
Keesokan harinya, mas Yudi sudah berjanji padaku dia akan datang lebih awal, karena kita berdua tidak bertemu 4 hari.....
Pagi pagi aku berangkat kerja aku pun semangat sambil menunggu mas Yudi, waktu pun terus berlalu, aku sama sekali tidak melihat mas Yudi datang, ada di mana dia tanyaku dalam hati.
Satu jam kemudian, akhirnya Mas Yudi pun datang, dia menghampiri aku, dan menyapa aku dengan muka tanpa dosa, aku bersikap cuek padanya aku sangat jengkel melihat dia.
Dia tidak menepati janji, dia pun bertanya"kamu kenapa sih kok marah gitu"
aku pun menjawab"pikir aja sendiri"
Dia menyadari kalau aku marah, akhirnya dia pun berusaha menjelaskan.....
__ADS_1
"sayang, kamu jangan marah ya, gini aku kasi tau, tadi pagi aku sebenarnya mau berangkat pagi, tapi pekerjaan di rumah banyak banget, aku harus nyuci dan masak dulu... maaf ya sayang...." katanya dengan muka menyesal
aku memakluminya, dia kan pembantu di rumah, " oke aku ga marah lagi." kataku pada mas Yudi, dia pun tersenyum.....
Setiap hari kami sering kontak lewat telepon,
walaupun hubungan kami ini salah, tapi aku sangat menikmati nya.
Setiap jam istirahat, dia selalu mengkontak aku, kita banyak bercerita
Aku heran kenapa dia bisa tahan dengan kondisi yang seperti itu, dia hanya menjawab ini adalah tanggung jawab....
__ADS_1
Dia berkata kalau dia tidak mencintai Nina, tapi bagaimana mungkin, dulu dia mencampakkan aku demi Nina, kenapa sekarang dia berkata begitu.....
Dia juga bercerita, tadi pagi aku udah setrika baju kerja nya dia, tapi kelewat 1 baju, dia marah banget, hah?!?!!😅😅😅bagaimana bisa..... benar-benar terbalik....
mestinya yang menyiapkan segala keperluan kamu kan istrimu, kenapa kebalik.....
mas Yudi hanya diam dan berkata bahwa aku mengalah saja karena aku ga mau ada keributan.....
Baiklah aku memakluminya keadaan nya....
dia pun meminta aku tidak bercerita sesuatu yang menyedihkan, atau yang berhubungan dengan masa lalu, karena itu hanya membuat dia emosi....
__ADS_1
Aku pun sudah tidak membahas nya lagi.....
cuman yang aku pikir kan sebenarnya Nina itu menganggap kamu suami atau pembantu nya saja..... aku benar-benar tidak habis pikir jadinya....