
Zen duduk di ruang tamu karna ada teman nya ingin bertemu dengan nya
"Apa kabar? "ucap Zen ke temannya
"Baik bro!"ucap nya
"Gue ke sini buat ngundang lho buat dateng pesta kedatangan gue!"ucap nya
"Oke kapan acaranya?"ucap Zen
"Besok lusa lah!"ucap nya
"Zen"lirih seseorang
"Kalian di sini juga?"ucap Zen keteman nya yg lain datang dari belakang bersama Metha yg hanya menunduk dan mata memerah
"Apa benar kau akan menikah dengan nya?"ucap nya menunjuk Metha
"Iya kenapa!"tanya Zen santai
"Dia aja.....ucap Sandra terpotong
"Ini tidak benar San aku ngak suka dengan ucapan kau"ucap Sindi dengan nada tak suka dia tau apa yg akan dia ucapkan nya
"Kenapa sih?"ucap Zen bingung
"Kau tau kan Zen aku sungguh mencintai mu!"ucap nya
"Maaf San hati ku tak bisa berpaling"jawab Zen serius
"Zen kau membuat ku luka"ucap Keren
"Kau tega Zen bahkan aku lebih baik dari nya lihat la penampilan nya yg kampungan"ucap Sandra kesal
"Sandra"ucap Zen dan Sindi
"Gue ngak nyangka lho berkata seperti itu San"ucap Sindi sinis
"Kenapa lho ngak suka gue benar kan dan bukan kah lho juga suka sama Zen"ucap nya
"Gue memang menyukai Zen tapi gue sadar cinta Zen hanya untuk takdir nya dan sekarang gue menyukai nya sebagai sahabat ngak kayak lho San"jawab Sindi
"Dan soal pantas jika lho kayak gini itu udah nunjukin bahwa dia lebih baik dari lho bukan dari harta maupun fisik tapi dari hati"ucap Sindi lagi
"Sindi"ucap Keren
"Kenapa lho ngak suka dengan ucapan gue Ren "ucap Sindi sinis
"Kok jadi ribut sih "ucap Zen
"Aku harap kau bisa nerima nya San ada yg lebih mencintai kau tapi bukan aku"jawan Zen dingin
"San tunggu"ucap Keren melihat Sandra pergi
"Saya permisi"ucap Metha lalu pergi
"Sakit banget ya "ucap Sindi menyentuh dada nya
__ADS_1
"Kenapa sih?"ucap Zen
"GUE CEMBURU ZEN SAMA SANDRA KARNA GUE UDAH CINTA BANGET SAMA KEREN!"ucap Sindi penuh penekanan
"Serius maaf ya bukan nya kau dulu menyukai ku?"ucap Zen
"Iya Awal nya gitu tapi gue sadar cinta lho besar ke takdir lho dan gue menyukai semenjak bertemu dengan Keren!"ucap Sindi dengan mata memerah
"Kok jadi gini sih persahabatan kita kacau gini aku mencintai takdir ku Sandra mencintai ku Keren mencintai Sandra dan kau mencintai Keren"ucap Zen
"Tau aa kesel gue satu yg pasti cara Sandra mencintai lho gue ngak suka"ucap Sindi
"Apa karna aku ya dia kayak gitu?"ucap Zen
"Lihat aja dia akan menyesal menghina Metha kayak tadi!"ucap Sindi geram
"Mau tau ngak orang yg selama ini aku cinta itu siapa?"ucap Zen tersenyum
"Alsa kan dan kenapa lho mau nikah sama dia apa lho di jodohi oleh orang tua lho!"ucap Sindi
"Engak lah semenjak pertama kali aku melihat nya saat lahir dulu aku udah jatuh cinta pada nya dia Metha Alsa Wijaya yg akan menikah dengan ku"ucap Zen tersenyum
"Serius lho Metha itu"ucap Sindi kaget
"Iya tapi kayak nya sulit deh dapatin dia orang nya pendiam tapi tak apa aku tidak menyerah mendapatkan hati nya"ucap Zen serius
"Maaf ya Zen bukan nya gue menghina Metha lho bilang dulu orang tua nya sahabat momy lho tapi kenapa penampilan nya kayak gitu?"ucap Sindi hati hati
"Itu yg aku binggung aku ngak tau apa yg terjadi!"ucap Zen dari beberapa teman nya Zen lebih suka ngobrol sama Sindi tidak munafik dan apa ada nya dan juga dia anak dari dokter Kinaya
"Mari aku tunjuk kan sesuatu"ucap Zen berdiri di ikuti Sindi
"Ngak papa tuan saya bisa ngerti dan benar apa yg di bilang nya tadi"ucap Metha menghapus air mata nya dan menunduk Sindi menatap Zen minta penjelasan tapi hanya ankatan bahu yg dia dapat
"Udah biasa aja oh ya kenalin gue teman nya Zen Sindi ingat ya hanya teman gue ngak mau membuat Zen besar kepala karna banyak orang menyukainya"ucap Sindi merangkul bahu Metha
"Sok akrap "ejek Zen
"Sin kau kan bekerja di rumah sakit Z kenal tidak dengan dokter 20 tahun yg lalu?"ucap Zen berlutut di depan Sakira
"Engak sih ibu ku ngak pernah cerita soal dokter yg lalu!"jawab Sindi
"Kau kenal dokter Sakira?"tanya Zen berdiri di depan Sindi
"Kenal sih ngak tapi kayak nya ibu ku pernah menceritakan soal dokter Sakira dia bilang dokter itu cukup berguna karna ibu ku dan dia kerja sama dan juga rumah sakit Z berhutang budi dengan nya karna kehebatan nya dalam menangani pasien!"jawab Sindi
"Metha kau bisa ambilkan sisir"ucap Zen
"Mau apa sih Zen? "tanya Sindi
"Kau minggir dulu"ucap Zen dan berlutut ke Sakira lalu meyisir rambut Sakira meletakkan nya ke belakang menyelipkan rambut Sakira ke telinga nya
"Dengar aku Metha kau jangan merasa terhina terlahir menjadi seperti ini karna apa kau terlahir dari rahim orang yg hebat seperti mama mu mungkin orang menganggap mu hina tapi tidak menurut kami karna kau di lahirkan oleh rahim seorang dokter Sakira Wiyaja"ucap Zen membuat Metha menatap mata nya mencari kebenaran
"B...benarkah tuan tapi mama dan papa saya tak pernah cerita jika mama saya seorang dokter"ucap Metha dengan mata memerah
"Sebentar"ucap Zen dan memberikan ponsel nya
__ADS_1
"Ini dokter Kinaya ibu nya Sindi dan ini dokter Sakira mama kamu yg lagi bertugas 20 tahun yg lalu"ucap Zen
"Mama"ucap Metha memeluk mama nya dan menangis
"Zen kau tak lagi bercanda kan?"ucap Sindi
"Buat apa Sin itu kenapa momy meminta dokter Kinaya ikut menangani mama Sakira!"ucap Zen
"Mama hiks hiks kenapa mama ngak pernah cerita dulu sama Metha kenapa ma hiks hiks"ucap Metha menangis sedangkan Sakira hanya menangis tak bisa apa apa
"Ibu pasti senang bertemu dengan dokter Sakira"ucap Sindi
"Baik sekarang kita sahabat bukan dari Zen tapi sahabat karna ibu kita dulu pernah berteman"ucap Sindi menghapus air mata Metha
"Terimakasih kak"ucap Metha
"Zen apa aku pantes di sebut kakak?"ucap Sindi
"Tidak tapi kau pantas di pangil tante oleh Metha!"jawab Zen santai
"Enak saja aku baru 25 dan dia "ucap Sindi menatap Metha
"20 "jawab Zen dan Metha bersama dan saling tatap
"Kompak banget"ucap Sindi
"Oh ya Zen gue lupa masih ada kerjaan nanti gue balik lagi"ucap Sindi
"Sin apa kau datang saat penyambutan Keren?"tanya Zen
"Tentu saja seperti yg kau bilang cinta itu perlu perjuangan aku tak kan menyerah mendapatkan cinta Keren!"jawab Sindi bangga
"Awas nanti mewok "ejek Zen
"Dan kau"tanya Sindi
"Gini aku kan akan datang dan aku....aku...aku"ucap Zen mengaruk tengkuk nya
"Apa Zen?"ucap Sindi
"Aku...ucap Zen lalu berlutut ke Sakira
"B..b..boleh kan ma Zen ngajak Metha ke acara teman Zen?"ucap Zen gugup
"Hahaha! jadi kau takut meminta nya Zen? "tawa Sindi pecah karna Zen bisa gugup dan takut cuman ingin mengajak Metha pergi
"K..k..k..kau mau kan Metha?"ucap Zen lagi dengan berdebar sedangkan Sindi menahan tawa nya
"Iya tuan!"ucap Metha menunduk
"Gue ngerti lho mau ngajak Metha dan memerlukan bantuan gue buat dandani Metha iya kan"tebak Sindi
"Tak apa tuan saya bisa sendiri"jawab Metha cepat
"Tenang saja nanti sebelum aku berangkat aku akan membeli gaun untuk mu "ucap Sindi tersenyum
"Oh ya Sin aku ngak suka gaun nya seksi dan terbuka "ucap Zen
__ADS_1
"Oke jika begitu gue pergi dulu untuk mempersiapkan balas dendam Sandra karna sudah menghina sahabatku"ucap Sindi lalu pergi