Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Gagalnya acara


__ADS_3

Wajah Dahlia di tekuk."Yaaah masa gagal sih, kamu gak usah dengarin mereka, abain aja mereka. Aku udah mikirin matang-matang acara buat nanti malam, masa iya gak jadi"


Kekecewaan Dahlia langsung menyeruak, usulan Nofan mematahkan semangatnya.


Dahlia sudah menuliskan tatanan kegiatan sebelum mereka berangkat ke hutan Pinus. Dan itu juga telah di setuju oleh para anggota OSIS berserta juga dewan guru. Tapi ketika tiba di lokasi terjadi hambatan yang mengharuskan kegiatan di tunda.


Acara jurit malam yang di lakukan seorang diri ini menurut mereka begitu menantang dan sangat di tunggu-tunggu.


Mereka penasaran siapa yang mampu bertahan hingga membawa pulang hadiah yang sudah di siapkan jauh-jauh hari.


"Ya mau gimana lagi, yang lomba di sini itu bukan kita, tapi anak-anak, kalau kita egois mereka gak akan mau lagi ikutin acara yang kita buat. Kita juga harus mikirin mereka, gak bisa semena-mena walau kita punya wewenang" timpal Nofan.


Aspirasi yang di sampaikan para pedemo Nofan bela-belain karena memang Nofan tak ingin acara itu berlangsung nanti malam sebab Alica sedang sakit sehingga tak bisa mengikuti acara yang di buat.


Nofan harap mereka mengerti dan mau setuju dengan usulan yang di sampaikan.


"Terus kalau bukan nanti malam, kapan dong acaranya?" Tanya Reza.


Nofan mikir sejenak."Hmm gimana kalau acaranya besok malam aja, besok paginya di isi *** aja, baru malamnya mereka aktif untuk mengikuti kegiatan lagi" usul Nofan.


Mereka diam, mereka juga sama-sama ngebet seperti Dahlia agar acara yang mereka tunggu-tunggu segera di langsungkan.


Melihat mereka diam Nofan langsung melempar kalimat."Lagian jurit malam juga udah pernah di langsungkan, kalau setiap malam ada jurit malam kapok anak-anak yang mau ikut acara yang udah kita susun susah payah"


Mereka mengangguk pasrah, walaupun Nofan seorang diri tak ada yang membelanya tapi tetap saja tak akan ada yang bisa menjatuhkannya.


Kekuasaan Nofan yang besar membuatnya dengan mudah bikin orang tak berkutik.


"Yes akhirnya mereka setuju juga, kalau kayak gini kan Alica juga bisa ikut acaranya. Aku yakin Alica gak akan takut lagi sama hantu" batin Nofan tertawa puas di dalam hati ketika mengalahkan teman-temannya yang berjumlah begitu banyak.


"Ya udah deh acaranya besok aja, untung aku gak sempat umumkan, kalau enggak akan ada banyak orang yang kecewa dengan kegagalan ini" ujar Dahlia akhirnya mau menerima walau hatinya belum sepenuhnya legowo.


"Ya udah kalau kayak gitu kalian boleh kembali ke tempat masing-masing, aku mau ngecek tenda darurat dulu" ujar Nofan.


Mereka mengangguk, membubarkan diri satu persatu dari lokasi.


Nofan pergi menjalankan misinya yakni mengecek tenda darurat, telinganya mendengar kalau ada seorang siswa yang gak sengaja jatuh ketika di perlombaan tadi.


Dengar-dengar juga kondisi siswa tersebut mengenaskan karena ada luka memar di lututnya.


Nofan meninjau langsung ke lokasi untuk dokumentasi yang akan di setor pada guru-guru terkait terjadinya sedikit masalah yang berlangsung tadi siang.

__ADS_1


...•••...


Malam hari telah tiba, panasnya siang menyingkir berganti dengan dinginnya malam.


Di malam yang sejuk para anak-anak menghangatkan diri di depan api unggun yang telah di buat di tengah-tengah pohon-pohon tumbang yang mereka jadikan tempat duduk.


Seperti usulan Nofan, pada malam hari ini semua kegiatan di tiadakan.


Semua orang terlihat senang lantaran dapat menikmati indahnya camping sebelum masanya habis tanpa harus di tuntut dengan aktivitas yang memberatkan para kontestan.


Secangkir susu hangat tersodor ke depan gadis yang kakinya tengah keseleo.


Dengan senyum sumringah gadis itu mengambil lalu berucap."Makasih"


"Sama-sama" balas pria dingin, saking dinginnya orang-orang yang berada di dekatnya bisa beku.


Dengan santai Nofan duduk di samping Alica sambil menikmati hangatnya susu yang ia bikin untuknya dan juga untuk Alica.


Tatapan maut seseorang terpancar tak suka ke arah dua sejoli yang lagi menghangatkan diri dengan minum susu putih.


Tatapan bencinya khusus mengarah pada orang yang bergender wanita.


Seorang pun tak ada yang sadar jika terdapat ujaran kebencian seseorang yang mengarah pada ketua OSIS dan sahabatnya.


Kelebat-kelebat bayangan hitam dan putih terus saja melintas.


Alica diam menyembunyikan pengelihatannya dari orang-orang yang berada di lokasi yang sama dengannya.


Drrt


Drrt


Drrt


Di tengah-tengah Nofan menegak susu hangat tiba-tiba hp berdering.


Nofan mengeluarkan benda pipih itu dari saku, alis Nofan berkerut ketika melihat nama siapa yang muncul.


"Papa, ngapain papa nelpon aku, tumben-tumbenan dia nelpon" batin Nofan merasa ada yang janggal.


Tanpa basa-basi Nofan mengangkat panggilan yang di ketahui dari sang ayah.

__ADS_1


"Halo pa, papa ngapain nelpon aku, gak ada masalah kan di sana?" Tanya Nofan dengan hati agak sedikit berdebar-debar.


"Seharusnya papa yang nanya, aman gak di sana, kamu kenapa hilang kabar saat ada di sana, sesekali kamu nelpon biar kita di sini gak cemas" ujar Karan di lengkapi omelan singkat.


Helaan nafas Nofan hembuskan, Nofan kira sikapnya yang tanpa mengabari siapapun akan dapat membuatnya terasa aman namun rupanya keluarganya mencemaskannya.


"Aman kok pa, semuanya baik-baik aja, gak ada masalah sedikitpun kok" jawab Nofan.


"Benar gak ada masalah?" Terdengar kalau Karan tak percaya pada apa yang di katakan putranya.


"Beneran, semuanya aman-aman aja, gak ada masalah di sini, papa gak perlu khawatir, aku baik-baik aja" timpal Nofan begitu meyakinkan.


"Kalau memang benar di sana gak ada apa-apa, coba kamu kasih hp mu ke Alica, papa mau ngomong sama dia, Alica ada di dekat kamu kan?"


Nofan mengangguk, kebetulan Alica memang berada di sampingnya.


"Sekarang cepat kamu kasih hp mu ke Alica" perintah Karan ngotot.


Ragu-ragu Nofan memberikan hpnya pada Alica."Ini papa aku mau ngomong sama kamu"


"Ngomong sama aku, ngapain? Ada masalah apaan coba?" Keheranan Alica.


"Mana aku tau, kamu tanya aja sendiri"


Alica mengambil hp itu dari tangan Nofan."Halo om ini Alica, gimana kabar om sama Tante?"


"Baik kok Alica, semua orang di sini baik-baik aja" sahut Karan.


Tenang pikiran Alica setelah mendengar jika tidak ada yang terjadi pada orang-orang yang ia sayangi selama dia tidak berada di dekat mereka.


"Syukurlah kalau gitu om"


"Gimana kabar kamu, kamu baik-baik aja kan di sana?"


"Baik-baik aja kok om, cuman kaki aku lagi keseleo, mungkin besok akan sembuh" jelas Alica.


"Kenapa kamu sampai keseleo!" Terkesiap Karan.


"Gak sengaja jatuh om, gini deh jadinya" jawab Alica.


"Kasih hp itu ke Nofan, om mau bicara sama dia" titah Karan.

__ADS_1


Alica mengigit bibir bawah, meratapi kebodohannya, ia keceplosan bilang kalau kakinya keseleo, Alica jamin Nofan akan terkena amukan langsung dari ayahnya.


Dengan agak takut Alica memberikan hp itu kembali pada Nofan.


__ADS_2