Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Penemuan benda misterius


__ADS_3

"Ayo-ayo makan lagi, sebelum makanannya keburu dingin" ajak pak Basuki.


Mereka kembali melanjutkan menyantap makanan dengan lahap. Nofan merasa ada yang aneh dan janggal, makin ke sini ia merasa ada yang tak beres dari keluarga Anna.


"Nak Nofan kok gak ikut makan juga, apa makanannya gak enak?" Tanya pak Basuki menatapi Nofan yang terus diam tanpa menyentuh makanan yang tersaji sedikitpun.


Alica menginjak kaki sahabatnya keras."Makan, kenapa kamu diam aja, mereka udah baik sama kita, tapi kenapa kamu gak bisa liat kebaikan mereka" ucap Alica pelan.


"Tapi ca aku gak laper" balas Nofan enggan makan bersama keluarga Anna.


"Udah, makan aja, walaupun sedikit kamu harus makan, jangan buat malu napa, ingat di sini itu kita tamu bukan tuan rumah" ujar Alica.


Anna dan anggota keluarganya menatap aneh mereka berdua.


"Nak Nofan, kenapa diam aja, ayo makan bareng kami" ajak pak Basuki.


"Iya om" jawab Nofan.


Nofan mulai menyantap makanannya, baru satu suap makanan masuk ke dalam rongga mulutnya, tiba-tiba Nofan merasakan ada benda keras di dalam campuran lauk dan nasi.


Nofan tercekat, ia mengeluarkan benda itu dari mulutnya. Alangkah kagetnya Nofan menatap benda tajam yang ia keluarkan dari mulutnya, jika masuk ke dalam tenggorokannya maupun perutnya akan sulit untuk mengeluarkannya, bahkan akan membuatnya menutup mata.


"Paku, kenapa di makanan ku ada paku" gumam Nofan terus menatap paku berukuran kecil namun berbahaya bagi dirinya jika paku itu masuk ke dalam tubuhnya.


"Ada yang gak beres ini, aku gak bisa gini terus" batin Nofan.


Nofan tak jadi menyantap makanannya, ia khawatir ada paku lagi di makanannya. Di antara mereka semua tak ada yang sadar bahwa di makanan Nofan terdapat paku, mereka terus menyantap makanannya dengan lahap.


Sesaat kemudian makanan pun telah habis tak tersisa, perut mereka telah terisi sempurna tapi tidak dengan Nofan ia terus diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun ataupun memberitahu mereka semua prihal sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Alhamdulillah" Alica mengucap syukur karena perutnya sudah terisi full.

__ADS_1


"Ayo ca kita pulang, ini udah mau sore, nanti ayah-ayah kita akan marah kalau kita gak pulang-pulang" ajak Nofan.


Kepala Alica mengangguk, kali ini Alica setuju akan ajakan Nofan.


"Om, Anna dan semuanya kami pamit mau pulang dulu, ini udah mau sore takut kemalaman di jalan" pamit Alica.


"Owh ya sudah silahkan, makasih ya nak udah mau mampir ke sini" jawab pak Basuki.


"Seharusnya kami yang bilang terima kasih om udah memperlakukan kami dengan baik, kalau ada waktu luang In sya Allah kami akan ke sini lagi" ujar Alica.


Mereka membalas dengan anggukan di sertai senyuman.


"Kami pamit pulang dulu om, Anna dan semuanya, assalamualaikum" salam Alica.


"Wa'alaikum salam" jawab mereka kompak.


Satu langkah kaki Nofan keluar dari rumah Anna, Nofan merasakan hawa sejuk yang menerpa wajahnya, tak panas seperti di rumah Anna.


Meski di perjalanan pulang tak ada sepatah katapun yang meluncur keluar dari bibi Nofan, ia terus diam dan membuat Alica bertanda tanya mengapa sahabatnya berubah menjadi anak pendiam.


"Fan, tadi makanannya enak ya" ucap Alica memulai percakapan biar tidak terasa hening.


Nofan diam tak menyahut, mendengarkan kata makanan ia teringat akan paku yang tak sengaja ia temukan di sela-sela makannya.


"Kenapa nih anak, kok diam aja" batin Alica merasa ada yang gak beres.


"Fan, kamu kok diam aja, apa ada masalah?" Tanya Alica.


"Ca kita jangan ke sini lagi, tempat ini gak baik buat kita, kamu jangan ke sini lagi, ada yang gak beres dari keluarga Anna itu" jawab Nofan.


Alica mengerutkan alis."Gak beres gimana, orang kata aku mereka baik-baik aja kok, oke kalau di dalam rumah Anna banyak kejadian-kejadian di luar nalar seperti kondisi ibu Anna yang memprihatinkan dan kak Dewi yang hamil sama makhluk halus, aku gak masalah kan hal itu, karena itu memang benar-benar terjadi. Tapi kalau yang lain masih aman-aman aja"

__ADS_1


Persoalan yang telah terjadi di keluarga Anna cukup berat dan banyak melibatkan anggota keluarganya namun sebagai orang yang di katakan mampu untuk menolong keluarga Anna, Alica bersedia melakukannya meski sedikit berbahaya.


"Ca bukan masalah itu, aku merasa ada yang aneh sama keluarga mereka, aku merasa mereka itu berbahaya" ujar Nofan.


"Berbahaya gimana? Mereka baik loh, gak ngapa-ngapain kita, buktinya kita pulang dengan selamat tanpa kekurangan barang sedikitpun" sahut Alica.


Alica geleng-geleng kepala heran dengan jalan pikiran Nofan yang aneh dan sedikit tak waras. Alica dapat melihat bagaimana baiknya keluarga Anna, tapi di mata Nofan itu semua berbanding terbalik.


"Ca, kamu tau gak tadi itu pas aku makan, di dalam makanan ku ada pakunya, dari situ aku belajar kalau ada sesuatu yang gak beres sama keluarga mereka. Aku mau cuman hari ini aja kamu menginjakkan kaki di tempat ini lagi, besok-besok kamu gak boleh ke sini lagi" larang keras Nofan.


"Paku? Yang bener aja di makanan kamu ada pakunya, kamu ngaco kali" tak percaya Alica.


Makanan Alica baik-baik saja, fine-fine aja malahan Alica menikmati makanannya dengan lahap.


"Aku bilang yang sebenar-benarnya, kamu harus percaya sama aku, tadi itu di makanan aku ada pakunya, aku gak tau paku itu muncul dari mana, tapi aku yakin paku itu datang dengan sengaja, bukan tanpa sengaja" yakin Nofan penuh.


Alica mencerna baik-baik perkataan Nofan, ia serasa tak percaya jika di makanan Nofan terdapat paku, di lain sisi tak mungkin juga Nofan mengarang cerita.


"Tapi fan gak mungkin kalau ada yang sengaja naruh paku itu di makanan kamu, aku yakin itu pasti ketidaksengajaan aja" timpal Alica.


"Alica, kamu ini iiih, kenapa sih kamu seakan-akan gak percaya sama aku, aku ini bilang yang sebenarnya, kenapa kamu terus bela keluarga mereka" kesal Nofan lantaran Alica tak sedikitpun membelanya atau membenarkannya.


"Gak gitu fan, aku cuman gak yakin aja kalau mereka jahat, mereka itu baik banget loh, mungkin aja kejadian yang nimpa kamu itu gak sengaja aja" sahut Alica tak ingin jika sahabatnya salah paham.


Nofan tak menyahut, ia terus menancap gas pulang ke rumahnya kembali. Percuma ia berdebat dengan Alica karena ia tak akan menang.


Alica menghela nafas berat, Alica sadar bahwa sahabatnya telah marah meskipun ia sudah menjelaskannya.


"Dasar nih anak, kalau gak marah rasanya gak bisa, lagian aku gak percaya kalau keluarga Anna jahat, paling Nofan aja yang ngarang cerita biar aku gak bantu keluarga mereka lagi. Fixs, ini taktik yang mau di lakukan. Sayangnya aku gak bakal percaya" batin Alica tak mudah percaya begitu saja walaupun orang terdekatnya yang mengatakannya.


Motor terus melaju meninggalkan desa Anna dan kini memasuki jalanan raya.

__ADS_1


__ADS_2