
Raihan saat ini di ajak berkeliling kantor oleh Pak Komar, tapi Raihan melihat Pak Komar bekerja tidak profesional, dan Pak Komar selalu memerintah Anak buahnya seenaknya, bahkan sampai berani main tangan jika ada Anak buahnya yang melakukan kesalahan.
Ketika Raihan dan Pak Komar sampai di bagian Divisi keuangan, Pak Komar terlihat mengobrol dengan Manager keuangan yang bernama Pak Sarip.
"Komar, siapa OB baru itu? tanya Pak Sarip."
"Tenang saja Pak, dia hanya OB baru yang pagi ini baru masuk kerja, jadi dia tidak akan berani macam-macam meski pun mendengar pembicaraan kita, karena tadi saya sudah mengancamnya," ujar Pak Komar kepada Pak Sarip.
"Bagaimana nanti malam, kamu sudah menyiapkan barang yang aku pesan kan?" tanya Pak Sarip.
"Saya sudah mempersiapkan semuanya, jadi Bapak tenang saja, yang penting jangan lupa komisinya, karena nanti saya sendiri yang akan membuka pintu gudang," jawab Pak Komar.
Mereka tidak tahu jika Raihan secara diam-diam merekam semua pembicaraan mereka, sampai akhirnya Raihan menyuruh Evan supaya menelpon Pak Komar.
"Raihan, sekarang kamu ke ruangan Tuan Evan, kamu ingat kan ruangan yang tadi aku tunjukan?" ujar Pak Komar.
"Iya Pak, saya ingat," jawab Raihan, kemudian berlalu menuju ruangan Evan.
Setelah Raihan pergi, Pak Sarip seperti mengingat wajah seseorang yang mirip dengan Raihan.
"Komar, sepertinya wajah OB baru itu sangat familiar, dia seperti mirip dengan seseorang," ujar Pak Sarip.
"Saya juga awalnya mengira jika Raihan adalah Anak Tuan Herdi karena dia mempunyai wajah yang mirip dengan pemilik perusahaan, tapi setelah saya melihat CV Raihan yang hanya lulusan SMP, tidak mungkin kan jika Raihan adalah Anak Bos kita, lagian mana mau Anak Bos kerja sebagai OB," ujar Pak Komar.
"Iya kamu benar juga, ya sudah, sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini, jangan sampai ada orang yang mendengar pembicaraan kita," ujar Pak Sarip.
......................
Raihan yang saat ini sudah berada di dalam ruangan Evan langsung memperlihatkan rekaman yang Raihan dapatkan kepada Evan.
__ADS_1
"Baru kerja beberapa jam saja, Tuan muda sudah mendapatkan informasi yang sangat penting, sebaiknya nanti malam kita menggerebek mereka, karena saya sudah lama curiga kepada Pak Sarif, tapi saya tidak tahu cara untuk membuktikan semuanya, dan saya tidak pernah menyangka jika Pak Komar juga ikut terlibat di dalamnya, karena di depan saya, Pak Komar selalu menunjukan sikap yang baik," ujar Evan.
"Mungkin dia bersikap baik untuk menjilat kamu saja Van, buktinya dia selalu bersikap kasar kepada bawahannya, bahkan tidak segan main tangan ketika ada bawahan yang melakukan kesalahan, dan aku tidak mau jika perusahaan mempunyai Karyawan seperti itu," ujar Raihan.
"Benar Tuan muda, nanti kita harus benar-benar menyeleksi Karyawan, selain harus memiliki kinerja yang bagus, mereka juga harus mempunyai attitude yang baik juga," ujar Evan.
"Iya benar Van, terkadang mereka hanya bersikap baik ketika di hadapan atasan saja, karena kebanyakan dari mereka akan bersikap seenaknya kepada bawahan," ujar Raihan.
......................
Raihan dan Evan pulang setelah selesai jam kerja selesai supaya Pak Komar dan Pak Sarip tidak merasa curiga, padahal Raihan dan Evan mengawasi gerak-gerik kedua Anak buahnya tersebut dari kamera CCTV, dan saat ini mereka berada di sebuah hotel yang berada di sebrang kantor.
Raihan terlebih dahulu menghubungi Aisyah jika dirinya dan Evan masih belum bisa pulang karena masih ada urusan pekerjaan supaya Aisyah dan keluarga Sanjaya tidak merasa khawatir.
Benar saja dugaan Raihan dan Evan, karena setelah jam delapan malam, Pak Komar dan Pak Sarip masih berada di kantor, dan Pak Komar yang memegang kunci gudang terlihat memasukan orang untuk mengangkut barang-barang yang sebelumnya sudah dimasukan ke dalam dus untuk dibawa ke dalam mobil Pak Sarip.
Evan bergegas menelpon Polisi supaya membantu mereka menangkap penjahat yang selama ini menyelundupkan barang perusahaan sehingga perusahaan mengalami kerugian yang besar.
Pak Komar dan Pak Sarip saat ini telah berada di tempat parkir, dan mereka begitu terkejut dengan kedatangan Evan dan Raihan.
"Tuan Evan, ternyata Anda belum pulang," ujar Pak Sarip yang terlihat tegang, begitu juga dengan Pak Komar, karena saat ini keringat terus mengucur dari dahinya.
"Saya ada yang ketinggalan Pak, jadi saya kembali lagi," ujar Evan yang masih berpura-pura belum mengetahui semuanya.
"Kalau begitu saya duluan Pak," ujar Pak Sarip yang hendak masuk mobil.
"Tunggu Pak Sarip, apa bisa saya menitipkan sesuatu di mobil Anda, karena mobil saya tidak akan muat apabila membawa barang yang begitu banyak," ujar Evan.
Pak Sarip terlihat bingung sekaligus takut, karena dia pasti akan langsung dijebloskan ke dalam penjara apabila Evan mengetahui semua kejahatannya selama ini.
__ADS_1
"Tu_tuan, maaf, mobil saya juga penuh," ujar Pak Sarip.
"Kenapa bisa penuh, memangnya Bapak membawa apa dari kantor?" tanya Evan.
"Sa_saya," ujar Pak Sarip yang tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi karena merasa ketakutan.
"Apa boleh saya melihat isinya?" tanya Evan, kemudian menyuruh Security untuk membuka pintu belakang mobil Pak Sarip tanpa menunggu jawaban dari Pak Sarip.
"Tuan, kami menemukan banyak dus di dalam mobil Pak Sarip," ujar Security.
"Sekarang bawa ke sini supaya kita bisa melihat apa isinya," ujar Evan, dan setelah Dus dibuka ternyata isinya adalah barang-barang yang mempunyai nilai jual mahal, bahkan barang-barang tersebut akan di ekspor ke luar negeri.
"Tuan, kami mohon jangan laporkan kami kepada pihak berwajib," ujar Pak Sarip dan Pak Komar.
"Jika ada orang yang salah bukannya harus ditangkap untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya?" ujar Evan, dan Polisi yang sebelumnya Evan telpon saat ini sudah berada di Perusahaan Sanjaya Grup.
"Tuan, saya hanya disuruh," ujar Pak Sarip.
"Memangnya siapa yang sudah menyuruh kalian berdua?" tanya Evan.
"Bu Rita," jawab Pak Sarip.
"Kenapa kamu bisa mengenalnya?" tanya Evan lagi.
"Karena kami sudah bekerja sama untuk menghancurkan Sanjaya Grup, dan Bu Rita sudah membayar saya untuk melakukan semua itu," jawab Pak Sarip.
"Pak, sebaiknya Bapak bawa mereka berdua ke Kantor Polisi, karena mereka sudah menjadi pengkhianat perusahaan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang besar," ujar Evan.
"Komar, semua ini gara-gara kamu membawa OB baru yang bernama Raihan itu, pasti dia yang sudah melaporkan semuanya kepada Tuan Evan," ujar Pak Sarip yang saat ini memarahi Pak Komar.
__ADS_1
"Asal kalian berdua tau, jika orang yang kalian sebut OB, adalah Anak tunggal dari Tuan Herdi pemilik perusahaan tempat kalian bekerja," ujar Evan, sontak saja semua kenyataan itu membuat Pak Komar dan Pak Sarip terlihat pucat.