Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Terjaga di tengah malam


__ADS_3

"Nofan kenapa Alica bisa keseleo, kamu itu kemana aja hah. Kenapa kamu gak becus jagain Alica!" Omelan keras meluncur di telinga Nofan.


Nofan memekik menahan emosi, apa yang Nofan ingin hindari tak bisa juga. Belum apa-apa aja sang ayah langsung memarahi Nofan tanpa menunggu tanggapan Nofan terlebih dahulu.


"Pa, dengarin Nofan dulu, Alica itu bisa keseleo gara-gara dia pergi tanpa pamit terlebih dahulu sama aku. Aku mana tau kalau dia pergi, tau-taunya dia udah keseleo. Itu bukan sepenuhnya salah aku"


"Kamu itu udah salah masih aja bela diri. Di sana kamu itu harus tanggung jawab, jaga Alica dengan baik, kalau terjadi sesuatu lagi sama Alica, papa akan blokir semua fasilitas kamu!" Ancam Karan.


Gidikan ngeri Nofan rasakan, ayahnya tak main-main kalau sudah memberikan ancaman.


Jika semua fasilitas yang Karan berikan pada Nofan di cabut maka Nofan kayaknya raja tanpa mahkota. Gelar ketua OSIS akan terasa datar kalau tidak ada uang yang ia kantongi.


"Iya pa, Nofan akan jaga Alica dengan sebaik mungkin, gak akan ada sesuatu yang terjadi sama Alica lagi. Nofan berani jamin"


"Baiklah, papa tutup dulu, ingat jaga Alica baik-baik"


"Hmmm" dengan malas Nofan menjawab menggunakan dehaman.


Sambungan telpon itu terputus, walau sekejap tapi berhasil membuat Nofan tercekat.


Ancaman dari Karan tak bisa di anggap enteng karena Karan tidak pernah main-main dengan apa yang di ucapkan.


"Alica, kenapa kamu bilang sama papa aku kalau laki kamu keseleo!'" tatapan tajam Nofan jatuh pada Alica yang cengar-cengir.


"Hehe....fan aku minta maaf, sumpah aku keceplosan, aku gak bermaksud bikin kamu di marahin om Karan, suer deh"


Hembusan nafas kasar di buang Nofan, memperpanjang masalah tidak ada gunanya.


"Ya udah, aku maafin kamu, sekarang mending kamu kembali ke tenda, ini udah malam kamu istirahat aja biar cepat sembuh. Jangan lupa obat yang aku kasih tadi di minum agar mengurangi nyeri di kaki mu" suruh Nofan.


Secepat kilat Alica mengangguk, beranjak dari tempat duduk lalu masuk ke dalam tenda. Melakukan semua apa yang Nofan perintahkan agar pria dingin itu tidak terus mengeluarkan emosi.


Malam tambah larut semua para murid masuk ke dalam tenda-tenda masing-masing kecuali para kelompok yang di tugaskan untuk meronda di dampingi langsung oleh para OSIS agar mereka tidak ada yang komplain.


Setelah mengecek tenda-tenda mereka berkumpul di satu tempat karena semuanya aman tidak ada hal yang menjadi ancaman bagi para murid yang lagi terlelap dalam tidur nyenyak.


"Gimana semuanya aman?" Nofan datang menghampiri para kelompok berserta teman-temannya yang lagi duduk-duduk di batang pohon yang tumbang.


"Aman, gak ada masalah semuanya aman total, satupun gak ada yang terjadi" sahut Dimas.

__ADS_1


Dengan tenang Nofan duduk bersama mereka sambil menikmati susu untuk menghangatkan tubuh dari dinginnya malam.


Di depan mereka telah ada api unggun guna berfungsi untuk menghangatkan tubuh yang sedingin es batu. Makin larut malam makin tambah sejuk udara di hutan Pinus.


Mereka bercakap-cakap mengusir kantuk dengan obrolan yang tidak ada putusnya.


Di malam yang sama mata Alica terbuka. Melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 1 dini hari.


"Masih jam satu, ini masih malam banget, tapi aku gak bisa lanjut tidur lagi. Aku harus kemana ini?"


Malam yang makin larut tapi malah membuat Alica bosan, ingin malam segera berakhir karena kalau gelap-gelapan seperti ini sulit baginya untuk bergerak.


Alhasil Alica diam sambil membayangkan apa yang terlalaui beberapa hari ini selama tinggal di hutan Pinus.


"Katanya hutan Pinus ini bekas pembantai, sering kali terjadi pembantaian di sini. Tapi kenapa kok gak ada apapun, ancaman yang terjadi hanya di lakukan oleh para hantu, gak ada manusia-manusia pelaku kriminalitas yang berkeliaran di hutan Pinus"


"Apa mungkin itu cuman mitos aja kali ya"


"Secara di sini memang gak ada tuh penemuan mayat dengan dugaan di bunuh akibat dendam masa lalu atau lain sebagainya. Cuman Rea satu-satunya orang yang meninggal di bunuh meski sama teman-temannya"


Arah pikiran Alica mengacu pada berita miring yang sempat ia khawatirkan saat pertama kali tiba di hutan Pinus.


Semuanya masih berkategori omongan dari mulut ke mulut.


"Tapi kalau benar itu mitos masa iya hantu yang pertama kali aku temui di hutan ini bohong sama aku. Gunanya dia bohong apaan, gak mungkin kan dia bohongin aku?"


Kepastian terkait kebenaran berita miring yang sempat menggemparkan hidup Alica belum sepenuhnya jelas.


Berita itu masih abu-abu, belum ada kebenarannya.


Tap


Tap


Tap


Derap kaki terdengar di telinga Alica. Menurut dari feeling Alica sang pemilik langkah berjalan tak jauh dari tenda Alica di dirikan.


"Ada ya orang malam-malam yang belum tidur?"

__ADS_1


"Ini kan udah larut malam banget, masa iya ada yang gak tidur di jam segini"


Karena penasaran Alica memberanikan diri keluar meriksa siapa yang terjaga di tengah malam.


Alica mengeluarkan kepalanya, menatap ke kanan dan kiri.


"Kok gak ada orang, tadi aku dengar suara orang jalan?"


"Gak mungkin kan aku salah dengar!"


Di luar semua tenda-tenda pada tertutup, tanda-tanda manusia terjaga pun kemungkinan kecil.


"Masa ada orang yang isengin aku, fungsinya apa coba!"


Alica masuk ke dalam tenda kembali, orang yang Alica coba cari telah hilang tanpa jejak. Tanpa mau memperpanjang masalah Alica pun kembali merebahkan tubuh.


Semua teman-teman Alica masih terlelap dalam nikmatnya tidur sementara ia tak bisa untuk melanjutkan tidur seperti mereka.


Kebosanan terus datang tapi Alica tidak bisa kemana-mana, karena faktor suasana yang gelap dan mencekam.


Bunyi-bunyian meramaikan suasana, mulai dari bunyi hewan hingga ke bunyi-bunyian yang aneh dan mampu membangkitkan bulu kuduk.


Kukkkk


Suara burung hantu terdengar nyaring di dalam hutan.


Rasa takut menghampiri Alica pasalnya di sini dia satu-satunya orang yang membuka mata.


Alica mencoba untuk tenang, menikmati suasana ketakutan ini seorang diri tanpa meminta bantuan kepada orang lain.


Kukkkk


Tambah lama suara burung hantu tambah nyari. Rasa takut menyelimuti tubuh gadis mungil bermata biru, di dalam tubuhnya mengalir darah manusia dan darah jin.


Alica menelan pil pahit, makin lama suara burung hantu makin menyiksa batin.


"Gak aman ini, aku gak bisa di sini terus-menerus, aku harus pergi dari sini. Aku tidak mau ada apa-apa sama aku. Aku harus datangin Nofan"


Alica keluar dari dalam tenda lalu berlari mencari keberadaan sahabatnya yang jelas tidak akan tidur walau di jam segini.

__ADS_1


__ADS_2