
Key melihat kepergian Radit dan Zen dan memandang tangannya tanpa sadar dia tersenyum mengingat nya tadi
"Baru memegang tangan udah senang banget"ucap Alya
"Ih momy Key malu nih tapi iya sih karna kami ngak pernah kayak tadi "ucap Key tersenyum
"Kagak ada cinta-cintaan Key masih kecil"ucap Cakra membuat Key cemberut
"Papa Jeky belain kenapa dedy ngak suka lihat kak Radit"ucap Key
"Dedy mu memang kayak gitu Key "ucap Jeky tersenyum
"Eh tunggu gimana hasil pemeriksaan nya apa benar Metha hamil"ucap Alya
"Iya mom positif "ucap Metha tersenyum mengusap perut nya semua orang senang tapi Jeky hanya diam
"Papa ngak suka Metha hamil"ucap Metha melihat Jeky terdiam
"Kamu hamil anak siapa"ucap Jeky
"Kamu jangan ngomong kayak gitu anak kita udah nikah"ucap Sakira dia tau Jeky akan salah paham
"Dia nikah sama Zen beberapa bulan lalu"ucap Sakira lagi
"Apa kau bahagia "ucap Jeky dia merasa khawatir jika Zen akan bersikap seperti Cakra ke Alya dulu
"Iya pa bang Zen baik dia sangat mencintai ku begitu pun dengan ku aku sangat mencintai bang Zen"ucap Metha tersenyum
"Zen tidak seperti ku dulu memperlakukan istri dengan buruk "ucap Cakra
"Maaf tuan aku hanya khawatir dengan Metha"ucap Jeky
"Cih! tuan seperti nya kau tidak pernah menghargai hubungan kita dulu maupun sekarang"ucap Cakra sinis
"Iya tuan saya tak pernah berubah meski di kurung tapi seperti nya tuan yg sudah berubah"ucap Jeky berdiri
"Iya kau benar bahkan aku rasanya ingin menonjok mu sekarang berani kau tidak menceritakan siapa kami ke anak mu"ucap Cakra mencekram kemeja Jeky semua orang jadi panik
"Buat apa aku menceritakan kalian apa lagi tuan yg bodoh egois sombong dan seenaknya memukul orang satu lagi"ucap Jeky
"Pa/ded"ucap Metha dan Key
"pemarah"ucap Jeky dan Cakra bersama lalu mereka tertawa dan berpelukan
"Aku sedih jika tak ada kamu banyak masalah yg aku hadapi apa lagi ngak ada yg bisa menyelesaikan secepat kamu menyelesaikan masalah ku"ucap Cakra menepuk bahu Jeky
"Tapi tuan meski aku sudah kembali masih tidak bisa apa-apa karna aku sudah tidak bisa melihat"ucap Jeky
"Kau sangat keras kepala sama seperti anak mu "ucap Cakra
"Ahh aku kira beneran akan bertengkar"ucap Key lega
"Aku senang jika kak Meyha hamil "ucap Key berlutut di depan perut Metha dan mengusap nya
"Kau senang kan"ucap Metha
"Iya kak aku senang bentar lagi aku akan menjadi aunty "ucap Key memeluk Metha
"Semenjak kedatangan Radit Key banyak berubah bahkan dia ngak takut nunjuki sayang nya dan tersenyum"gumam Alya
Di lain sisi Zen dan Radit berada di kantor polisi menyerah kan kejahatan dan juga mereka meminta keterangan setelah dari kantor polisi Zen pulang bersama Radit karna dia masih ingin bertemu dengan Key ada yg ingin di bicara kan nya
"Kita tinggal menunggu polisi mencari Panji"ucap Radit
"Iya sebentar lagi urusan selesai kau tidak dendam"ucap Zen
"tidak tapi saat aku bertemu dengan nya aku ngak bisa mengendalikan emosi ku karna dia memancing amarah ku saat aku SMA dulu juga seperti itu hingga mama mengajak ku pergi tidak mau terjadi yg tidak kita ingin kan"jawab Radit
"Emm kak"ucap Radit memandang Zen
__ADS_1
"Umur kita ngak jauh beda"ucap Zen tersenyum
"Aku aja kepingin manggil kakak seperti Key"jawab Radit
"Kau mencintai Key"ucap Zen
"Sangat bahkan jika Key tidak bisa bersama ku aku tak kan menikah dan bersama wanita lain"ucap Radit serius
"Jika Key tidak mencintai mu"ucap Zen dia juga tau Key juga sangat mencintai Radit tapi Zen hanya ingin tau
"Aku ngak tau Key mencintai ku atau tidak dulu sebelum dia pergi dia pernah marah karna aku berani masuk ke hati nya dan membuat nya jatuh cinta tapi aku ngak tau sekarang meski semua mengatakan Key mencintai ku tapi aku ngak tau karna Key tidak pernah mengatakan nya yg pasti aku mencintai Key dan ingin bersama nya"ucap Radit serius
"Kita tidak tau isi hati manusia Key adik ku satu-satunya jaga lah dia "ucap Zen
"Emm kak aku mau melamar Key apa boleh"ucap Radit gugup dari tadi dia ingin bicara karna kaget Zen menghentikan mobil nya dan memandang Radit serius
"Apa kau serius"ucap Zen
"Iya kak udah lama aku mencintai Key saat dia SMP meski aku tau perasaan nya dan aku tau dia tidak mencintai nya tapi aku selalu mencintai nya aku ngak mau terjadi sesuatu di antara kami jadi aku ingin aku dan Key menikah"ucap Radit mengeluarkan kotak merah di jas nya
"Aku akan melamar nya hari ini"ucap Radit
"Kau tau kan Key aja masih kuliah "ucap Zen melanjutkan perjalanan nya
"Aku tau kak cuman aku takut Key ninggalin aku "ucap Radit sendu
"Aku ngak peduli Key mencintai aku atau tidak yg pasti aku ingin menikah dengan nya"ucap Radit
"Mari kita bicara kan sama dedy "ucap Zen .Mereka turun memasuki rumah
"Hahah! ternyata kau disini"tawa seseorang di rumah sudah penuh oleh orang berbaju hitam Radit mengepal kan tangan nya melihat orang itu
"Panji lepas kan mereka"ucap Zen tajam
"Kalian mau menangkap ku kan ayah ku sudah di tangkap tapi tidak mudah menangkap ku"ucap Panji
"Ini semua ulah anak ingusan ini berani membuat kekacauan masih untung dulu kau aku lepas kan"ucap Panji tajam ke Radit anak buah nya menangkap Radit berlutut di depan Panji
"Diam pak tua"ucap Panji
"Kau memang biadad"ucap Jeky
"Tarik laporan polisi nya"ucap Panji santai
"Kau bicara pada ku"ucap Radit sinis
"Iya jika tidak kau tau sendiri akibat akan bernasip sama dengan ayah mu"ucap Panji
"Hahahah!coba saja jika bisa"ucap Radit tertawa
"Pak Radit ngak tau siapa dia jadi sebaiknya pak Radit turuti kemauan nya"ucap Metha
"Kau benar sayang"ucap Panji ingin menyentuh wajah Metha tapi karna perkataan Radit menghentikan tangannya
"Mari lawan aku pegecut"ucap Radit tajam melihat Key yg di todongkan senjata di kepala nya
"Apa kau bilang"ucap Panji mengepal kan tangannya
"Pegecut"teriak Radit
"Anak kurang ajar"ucap Panji marah dan memukul Radit bertubi-tubi dan Radit hanya tersenyum kecil ke Key
"Perlu kau ingat brengsek saat aku marah sama seperti singa kau lupa siapa memberi mu tanda di kening dan leher mu"ucap Radit berdiri
"Kau sangat berani rupa nya"ucap Panji
"Kenapa harus takut kepada kecoa menjijikkan seperti mu"ucap Radit sinis
"Oh ya"ucap Panji meremeh kan
__ADS_1
"Kau tidak ingat gimana aku membunuh ayah mu dengan sadis"ucap Panji
"Gue akan menghabisi lho ******* bersiap lah"ucap Radit tajam apa lagi mata nya Key hanya memandang Radit tidak percaya
"Hahaha!silahkan jika mampu"ucap Panji
Bugh
Sekali tonjok Radit membuat hidung Panji berdarah
"Itu lah kekuatan anak ingusan sesungguhnya"ucap Radit
"Kurang ajar"teriak Panji maju tapi Radit memukul nya lagi dua kali membuat bibir nya berdarah dan perut nya terasa nyeri
"Kau harus di beri pelajaran"ucap Panji tapi dia bukan menuju ke Radit tapi ke Key
Plak
"Orang yg kau cinta akan tiada di tangan ku"ucap Panji menjambak Key
"Kurang ajar"teriak Cakra emosi ingin menghajar Panji
"Berani mendekat istri mu akan tiada"ucap Panji memberi kode anak buah nya mendekati Alya
"Lepas *******"teriak Radit
"Seperti nya kau bosan hidup"ucap Key melepaskan tangan Panji dan menendang nya
"Kau cukup kuat seperti kau juga cantik dan"ucap Panji melihat menampilkan Key dan berdiri membelai rambut Key membuat Radit emosi
Bugh
Bugh
Bugh
"Jangan mimpi bisa menyentuh nya walau hanya rambut nya"ucapan Radit menghajar Panji dan menyembunyikan Key di belakang nya
"Kau mau ambil kesempatan dalam kesempitan ya dengan memeluk tubuh ku"canda Radit ke Key
Bugh
"Jangan becanda ini keadaan nya genting"ucap Key kesal memukul pinggang Radit
"Kayak nya udah lama aku ngak dapet pukulan dari mu dan itu membuat ku tambah kuat karna kau menyentuh tubuh ku"canda Radit lagi
"Ih mulai deh lihat jika kau becanda terus kau akan tiada di pukuli habis habisan"ucap Key
"Kau mau menikah dengan ku"bisik Radit ke telinga Key membuat Key membeku dan Radit memukuli semua
"Bunuh dia "perintah Panji ke anak buah nya dan mereka menyerang Radit
"Radit jika kau melawan kau akan melihat Key akan tiada"ucap Panji menodongkan senjata ke Key
"Kita lihat seberapa besar cinta mu pada Key"ucap Panji meremehkan mereka mulai memukul Radit dengan beruntal membuat Radit tidak berdaya dan terjatuh dia hanya memandang wajah Key
"Ternyata kau lemah kalian urus semua nya aku mau bermain dengan dia"ucap Panji menyeret tangan Key
"Lepaskan anak ku"teriak Alya menangis
"Lepas tidak"ucap Key di seret Panji ke lantai atas
"Kau mau ngapain"teriak Key merasa kan Panji meraba tengkuk nya dan memaju kan wajahnya ingin mencium bibir Key
"Kak Radit tolong aku"teriak Key dia takut jika Panji akan melecehkan nya dan yg lain hanya memalingkan wajah
"JANGAN MENYENTUH NYA"teriak Radit berlari mendekati Key di atas tangga Radit menarik Panji dan mengahajar nya habis haibisan Key segera berlari mencari bantuan
"Kurang ajar"ucap Panji menembak Radit
__ADS_1
Dor
Semua berteriak memanggil Radit dan Radit terjatuh ke lantai mendengar suara tembakan dan memanggil nama Radit membuat Key segera turun dan dia kaget dan mendekati Radit