Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Kejanggalan Nofan


__ADS_3

"Maaf ya kalau kondisi ibu aku mengganggu kalian" ucap Anna mengerti jika Nofan dan Alica pasti terganggu dengan kondisi ibu Anna yang begitu memprihatinkan.


"Enggak kok, tapi sebelumnya kenapa ibu kamu bisa kayak gini, apa yang udah terjadi sama dia?" Tanya Nofan.


Penyakit yang di derita oleh Lasmi, ibu Anna begitu aneh dan mengerikan.


"Sebelum ibu aku sakit dan gak bisa gerak kayak gini, dia makan makanan yang membuat alerginya kambuh, tapi parahnya alergi itu gak sembuh-sembuh sampai berhari-hari dan membuat kondisi ibu jadi kayak gini" jelas Anna tak bisa membayangkan bertapa perih dan sakitnya luka-luka yang memenuhi tubuh ibunya.


"Kamu udah bawa ibu mu ke dokter?" Penasaran Nofan.


"Udah, tapi semua obat yang dokter berikan gak mempan, malahan gak ada perubahan sama sekali, mangkanya aku bingung harus bawa ibu kemana lagi" sahut Anna.


Setelah melihat langsung kondisi ibu Anna, rasa iba semakin menjadi-jadi di hati Nofan.


"Anna, ibu kamu itu gak alergi, dia kayak gini karena ada banyak makhluk halus yang melukai tubuh ibu kamu dengan kuku panjangnya" tutur Alica.


Mereka terkejut, kondisi ibu Anna yang memburuk dan memprihatinkan ini ternyata ada sangkut pautnya dengan makhluk-makhluk tak kasat mata.


"Yang benar aja, masa ibu aku kayak gini gara-gara makhluk halus" tak percaya Anna.


Alica mengangguk."Iya Anna, ibu kamu kayak gini gara-gara makhluk halus yang ku rasa kiriman dukun kejam itu, dia merintahin anak buahnya yakni makhluk halus untuk buat keluarga kamu menderita, di mulai dari ibu kamu, kalau dukun itu tidak di hentikan pasti yang lain juga akan kena"


Anna terguncang, sebelumnya ia hanya sedikit curiga jika ibunya seperti ini gara-gara dukun itu, tapi kini ia percaya bahwa memang dukun itu yang menjadi tersangkanya.


"Kenapa dia tega banget bikin ibu aku jadi kayak gini" Anna tak dapat membendung air mata lagi, tangisannya pecah, sebagai anak dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu dan menolong ibunya yang kesakitan.


"Anna kamu yang sabar, kamu jangan nangis, ibu kamu pasti akan sembuh. Aku akan berusaha buat singkirin semua makhluk halus yang bersarang di rumah mu" Alica menenangkan Anna yang pasti tak terima ibunya di buat seperti ini.


Anna mengangguk, ia menyeka air matanya yang berjatuhan.


"Anna kamu minggir dulu" titah Alica.


Anna menurutinya, Alica duduk di samping ibu Anna. Alica membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk membuat makhluk-makhluk halus itu pergi dan tidak membuat ibu Anna menderita lagi.

__ADS_1


Saat Alica membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an para makhluk halus meraung kepanasan, mereka menjerit meminta ampun.


"Pergi kalian dari sini, jangan ganggu keluarga Anna lagi" perintah Alica.


"Baik, kami tidak akan kembali lagi" jawab salah satu mangkuk halus berkuku panjang dan bertaring.


"Pergi sana, awas kalau aku liat kalian ganggu keluarga Anna lagi, aku akan bikin kalian menderita" ancam Alica keras.


Para makhluk halus yang menempati kamar ini langsung bergegas pergi.


"Anna tolong ambilkan garam" suruh Alica.


"Garam? Buat apa?" Anna mengernyit dahi, pemintaan Alica menurutnya begitu melantur.


"Udah kamu ambilin aja" jawab Alica.


Anna tanpa banyak bicara lagi langsung berangkat ke dapur mengambil sesuatu yang Alica perintahkan.


Nofan melirik ke kanan dan kirinya yang sepi tak ada orang selain dia, Alica dan ibu Anna yang terus menutup mata.


"Aneh gimana, gak ada yang aneh kok, perasaan kamu aja kali" balas Alica.


"Ca beneran aku ngerasa ada yang aneh, kamu harus percaya sama aku, aku gak boong" tutur Nofan.


"Nofan, gak ada yang aneh di sini, kalau masalah makhluk halus di sini memang banyak, palingan hal itu yang bikin kamu merasa ada yang aneh di sini" jawab Alica.


Nofan terdiam dan mulai berpikir, ia merasa ucapan Alica ada benarnya juga. Berdekatan langsung dengan makhluk tak kasat mata barang kali membuatnya merasa aneh.


"Tapi ca aku ngerasa kayak ada bahaya besar saat menginjakkan kaki di tempat ini, ayo kita pulang aja, perasaan aku gak enak banget" ajak Nofan di serang panik.


"Apaan sih fan, gak ada apa-apa, kamu jangan ngajak pulang, gak enak sama Anna, dia udah baik banget nerima kita di rumahnya, tapi kamu malah ngajakin aku pulang" timpal Alica merasa tak enak hati jika ia tinggal pulang begitu saja di saat urusan belum selesai.


"Tapi ca-

__ADS_1


Ucapan Nofan terpotong sebab Alica langsung membekap mulut Nofan saat pintu kamar terbuka.


Alica menyunggingkan senyum biar Anna tak curiga kalau sedari tadi sahabatnya mengajaknya pulang dan bicara yang aneh-aneh.


Anna menatap mereka berdua bergantian. Alica ketar-ketir, ia takut Anna mendengar ucapan Nofan yang pasti membuat hatinya terluka.


"Kalian kenapa, kok kayak tegang gitu?" Tanya Anna.


"Enggak kok, siapa yang tegang, di antara kita gak ada yang tegang" balas Alica dengan senyuman manis untuk menutupi segalanya.


"Ooowh" sahut Anna.


Alica merasa lega sebab Anna tak curiga dengan gerak-gerik Nofan yang tak bisa tenang lantaran khawatir tanpa sebab.


"Ini ca garamnya aku udah ambilin di dapur" Anna menyodorkan garam asin yang Alica minta.


Dengan senang hati Alica mengambil garam itu, ia kemudian menaburi garam-garam itu di sekitar area kamar ibu Anna.


Anna makin merasa aneh dengan tindakan Alica."Alica kamu ngapain, kok garam-garam itu kamu taburin di sini, manfaatnya apa coba?"


"Manfaatnya begitu besar, garam asin ini akan mencegah makhluk halus menghuni tempat ini lagi, mereka tidak suka dengan garam, mereka tidak akan menghuni tempat ini lagi, aku jamin itu, dan ibu kamu pasti akan segera sembuh" jawab Alica terus menaburi area kamar ibu Anna yang tadi banyak sekali makhluk halus yang menghuninya mulai dari kecil hingga yang paling besar.


"Owh gitu, nanti aku juga akan taburin garam di seluruh rumah, baik di luar maupun di dalam biar gak ada makhluk halus yang bersarang di rumah aku lagi" ujar Anna menemukan solusi untuk membuat makhluk halus tak betah tinggal di rumahnya.


"Iya, ini nanti kamu taburin juga ya" Alica memberikan sisa garam asin itu pada Anna.


Anna menerimanya dengan senang."Iya nanti aku akan taburin garam ini, kalau perlu nanti aku beli yang banyak"


Alica tersenyum senang karena Anna akan menuruti apa yang dia inginkan.


Nofan tak enak hati mengajak Alica pergi di depan Anna dan yang bisa dia lakukan hanya diam tanpa bisa berbuat apapun lagi.


"Anna, itu ibu kamu masih tidur?" Tanya Alica karena sejak tadi mata ibu Anna terus terpejam kuat.

__ADS_1


"Iya, biasanya ibu bangun pas magrib, itupun sebentar karena kata ibu luka-luka di tubuhnya itu saking banget, untuk buka mata aja susah apalagi bangun dan beraktivitas seperti semula" jelas Anna sedih tak bisa berkomunikasi dengan sang ibu semenjak ibunya sakit keras.


__ADS_2