
Cakra sudah bangun duluan dari Alya dia ingin melihat apa yg akan dia lakukan setelah dia bangun.Cakra melihat Alya mulai meraba tubuh dan mengusap bidang dada Cakra.Alya mengejang
"Aku capek banget"gumam Alya tanpa membuka mata lama lama mata Alya membuka mata nya melihat tubuh nya dan memperhatikan Cakra
Ayo katakan sesuatu agar aku tau kau mulai ada perubahan.Batin Cakra was was
"Kau capek?"ucap Cakra mengusap wajah Alya lembut
Alya mengangut dan tersenyum kecil dia berdiri menuju kamar mandi Alya memperhatikan diri nya di cermin kamar mandi yg memakai baju Cakra dan membetuk senyum nya memegang dada nya berdebar debar
Setidaknya ada kemajuan meski tersenyum kecil.Batin Cakra
####
Sakira duduk di ruang tamu bersama Jeky karna hari libur Sakira memperhatikan Alya dengan seksama mereka berada di rumah Cakra
"Tuan ada yg mau saya bicarakan ini penting"ucap Jeky
"Kau duduk lah bersama Sakira aku mau bicara dulu sama Jeky"ucap Cakra mengusap kepala Alya.Sebenarnya itu cuman alasan mereka saja karna mereka ingin lihat perubahan pada Alya dari ruang kerja Cakra memperhatikan gerak gerik Alya yg di cctv
"Ada yg ingin dia sampai kan pada mu jangan katakan apa apa"ucap Cakra melihat Alya mengigit bibir nya mereka lagi memantau Alya mengunakan handsfree bersama Sakira
Alya menunduk mengigit bibir nya dan memutar cincin pernikahan nya lewat 15 menit sudah keheningan itu terjadi
"Seperti nona Alya takut tuan? "ucap Jeky
"Aku tau tapi jika Sakira yg memulai bicara itu sama menjadi permintaan atau perintah buat Alya!"ucap Cakra
Tanpa di duga Alya mengulurkan tangan nya ke Sakira dengan menunduk
"Bagus kau jangan bicara apa apa biar dia bicara apa maksud nya"ucap Cakra senang
Sakira menatap Alya dengan lembut tanpa bertanya ada apa .Alya mendongak karna dari tadi Sakira tak bicara dan menjabat tangan nya lalu Alya menarik tangan nya lagi lalu berdiri
"Tetap jangan bicara meski dia pergi"ucap Cakra memperhatikan apa yg di lakukan Alya dan dia mau kemana mereka pikir Alya akan pergi ternyata tidak, Alya berdiri dan mondar mandir di depan Sakira sesekali memutar cincin nya dan memejamkan mata
Ayo Alya katakan kau mau apa .Batin Sakira
Lama mondar mandir dengan memutar cincinnya sesekali memejamkan mata nya Alya menatap Sakira dan mengulurkan tangan nya lagi Sakira menatap Alya
"M...maaf k..karna kemarin aku mendorong mu k..k.kau tak marah kan dengan ku"ucap Alya takut Sakira marah mata Sakira berbinar melihat Alya melakukan itu
__ADS_1
"Tentu saja tidak "jawab Sakira memeluk Alya dan mengusap punggung Alya
"Jadi dari tadi dia ragu ingin minta maaf"ucap Cakra senang karna Alya ada kemajuan meskipun butuh waktu lama dia baru mengungkap kan nya
"Sakira selanjutnya kau pura- pura pasang wajah sedih atau galau jika dia merespon mu itu bagus"ucap Cakra
Sakira melepas pelukan nya dan memasang wajah sedih dan galau nya apa lagi Sakira dengan mata berkaca kaca
Ayo Alya tanya aku kenapa.Batin Sakira berharap Alya merespon lalu Sakira mempunyai ide
"Hah! kenapa ya hidup ku tak ada yg menyayangi ku orang tua ku sudah meninggal saudara ngak punya sahabatku udah berubah apa lagi suamiku yg sibuk nya kelewatan"gumam Sakira melirik Alya yg menantap nya .Alya mengarut telinga nya sesekali melirik tangga
"Apa lagi yg dia pikirkan menurut informasi dari mami jika Alya mengarut telinga itu berarti dia binggung"ucap Cakra
"Mungkin nona Alya bingung harus berbuat apa menurut ku nona Alya binggung apa kah dia harus menghibur Sakira tapi dia takut sesua cerita tuan jika dia takut melakukan kesalahan apa dia mau bicara dengan ku atau tuan untuk meluangkan waktu untuk Sakira"ucap Jeky
"Aku kira sudah cukup hari ini mari kita temuin mereka"ucap Cakra lalu turun
"Bicara apa saja sama Sakira?"tanya Cakra duduk di dekat Alya
"Mintak maaf sama Sakira!"Jawab Alya
"Kenapa kau punya salah?"tanya Cakra pura-pura tidak tau apa apa
"Tak apa nona istri saya ini tahan banting"canda Jeky
"Ahh...sayang kenapa aku di cubit?"ucap Jeky mengusap perutnya
"Gemes aja!"jawab Sakira
Setelah kepulangan Jeky dan Sakira Cakra dan Alya kembali ke kamar Cakra mengerjakan sesuatu di laptopnya sedang kan Alya mondar mandor dari tadi melirik Cakra
Apa dia tidak pegal mondar mandir dari tadi udah 10 menit lebih dia mondar mandir"batin Cakra
Alya duduk di dekat Cakra dan menatap Cakra.Cakra hanya melirik Alya dan kembali fokus Alya meletakkan tangan nya di bahu Cakra
"Emm a..ku aku.."ucap Alya gugup Cakra melirik Alya yg tidak melanjutkan kata kata nya dan kembali lagi fokus ke laptop
"Emm....emm a ..aku aku mau bicara sesuatu"ucap Alya memperhatikan wajah Cakra
"Emm i...tu itu emm j. ...jangan terlalu membuat Jeky sibuk k...kasian Sakira dia juga butuh Jeky"ucap Alya gugup
__ADS_1
"Kenapa ?"tanya Cakra menatap Alya
"Aku kasian sama Sakira dia sedih Jeky ngak ada waktu dengan nya jadi A..a..aku m...m..m..minta jangan terlalu buat Jeky sibuk!"ucap Alya dia takut bila meminta mata Cakra memancarkan kesenangan karna Alya meminta sesuatu pada nya
"Baik lah aku tak kan membuat Jeky terlalu sibuk karna istri ku yg minta"ucap Cakra mencium pipi Alya
"Bersiap lah kita akan menginap di museum Anggara kau senang ?"ucap Cakra di angguki oleh Alya dan bersiap
####
Keluarga Anggara sudah berkumpul menunggu kedatangan Alya .Mereka mengobrol satu hal membuat Alya tidak fokus Rianti dia tidak ikut bergabung .Alya memutar cincin nya lagi lalu menatap Cakra yg asik mengobrol dengan bang Refan .Alya berdiri lalu pergi lalu dia tidak sengaja melihat Rianti duduk di taman Alya ragu menghampiri Rianti lalu Alya menghembuskan nafas nya menghilangkan kegugupan lalu Alya mendengar Rianti bicara di telpon dengan seseorang
"Aku mohon jangan menganggu pernikahan ku kami sudah bahagia"ucap Rianti di telpon dengan air mata
"Haha! kau takut?"ucap nya mengejek
"Aku mohon aku sudah sangat mencintai suami ku meski dia tidak tau sebesar apa aku mencintai nya!"ucap Rianti
"Kau akan menyesal sudah mengambil Refan dari ku"ucap nya tajam
"Aku mohon hiks hiks aku sangat mencintai mas Refan jangan ambil dia dari ku hiks hiks"ucap Rianti menangis
"Tunggu saja permainan nya Rianti"ucap nya
"Aku mohon Laurel aku sudah bahagia dan aku mencintai mas Refan kau jangan mengambil dari ku"ucap Rianti tertunduk dengan menangis sejadi jadi nya karna Laurel sudah kembali dan mengancam akan mengambil Refan dari nya
"Aku tak sanggup kehilangan mas Refan hiks hiks "ucap Rianti menangis Alya memperhatikan dan mendengar kan nya dan menghampiri Rianti duduk di samping nya dengan pandangan ke depan
"Alya hiks hiks hiks"ucap Rianti menangis di pelukan Alya
Alya menghapus air mata Rianti lalu mengeleng melihat Alya seperti itu membuat Rianti semakin menangis
"Aku tak tau kau merespon ku atau tidak yg pasti aku tak bisa menahan beban ini hiks hiks "ucap Rianti menangis alya hanya mengangut
"Kau tau Ya Laurel kembali selama satu minggu ini dia menganggu pikiran ku dia menelpon ku dia bilang akan mengambil mas Refan dari ku hiks hiks"ucap Rianti
"Ku akui dulu ku tak mencintai mas Refan tapi selama ini aku sangat mencintai nya dan dia tidak mengetahuinya dia beranggapan aku hanya melakukan sebagai tugas ku padahal tidak aku sungguh mencintai nya dan sekarang Laurel kembali aku takut Ya hiks hiks "ucap Rianti menangis di pelukan Alya dengan sesegukan
"Aku butuh teman untuk menguatkan ku mempertahankan mas Refan karna aku mencintai nya aku harus buktikan aku benar benar mencintai nya dan aku harus berjuang mendapatkan mas Refan"ucap Rianti
"Kau janji kan tidak akan menceritakan kejadia ini dengan siapa siapa ini rahasia kita berdua "ucap Rianti di angguki Alya
__ADS_1
"Aku tak pernah merasa setakut ini kali ini aku benar takut"ucap Rianti bersender di bahu alya entah Alya merespon atau tidak yg pasti Rianti butuh teman untuk curhat