
Raihan terlihat khawatir karena saat ini Aisyah terus saja memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Sayang, sebaiknya sekarang kita ke Dokter ya," ujar Raihan.
"Tidak perlu Kak, Aisyah hanya ingin Kakak menjelaskan semuanya tentang Ibu kandung Aisyah."
"Sayang, nanti Kak Raihan pasti akan menceritakan semuanya kepada Aisyah, tapi nanti setelah keadaan Aisyah membaik."
Aisyah yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit pada kepalanya, akhirnya pingsan dalam pelukan Raihan, sehingga membuat semuanya merasa khawatir.
"Sebaiknya kita segera membawa Aisyah ke Rumah Sakit Nak, Papa takut kalau Aisyah sampai kenapa-napa," ujar Papa Herdi.
Raihan langsung saja menggendong tubuh Aisyah dan memasukannya ke dalam mobil untuk membawa Aisyah menuju Rumah Sakit.
Saat ini Evan yang menyetir mobil, dan Papa Herdi ikut mengantar dengan duduk di samping Evan.
Sepanjang perjalanan, Raihan terus saja menangisi Aisyah, karena Raihan takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk terhadap Aisyah.
"Raihan takut Aisyah sampai kenapa-napa Pa."
"Kita banyak berdo'a saja Nak, semoga Aisyah tidak kenapa-napa," ujar Papa Herdi mencoba untuk menenangkan Raihan yang saat ini terlihat panik.
Setelah sampai Rumah Sakit, Papa Herdi memanggil Perawat supaya membantu membawa Aisyah menggunakan blangkar.
"Sayang, Aisyah harus kuat demi Kak Raihan dan Anak-anak," ujar Raihan dengan terus memegang tangan Aisyah yang saat ini hendak dimasukan ke ruang IGD.
Perawat yang melihat Raihan hendak ikut masuk, mencoba untuk melarangnya.
"Maaf Tuan, Tuan tidak boleh ikut masuk, kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk Pasien," ujar Perawat dengan menutup pintu ruang IGD.
Papa Herdi yang melihat Raihan terus saja mondar mandir, mengajak Raihan untuk duduk terlebih dahulu supaya merasa lebih tenang.
"Nak, sebaiknya Raihan duduk dulu, Dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk Aisyah," ujar Papa Herdi.
"Pa, Raihan takut Aisyah sampai kenapa-napa, Raihan tidak bisa hidup tanpa Aisyah, Raihan sangat mencintai Aisyah Pa."
"Papa tau semua itu Nak, sekarang sebaiknya kita berdo'a untuk kesembuhan Aisyah, karena saat ini yang Aisyah butuhkan adalah do'a kita."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Dokter ke luar dari ruang IGD, dan Raihan bergegas menghampiri Dokter.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Raihan yang masih terlihat panik.
"Istri Anda sepertinya mengalami syok karena mendengar berita yang membuatnya merasa terkejut, apalagi dengan kondisi ingatan yang masih belum pulih. Semoga saja istri Anda segera sadar, karena saat ini Pasien masih dalam keadaan pingsan, tapi sekarang Pasien sudah bisa dipindahkan ke kamar perawatan," jawab Dokter kemudian berlalu menunju ruangannya meninggalkan Raihan dan Papa Herdi.
Papa Herdi menghubungi Evan yang saat ini masih mengurus administrasi Aisyah, dan Papa Herdi menyuruh Evan supaya memesan ruangan terbaik untuk perawatan Aisyah.
Setelah administrasi selesai, Aisyah dipindahkan ke kamar perawatan, dan Raihan tidak beranjak sedikit pun dari samping Aisyah, dengan terus memegangi tangan Aisyah.
"Sayang, Aisyah bangun, Kak Raihan akan selalu ada di samping Aisyah menunggu Aisyah bangun lagi," ucap Raihan, kemudian Raihan menceritakan semua kenangan mereka dari semenjak kecil kepada Aisyah yang saat ini masih belum sadarkan diri.
Papa Herdi dan Evan yang mendengar cerita Raihan, merasa terharu dengan kisah hidup Raihan dan Aisyah, sampai-sampai mereka terlihat meneteskan airmata.
Raihan yang merasakan pergerakan tangan Aisyah begitu bahagia, dan dari sudut mata Aisyah terlihat airmata yang menetes.
"Sayang, Aisyah pasti mendengar semua cerita Kak Raihan kan? kapan Aisyah akan bangun, jangan membuat Kak Raihan merasa khawatir," ujar Raihan dengan mencium tangan Aisyah.
"Kak Raihan," ucap Aisyah dengan lirih ketika pertama kali membuka matanya.
"Alhamdulillah, akhirnya Aisyah sadar juga. Bagaimana sekarang keadaan Aisyah, apa masih ada yang sakit?" tanya Raihan.
"Apa masih ada keluhan pada kepala Nona Aisyah?" tanya Dokter ketika memeriksa kondisi Aisyah.
"Kepala saya masih sakit Dok, tapi sekarang saya sudah bisa mengingat semua kejadian di masalalu," jawab Aisyah.
"Sayang, jadi ingatan Aisyah sekarang sudah pulih?" tanya Raihan dengan memeluk tubuh Aisyah, Raihan tidak percaya jika ingatan Aisyah sudan kembali, sehingga Raihan terus saja mengucap syukur.
"Iya Kak, Aisyah sudah mengingat semuanya, dan itu semua berkat Kak Raihan yang tadi sudah menceritakan masalalu kita kepada Aisyah ketika Aisyah pingsan.
"Alhamdulillah akhirnya do'a Kak Raihan dikabulkan juga."
"Kalau begitu saya pamit dulu, kalau ada apa-apa tekan saja tombol yang ada di atas ranjang Nona Aisyah," ujar Dokter.
"Terimakasih banyak Dok," ucap Raihan.
Setelah Dokter ke luar, Papa Herdi dan Evan kembali masuk ke dalam kamar perawatan Aisyah.
__ADS_1
"Nak, bagaimana keadaan Aisyah sekarang?" tanya Papa Herdi.
"Alhamdulillah ingatan Aisyah sudah kembali Pa, sekarang Aisyah sudah mengingat semua masalalu kami," ujar Raihan yang terus saja memeluk Aisyah.
"Kak, lepasin dulu pelukannya, malu sama Papa dan Asisten Evan," ujar Aisyah.
"Gak apa-apa sayang, biarin saja Papa sama Evan lihat, pokoknya Kak Raihan gak bakalan lepasin Aisyah lagi."
Papa Herdi dan Evan ikut bahagia melihat kebahagiaan Aisyah dan Raihan, mereka sangat bersyukur karena ingatan Aisyah telah kembali.
"Alhamdulillah sekarang ingatan Aisyah sudah kembali, jadi Raihan gak bakalan galau lagi tuh," sindir Papa Herdi.
"Selamat ya Nona akhirnya ingatan Nona kembali lagi. Tuan, apa tidak sebaiknya kita pulang saja?" tanya Evan kepada Papa Herdi.
"Iya Van, sebaiknya sekarang kita pulang saja, daripada di sini kita hanya menjadi obat nyamuk," jawab Papa Herdi dengan terkekeh.
"Pa, Raihan titip si Kembar ya."
"Iya Nak, kalian tenang saja, Nathan dan Nala juga gak pernah rewel. Raihan, Aisyah kami pamit dulu ya. Kalau ada apa-apa Raihan telpon Papa saja. Aisyah, semoga Aisyah cepat sembuh dan bisa segera pulang ya Nak."
"Amin, makasih banyak ya Pa, Asisten Evan," ucap Aisyah sebelum Papa Herdi dan Asisten Evan ke luar dari dalam ruang perawatan Aisyah.
Aisyah merasa canggung karena sekarang Aisyah dan Raihan hanya berdua saja di dalam kamar perawatan Aisyah.
"Sayang, Kak Raihan tadi sangat takut melihat Aisyah tidak sadarkan diri."
"Maafin Aisyah ya Kak, Aisyah sudah membuat Kak Raihan merasa cemas. Aisyah akan selalu baik-baik saja selama ada Kak Raihan di samping Aisyah."
"Sekarang Aisyah kecil Kakak yang nakal akhirnya kembali lagi."
"Kok nakal sih Kak?" protes Aisyah.
"Iya, Aisyah itu nakal, karena Aisyah sudah mencuri hati Kak Raihan," jawab Raihan dengan tersenyum.
"Makasih ya Kak, Kak Raihan selalu sabar menunggu Aisyah."
"Harusnya Kakak yang berterimakasih karena Aisyah akhirnya kembali lagi, padahal semangat hidup Kakak sudah hilang bersama Aisyah dan Nala yang sempat hilang dari kehidupan Kak Raihan."
__ADS_1
"Iya Kak, untung saja Aisyah ditemukan oleh orang baik, dan selama tinggal di Kalimantan, Bu Neti dan Ayah Burhan selalu menyayangi Aisyah dan Nala seperti Anak kandung mereka sendiri.
"Oh iya, apa Aisyah punya fhoto Bu Neti?" tanya Raihan supaya lebih yakin dengan dugaannya.