya!"ucap Key


"Eh tunggu lihat deh mom anak kecil itu mempunyai tanda di tengah-tegan dada nya sebuah tanda lahir!"ucap Key membesarkan tanda terletak di anak kecil yg berani itu tapi sayang ayah nya sudah tiada


"Iya dan momy yakin gigitin dan pukulan anak kecil itu membekas!"ucap Alya


"Iya mom tapi kenapa mereka mengirim ini bukan kah aku cuman meminta bukti kematian papa Jeky?"ucap Key


"Sudah lah Key tidur udah malem"ucap Alya


"Iya mom"ucap Key berbaring


####

__ADS_1


Rumah Dirgantara sibuk mempersiapkan makan malam karna teman lama nya Cakra datang itu teman bisnis Cakra karna pertemuan itu Cakra bisa memiliki Alya seutuhnya yaitu keluarga Kalter


Kasian kak Radit di pecat dari kampus itu semua gara-gara Dinda padahal aku yakin kak Radit tidak bersalah"batin Key


"Mari silakan duduk nyonya Kalter"ucap Cakra mempersilakan nya duduk


"Tante"ucap Key kaget karna tamu nya mama nya Radit


"Hei kita ketemu lagi"ucap nya


"Oh kenalin anak pertama ku Jessy dan mantu ku Adi!"ucap mama nya Radit memperkenalkan


"Oh ya ini Zen anak pertama kami dan istrinya Metha dan ini mama nya dan ini anak kedua kami Key!"ucap Cakra memperkenalkan keluarga nya mereka saling mengobrol


"Maaf aku telat"ucap Radit baru datang


"Nah ini anak kedua ku Radit Kalter!"ucap mama nya mereka saling memperkenalkan dan mengobrol Radit terus menatap Key tiba tiba Key melihat tanda yg sama dengan anak kecil itu di dada Radit


"Emm tante maaf jika saya lancang dan tidak sopan terhadap anak tante boleh aku lihat bidang dada anak tante?"ucap Key dia sudah sangat penasaran


"Apa?ucap semua kaget


"Apa kau tergoda Key?"ejek Zen


"Key tak sopan"ucap Cakra tajam


"Maaf ded"ucap Key menunduk


"Key ngak baik mintak hal seperti itu"ucap Alya


"Tak apa Alya Cakra jika Key ingin melihat nya aku yakin ada yg Key ingin ketahui!"ucap mama nya Radit Key menatap momy dan dedy nya


"Baik lah!"ucap Cakra


"Emang apa sih yg mau kau lihat?"ucap Radit berdiri perlahan Key membuka kancing kemeja Radit dan membuka nya memicing mata nya mengenali tanda lahir itu benar persih seperti anak kecil pemberani itu


"Key"ucap Alya dan ikut melihat tanda itu


"Kalian berdua kenapa sih?"ucap Cakra tak suka


"Oh itu tanda lahir nya Radit!"ucap mama nya dan mereka kembali duduk


"Emang kenapa?"ucap mama nya


"Ahh tidak tan hanya saja aku hanya penasaran!"ucap Key menyegir


"Hati-hati lho tan Key ini jomblo bisa aja nanti anak tante ini hilang di culik Key!"canda Zen


"Diem napa kak ngak lucu!"ucap Key kesal


"Maaf Sof jika aku mengunkit sesuatu Arton meninggal kenapa?"ucap Alya ke nyonya Kalter


"Dia di bunuh seseorang kami juga ngak tau siapa?"ucap Sofia menatap Radit

__ADS_1


"Aku tau pembunuh nya siapa!"ucap Key berdiri dan ke kamar mengambil laptop nya


"Kau tau Key?"ucap Radit mengepal kan tangannya Key mulai membuka laptor nya dan memutar vidio nya


"Iya itu emang aku dan aku lupa wajah pembunuhnya!"ucap Radit mengepal kan tangannya


"Aku tau ayah dari pembunuh itu dia tuan Febri yg ingin membeli Metha saat di Bandung !"ucap Zen


"Dan anak itu lah yg membunuh suami ku hiks hiks!"ucap Sakira memeluk Metha mengingat nya lagi


"Dia Panji"ucap Metha menguatkan mama nya


"Aku juga punya ded bukti kematian papa Jeky?"ucap Key memutar vidio yg lain itu sangat kejam


"Kau terlalu ikut campur masalah ini Key ini bahaya!"ucap Cakra mengepal kan tangannya melihat Jeky disiksa


"Tapi ded ini bukti bahwa Dinda itu dendam dengan kak Metha salah karna dia kira papa Jeky membunuh Jaka karna ingin menguasai harta Fransisko!"ucap Key


"Baik lah kau selesai kan bersama Zen dengan Dinda dan dedy akan mengurus Febri dan anak nya!"ucap Cakra


"Tenang mas ingat kesehatan mu"ucap Alya


"Iya Cakra kami tak pernah dendam"ucap Sakira


"Ya aku ingat yg nama Febri itu membunuh papa karna papa mengetahui rahasia nya dan papa ingin membongkar nya membuat dia sangat marah dan menculik ku dan membunuh papa dia dan anak nya jika aku kira dia sudah gila saat itu aku berumur 5 tahun dan dia sekitar 7 tahun tapi dia sudah sangat kejam dengan papa"ucap Radit


"Nyonya Kalter cerita kita tidak jauh beda!"ucap Sakira bercerita


"Apa dia masih dendam sama kak Radit?"ucap Key


"Aku tidak tau!"ucap Radit


"Kak Metha apa Panji ini memiliki bekas luka di jidat dan leher nya karna dia pernah di pukul kak Radit saat kecil dulu?"ucap Key


"Iya kau benar Key! "ucap Metha


"Aku pernah lihat nya di kampus dia pernah ingin melecehkan Dinda dua kali aku memergoki nya aku ingat tanda nya!"ucap Key


"Kau serius Key?"ucap Metha mengengam tangan Zen karna takut


"Iya kak aku ingat banget!"ucap Key


"Dan bisa aku simpulkan jika Dinda itu pura-pura hamil anak nya kak Radit mungkin Panji itu menyuruh nya!"ucap Key


"Mungkin saja karna dia masih dendam dan mungkin sasaran nya Radit"ucap Zen


"Mungkin saja"ucap Key mengambil laptopnya


"Ponsel ,laptop yg menyakut medsos dedy sita sementara"ucap Cakra mengambil lapstop Key


"Momy"ucap Key memelas


"Biarin aja mas Key ingin menjadi detektif "sindir Alya

__ADS_1


"Ih Key kan hanya membantu kak Zen melindungi kak Metha "ucap Key cepat


"Mari kita makan malem dulu "ucap Cakra mengajak mereka makan malam bersama karna dia tidak ingin membuat anak nya lebih jauh membahas masalah itu


__ADS_2