Cinta Selamanya

Cinta Selamanya
bab 39


__ADS_3

Sesuai hari ini Zen dan Sakira pergi ke suatu tempat tapi dari tadi Zen menganti baju nya karna tidak cocok


"Kamu kenapa Zen itu udah pas?"ucap Alya mengambil berkas nya


"Jelek momy Zen mau ketemu orang penting harus keren dong!"ucap Zen menganti baju nya lagi


"Hah! Zen meski orang yg kita temuin itu penting atau tidak kita harus berpenampilan apa ada nya yg terpenting hati kita bukan penampilan kita!"ucap Alya


"Sekarang pakai yg ini orang itu akan terkesan dengan penampilan kamu"ucap Alya memberi kan kemeja setengah lengan dan jas Zen


"Wah kau tampan kayak dedy mu"ucap Alya merapikan penampilan Zen


"Zen kan anak nya"ucap Zen


"Ya udah momy ke kantor dulu ingat jangan menyusahkan aunty ya"ucap Alya mengecup pipi Zen lalu pergi


####


"Benar aunty dedy di sini?"ucap Zen ke Sakira iya Zen meminta bertemu dengan dedy nya di kantor C&A


"Iya kamu siap!"ucap Sakira


"Zen deg degan aunty"ucap Zen mengambil nafas nya lalu menghembuskan nya perlahan lalu turun


"Wajah mu memang sama dengan dedy mu tapi sifat mu sama dengan momy mu tuhan memang adil"gumam Sakira ikut keluar lalu menuju ruangan Cakra dan Jeky mereka satu ruangan itu kenapa Sakira bisa berani ketemu dengan Cakra


"Kejutan"ucap Sakira masuk yg di ruangan itu


"Sayang kamu kok ngak bilang"ucap Jeky .Cakra hanya melirik sekilas dan fokus lagi.Zen memperhatikan ruangan itu ada satu foto besar Cakra bersama Alya yg Cakra mencium pipi Alya dan Alya tersenyum bahagia


"Cantik "ucap Zen memperhatikan foto nya


"Hei paman ngak boleh bermesraan dengan orang bukan milik kita"ucap Zen menarik Sakira


"Anak siapa ini?"ucap Jeky kesal Zen ingin bicara tapi Sakira memberi kode untuk diam


"Tentu saja anak momy dan dedy!" jawab Zen


"Cih! aku akan menikah dengan nya jadi wajar aja jika aku memeluk nya"ucap Jeky sinis


"Hallo tuan hargai la anak kecil di sini"sindir Zen melipat tangannya di dada


"Sudah lah mari kita duduk saja"ajak Sakira mengobrol dengan Jeky .Zen membenarkan rambut nya lalu duduk di depan Cakra


"Hai "sapa Zen .Cakra melirik sekilas sebenarnya ada rasa aneh di hati Cakra apa lagi menatap mata anak itu seakan mata Alya


"Kayak nya kau tak mengurus diri mu dengan baik"ucap Zen santai


"Apa urusan mu dengan ku?"ucap Cakra

__ADS_1


"Teman"ucap Zen mengulurkan tangan nya ke Cakra dan tersenyum


"Ok teman"ucap Cakra menjabat tangan Zen


"Kau ok juga"ucap Cakra menutup laptop nya


"Tentu saja penampilan ku hari ini momy yg pilihkan"ucap Zen bangga


"Kau cukup tampan"ucap Cakra


"Tentu saja aku setampan dedy ku dan momy ku secantik wanita itu"ucap Zen menunjuk foto Alya


"Ho ho tidak bisa dia istri saya tidak ada yg menandingi nya"ucap Cakra tidak terima


"Kau mencintai nya?"tanya Zen


"Tidak penting"jawab Cakra kembali bekerja


"Aku lihat dari mata mu kau mencintai nya dan....merindukan nya"ucap Zen berdiri


"Sampai ketemu nanti teman"ucap Zen memberi hormat lalu menghampiri Sakira


"Kau minggir aku mau ajak aunty Sakira pulang"ucap Zen menarik Sakira lalu pergi


"Anak sialan berani nya dia mengambil calon istri ku"ucap Jeky kesal


"Kau bahagia bertemu dedy?"ucap Sakira menuju parkiran


"Kau ini "ucap Sakira terkekeh


#####


Alya berdiri di cermin memperhatikan diri nya yg memakai gaun meskipun wajahnya terlihat pucat tapi tidak menghilangkan kecantikan nya


"Sayang kau siap?"ucap mami nya karna mereka akan datang di resepsi pernikahan Jeky dan Sakira


"Kau sendiri tau bahwa Sakira menikah dengan Jeky itu berarti dia juga datang apa kau siap bertemu nya"ucap mami menyentuh pundak Alya.Alya mengangut dan mengeleng


"Kenapa?"ucap mami nya lembut


"T....takut pada nya k. ...kemarin aku tak sengaja bertemu nya di restoran dia menakutkan! "ucap Alya menunduk


"Oh ya tapi tenang lah ada mami dan papi apa lagi ada keluarga mu "ucap mami di angguti oleh Alya


"Berangkat yuk Zen udah ngak sabar dia udah berangkat bersama bunda dan ayah kamu"ucap mami mereka memang sengaja datang terlambat supaya tidak terlalu lama di acaranya


###


"Lihat la bos mu seperti penjahat saja dengan penampilan nya seperti itu"bisik Sakira ke Jeky

__ADS_1


"Diam la jika kau menyinggung nya aku tak tau apa yg terjadi"ucap Jeky


"Selamat aunty"ucap Zen tersenyum


"Selamat ya Sakira semoga sampai ke kakek nenek "ucap bunda memeluk Sakira di ikuti keluarga Anggara yg lain


"Hari ini kita buktikan jika memang benar Alya tiada dia tak kan dantang tapi aku yakin dia akan datang karna dia masih hidup dan berada di suatu tempat apa lagi ini nikahan sahabat nya tidak mungkin dia tidak datang"ucap Cakra sinis


"Meski dia datang kau akan terkejut"jawab Refan kesal lalu keluarga Anggara pergi untuk menikmati pesta nya


"Kau kan sudah memberi selamat pergi la"ucap Sakira karna Cakra duduk di sebelah Jeky


"Sudah ku bilang aku akan menemukan nya hari ini dan menunggu di sini jadi kau diam la sebelum kau menyesal"ucap Cakra tajam


Seseorang memasuki gedung membuat pusat perhatian dengan pengawalan dia memperhatikan arah pengantin nya seketika membeku menghentikan langkah nya dan mempererat pegangannya dengan orang tua nya siapa lagi jika bukan Alya


"Pantas saja Alya takut liat la pi"ucap mami melirik arah panggung


"Tenang ya tak apa anggap kalian tak pernah kenal kita hanya memberi kado dan selamat pada Sakira"ucap papi mengengam tangan Alya yg berkeringat Alya hanya mengangut mereka berjalan dengan santai menuju arah panggung Alya semakin mempererat mengengam tangan mami


"Mami papi jadi selama ini mereka yg menyembunyikan Alya"ucap Cakra Dan memperhatikan mereka


"Selamat ya buat kalian berdua "ucap papi dan mami .Cakra hanya memperhatikan orang yg sangat dia rindukan


"Ya om tan terimakasih sudah datang"ucap Sakira


"Ngak mau peluk aku"ucap Sakira menatap Alya.Alya membalas tatapan Sakira dan memeluk nya dengan erat


"S..s..selamat atas pernikahan kalian berdua semoga selalu bahagia"ucap Alya mengulurkan tangannya ke Jeky yg hanya bengong Sakira menyikut Jeky untuk membalas nya


"E..eh iya terimakasih"ucap Jeky belum sempat Jeky menjabat tangan Alya sudah Cakra menjabatnya dan memeluknya


"Sayang aku sangat merindukan mu kenapa kau meninggalkan ku"ucap Cakra memeluk Alya dengan erat ,Alya hanya diam dan membeku


"Ehm ehm tolong jaga sikap ada tuan"ucap papi dengan tajam


"Pi dia istri ku"ucap Cakra melepas pelukan nya segera Alya sembunyi ke punggung papi untuk berlindung dengan menghapus air mata nya dengan kasar


"Ada apa dengan nona Alya kenapa dia ketakutan?"bisik Jeky


"Kau tak liat bos mu seperti penjahat itu!"ucap Sakira ikut meneteskan air mata


"Tak apa ada mami dan papi"ucap mami menenangkan Alya .Cakra ingin meraih tangan Alya namun ditepis mami nya


"Urus dia jangan biarkan menyentuh putri ku"ucap papi ke pengawal nya lalu pergi Cakra yg ingin memeluk Alya di tahan pengawal


"Lepas tidak"ucap Cakra


"Maaf tuan jangan membuat keributan"ucap pengawal

__ADS_1


"Sial ada apa ini kenapa Alya seperti itu"umpat Cakra


"Kau tak tau yg di alami Alya saat kau bercinta dengan sekretaris mu Alya melihat nya dengan mata kepala nya bahkan dia sempat kritis kau menyakiti nya terlalu dalam"jawab Sakira menghapus air mata nya


__ADS_2