
Cakra di beri tau Zen jika Key belum pulang dari kampus hari sudah semakin sore Metha bilang Key cuman ada kelas pagi siang nya tentu Key sudah akan ada di rumah menunggu Radit pulang tapi nyatanya Key belum pulang
"Gimana Zen "ucap Cakra untuk mencari keberadaan Radit yg juga menghilang
"Bentar lagi Radit sampai ded tapi dia tidak bersama Key aku menyuruh anak buat ku mencari mereka dan mereka melihat terakhir kali Radit di sebuah perusahaan dia terkurung"ucap Zen dan Radit sampai dengan memegang kepala nya yg terluka dia masih pusing
"Radit apa yg terjadi"ucap Zen
"Tadi ada yg memanggil ku untuk memastikan lamaran kerja ku tapi saat aku bicara ada yg memukul kepala ku hingga pingsan aku sadar karna mereka membangun kan aku mereka bilang mereka anak buah mu"jelas Radit
"Luka di kening mu sedikit besar Radit sebaiknya di obatin dulu"ucap Zen
"Iya kakak benar aku juga sedikit cemas dengan Key"ucap Radit
"Maaf Radit Key menghilang"ucap Zen
"Maksudnya"ucap Radit
"Aku ngak tau Key dimana dia cuman ada kelas pagi tapi dia belum kembali"ucap Zen
"Tuan kami menemukan keberadaan nona Key dia di bawa mobil tuan Jino ke hotel"ucap anak buah nya
"Jino awas kau "geram Radit mereka segera bergegas pergi
Brak
Radit mendobrak pintu kamar nya pertama di lihat nya Key di tempat tidur diselimuti selimut tebal tempat tidur nya sedikit berantakan dan Radit melihat Jino duduk di sofa memegang kepalanya setelah melihat Radit terdiam menatap Key dia tertawa
"Hahaah! kenapa tuan Radit"ucap nya tertawa mengejek
"Tubuh istri mu itu sangat indah bukan aku sangat menikmati nya"ucap Jino
"Kurang ajar kau apa kan istri ku"teriak Radit memukul Jino
"Key bangun Key"ucap Zen menggoyang kan tubuh Key
Cakra memungut pakaian Key dengan hati yg pilu tidak terasa air mata nya menetes mengingat dosa yg berdampak pada anak nya tidak lama Alya datang karna Cakra memberi tau
"Sayang"ucap Alya gemetar memeluk Cakra
"Bantu Key"ucap Cakra
"Kakak"gumam Key memegang kepala nya
"Hai sayang udah bangun"ucap Jino tapi di pukul Radit lagi Key mengingat sesuatu dan melihat tubuh nya yg hanya memakai baju dalam
"T...tidak ini tidak mungkin"teriak Key
"Apa nya yg tidak mungkin sayang"ucap Jino mendorong Radit
"Cerita sama dedy"ucap Cakra setelah selesai Alya memakai kan baju Key
"Mom aku aku tadi dia bilang kak Radit ada di sini tapi tapi dia menipu ku dia membius ku hiks hiks"ucap Key menangis memeluk Alya
"Momy tau apa yg kamu rasa sayang"ucap Alya memeluk Key
"Kak Radit"ucap Key bangun memeluk Radit
"Kak maafin aku hiks hiks aku aku...ucap Key tidak bisa bicara
__ADS_1
"Hey kau bilang mencintai ku dan membenci Radit mari kesini sayang"ucap Jino
"Tidak kak aku hanya mencintai kakak hiks hiks aku mohon bicara jangan hanya diam"ucap Key menggoyang tubuh Radit
"Aku hanya mencintai kakak dulu sekarang mau pun nanti hiks hiks maafkan aku hiks hiks"ucap Key menangis di pelukan Radit
"Kau berani tuan Radit membuat ku malu saat itu sekarang ini pembalasan nya tubuh istri mu dan harga diri mu sebagai suami"ucap Jino
"Terimakasih sayang atas hari ini hahaha"ucap Jino lalu pergi semua terdiam hanya ada tangisan Key
"Mari Key kita pulang"ucap Cakra melepaskan pelukan Key dengan Radit yg hanya terdiam
"Lepas ded aku masih mau bersama kak Radit lepaskan aku"teriak Key seperti orang gila
"Kak Radit percaya sama aku, aku hanya mencintai kakak"teriak Key tapi Radit hanya terdiam
"Radit "ucap Zen menepuk bahu Radit setelah semua pergi
"Fikiran ku buntu kak ngak bisa berfikir"ucap Radit
"Kau harus sabar"ucap Zen mengajak Radit pulang
"Aku harus apa dengan hidup ku"ucap Radit mengajak rambut nya hingga berantakan
"Kebenaran pasti terungkap"ucap Zen
"Aku mencintai Key tapi jika seperti ini aku harus apa ,apa benar Key mencintai Jino"ucap Radit
"Jangan termakan omongan nya kau harus tau Key begitu mencintai mu hanya saja dia memendam nya apa kau tidak dengar apa yg di bilang nya tadi"ucap Zen
"Aku ngak tau kak apa aku harus percaya dengan ucapan Key saat ini atau aku sedih dengan hidup ku apa aku harus senang dengan kebohongan"ucap Radit
"Kau harus percaya Key sangat mencintaimu aku bicara bukan kakak nya Key tapi sebagai teman untuk mu"ucap Zen
"Abang kenapa lama pulang nya"ucap Metha
"Ada apa"ucap Zen
"Key bang dia akan di hukum oleh dedy di ruang kerja dedy"ucap Metha
"Key"ucap Radit
"Kau harus di beri pelajaran Key"ucap dedy nya
"Mas jangan menyiksa Key ini bukan kesalahan nya dia di jebak "ucap Alya menahan Cakra yg sudah mengambil benda yg sering buat memukul anak-anak nya jika bersalah
"Dia sudah bersuami apa pantas tidur dengan laki lain"ucap Cakra emosi hati nya sakit benar sakit
"Mas mungkin saja itu sama seperti kita dulu"ucap Alya mencegah Cakra
"Itu berbeda waktu dulu hanya aku yg tidak memakai baju ini berbeda bahkan dia hanya memakai pakaian dalam nya dan laki-laki nya tidak memakai baju dan duduk di sofa"ucap Cakra
"Maafin aku ded"ucap Key menunduk
"Mas jangan lakukan aku mohon"ucap Alya menangis
"Aku harus berperilaku adil jika anak ku salah maka dia akan ku hukum aku tidak membeda mereka meski aku menyayangi kedua nya"ucap Cakra mengangkat cambuk nya Alya tidak bisa mencegah hanya bisa memalingkan wajahnya
Ceterrrrr
__ADS_1
"Setttss"suara seperti menahan sakit karna cambukan
Ceterrrr
Sekali lagi suara cambukan dan suara sama memilu kan hati Key mendongak menatap itu bukan suara nya dan dia tidak merasakan apa-apa di lihat Key ternyata Radit yg memeluk nya dan terkena cambukan menahan sakit
"Dedy hentikan"ucap Zen menahan Cakra ingin mencambuk Radit lagi
"Maafkan aku"ucap Key mempererat pelukan nya
"Maaf tidak bisa menjaga diri hiks hiks bahkan kakak belum menyentuh ku tapi laki-laki lain yg sudah menyentuh ku hiks hiks"ucap Key menangis
"Aku yg harus mintak maaf tidak bisa menjaga mu dan kehormatan mu dan maafkan aku "ucap Radit
Bugh
Satu pukulan mengenai wajah Radit dan itu cukup keras Cakra mencengkram baju Radit dengan kuat
"Apa maksud nya apa kau mau mempermain anak ku hah"ucap Cakra
"Bukan begitu ded aku punya alasan tidak menyentuh Key"ucap Radit
Bugh
"Ded hentikan aku mohon jangan sakiti kak Radit lagi hiks hiks aku mohon"ucap Key memeluk kaki Cakra
"Jadi benar kau belum menyentuh Key"ucap Cakra ke Radit
"Maaf ded hanya saja aku ngak mau menyentuh Key tanpa seizin Key"ucap Radit
"Urusan kita belum selesai aku harus menuntaskan menghukum Key"ucap Cakra mengambil cambuk nya lagi
"Ded jangan lakukan Key istri ku biar aku yg menghukum nya jika dedy ingin menghukum maka hukum aku jika dedy memang ingin menghukum Key biar aku yg menghukum nya"ucap Radit menyembunyikan Key ke belakang nya
"Baik dan karna kau belum menyentuh Key aku akan mencerai kan kalian dan menikah kan Key dengan orang yg mengambil kesucian nya"ucap Cakra
"Tidak"ucap Radit
"Meski Key seperti apa aku akan tetap menjadi kan nya istri ku aku mencintai nya akan menerima kekurangan dan kelebihan nya"ucap Radit tegas
"Alya Metha ajak Key ke kamar "ucap Cakra tajam Alya ingin membantah tapi melihat kemarahan Cakra mengurung kan niat nya
"Ayo sayang kamu harus istirahat"ucap Alya
"Tapi mom"ucap Key
"Ayo"ucap Alya menarik Key pergi dari ruangan itu
"Apa selanjutnya yg akan kau lakukan Radit kau harus memberi penjelasan meski Key salah aku ingin kebenaran nya meski itu pahit"ucap Cakra
"Bisa aja ded kita membuktikan kebenarannya "ucap Zen
"Apa itu"ucap Cakra
"Radit jadi kan Key istri seutuhnya sentuh dia lakukan kau sendiri akan mengetahui kebenarannya apa benar apa tidak Key di nodai karna kau belum sama sekali menyentuh nya kau tau kan maksud ku"ucap Zen menatap Radit
"Aku akan melakukan nya apa pun kebenaran aku akan tetap meneri Key"ucap Radit
"Aku setuju jika memang keputusan mu"ucap Cakra
__ADS_1
"Awas kau Jino jika berani mempermain ku "ucap Radit mengepal tangannya
"Pergi lah "ucap Cakrs Radit segera pergi tapi tidak dengan Zen dia akan membicarakan tindakan selanjutnya