
"Alica kamu tenang aja sekarang papa mu lagi bergerak untuk menghentikan niat jahat hantu itu" ujar ustadz Hafidz menenangkan Alica.
"Udah nak, kamu jangan nangis lagi, ada ayah di sini, kamu gak perlu takut" tambah pak Anton.
Alica menyeka air mata, pikirannya masih penuh dengan seramnya hantu yang memiliki dendam itu, kepalanya terngiang-ngiang akan senyuman menakutkan milik hantu itu.
"Sekarang kamu masuk kamar, dia udah gak ada, kamu gak perlu takut" suruh pak Anton.
Alica pun mengangguk, ia langsung masuk ke dalam kamar untuk bersih-bersih.
Sementara di sisi lain.
Di gelapnya malam yang makin mencekam, suasana desa terasa sunyi, biasanya banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang tapi entah mengapa malam ini suasana malah senyap.
Semua pintu-pintu rumah warga tertutup rapat. Pangeran William menatap bengis sekitarnya.
"Di mana dia, pergi kemana dia, berani-beraninya dia mengganggu putri ku, apa dia belum tau jika orang yang dia ganggu adalah anak ku" heran pangeran William.
Mata pangeran menyisir area sekitar yang sepi, satu orangpun tak nampak di matanya.
Tiba-tiba tatapan pangeran William jatuh pada seorang wanita berpakaian putih, penuh dengan darah, berjalan seorang diri di tengah jalanan yang sepi.
"Sepertinya dia orang yang sudah berani-beraninya menantang ku. Aku akan beri dia pelajaran, aku akan pastikan dia menyesal, aku akan bikin dia menyesal karena udah mengganggu ketenangan putri ku" janji pangeran William menatap tajam hantu seram yang mencari mangsa untuk ia bunuh.
"Hei kau" teriak pangeran William lantang.
Mendadak langkah hantu terhenti, tatapan tajamnya terarah pada orang yang meneriakinya.
"Siapa dia, kenapa dia sok-sokan pemberani, aku akan beri dia pelajaran" pelan hantu itu tak terima saat ada orang yang berlagak seperti orang paling hebat di desa ini.
Hantu yang di pikirannya penuh akan dendam dan amarah mendekati pangeran William.
"Ada apa kau memanggil ku begitu, apa kau belum tau kalau desa ini sudah di kuasai oleh ku. Seharusnya kau memberi hormat pada ku" sombong dan angkuh sosok itu.
"Hormat?" Pangeran William tergelak, hanya di tempat ini ia melihat ada hantu baru yang kekuatannya tak seberapa namun sombongnya selangit.
"Kenapa kau tertawa, tidak ada yang lucu" Hardik hantu itu tak suka di tertawakan.
Tawa pangeran William terhenti, ia mengeluarkan tatapan maut menakutkannya.
"K-ka-u, siapa kau sebenarnya" terbata-bata hantu melihat tatapan pangeran William yang seseram itu.
__ADS_1
"Aku raja jin, aku penguasa alam jin, aku datang kemari untuk balas dendam karena kau sudah mencari gara-gara dengan putri ku. Kau kira ayah gadis bermata biru itu gadis lemah, tidak. Dia tidak lemah, dia akan balas dendam atas perbuatan jahat mu" jelas pangeran William lantang.
Hantu itu tersentak kaget, ia kini menyadari siapa gadis bermata biru yang pangeran William maksudkan.
"J-jadi anak songong itu putri mu" kaget hantu itu.
"Songong? Yang songong itu kau, bukan anak ku. Kau hantu baru di desa ini saja sombongnya selangit, kau tidak tau kalau masih ada banyak hantu yang lebih hebat jauh di atas mu, jadi jangan sok-sokan menjadi orang yang menguasai tempat ini" tegas pangeran William gedeg dengan kelakuan hantu baru.
"Terserah ku, aku ingin balas dendam, aku tidak akan biarkan orang-orang yang tinggal di desa ini hidup tenang, mereka sudah mencari gara-gara pada ku. Aku tidak terima aku akan buat mereka menderita, termasuk putri mu" ngeyel hantu itu.
Pangeran William mengepal kuat tangannya, mengeluarkan tatapan berwarna merah.
Hantu itu menegak ludah pahit, tubuhnya gemetar, namun ia tak ingin beranjak pergi dari sana, ia tidak mau di katakan pengecut karena lari dari peperangan.
Pangeran William yang geram mengeluarkan kekuatan.
"Rasakan ini"
Splash
Brukkk
Tembakan sihir pangeran William mengenai tepat tubuh hantu itu hingga terpental jauh.
Pangeran William berdiri tepat di hadapan hantu yang kesakitan.
"Kalau aku liat lagi kau berusaha untuk mengganggu putri ku, aku akan beri kau peringatan yang lebih keras lagi, bahkan aku akan buat kau menderita lebih dalam lagi" kecam pangeran William.
"Aku tidak akan takut pada mu, aku akan tetap mengganggunya, aku tidak perduli kau ngomong apa" bandel hantu itu masih tetap membangkang.
Dalam keadaan kesakitan pun ia tetap aja masih menantang pangeran William.
Pangeran William yang geram kembali melemparkan sihirnya, namun sayangnya hantu itu langsung menghilang.
"Aaaaahhhhh!" Pekik kesal pangeran William.
"Sialan dia, berani-beraninya dia tak mau ku perintah, liat aja nanti, aku akan beri dia peringatan keras sampai dia menyesali semuanya" janji pangeran William kelewat kesal.
Pangeran William menghilang dari sana dan muncul di kamar Alica.
Pangeran William melihat jika Alica tengah terlelap dalam tidur, hatinya langsung lega, amarah yang bersarang di tubuhnya menghilang tak berbekas saat menatap wajah tenang Alica.
__ADS_1
Senyuman terukir indah di wajah tampannya, kekhawatirannya pada sang putri telah menyingkir, pangeran William pun pergi dari sana, tak mau mengganggu momen istirahat Alica.
Dentingan jam terus berputar memecah keheningan malam yang sunyi dan sepi.
Mata indah Alica masih tertutup rapat, ia begitu letih habis dari perjalanan jauh yakni alam gaib.
Di tengah malam tiba-tiba dentingan jam bergerak dengan cepat, seperti ada orang yang sudah memutarnya.
Suara bising yang di timbulkan jam membuat tidur Alica sedikit terusik, namun karena rasa ngantuk yang mendominasi ia pun tetap memejamkan mata.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu terdengar keras.
Alica membuka mata dengan malas, matanya buram, ia mengucek-ngucek matanya. Dengan tak bersemangat Alica berjalan mendekati pintu, lalu membukanya.
"Gak ada orang, terus siapa yang ngetuk pintu kamar ku?" Saat Alica membuka pintu, tak ada siapapun yang terlihat, padahal suara ketukan pintu begitu keras.
Alica yang masih ngantuk tak mempermasalahkan hal itu, ia pun langsung menutup pintu kembali dan melangkah mendekati tempat tidur.
Tok
Tok
Tok
Lagi-lagi suara ketukan itu terdengar, Alica menghentikan langkah, kemudian kembali berjalan mendekati pintu.
Saat gagang pintu terbuka dengan lebar, tak ada siapapun.
"Siapa sih yang ganggu malam-malam begini, gak tau orang lagi ngantuk apa" kesal Alica.
Alica melirik jam yang melingkar di tangannya.
"Masih jam 1, siapa ya sekiranya orang yang ganggu aku di tengah malam kayak gini" Alica mikir keras.
"Apa ayah ya, tapi gak mungkin, gak mungkin ayah yang ganggu aku tidur, ngapain juga ayah ganggu aku" bantah keras Alica.
__ADS_1
"Ah sudahlah aku gak mau mikirin hal yang gak penting itu"
Alica merasakan haus di tenggorokannya, ia pun langsung bergegas berjalan menuju dapur untuk mengambil air.