Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Fakta baru yang begitu mengejutkan


__ADS_3

Proses pemakaman Lasmi berlangsung, silih berganti orang berdatangan dan memadati rumah Anna. Mereka semua membantu keluarga Anna tanpa imbalan.


Setelah ragam proses selesai di laksanakan secara sistematis, kini tinggal proses pemakaman saja.


Alica tak di perbolehkan ikut mengantarkan jenazah, larangan tersebut ada di dalam agamanya, sehingga ia terpaksa menunggu sahabatnya kembali dari sana.


Alica berdiri di halaman rumah agak menjauhi kerumunan, Alica merasa sesak berada di rumah Anna yang penuh dengan makhluk halus.


"Dek, dek" seorang ibu-ibu paruh baya menghampiri Alica yang tengah sendirian.


"Iya ada apa Bu?" Balas Alica sopan di iringi senyuman manis penuh keramahannya.


"Kamu jangan dekat-dekat dengan keluarga siluman itu" ujar ibu-ibu itu tampak memelankan suaranya.


Serempak senyuman manis Alica sirna, keningnya berkerut, tak paham dengan maksud ibu-ibu itu.


"Maksud ibu apa?" Tanya Alica heran.


"Kamu siapanya Anna, kamu temannya kan?" Alica mengangguk, karena memang ia adalah teman Anna.


"Ibu saranin sama kamu, kamu jangan dekat-dekat sama Anna, dia itu ular. Dia berbisa, ibu takut kamu akan celaka" peringatan keras ibu-ibu itu dengan wajah yang serius.


Bukannya paham Alica makin tak mengerti atas apa yang ibu-ibu itu maksud.


"Kenapa saya gak boleh dekat-dekat sama Anna Bu, dia kan baik" ujar Alica heran.


"Baik? Baik dari Hongkong. Eh asal kamu tau Anna teman kamu itu udah bikin banyak anak-anak warga meninggal, orang kayak gitu gak pantes di bilang baik, dia itu siluman ular yang berbisa, kamu jangan dekat-dekat sama keluarga mereka" perintah ibu-ibu itu menjelaskan segalanya dengan sangat menghayati.

__ADS_1


Alica terkejut, jika ternyata telah ada banyak orang yang meninggal gara-gara Anna. Menurut cerita ibu-ibu itu memang seperti itu, tapi entah mengapa Alica merasa tidak percaya. Karena Anna yang ibu-ibu itu maksud berbeda dengan Anna yang ia kenal.


"Tunggu-tunggu meninggal, Anna udah bikin orang-orang meninggal? Itu gak mungkin Bu, Anna gak akan mungkin lakuin itu, ibu jangan ngarang cerita" bantah Alica tak percaya dengan tuduhan ibu-ibu itu.


"Ibu bilang yang sebenarnya, ibu gak ngarang cerita. Kalau kamu gak percaya ibu akan ceritakan semuanya tentang kebusukan keluarga Anna, ibu yakin setelah kamu dengar kamu gak akan mau temanan lagi sama Anna" jawab ibu-ibu itu.


"Ya udah ibu cerita aja, saya mau dengar" suruh Alica.


Alica tak gampang percaya, Alica masih heran sekaligus merasa aneh apa yang udah bikin ibu-ibu itu ngomong seperti itu tentang Anna dan keluarganya.


"Tadi ibu bilang Anna dan keluarganya siluman ular, terus ibu juga bilang kalau Anna jahat dan bunuh orang-orang. Sekarang ibu cerita kenapa ibu klaim keluarga Anna sampai segitunya" titah Alica.


"Dulu Anna itu sering main sama-sama anak-anak warga di desa ini, tapi sejak main sama Anna, mereka hilang dan gak ketemu sama sekarang. Warga-warga curiga kalau Anna itu yang udah bikin anak-anak warga menghilang, terlebih lagi ayahnya Anna, pak Basuki itu dia sudah lama melakukan perjanjian dengan iblis melalui seorang dukun" jeda ibu-ibu itu.


"Warga-warga curiga kalau anak-anak yang menghilang tanpa jejak itu semuanya gara-gara pak Basuki" sambung ibu-ibu itu.


Tercekat, mulut Alica terbuka lebar, setiap kelimat yang meluncur keluar dari bibir ibu-ibu itu telah berhasil mengguncang Alica.


Kepala ibu-ibu itu mengangguk."Bener, pak Basuki itu melakukan perjanjian biar jadi kaya, dan seluruh anak-anaknya bersekongkol dengannya, terutama Anna. Dia biasanya sering di suruh ngajak anak-anak warga yang gak tau apa-apa main ke rumahnya, tapi setelah itu pasti aja hilang, gak tau di bawa kemana" sahut ibu-ibu itu.


Mulut Alica terbuka dengan lebar, mendengar setiap kata yang keluar membuat Alica tersentak kaget.


Fakta baru mengenai keluarga Anna telah berhasil membuatnya terdiam, mereka yang ia kenal bagi ternyata bertolak belakang di mata warga-warga sekitar yang jelas sudah lama kenal dengan keluarga mereka.


"Masa iya Bu keluarga Anna melakukan perjanjian dengan iblis lewat salah satu dukun, kalau gak salah Anna bilang keluarganya lagi di ganggu sama dukun karena bapaknya gak sengaja bebasin orang yang mau di jadikan tumbal, Anna minta bantuan saya dan saya setuju buat bantu dia" Alica heran harus percaya pada yang mana.


Apa yang ibu-ibu itu katakan berbanding terbalik dengan apa yang Anna beritahukan padanya sebelumnya.

__ADS_1


Ibu-ibu itu tertawa terbahak-bahak. Alica mengerutkan alis heran mengapa tiba-tiba ibu-ibu itu tertawa, ia mengingat kembali pertanyaannya yang ia rasa 100 persen tidak ada yang aneh apalagi lucu.


"Mereka di serang sama dukun? Kamu udah di kadalin, mereka itu yang udah bersekongkol sama dukun. 1 keluarga itu sama-sama tega dan kejam, kamu tau gak Bu Lasmi yang tadi malam meninggal itu?" Tanya balik ibu-ibu itu dan Alica hanya menganggukkan kepalanya.


"Dia itu di jadikan tumbal, sehingga dia sakit keras dan aneh beberapa bulan ini, semenjak jatuh sakit Bu Lasmi tak sedikitpun membuka mata apalagi berkomunikasi sama orang lain. Kata ustadz yang ngerti beginian bilang kalau tubuh Bu Lasmi di jadikan santapan para makhluk halus" jeda ibu-ibu itu.


"Dan setelah sekitar hampir 2 bulanan menderita Bu Lasmi di kabarkan meninggal, para warga bukannya sedih malah senang karena penderita Bu Lasmi telah usai. Dia begitu gara-gara keserakahan keluarganya yang tamak akan harta dunia, sampai-sampai mereka menjadi Bu Lasmi yang baik hati itu sebagai santapan makhluk halus" jelas ibu-ibu itu.


"Kenapa kok mereka jadikan Bu Lasmi sebagai tumbalnya, Bu Lasmi kan keluarga mereka juga, masa mereka setega itu?" Heran Alica.


Rasa tak menyangka menghampiri Alica, ia tercekat mendengar kenyataan pahit yang sebenarnya terjadi.


"Karena Bu Lasmi baik, dia gak mau bersekongkol dengan iblis, dia menentang keras keinginan anak-anak dan suaminya sehingga pak Basuki menjadikan istrinya sendiri sebagai tumbalnya, tega kan mereka" jawab ibu-ibu itu.


Alica begidik ngeri, ada orang yang sejahat itu padahal hanya karena harta. Parahnya lagi anak-anak Bu Lasmi tersangkut paut juga. Di hati mereka tidak ada rasa iba sama sekali pada wanita yang telah melahirkan dan membesarkan mereka selama ini.


"J-jadi di sini itu yang sebenarnya jahat adalah keluarga Anna, aku gak habis pikir kenapa aku sebodoh ini dan percaya kebaikan mereka semua, aku kecewa sama mereka, mereka udah boong aku, mereka jahat banget" batin Alica kecewa.


Di bohongi oleh orang yang di anggap baik adalah sesuatu yang paling menyakitkan yang kini di rasakan oleh Alica.


Saat ini Alica merasa bahwa dirinya adalah manusia terbodoh bisa percaya pada kebaikan keluarga Anna yang terbilang palsu.


"Kamu hati-hati sama keluarga mereka, ibu hanya takut kamu yang akan di jadikan tumbal selanjutnya, cukup warga-warga di sini saja yang merasakan pahitnya kehilangan buah hati, jangan keluarga mu juga" peringatan ibu-ibu itu.


Alica mengangguk cepat."Iya Bu, terima kasih udah ngasih tau Alica, kalau ibu gak bilang Alica gak akan tau kalau sebenarnya mereka itu jahat, gak sama seperti apa yang Alica nilai selama ini"


Alica beruntung bisa bertemu dengan ibu-ibu itu yang telah baik memberitahukan segalanya padanya sebelum ia terjerumus ke dalam kekejian mereka lebih dalam lagi.

__ADS_1


"Sama-sama, ibu pergi dulu, kamu jaga diri baik-baik" pamit ibu-ibu itu.


Alica membalas dengan anggukan dan senyuman manis.


__ADS_2