
"Kamu jangan takut Alica, ada om di sini, papa mu juga gak akan biarkan kamu terluka, untuk apalagi kamu masih khawatir" ustadz Hafidz menenangkan Alica, ia sanggup menerima konsekuensi di balik ini semua.
Dari awal jika ia tidak mau tanggung jawab tidak mungkin ia melakukan ini.
"Alica apa Nofan udah nyampe di rumah?" Tanya pak Anton teringat pada Karan dan Nofan serta yang lain yang satu mobil dengan Nofan.
"Kayaknya masih belum deh yah, soalnya baru 20 menit yang lalu Nofan posting story lagi makan di restoran, sepertinya dia mampir makan di resto terlebih dahulu. Mungkin sekarang dia lagi melanjutkan perjalanan pulang" jelas Alica.
"Cepat kamu hubungi dia buat jangan lewat di jalanan utama desa, perintahkan papanya untuk lewat jalanan yang ada di desa sebelah" suruh pak Anton khawatir hantu itu akan melakukan tindakan aneh-aneh pada mereka.
"Baik ayah" jawab Alica.
Dengan cekatan Alica menghubungi Nofan, kekhawatiran terpancar di wajahnya, walaupun Nofan ngeselin tapi dia satu-satunya orang teman yang Alica punya.
"Halo ada apa ca, kenapa kamu hubungi aku, gak ada masalah kan?" khawatir Nofan saat panggilan berhasil tersambung.
"Nofan kamu ada di mana?" tanya Alica ikutan panik..
"Aku masih ada di jalan nih, sebentar lagi aku akan masuk ke desa, kenapa emangnya" jawab Nofan.
"Sekarang kamu puter balik, lewat jalanan desa sebelah yang terhubung ke desa kita aja, soalnya ada hantu ganas yang nunggu di tengah jalanan desa, dia minta nyawa, dia ingin warga desa kita mati. Kamu kasih tau ayah mu tentang hal ini" perintah Alica cemas.
"Oke-oke, aku akan kasih tau papa, thanks infonya" balas Nofan.
Alica lega setelah memberitahukan informasi penting ini, jika sampai ia telat ia tak tau hal apa yang akan terjadi menimpa keluarga Nofan.
"Gimana ca, kamu udah bilang kan?" Memastikan pak Anton dengan matanya fokus ke depan.
"Udah ayah, Nofan udah tau, aku yakin dia gak akan melintas di jalanan utama desa dan hantu itu gak akan ganggu dia" jawab Alica.
Mereka dapat bernafas lega untuk sesaat, setidaknya keluarga Nofan akan selamat dari keganasan hantu keras kepala tersebut.
"Ada apa fan, siapa yang nelpon, apa mama mu?" Tanya Karan penasaran.
"Bukan pa, tapi Alica" jawab Nofan.
Kening Karan berkerut."Alica? Ngapain dia nelpon kamu, ada terjadi masalah sama Alica dan ayahnya?"
__ADS_1
Tak tenang Karan, walaupun Alica sudah berada di dekat ayahnya tapi musibah bisa datang tanpa di undang.
"Bukan, mereka baik-baik aja kok, semuanya aman-aman aja. Alica cuman bilang kalau dia nyuruh kita buat putar balik, dia minta kita lewat di jalanan desa sebelah yang terhubung ke desa, karena di tengah jalan desa ada sosok hantu yang ingin mencelakai kita" tutur Nofan.
Seketika Karan langsung mengeram mendadak, lalu menatap putranya yang duduk di kursi belakang dengan terkejut.
"Yang bener aja kamu" kaget Karan setengah tak percaya.
"Beneran pa, Nofan gak boong, Alica yang ngomong langsung" jawab Nofan.
"Kayaknya bener deh ran apa yang Nofan bilang, karena kan waktu itu ada orang yang meninggal tabrak lari di jalanan desa" timpal Maikel percaya dengan Nofan.
"Iya juga, lebih baik kita putar balik aja, keamanan nomor satu, sekecil apapun jangan mengentengkan peringatan" sahut Karan setuju.
Mereka menyerahkan segalanya pada Karan. Karan memutar balik dan melajukan mobilnya melewati jalanan di desa sebelah yang memang jauh tapi aman untuk di lewati.
Alica tiba di rumahnya setelah mengalami banyak drama di sepanjang perjalanan.
"Akhirnya sampai juga di rumah" syukur Alica begitu merindukan rumah yang ia tinggali selama 1 Minggu karena terjebak di alam gaib.
"Baik ayah" Alica bergegas masuk ke dalam kamar.
Tangan Alica membuka gagang pintu, seketika senyum yang merekah di bibirnya sirna.
"Aaaaaaaaahhhhh" teriak keras Alica.
Orang-orang yang mendengar teriakan itu langsung panik.
"Alica, itu suara Alica" panik pak Anton.
"Ayo kita cek Alica sekarang' ajak ustadz Hafidz.
Dengan tergopoh-gopoh mereka berlari, mendekati Alica yang menangis kejer di depan kamar.
"Alica kamu kenapa nak, kenapa kamu nangis" panik pak Anton menangkup pipi Alica.
"Ayah, ayah dia ada di sana" tunjuk Alica pada kamar, di sembari tangisan yang makin keras.
__ADS_1
Pak Anton mengerutkan kening tak percaya, ia langsung mengecek ke kamar Alica.
"Gak ada apapun kok, kenapa kamu nangis" cemas pak Anton.
"Ayah, dia ada di sana, dia serem banget, Alica takut" Alica memeluk erat tubuh pak Anton, tubuhnya bergetar hebat.
"Udah nak, kamu jangan takut ayah ada di sini, gak akan ada yang terjadi sama kamu" pak Anton menenangkan Alica yang menangis histeris.
Ustadz Hafidz masuk ke dalam kamar Alica, ia menyusuri area kamar, namun kosong tak ada apapun di sana.
Ustadz Hafidz mengendus aroma bau anyir darah di kamar Alica.
"Anton, dia ada di sini, dia berusaha meneror putri mu" tutur ustadz Hafidz merasakan adanya pergerakan makhluk halus di kamar Alica.
"Sialan, dia benar-benar kurang ajar, kenapa dia malah neror anak ku, apa maunya" geram pak Anton, mengepal kuat tangannya.
"Ayah, Alica takut hiks hiks hiks" isakan tangis Alica menyayat hati, ia memeluk tubuh ayahnya erat.
"Gak usah takut nak, ayah ada di sini, kamu jangan takut, semuanya akan baik-baik aja" ucap pak Anton.
Pangeran William muncul di tengah-tengah mereka, ia yang mendapati putrinya menangis langsung geram, marah, murka dan kesal.
Tatapan tajamnya jatuh pada ustadz Hafidz, selain Alica ustadz Hafidz dapat melihat keberadaan pangeran William.
"Ada apa dengan putri ku, kenapa dia nangis, siapa yang sudah membuatnya menangis?" bentak pangeran William.
Kekesalan terpancar jelas di wajah tampannya, ia sangat tak terima jika ada orang yang mengusik ketenangan putri kecil yang begitu ia jaga dan ia sayangi.
"Sosok wanita korban kecelakaan tabrak lari yang telah mengganggu Alica, dia begitu bandel dan keras kepala, dia ingin semua orang mati, termasuk putri mu" jelas ustadz Hafidz.
Kepalan kuat tangan pangeran William, tubuhnya meradang, api seakan menyelimuti tubuhnya.
"Di mana dia sekarang, akan aku beri dia pelajaran, apa dia tidak tau kalau orang yang dia ganggu adalah putri ku!" geram pangeran William.
"Dia berkeliaran bebas di desa ini, kau cari saja dia, dia tidak jauh dari sini" jawab ustadz Hafidz.
Pangeran William tanpa menyahut langsung menghilang dari sana dan akan balas dendam atas perbuatan sosok seram itu.
__ADS_1