
Pak Anton menatap ke arah mereka berdua yang berada di meja makan, mereka tidak bergerak sama sekali meskipun sudah selesai makan.
"Kalian jangan keluaran rumah, kalian lebih baik berada di rumah ini dulu, kapan-kapan saya akan ajak kalian keliling-keliling kampung ini tapi gak sekarang" peringatan pak Anton.
"Baik pak Anton, kami akan tetap berada di sini, kami tidak akan pergi kemana-mana" jawab mereka.
"Saya mau pergi dulu sebentar, kalian tunggulah di sini"
Mereka mengangguk, mereka akan tetap berada di tempat ini, mereka akan mematuhi semua apa yang pak Anton perintahkan, mereka tidak akan membuat pak Anton merasa kecewa pada mereka.
Pak Anton pergi dari sana, pak Anton ingin mendatangi suatu tempat yang sudah lama tak pernah ia kunjungi semenjak berada di desa anggrek, sesekali saja dia datang ke tempat itu karena saking sibuknya, tapi setelah ini dia bisa mendatanginya setiap hari.
Pak Anton masuk ke dalam pemakaman umum yang ada di desa itu, pak Anton berhenti di kuburan seorang wanita hamil yang tak lain adalah istrinya sendiri.
Pak Anton berjongkok, ia menatap dengan penuh kerinduan ke arah makam istrinya.
Makam Sekar sangat terawat, walaupun selama ini pak Anton tidak bisa mendatanginya setiap hari, tapi pak Anton membayar mahal orang yang sudah menjaga kuburan istrinya perbulan, itu semua pak Anton lakukan agar Sekar tetap senang di alam sana.
"Assalamualaikum, Sekar aku datang, mulai sekarang aku akan tinggal di desa ini lagi, kita akan terus beesamat, aku akan sering mengunjungi kamu" dengan menahan air mata pak Anton mengelus batu nisan Sekar.
Pak Anton merindukan gadis itu, sudah lama dia tidak mendengar suara lembut Sekar yang membangunkan dirinya setiap hari.
"Gak nyangka ya kita sudah pisah selama 10 tahun, aku masih merasa baru kemarin kamu ninggalin aku, tapi ternyata kita sudah selama itu pisah, di sana kamu merindukan ku gak ya, aku di sini sangat rindu sama kamu"
"Seandainya kamu bisa kembali lagi ke sini, aku akan lakukan apa yang kamu minta, sungguh hanya kamu kebahagiaan ku, tapi takdir begitu jahat ambil kamu dari aku"
Rasa sakit 10 tahun yang lalu kembali di rasakan oleh pak Anton, perih dan pedihnya masih terasa di dada pak Anton meskipun kejadian itu sudah berlalu.
__ADS_1
"Sekar aku sekarang sedikit tenang karena dendam ku sudah terbalaskan, aku yakin saat ini mereka yang sudah bunuh kamu hidup menderita di dalam penjara, aku jamin dalam waktu 10 tahun mereka gak akan keluar dari dalam penjara, aku yakin mereka akan lama mendekam di dalam penjara karena kasus mereka yang berat"
"Sekar kamu tau tidak, Nofan anaknya Karan kini sudah besar, andai anak kita lahir, mungkin dia sudah sebesar Nofan, kita akan bahagia pastinya"
Kebahagiaan yang di renggut paksa oleh takdir memang sangat menyakitkan, namun pak Anton yakin ada hikmah di balik itu semua.
Sampai detik ini pak Anton masih menyendiri, tak ada niatan di hatinya untuk menikah lagi walaupun Sekar sudah lama pergi dari sisinya, pak Anton tak ingin menikah lagi sebab itu semua akan membuat rasa cintanya untuk Sekar berkurang.
"Sekar maafkan aku, aku terus mengungkit itu lagi, aku akan berusaha ikhlasin kamu pergi membawa anak ku, tapi aku tidak akan pernah lupakan kamu, kamu di sana istirahatlah yang tenang, di sini aku akan selalu kirim doa buat kamu"
Pak Anton begitu menyayangi istrinya, walaupun pernikahan mereka terbilang singkat Sekar merasa sangat bahagia, mendapatkan laki-laki baik dan sangat menyayanginya adalah sesuatu yang paling bahagia di hidupnya.
Pak Anton hari ini berniat akan menemani Sekar di kuburan, dia tidak takut sama sekali kalau akan ada hantu yang mengganggunya, dia sudah biasa tidur di kuburan, sampai detik ini tak ada hantu yang berani menggangu pak Anton.
Pak Anton bercerita panjang lebar tentang apa yang dia alami selama berada di desa anggrek, hanya di sini tempat ternyaman untuknya bercerita, dia merasa tenang berada di tempat yang seperti ini.
Hari mulai gelap, tapi pak Anton tidak bergerak sama sekali, dia masih menemani istrinya di sana, dia yang sudah rindu berat melampiaskan rindunya dengan cara menjaga Sekar semalaman.
"Kemana mereka semua, kenapa pada gak pulang, apa ada yang terjadi sama mereka di jalan" gelisah Viera mondar-mandir tak jelas karena memikirkan mereka semua.
"Gak akan ada yang terjadi sama mereka, mereka pasti baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir, pasti sebentar lagi mereka akan datang" pangeran William menenangkan istrinya yang terus saja gelisah.
"Tapi pangeran mereka sudah pergi sejak tadi, ini udah jam 11 tapi mereka masih belum pulang, mana mungkin aku bisa diam, kalau ada apa-apa sama mereka gimana" cemas Viera dengan terus membayangkan kejadian-kejadian buruk di pikirannya.
"Viera gak ada apapun yang terjadi sama mereka, kamu jangan cemas berlebihan"
Viera tak mendengarkan, dia terus aja cemas tanpa sebab, rasa cemas itu akan terbayarkan ketika mereka semua pulang dengan selamat tanpa ada lecet sedikitpun.
__ADS_1
Pangeran William menghela nafas ketika melihat Viera yang masih saja cemas, ia cemburu istrinya khawatir pada orang lain ketimbang dia.
Viera menatap jam yang melingkar di tangannya berulang kali."Udah mau jam 12, kenapa mereka gak ada yang pulang, apa yang buat mereka pulang larut malam begini"
Kegelisahan terus terpancar di wajah Viera, ia tak bisa diam sejak tadi karena memikirkan mereka.
"Mereka akan baik-baik saja, tidak usah kamu pikiran mereka, aku yakin habis ini mereka pasti akan pulang"
"Tapi pangeran ini sudah malam banget, pak Anton bilang dia akan pergi sebentar, tapi kenapa sampai sekarang gak pulang-pulang, apa jangan-jangan geng monster bunuh dia di jalan" panik Viera.
"Gak akan, gak akan geng monster bunuh pak Anton, mereka itu sudah masuk ke dalam penjara, mana mungkin mereka bunuh pak Anton, kamu jangan mengada-ada!" bantah keras pangeran William.
"Iya juga, tapi kemana sebenernya pak Anton pergi, kenapa sampai sekarang gak pulang-pulang" cemas Viera.
Krieet
Tiba-tiba pintu rumah pak Anton terbuka, dengan cepat Viera mendekati siapa yang datang.
"Pak Karan" kaget Viera yang melihat Karan, Maikel dan ustadz Hafidz memasuki rumah ini.
"Kenapa kamu belum tidur, ini sudah malam" heran Karan.
"Saya nungguin pak Anton, dia bilang mau pergi sebentar, tapi sampai sekarang masih belum pulang juga, pak Karan tau gak di mana pak Anton berada?"
"Dia palingan lagi ada di kuburan, biasa dia pasti lagi nemenin istrinya di sana, kamu tidak perlu cari dia, besok dia pasti akan pulang"
"Owh gitu, saya kira dia pergi ke tempat yang jauh sehingga gak nyampe-nyampe ke sini"
__ADS_1
"Ini sudah malam, sana kamu balik ke kamar, jangan tungguin Anton, percuma!" suruh Karan.
Viera mengangguk, dia dengan lega masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.