Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 59


__ADS_3

Makan siang Zen menyempatkan diri mengantar Metha dan Sakira ke rumah sakit untuk pemeriksaan


"Gimana dok ?"tanya Zen.Sedang kan wanita itu menatap Zen dan Metha bergantian


"Hei kenapa kau hanya menatap ku jelaskan apa dia akan sembuh?"ucap Zen


"Sory tuan Dirgantara saya bingung siapa dia?"ucap nya memicing kan mata nya


"Jika saya bilang calon istri saya gimana?"ucap Zen santai membuat Metha melotot


"Hahah! apa kau sudah tidak waras jika benar banyak hati yg akan kau patahkan!"tawa nya mengejek


"Dan termasuk aku"ucapnya Serius


"Sin jangan lah seperti itu kita lagi membicarakan kesehatan mama Sakira jangan membahas yg lain"ucap Zen


"Tenang Zen santai aku tidak seperti teman ku Sandra yg cinta nya di tolak masih mengejar mu aku udah ngak cinta lagi kok sama kamu"ucap nya tersenyum


"Dan kau beruntung memiliki laki-laki seperti Zen pasti banyak orang yg iri dan cemburu dengan mu"ucap nya tersenyum


"mengenai pasien kenapa kalian telat membawa nya ke rumah sakit? "ucap nya serius


"Kami ngak punya biaya dok! "jawab Metha


"Apakah beliau pernah mengalami kecelakaan?"tanya nya


"Iya dok 5 tahun lalu mama saya mengalami kecelakaan bersama papa saya dan papa saya meninggal dan mama saya seperti itu karna saya tidak punya saudara untuk membiayai mama saya jadi saya mengumpulkan uang dulu untuk membawa nya ke rumah sakit!"jelas Metha


"Oke pasien bisa saja sembuh seperti semula tapi butuh proses dan juga karna kejadian cukup lama mungkin penyembuhan nya akan lama juga"jelas nya


"Lakukan yang terbaik dok "ucap Zen serius


"Baik lah asal kau mau menikah dengan ku"ucap nya serius


"Sindi"ucap Zen kesal


"Iya Zen ku sayang"jawab nya cekikikan


"Ngak lucu"ucap Zen kesal


"Hahaha! Zen Zen kau makin seksi jika marah dan kesal"ucap nya tertawa


"Ya allah kenapa engkau mengirim kan hamba teman kayak dia"ucap Zen mengusap dada nya biar sabar


"Zen kau itu sempurna tampan baik cerdas ramah mungkin dulu 1 kampus menyukai mu karna kau is the best"ucap nya memberikan jempol nya


"Hah! sudah lah"ucap Zen menghembuskan nafas nya dengan kasar


"Gue denger Sandra udah balik ya"ucap nya


"Iya kemarin dia ke kantor "jawab Zen


"Kau tau calon suami mu ini unik gimana tidak cewek yg nyatakan perasaan nya malah dia tolak di mana mana cowok yg menyatakan perasaan dan di tolak"ucap nya ke Metha


"Sin aku harus balik ke kantor banyak kerjaan soal nya sory ya ngak bisa ngobrol lama dan juga momy bilang untuk penyembuhan mama Sakira bekerja sama lah dengan dokter Kinaya"jelas Zen berdiri


"Kau tenang saja Zen aku akan melakukan yg terbaik"jawab Sindi tersenyum

__ADS_1


"Senang bertemu dengan mu nona"ucap sindi memberikan tangannya ke Metha


"Iya terimakasih dok"jawab Metha menjabat tangan Sindi lalu mereka pergi


####


"Ma sebenarnya siapa keluarga Dirgantara ini kenapa mereka memperlakukan Metha dengan baik tidak seperti tante dan om mereka memperlakukan Metha kayak budak dan keluarga Dirgantara beda apa lagi Nyonya dia baik banget"ucap Metha menyuapi mama nya


"Saat di rumah sakit kayak nya dokternya dekat dengan tuan Zen bukti dia ngomong hal pribadi Metha juga ingin ketawa melihat wajah tuan Zen saat kesal tadi tapi jika Metha ketawa takut nya tuan Zen marah"ucap Metha cekikikan mengingat wajah Zen


Zen pulang sudah larut malam karna kerjaan di kantor nya apa lagi dia belum istirahat saat di Bandung .Kecapekan membuat Zen tertidur di sofa karna tak kuat Metha yg turun mau mengambil air terkejut melihat Zen tidur di sofa


"Ku akui tuan Zen memang tampan apa lagi saat tertawa "batin Metha lalu pergi mengambil air


"Nih anak bukan nya tidur di kamar malah tidur di sini"gumam Alya melihat Zen tertidur


"Zen bangun pindah sana ngapain kamu di sini"ucap Alya


"Zen kau sakit badan mu panas"ucap Alya panik


"Mom"ucap Zen pelan


"Kau sakit?"ucap Alya


"Ngak mom Zen hanya kecapekan!"ucap Zen pelan


"Maaf kan momy memaksa mu tadi seharusnya momy tidak memaksa mu"ucap Alya memopong Zen


"Ngak kok mom Zen kan sayang mama dan momy"ucap Zen pelan


"Sekarang istirahat la"ucap Alya mengusap rambut Zen


####


"Sayang Zen mana ngak ikut sarapan?"ucap Cakra


"Kayak nya demam deh!"ucap Alya menyiapkan sarapan dan obat buat Zen


"Metha kau tolong kasih sarapan Zen dan obat nya biar momy yg nyuapin mama kamu"ucap Alya memberikan napan ke Metha


"Key bantu la Metha"ucap Alya melihat keraguan Metha dan kecanggungan


"Iya nyonya"ucap Metha ragu tapi dia sadar diri jika dia itu seorang budak di sana


"Lihat la Sa anak kamu itu udah di bilang jangan panggil nyonya masih ngotot "ucap Alya menyiapkan sarapan untuk Cakra setelah itu baru untuk Sakira


"Oh sayang tangan ku sakit ngak bisa gerak tolong suapin dong sama kayak Sakira"ucap Cakra


"Ih kamu ini masih aja cemburu saat aku bersama Sakira "ucap Alya mulai menyuapi Sakira


"Sayang ku wajar dong aku kan cinta banget sama kamu"ucap Cakra mengecup bibir Alya


"Ih mas"ucap Alya malu


"Eh liat sayang pipi nya Sakira memerah hahahha"tawa Cakra melihat Sakira malu


"Lagian kamu ini ya main cium aja"ucap Alya tersenyum bahagia

__ADS_1


####


"Kak sarapan dulu"ucap Key membangun kan Zen


"Iya"jawab Zen bersender


"Sekarang sarapan minum obat jangan membantah liat kau membuat ku repot"ucap Key berdiri


"Ya elah ngak iklas banget dasar muka pintu kulkas"ucap Zen


"Diam la cerewet "ucap Key memberikan sarapan Zen


"M...mau aku bantu tuan"ucap Metha menunduk


"Kak aku permisi dulu mau sarapan nanti telat ke kampus nya"ucap Key lalu keluar


Ya allah ternyata Metha cantik banget di lihat dari dekat meski ngak dandan aahh aku makin cinta jadi nya .Batin Zen


Tapi kayak nya sulit mendapatkan nya dia sedikit pendiam"batin Zen


"Emm kamu mau kuliah?"ucap Zen menghentikan suapan Metha


"Ngak tuan saya harus mengurus mama saya lagian kan saya kerja di sini ngak mungkin saya kuliah"jawab Metha melanjutkan suapan nya


"Aku bisa sendiri mending kamu sarapan saja "ucap Zen mengambil mangkuk nya sedang kan Metha keluar


####


"Metha kau di sini bukan pembantu mari duduk di sini"ucap Cakra melihat Metha ingin mengepel lantai


"Iya tuan"ucap Metha


"Sayang udah belum?"teriak Cakra


"Iya!"jawab Alya mendorong kursi roda Sakira


"Duduk la dulu Metha" ucap Cakra


"Jadi gini apa kau mau menikah dengan Zen"ucap Cakra langsung membuat Metha membeku di tempat dengan memandang mama nya


"Gimana?"ucap Alya penuh harap


"Hah! bukan kah tuan Zen sudah membeli saya dan mama saya jadi kalian mau apa pun dari saya akan saya terima asal mama saya sembuh dan dapat pengobatan!"ucap Metha menunduk


"Tapi tuan bukan kah tuan Zen mempunyai calon istri apa saya akan menjadi yg kedua?"ucap Metha


"Untung Jeky udah tiada jika tidak sudah ku jitak kepalanya gimana bisa dia mempunyai anak seperti ini!"ucap Cakra mengaruk kepala yg tak gatal


"ehm ehm nona Sakira wijaya apakah kau menerima lamaran kami?"ucap Alya berjongkok ke Sakira


"E..em t..tuan apa kalian mengenal papa dan mama saya kenapa kalian seperti nya sangat mengenal mereka?"tanya Metha


"Bersyukur kau sakit jika tidak sudah ku pukul dia gimana tidak aku yg cantik ini tidak di kenal kan nya dengan anak nya dia memang kejam!"ucap Alya berdiri dan duduk di dekat Cakra


"Emm ma Metha akan menikah dengan tuan Zen mama setuju kan?"ucap Metha berlutut kemama nya


"Kok mama nangis sih maaf kan Metha?"ucap Metha memeluk mama nya dengan sayang

__ADS_1


"Ini perlu ma Metha lakukan karna mereka akan mengobati mama dan dan juga kita kan di sini budak!"bisik Metha


"Kau tak usah kwahatir pernikahan kalian sebulan lagi di laksanakan kalian tinggal menerima nya"ucap Alya senang tersenyum


__ADS_2