
aku benar benar takut saat aku menatap mata mas Yudi, sebisa mungkin aku selalu menghindari dia ,aku pun sudah mulai merasa nyaman dan betah dengan pekerjaan ku di cafe ini. pekerjaan ku pun bertambah, aku sudah di ajarin aneka menu, di ajarin order juga ke tamu seperti pekerjaan waiters pada umumnya. aku sudah cukup pintar lah untuk beradaptasi dengan lingkungan di cafe. tak terasa waktu menunjukkan pukul 2 siang, waktunya makan siang, aku berjalan menuju ke service untuk makan siang, saat aku duduk tiba tiba, ada mas Yudi di sebelah aku, dia duduk di samping aku, dia berinisiatif mengambilkan nasi dan lauk ke piring aku, aku pun bengong melihat nya, dia makan bersama dengan aku. " Mas, ga usah repot repot ngambil in aku makan, aku bisa sendiri..." kata ku pada mas yudi. "Ga papa kok aku kan mau nunjukin klo aku tuh perhatian sama kamu...." jawab dia.... aku jadi sedikit baper sih ngelihat perhatian mas Yudi. aku akui sih mas Yudi itu bukan orang yang sesuai dengan kriteria cowok idaman ku. kriteria cowok idaman aku tuh..... ganteng, berkulit putih, tajir, tinggi, gagah, keren dan lain-lain, pokoknya yang bagus-bagus deh, dan yang paling penting itu seiman sama aku. tapi mas Yudi?????.......π₯π₯π₯dia sama sekali ga masuk ke kriteria ku. akhirnya kami pun selesai makan siang. aku kembali bekerja, ada seorang runner cowok dia ngajak ngobrol ngobrol aku, kita pun tertawa seru bersama sama, eh..... tapi tiba-tiba ada dia lagi, " what???!!!! ada mas Yudi lagi, kok dia ada di mana mana ya serem deh"β¦...kata ku dalam hati. "Woy..... guyonan terus, sana kerja ga usah ngobrol terus sama sayang banget ku lili...." kata mas Yudi sambil marah-marah..... "Sayang ku?????!!!!what's***π²π²apa dia sudah gila bilang sayang ku di depan banyak orang orang" kata ku dalam hati, aku benar benar malu, aku menghindar saja dari mas Yudi, ternyata dia menakutkan..... waktu menurut pukul 6 sore, akhirnya selesai juga bisa kerjaan ku, aku pun buru-buru berberes, karena aku takut klo aku ga buru buru pulang nanti aku bisa ketemu mas Yudi yang balik dari istirahat.... benar saja baru saja aku selesai mengeluarkan barang barang aku dari locker, tiba tiba dia sudah ada di belakang aku. dia berbisik pada ku," mau di antar pulang sayang??" aku agak ngeri dengerin nya. " maaf mas Yudi ga usah repot repot, aku bisa pulang sendiri kok. aku langsung lari menghindar secepat kilat.....aku benar benar takut dengan dia...... aku langsung melambaikan tangan memanggil angkot, aku pun bergegas pulang.... akhirnya aku sampai rumah juga, aku benar-benar paranoid.... oke lili kamu harus tenang, aku tidak boleh membuat papa mama curiga. aku masuk dan bergegas mandi makan dan istirahat, aku benar-benar capek hari ini..... benar saja aku jadi sulit tidur malam ini. aku terbayang bayang mas Yudi, semua kata kata gombal dan rayuan nya masuk semua ke otak aku. "Haduh..... gawat nih, kayaknya otak aku keracunan penguntit itu...." apa yang harus aku lakukan..... aku tetap berusaha keras memejamkan mata ku, dan akhirnya aku pun tertidur. keesokan harinya, aku membantu Mama beres beres rumah, menyapu, ngepel, cuci piring..... itu adalah ritual paten setiap pagi yang harus aku kerjakan.... setelah selesai berberes rumah baru deh aku mandi dan bersiap siap berangkat kerja. "mah aku sarapan dulu ya...." kata ku pada mama. " ya sayang, Mama ga bisa nemenin kamu sarapan nih, Mama masih harus nyuci baju dulu" kata Mama sambil berteriak dari kamar mandi..... baiklah, aku pun makan sendiri. dan pamit untuk bekerja. aku pun tiba di tempat kerja ku. aku meletakkan tas ku di dalam locker. kemudian aku absen dan mulai bekerja. dan seperti biasa lagi mas Yudi selalu mengikuti ku, memantau setiap gerak gerik aku, aku berbicara, ngobrol atau tertawa dengan orang orang pun selalu di pantau dengan dia..... aku berasa di ikuti paparazi setiap saat, rasanya sangat ga nyaman. saat makan siang pun dia selalu berada di samping ku, perhatian nya benar benar sangat tulus buat ku, kadang aku merasa bersalah memperlakukan dia dengan tidak baik.....seminggu pun berlalu. aku sudah kerja selama seminggu. aku benar-benar merasa betah di sini semua nya baik. dan selama seminggu juga aku selalu di beri perhatian khusus oleh mas Yudi, setiap saat dia selalu memberikan perhatian besar yang lebih pada ku, perlahan tapi pasti aku pun jadi suka baper sendiri, mungkin karena dia adalah orang pertama yang menunjukkan perhatian yang nyata pada ku. aku belum berani mengatakan bahwa aku mulai suka sama dia, aku masih merasa gengsi, semua karyawan di cafe pun sudah tau kalau mas Yudi sangat menyayangi aku, mereka suka menggoda aku, aku pun merasa gengsi dan jual mahal, jadi setiap ada yang menggoda aku, aku selalu mengelak. pada suatu hari aku masih ingat betul aku sedang mengelap meja di depan ruangan. saat itu tiba tiba di belakang aku ada seseorang dia berbisik pada ku "Li kamu mau ga jadi pacar aku...." benar saja dia adalah mas Yudi, dia mengagetkan aku. aku ga bisa jawab apapun. karena aku ga tau rasanya sangat berat menjalani hubungan pacaran dengan orang yang berbeda ras, usia, dan iman yang sangat bertolak belakang dengan ku. aku hanya bisa terdiam saja. aku langsung pergi menghindar. sesampainya di rumah pun aku masih saja terbayang bayang kata kata dia.... "Astaga naga...... aku kayaknya benar-benar jatuh cinta sama dia, tapi ga boleh ga boleh, apa aku sudah gila, dia sangat-sangat berbeda banget sama aku, tetep bakal berat...." aku merasa sudah menyerah..... aku pun memaksa mata ku untuk tidur...... keesokan harinya aku kembali bekerja, dia mengulang kembali pertanyaan nya, aku jadi galau, aku harus menjawab apa.... klo aku boleh jujur dalam hati kecil aku, aku nerima dia. tapi secara logika hubungan ini bakal berat, akhirnya aku percaya dengan kata hati aku, "Oke mas Yudi, aku akan jawab, aku ikut in kata hati aku, aku terima mas yudi jadi pacar aku....." benar saja dia sangat senang, dia senyum senyum bahagia, aku juga lega bisa ngungkapin kebenaran yang ada di hati kecil aku. dia jadi lebih perhatian ke aku, bahkan perhatian nya sangat berlebihan.... setiap ada cowok yang ngobrol dengan aku pasti di marahin sama dia, dia over protective dan terlalu posesif, aku sungguh agak merasa tidak nyaman, aku berkata pada mas yudi "Mas, kamu kok cemburu an nya tu parah banget ya....seolah olah kamu ga percaya sama aku." aku benar-benar ngrasa terganggu..... mas Yudi pun terdiam, akhirnya dia berusaha meminta maaf, "Maaf ya sayang aku benar-benar minta maaf. aku cuman takut aja kehilangan kamu.... maaf ya...." kata mas Yudi. akhirnya setelah melihat ketulusan hati mas Yudi buat minta maaf ke aku, aku pun luluh dan memaafkan dia. akhirnya kita pun berbaikan lagi..... banyak sekali kisah kisah yang kita lalui bersama, kisah suka duka dan semuanya.aku merasa hati aku sudah sangat nyaman berada di dekat dia. dia juga orang yang sangat perhatian, dia selalu memberikan rasa sayang pada ku, tapi aku belum berani bilang dan crita ke Mama dan papa tentang mas yudi. pasti ga akan pernah di restui sampai kapan pun, ini pasti akan berat. kita benar-benar berbeda, dari ras, keturunan, dan agama. ini sangat berat, aku sama sekali ga berani berkata apa-apa ke Mama atau papa. pada suatu hari dia mengajak aku pergi keluar, aku juga bingung bagaimana caranya....aku selalu menolak untuk pergi bersama dia, aku takut ketahuan Mama, karena Mama ga mau aku berpacaran dengan orang yang beda ras, beda keyakinan apalagi ukur aku masih 17 tahun. sebenarnya aku ingin sekali pergi jalan jalan seperti orang-orang yang pacaran pada umumnya, nonton bareng, dinner bareng, foto-foto berdua, dll. semuanya itu kadang membuat aku iri, tapi aku harus mengerti, ini kan pacaran backstreet...... aku tidak boleh berharap terlalu tinggi, setiap hari aku selalu kebanjiran perhatian dari dia, menurut aku mas Yudi benar benar pacar yang baik banget, dia selalu membantu pekerjaan ku, setiap ada masalah atau kesulitan dalam pekerjaan aku dia selalu dengan senang hati membantu menyelesaikan nya, dia selalu menghibur aku saat aku sedang sedih, dia selalu memberikan aku perhatian yang sangat luar biasa, aku benar-benar merasa spesial. hampir setiap malam hari dia selalu sms aku, walau hanya sekedar basa basi saja, tapi itu membuat aku merasa tidak kesepian, aku benar-benar berharap bisa bersatu dengan dia..... sebenarnya aku juga ga tau kenapa aku bisa sangat sayang sama dia, perasaan itu mengalir seperti air begitu saja, setiap hari kita selalu bertemu di tempat kerja, mungkin itu salah satu penyebab aku jatuh cinta sama dia, karena kita selalu bertemu selalu bersama, dia juga selalu perhatian lebih ke aku. semua kariawan di cafe sudah tau hubungan kami, mereka tidak sepenuhnya mendukung, ada juga yang memberikan komentar yang kurang enak, ada yang bilang, ras nya beda lah, ada yang bilang aku kok mau sama dia, dia kan udah tua jelek lagi, dll. sebenarnya semua itu masuk akal. tapi aku sama sekali tidaklah peduli dengan apa kata orang, aku seperti nya sudah tertutup kasmaran, hari ini adalah hari ulang tahun ku yang ke 17 tahun, aku bangun pagi pagi, Mama dan papa sudah memberikan suprise untuk ku, " selamat ulang tahun lili....." kata Mama dan papa bersamaan. aku tersenyum dan sangat senang, " makasih ya Mama papa" aku sayang sama Mama dan papa.... "sayang Mama udah masak sarapan spesial buat hari ini, makanan favorit kamu..... ayo kita makan bersama sama" ajak mama, " oke mah, makasih ya mah, aku sayang sama Mama"...ππππ aku pun segera mandi, sarapan dan berangkat kerja, sesampainya di cafe aku agak jengkel dari tadi malam sampai sekarang mas Yudi belum ngucapin ulang tahun ke aku, bahkan saat kami berpapasan pun dia pura-pura tidak melihat aku, aku merasa sangat sedih, kenapa orang yang aku cintai sama sekali ga peduli sama hari ulang tahun pacar nya sendiri...... tanya ku dalam hati.....aku pun melanjutkan pekerjaan ku, banyak teman teman yang memberikan ucapan selamat ulang tahun ke aku, aku jadi terharu, teman-teman ku semua sangat sayang dan perhatian ke aku..... "makasih ya teman-teman" kata ku sambil tersenyum..... waktu menunjukkan pukul 2 siang, ini saatnya untuk makan siang, sebelum makan aku ingin pergi ke toilet dulu, setelah keluar dari toilet aku sangat terkejut, ternyata ada roti tart dengan tulisan nama ku ada di depan aku. benar saja orang yang aku tunggu-tunggu memberikan selamat ke aku pun tersenyum sambil membawa roti itu. " happy birthday sayang liliπππ, semoga selalu sehat dan panjang umur ya...." kata Mas Yudi pada ku. aku tidak bisa berkata apa-apa, aku sangat senang..... di belakang mas Yudi pun masih banyak lagi teman-teman kerja yang ikut memberi ucapan selamat ke aku, aku pun bersalaman dengan mereka satu persatu, kami pun makan siang bersama, mas Yudi mengambilkan nasi dan lauk untuk ku. dia pun ikut makan bersama. "kamu minta kado apa??" tanya dia, aku pun masih diam dan berpikir..... kira kira aku mau apa ya...... tanya ku dalam hati. aku pun menjawab "aku **mau boneka timmie, itu lhoh boneka anak domba di filmnya shawn the sheep" kataku dengan tersenyum.... dari dulu aku kepingin banget punya boneka itu. "ohhh.... itu aku tau kok, oke nanti aku cariin buat kamu." jawab dia. aku sangat senang, jadi begini ya rasa nya punya pacar, selalu di perhatiin dan di sayang..... benar saja keesokan harinya saat aku sampai di tempat kerja, mas Yudi datang menghampiri aku, dia membawa kan boneka timmie kesukaan ku itu, "sayang, ni aku bawain pesenan kamu." kata mas Yudi sambil tersenyum, " makasih sayang" jawab ku sambil menerima boneka itu, " lucu banget deh... aku senang banget.. " kata ku. dia benar-benar perhatian sama aku. kami pun kembali bekerja seperti biasa, ada salah satu bagian waiter di cafe itu yang juga menyukai aku, aku juga baru tahu dari pembicaraan temen temen kerja, namanya ivan. menurut ku sih dia baik, lumayan ganteng, dan orangnya rajin juga. suatu hari dia mendekati aku dan kita ngobrol ngobrol santai, mas yudi pun melihat kedekatan kami, dia marah marah ga jelas, sebenarnya aku ngrasa ga salah sih, aku dan Ivan kan hanya teman biasa...aku pun minta maaf ke dia, " kamu kenapa marah sih, kan aku cuman sayang sama kamu, jangan cemburu an gitu dong sayang...." kata ku sambil menenangkan dia, **"