
Metha memperhatikan wajah Zen dan memaju kan wajah nya mencium bibir Zen namun saat Metha ingin mengangkat nya Zen segera menarik tengkuk Metha melu***bibir Metha .Metha terkejut ternyata Zen sudah bangun dan sial kenapa diam mencium Zen.Metha hanya pasra karna itu juga dia yg memulai nya ciuman Zen pindah ke leher Metha memberikan beberapa tanda Metha hanya memejamkan matanya
"Maaf"lirih Zen melepaskan ciumannya
"Iya aku juga minta maaf"ucap Metha
"Terus kenapa kau ikut tertidur di sini?"tanya Zen
"Jika kamu marah jangan pergi kamu ngak tau jika aku ngak bisa tidur jika tidak memperhatikan wajah mu!"ucap Metha malu dan membenam kan wajah nya di bindang dada Zen
"Dan kenapa kau mencium ku?"ucap Zen menggoda
"Aku hanya oh tadi aku terjatuh!"ucap Metha dengan pipi memerah
####
Metha menyisir rambut nya dan dia kaget baru menyadari tanda merah di leher nya dan dia menyentuh nya
"Kenapa ngak sakit ya aku sentuh aku di gigit apa?"gumam Metha cemas dan turun ke bawah menemui Zen
"Bang Zen lihat karna semalam tidur di ruang tamu ada sesuatu mengigit ku"ucap Metha menunjukkan leher nya ke Zen dan yg lain hanya menahan tawa
"Tapi ngak sakit ya ma kira-kira serangga apa ya?"ucap Metha bertanya
"Kau kan calon dokter masak ngak tau!"ucap Sakira cekikikan
"Alsa sebaiknya makan dulu bukan nya pak Radit akan datang pagi ini"ucap Zen mengalih kan pembicaraan karna Metha ada kelas pagi
"Kamu bilang kau ngak mau aku terluka jika aku kenapa - napa gimana?"tanya Metha
"Metha duduk lah itu akan hilang nanti suruh Zen mengosok nya"ucap Cakra mengedipkan matanya
"Iya ded"ucap Metha polos
####
Sebelum Zen berangkat kerja Metha memaksa nya untuk menghilangkan tanda di lehernya dia takut infeksi
"Kamu mau tau ngak kenapa itu ada?"ucap Sen serius
"Iya kenapa!"ucap Metha masih mengosok leher nya Zen menatap Metha dan mendekatkan wajah nya di leher Metha
"Lihat sama kan"ucap Zen cekikikan
"Ih bang Zen"ucap Metha malu pantas semua menahan tawa
"Lagian kamu sendiri yg membuat malu"ucap Zen membantu Metha membersihkan lehernya setelah bersih Zen pamit pergi
###
Karna Alya ,Cakra dan Sakira berkunjung di museum Anggara jadi Metha meminta Key menemani Key juga tidak kuliah karna dia belum siap bertemu dengan Radit dia tidak tau jika dosennya Radit
"Key cepetan bantu kakak"teriak Metha di tangga karna dia tidak memakai tongkat Key hanya memasang wajah kesal dengan membantu Metha berjalan dia tidak tau jika di ruang tamu ada Radit yg memandang nya sendu
"Terimakasih"ucap Metha duduk di sofa saat Key mendongak dia melihat sosok yg di rindu kan nya menatap nya dengan sendu
__ADS_1
Plak
Key menampar Radit dan ingin pergi dan Radit hanya terkekeh melihat Key menampar nya dan memegang pipi nya
"Key kau mau ninggalin kakak sendiri di sini?"ucap Metha melihat Key menjauh
"Suruh yg lain aja kak!"ucap Key dingin
"Yg lain pergi semua Key"ucap Metha dengan memohon
"Iya iya"ucap Key kesal dan ikut duduk
"Kayak nya adik anda sangat galak dua kali saya datang ke sini dua kali saya di tampar"ucap Radit tersenyum
"Maaf kan adik saya pak"ucap Metha tak enak sedangkan Key hanya acuh dan memainkan ponselnya Radit mulai penjelasan dengan fokus di buku nya tangan Key memang memainkan ponsel tapi mata nya menatap Radit dengan kerinduan
" Pak saya ingin bertanya blaaaaa blaaaa ?"Metha bertanya dan Radit menjawab nya
"Maaf kan saya seperti nya saya hanya sedikit waktu karna saya ada meeting! "ucap Radit membereskan bukunya
"Ngak papa pak harus nya saya meminta maaf dan terimakasih"ucap Metha
"Tak apa saya senang jika ilmu saya bisa berguna"ucap Radit tersenyum
"Ehm ehm mari nona"ucap Radit berdehem menghilangkan kegugupan nya biar gimana pun wanita di depan nya orang yg sangat dia cintai
"Silakan"ucap Key dingin
"Jika saya boleh menyarankan nona lebih cantik saat tersenyum"ucap Radit tersenyum ke Key sebelum tangan Key mengenai pipi Radit dia sudah memegang tangan Key
"Rasanya aku ingin sekali mencakar wajah nya"ucap Key kesal tapi sebenarnya Key senang bertemu lagi sama Radit
"Huh! aku bisa gila memikirkan nya "ucap Key berbaring menyentuh dada nya karna berdegup dengan kencang
"Apa rasa mu masih sama seperti rasa ku?"gumam Key
###
"Apa kak Zen sesibuk itu ngak bisa nemani kak Metha ke rumah sakit"ucap Key kesal dia di suruh Zen mengantar Metha ke rumah sakit karna seminggu sudah berlalu Key juga sudah 3 hari tidak masuk kuliah karna menghindari Radit dan mereka sudah satu minggu tidak bertemu semenjak pertemuan terakhir mereka
"Kau ini ngak henti ngomelin suami kakak"ucap Metha masuk ke ruang Sindi dan Key males jadi dia menunggu di luar ruangan dari jauh Key melihat seseorang yg di kenal nya di gandeng dengan seorang ibu hamil dan dia mengusap perut wanita hamil itu
"Radit"gumam Key tanpa dia sadari air mata nya menetes
Ternyata dia sudah menikah dan istrinya lagi hamil ya Allah kenapa sakit banget hati ku. atin Key merasakan sakit hati nya dan menutup wajahnya dengan kedua tangan menahan sakit hati nya melihat pria yg di cintai selama ini susah menikah
"Key"ucap Metha menyentuh bahu Key yg bergetar
"Kak"lirih Key segera memeluk Metha dengan erat
"Kau kenapa?"ucap Metha mengusap punggung Key yg menangis sesegukan
"Aku ....aku hiks hiks sakit kak hiks hiks!"ucap Key menangis
"Udah jangan nangis coba cerita sama kakak"ucap Metha menghapus air mata Key
__ADS_1
"Key mau pulang aja"ucap Key menghapus air mata nya lalu berjalan menenral kan hati yg lagi menjerit
"Gimana kaki kakak?"ucap Key masuk ke dalam mobil
"Semua nya baik kaki kakak ngak kenapa-napa udah sembuh!"ucap Metha tersenyum lembut ke Key
"Syukur deh"ucap Key
###
🌙🌙🌙
"Key aneh deh tadi bang"ucap Metha menceritakan Key saat di rumah sakit
"Itu lah Key dia bisa menahan sakit hati nya tapi apa penyebab nya"ucap Zen berfikir
"Aku ngak tau"ucap Metha menatap Zen
"Aku mencintai mu"bisik Zen mengeser tubuh nya agar bisa memeluk Metha dan Metha memeluk Zen biar nyaman
"Besok siang ke kantor ya"ucap Zen mengelus kepala Metha
"Ngak ahh jika tiba-tiba aku masuk kau bersama selingkuhan mu gimana"ucap Metha
"Mana ada cinta ku hanya untuk mu seorang"ucap Zen
"Iya aku percaya aku yakin kau tidak akan mengkhianati ku"ucap Metha
"Tapi besok aku ada jam kuliah"ucap Metha
"Baik lah aku akan ke kampus mu saat makan siang"ucap Zen mencium puncak kepala Metha
####
🌞🌞🌞
Key berjalan dengan gontai raut wajahnya lagi tak enak di pandang karna kejadian kemarin bahkan Bianca ngoceh pun tidak di dengar kan Key
Kanapa rasa ini ngak mau hilang bahkan tambah mendalam.Batin Key tiba- tiba berhenti dan memundur badan nya melihat arah pengumuman
Key mengepal kan tangannya dengan keras gimana tidak dia melihat foto Metha di jual harga 2 milyar dan foto Zen tapi tidak terlihat dengan jelas karna Zen tertutup oleh seseorang banyak sekali foto Metha saat di jual dan banyak kata-kata hinaan
"Ternyata anak ini tidak tau siapa aku?"gumam Key dengan senyum devil nya di perjalanan banyak Key mendengar hinanan terhadap Metha .Key hanya mesuk ke kelas nya dengan tenang meski emosi nya sudah di ubun-ubun dia ingin menyelesaikan kelas nya setelah selesai Key melihat dari jauh Metha dengan di lihat orang -orang dengan tatap jijik dengan santai Key mendekati Metha
"Kakak ada kelas?"tanya Key santai
"Iya tapi hanya sebentar setelah itu pulang kakak kamu ngajak makan siang bersama!"ucap Metha
"Oh ya Key kenapa mereka menatap kakak kayak gitu?"tanya Metha
"Kakak mending ke kelas nanti keburu dosen nya datang!"ucap Key .
"Ya udah kakak duluan"ucap Metha tersenyum lalu pergi sepanjang jalan Metha mendengar hinaan mereka tapi dia harus berusaha sabar setelah jam kuliah nya selesai Metha tidak sengaja melihat pengumuman nya dan membacanya tidak terasa air mata nya menetes
"Kenapa lho kuliah di sini membuat gue jijik melihat nya"ucap seseorang dan lain sebagai nya hinaan Metha segera berlari
__ADS_1