Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 65


__ADS_3

Metha gelisah dan mondar mandir dari tadi di kamar mandi karna tadi siang dia sudah sah...menjadi istri Zen mereka menikah hanya di hadiri kedua keluarga dan orang sekitar rumah Dirgantara .Metha terus terbayang perkataan Zen saat di rumah Anggara jika dia tidak akan menunda mempunyai anak


"Huh! tenang Metha "ucap Metha menghembus kan nafas nya dengan kasar


"Metha apa yg kau lakukan di kamar mandi kau udah hampir satu jam di sana?"teriak Zen dengan laptop di pangkuan nya


"I...iya!"ucap Metha gugup


"Apa yg kau lakukan di kamar mandi?"tanya Zen melihat sekilas Metha yg hanya berdiri


"Aku...aku!"ucap Metha gugup


"Mari sini tidur lah"ucap Zen menepuk kasur di samping nya


"I...iya"jawab Metha naik ke kasur dan menarik selimut nya menutup tubuh nya hingga menutup kepala


"Apa kau ngak sesak?"ucap Zen


"T..tidak!"jawab Metha


"Tidur itu menghadap suami Metha"ucap Zen terkekeh karna dia tau jika Metha gelisah dan gugup .Zen menyimpan laptopnya lalu berbaring dan menghadap Metha


"Sini berbalik menghadap ku"ucap Zen lembut dengan ragu Metha berbalik


"Kau takut?"ucap Zen menyelip kan rambut Metha di telinga


"T...tidak!"jawab Metha dengan jantung berdebar


"Kau sekarang istriku dan aku suami mu jadi aku minta jangan ada kebohongan di antara kita dan tidak ada rahasia di antara kita"ucap Zen mengusap wajah Metha dengan lembut


"I..iya"jawab Metha gugup


"Sekarang kata kan kenapa kau gelisah ?"ucap Zen tersenyum


"Aku....aku..."ucap Metha


"Aku ngerti kok aku tak kan meminta nya dan memaksa mu dengar aku mencintai mu aku tidak ingin menyakiti mu aku hanya ingin hidup bersama dengan mu dengan bahagia jadi lah diri sendiri jangan takut oke"ucap Zen tersenyum di angguti Metha


"Kau mau tau kenapa aku mempercepat pernikahan kita"ucap Zen masih mengelus wajah Metha


"B...bukan kah kau bilang tidak ingin terjadi sesuatu dan juga....ucap Metha


"Tidak aku cuman tidak ingin kau kenapa -napa nanti nya "ucap Zen menceritakan yg pernah di cerita kan Rina


"Apa kau sangat sempurna sehingga banyak orang tidak menyukai ku menjadi istri mu"ucap Metha


"Tidak aku banyak kekurangan dan kesempurnaan ku ada pada mu jadi jika kau ada di samping ku aku akan sempurna"jawab Zen tersenyum membuat pipi Metha memerah


"Cie malu ya kenapa tuh pipi memerah?"ucap Zen menggoda


"Ih bang Zen"ucap Metha makin malu dan membalik kan tubuh nya sedang kan Zen hanya tertawa melihat Metha sudah mulai terbiasa dengan kehadiran nya


🌞🌞🌞


Pagi pagi Metha sudah tidak ada di tempat tidur bahkan Zen bangun untuk sholat shubuh pun Metha sudah tidak ada


"Bang"ucap Metha baru masuk dan terpesona dengan penampilan Zen yg memakai peci dan melipat sejadah nya Metha keluar tadi ke kamar mama nya untuk sholat dia tidak ingin menganggu Zen yg tertidur


"Dari mana?"tanya Zen menyimpan peralatan sholat nya

__ADS_1


"Dari kamar mama tadi habis sholat!"jawab Metha


"Oh ya kenapa ngak bangunin aku"ucap Zen senang karna dia tidak salah menjadikan Metha istri nya


"Aku fikir abang ngak sholat"jawab Metha menunduk


"Lain kali kita sholat bersama "jawab Zen tersenyum lalu kembali berbaring


"Abang nanti kerja?"tanya Metha


"Iya kenapa! "ucap Zen


"Engak aku cuman mau nyiapin baju buat abang"ucap Metha mencari baju buat Zen lalu meletakkan nya di kasur


"Aku turun dulu bang mau buat sarapan"ucap Methat lalu pergi


"Pagi mom"sapa Metha melihat Alya ada di dapur


"Pagi"ucap Alya tersenyum


"Mau Metha bantu mom"ucap Metha


"Kayak nya ngak udah deh nanti kau capek karna tidak tidur semalam"ucap Alya ingin menggoda


"Engak mom semalam Metha tidur dengan nyenyak"ucap Metha tidak ngerti


"Ya ya sebaiknya kau urus mama mu dulu kan tugas mu bertambah mengurus keperluan Zen juga"ucap Alya


"Asal kau tau setiap pagi momy sangat kesal dengan Zen karna apa dia ngak bisa memakai dasi setiap dia ingin berangkat kerja dia selalu minta bantuan momy dan dia sedikit susah bangun paling setelah sholat dia tidur lagi sama kayak dedy nya susah bangun pagi"ucap Alya


"Iya udah deh mom maaf Metha ngak bisa bantuan Metha ke kamar mama dulu"ucap Metha lalu pergi setelah mengurus mama nya Metha kembali ke kamar benar saja Zen masih tidur dengan tenang


"Bang bangun nanti telat ke kantor nya"ucap Metha


"Bang"ucap Metha menggoyang kan tubuh Zen


"Egghh kenapa?"ucap Zen males dan menarik selimut nya lagi


"Bangun nanti telat ke kantor nya!"ucap Metha


"Bentar lagi banguni aku pukul 6 karna pukul 7 ada meeting"ucap Zen


"Tapi ini sudah pukul setengan 7 bang"ucap Metha


"Apa ! aku telat"ucap Zen berlari masuk ke kamar mandi


"Hah! ada ada saja"ucap Metha tersenyum


"Metha ambilin handuk ku aku lupa membawa nya"teriak Zen


"Iya"teriak Metha menunggu di depan kamar mandi


#####


Metha membantu Zen yg terburu -buru yg belum menkenakan kancing kemeja nya Metha malu melihat bidang dada Zen dan mulai mengenakan kancing nya


"Nanti aja malu nya aku harus buru-buru udah telat"ucap Zen melihat wajah Metha


"Jika habis sholat itu jangan tidur lagi biar ngak bangun nya telat"ucap Metha

__ADS_1


"Oh ya harus nya kamu yg banguni aku tadi"ucap Zen menarik pinggang Metha


"A...a..aku kan harus ngurus mama dulu"ucap Metha gugup


"Aku sarapan dulu"ucap Zen turun ke bawah


"Dasi nya"teriak Metha mengeleng kepala melihat Zen buru buru hingga melupakan dasi dan jas nya


#####


Zen memakan roti yg sudah di olesi selai nya dia makan dengan terburu-buru bahkan Metha memanggil nya tidak di hirau kan nya


"Makan nya pelan pelan Zen"ucap Alya


"Telat mom"ucap Zen dengan mulut penuh dengan roti


"Bang dasi dan jas"ucap Metha mendekat


"Lupa pakai kan"ucap Zen berdiri Metha memakaikan dasi Zen dengan serius dan Zen mengunyah sarapan nya


"Udah"ucap Metha membenarkan dasi Zen


"Aku berangkat dulu"ucap Zen memberikan tangan nya supaya Metha mencium punggung tangannya lalu pergi


"Bang jas nya"panggil Metha dan Zen kembali lagi


"Terimakasih"ucap Zen pergi lalu pergi tidak lama kembali lagi


"Ada yg ketinggalan?"tanya Metha melihat Zen kembali


"Iya !"jawab Zen


Cup


Zen mengecup pipi Metha lalu berangkat kerja sedang kan Metha hanya bengong dan menyentuh pipi nya jujur saja Metha tidak terbiasa dengan itu semua papa nya meninggal saat umur nya 15 tahun dia hanya menjadi pembantu di rumah om nya saat pulang sekolah kadang Metha bekerja untuk membiayai pengobatan mama nya kadang juga Metha di siksa oleh om dan tante nya dunia Metha hanya mama dan bekerja dia tidak merasa kan mengenal laki-laki dan bersama nya dia tidak pernah merasa kan seperti anak remaja yg lain


"Kak"ucap Key membuyarkan lamunan Metha


"I...iya"ucap Metha menunduk karna pipi nya memerah karna malu


"Lihat tuh anak kamu itu semuanya kamu yg ajari mencium istri sembarang kasian kan pipi nya merah kayak gitu"ucap Alya ke Cakra


"Dia mirip sifat mu tapi seperti nya pampir mesum kayak aku"ucap Cakra santai


"Ih kamu ini mas aneh aneh saja"ucap Alya


"Metha kau ngak mau nanti kuliah?"ucap Cakra


"Engak ded nanti Metha ngak sempat!"jawab Metha


"Iya kak umur kita ngak jauh beda aku aja baru kuliah jadi jika kakak kuliah kita bareng aja"ucap Key


"Ngak lah Key nanti siapa yg ngurusi mama"jawab Metha di sela makan nya


"Kita bisa menyuruh pembantu menjaga dan juga momy di rumah"ucap Alya


"Engak usah mom saat Metha masih kecil aja mama ngak pernah menyuruh pembantu atau orang lain mengasuh Metha jadi Metha juga mau seperti itu mengurus mama dengan tangan Metha sendiri"jawab Metha tersenyum


"Zen beruntung memiliki mu nak"ucap Alya terharu dan mengusap kepala Metha

__ADS_1


__ADS_2