
Nofan menggendong gadis yang tak di ketahui siapa, dia di temukan telah mengapung di air terjun padahal mereka baru tiba di sana.
Alica berjalan di samping Nofan, sesekali matanya fokus menatap gadis yang sudah tak bernyawa tersebut.
Tubuh gadis itu dingin lantaran telah lama berendam di dalam air terjun.
"Dia benar-benar asing, dia bukan murid di sekolahan ini, apa mungkin dia korban pembantaian di hutan ini?" Batin Alica menerka-nerka apa yang sudah terjadi pada gadis itu sehingga dia kehilangan nyawanya di dalam hutan Pinus.
"Aku harus cari tau" batinnya penasaran berat.
Alica terus mengikuti mereka yang akan membawa gadis itu ke tenda.
Belum lama Alica berada di sini, Alica sudah menemukan banyak hal-hal mistis yang jarang di ketahui, hanya beberapa orang yang ia percayai yang di beritahukan.
Setelah memakan waktu yang lama mereka akhirnya tiba di tenda, semua anak berkumpul di sana sambil saling bertanda tanya siapa dan mengapa gadis itu bisa meninggal, sedangkan para OSIS dan guru-guru mendekati sebuah gazebo yang biasanya di jaga oleh pak Joko.
Mereka akan melaporkan tentang penemuan mayat di air terjun pada pak Joko.
"Pak pak pak" teriak pak Bambang dari kejauhan, wajah paniknya dapat di lihat, tak bisa di sembunyikan lagi.
Siapa yang tidak panik saat menemukan mayat di tengah hutan dan tak ada identitas apapun yang tertinggal.
Pak Joko yang tengah duduk santai langsung berdiri, melihat mereka menghampirinya ia pun terkejut.
Nofan meletakkan tubuh gadis itu di gazebo.
"Pak kami menemukan mayat di air terjun, kami tidak mengenalinya, apa mungkin bapak kenal dengan wanita ini" Pak Bambang mengutarakan pada pak Joko tentang penemuan mayat di hutan ini.
Pak Joko mengamati betul-betul gadis pucat yang sudah tak bernyawa tersebut.
"Owh saya tau pak, dia itu salah satu murid di sekolah SMA Al-Ikhlas yang kemarin piknik juga di hutan ini, dia sebelumnya di kabarkan hilang namun saat di cari gak di temukan. Kalau gak salah sekitar 2 hari yang lalu teman-temannya kembali ke kota dan selama 2 hari itu juga dia di nyatakan hilang" jelas pak Joko mengenali dan sudah mendapatkannya laporkan tentang gadis itu sebelumnya.
"Kami menemukannya mengapung di air terjun pak, saat di periksa dia sudah tidak bernyawa, kami yang panik langsung menghampiri bapak" ucap Bu Wirda.
"Kami mohon urus jasadnya pak, beritahukan juga pihak sekolah dan serta keluarga korban" titah pak Lukman.
"Baik saya akan hubungi pihak sekolahan kalau anak yang di nyatakan hilang telah di temukan dalam keadaan yang tak bernyawa" jawab pak Joko.
Masalah sudah clear, semuanya sudah tenang, mereka tak kepikiran lagi dengan gadis yang itu karena pak Joko langsung yang akan menghandlenya.
Nofan menatap lekat gadis pucat, saking pucatnya setara dengan tembok.
"Fan, ayo kembali ke tenda" ajakan Calvin membuat Nofan tersentak kaget, lamunannya pun langsung buyar.
Nofan menatap gadis itu sekilas lalu ikut teman-temannya kembali ke tenda.
Mereka berkumpul di tempat yang agak menjauh dari tempat para murid berada.
"Sekiranya siapa gadis itu ya, kok bisa ya dia meninggal di hutan ini?" Reza penasaran betul gadis pucat itu.
"Dia kan meninggal di air terjun, bisa aja dia lagi mandi dan tak sengaja tenggelam sedangkan teman-teman gak tau kalau dia tenggelam, setelah lama dia akan mengapung ke atas" dugaan Dimas.
"Tapi dim kalau dia tenggelam masa gak di bantu sama teman-temannya, kamu kan ngira kalau dia berada di sana bersama kawan-kawannya kan?" Tanya Calvin.
Dimas mengangguk, dugaannya seperti itu. Gadis itu tenggelam dan tak ada yang membantunya, setelah lama berada di dalam air dan posisi kawan-kawannya sudah pergi tubuh gadis itu baru mengapung ke permukaan.
"Kayaknya gak mungkin deh dim, dia kan murid sekolah, pasti ke sana sama guru-gurunya gak mungkin ke sana sendiri" opini Calvin memiliki pandangan yang berbeda.
__ADS_1
"Tapi bisa jadi kalau dia ke sana gak bareng sama guru-gurunya" argumen Reza.
Mereka semua mengerutkan alis, argumen Reza paling berbeda.
"Jadi kamu ngira kalau dia sana sama teman-temannya gitu?" Kepala Reza langsung mengangguk dengan pertanyaan yang Calvin lontarkan.
"Bisa jadi, karena kan dia tenggelam, meninggalnya karena tenggelam bukan. Kalau dia ke sana sama guru-gurunnya gak mungkin di tinggalin gitu aja, pasti di cari dong" sahut Reza berkeyakinan penuh.
"Kalau dia pergi sama teman-temannya, masa teman-temannya setega itu ninggalin dia di sana sendirian, di mana hati nurani mereka. Masa teman ilang gak di cari" tak habis pikir Calvin.
"Apa mungkin teman-temannya gak suka ya sama dia, terus saat dia hilang gak di cari, pas guru-gurunya nanya mereka baru beralasan biar gak ketahuan" sebut Reza.
"Menurut kamu mereka itu gak suka pada gadis yang meninggal dan berusaha buat lenyapin dia" feeling Calvin mengartikan pendapat Reza.
"Iya, tapi mereka awalnya gak ada niatan buat bunuh gadis itu, mereka cuman ingin celakain aja. Mereka dorong gadis itu ke dalam air terjun dan di biarkan begitu saja. Mereka pikir gadis itu akan kembali sendiri tapi ternyata salah total. Aku ngerasa gadis itu gak bisa berenang, dia tenggelam dan gak ada yang bantuin sampai tubuhnya mengapung sendiri sedangkan kawan-kawannya kembali ke tenda membiarkan gadis itu di sana. Karena ulah jahat mereka perlahan-lahan gadis itu meregang nyawa di sana" jelas Reza berserta dengan firasat yang dapat di terima oleh akal.
"Kemungkinan besar kayak gitu, karena gak mungkin aja gitu kalau gadis itu meninggal tanpa campur tangan orang lain" yakin penuh Dimas.
"Kok bisa mereka setega itu ya, salah gadis itu apaan coba, dari mukanya aku nilai kalau kayaknya dia baik, polos gak mungkin macem-macem. Tapi herannya orang baik selalu aja di jahatin sama orang lain" tak habis pikir Reza
"Namanya juga manusia, mereka emang suka gitu" sahut Calvin.
Tatapan Dimas jatuh pada Nofan. Pemuda itu terus-menerus diam sejak tadi tak menyahuti atau nimbrung bersama mereka.
"Fan kamu kenapa?" Dimas langsung mengajukan pertanyaan.
Diamnya Nofan membuat mereka bertanda tanya apa yang Nofan pikirkan sehingga membuatnya dian seribu bahasa.
"Ah enggak, aku gak papa kok" lamunan Nofan langsung buyar.
Mereka merasa ada sesuatu yang Nofan pikirkan, mereka menaruh sedikit kecurigaan.
Nofan menghembuskan nafas kasar, berat rasanya baginya untuk mengatakan mengapa sedari tadi dia diam tanpa ekspresi.
"Sebenarnya gadis yang tadi kita temui di air terjun dalam keadaan sudah tak bernyawa adalah gadis yang sama yang tadi malam aku maksud. Aku ketemu sama dia saat ronda malam" Nofan mengeluarkan unek-unek yang ia pendam.
"Hah masa iya gadis yang tadi meninggal adalah gadis yang kamu temui tadi malam!" Kaget mereka.
Akal mereka tak dapat merima penuturan Nofan yang menyebutkan kalau dia bertemu dengan gadis itu tadi malam padahal jelas-jelas gadis itu di nyatakan hilang selama 2 hari.
"Iya beneran, dia adalah gadis yang aku temui tadi malam, aku gak lupa sama wajahnya aku masih inget betul" jawab Nofan.
"Kalau dia memang orang yang kamu temui semalam, pertanyaannya mulai kapan dia meninggal?" Calvin keheranan.
"Dia udah meninggal jauh sebelum kita datang kemari, kira-kira mungkin 2 hari yang lalu. Dan orang yang tadi malam aku temui emang dia, namun dia bukan lagi manusia tapi hantu. Terlihat dia itu ingin ngasih aku kode kalau dia minta pertolongan, cuman aku aja yang gak peka" Nofan menjelaskan sejelas-jelasnya biar mereka semua paham.
Mereka pun langsung paham, masalah yang bersarang di otak mereka langsung menghilang, mereka tak kepirkian lagi karena masalahnya sudah clear.
"Kematian gadis itu masih jadi misteri tau, bisa jadi dia di bunuh atau gak sengaja tenggelam dan meninggal. Kita punya dugaan kalau dia meninggal karena ketidak sengajaan teman-temannya" dugaan Dimas.
"Ya kita hanya bisa menduga, masalah benar atau enggaknya, gak ada yang tau" sambung Nofan.
"Kalian lagi ngobrolin apa, kok serius banget" Alica penasaran, baru di sampai aja ia sudah di suguhkan dengan wajah-wajah mereka yang serius.
Mimik wajah mereka langsung berubah.
"Enggak, gak ada apa-apa kok" kompak mereka, sambil menyunggingkan senyum menutupi segala sesuatu dari Alica.
__ADS_1
Alica tak gampang di bohongi, ia menatap mereka berempat bergantian.
"Gak usah boong, udah bilang aja apa yang terjadi, aku gak akan ember kok, kalau aku ember Nofan sendiri yang akan hukum aku" suruh Alica ingin tau apa yang sedang mereka bahas.
Mereka saling memandang, lirikan mata mereka mengartikan kalau mereka saling meminta pendapat.
"Begini ca, kemarin malam aku ketemu sama seorang gadis yang duduk di dekat batu besar sebelah tenda paling tengah di bagian barat. Dia begitu asing, aku gak kenal sama dia. Nah aku pun datangin mereka nanya apakah ada anak baru yang masuk ke dalam sekolah, ternyata gak ada" sela Nofan.
"Aku kira dia itu anak baru tapi katanya gak ada penambahan anak siswa maupun siswi. Tapi pagi aku tau kalau gadis yang aku temui tadi sama dengan gadis yang di temukan meninggal di air terjun" sambung Nofan.
"Terus letak permasalahannya di mana?" Keheranan Alica.
"Yang bikin bingung sekaligus aneh itu kenapa aku bisa di datangin sama dia tadi malam, padahal di rumorkan telah menghilang selama 2 hari" jelas Nofan.
Alica pun kini paham letak permasalahan yang mengganggu pikiran mereka.
"Kamu bisa jelasin gak kenapa aku bisa ketemu dia dalam waktu yang sependek itu" titah Nofan.
"Gini fan, orang yang tadi malam kamu temuin emang gadis itu, tapi dia dalam bentuk arwah, bukan manusia. Dia itu datang ke kamu mungkin karena mau ngasih kode kalau dia minta pertolongan agar kamu bisa evakuasi jasadnya. Cuman kamu gak paham maksudnya, begitu" jawab Alica dengan penggunaan kata yang sesimpel mungkin agar mudah di pahami.
"Owh jadi maksud kamu yang aku temui tadi malam itu hantu?" Tanya Nofan.
"Betul sekali, di garis bawahi kalau yang namanya hantu muncul gak harus nampakin wajah seramnya, ada banyak cara, bahkan mereka bisa menipu manusia dengan wujudnya yang sama persis dengan kita, bedanya mungkin dapat di liat dari wajahnya yang pucat" jawab Alica.
Permasalah mereka itu terselesaikan, memang terdengar aneh saat berjumpa dengan satu orang dalam alam yang berbeda (malam hidup, siang mati).
"Tapi kamu tau gak kenapa dia bisa meninggal, masa iya dia cuman meninggal tenggelam tanpa ada campur tangan orang lain gitu?" Calvin masih amat penasaran kronologi pasti mengapa gadis itu bisa meregang nyawa.
Kecelakaan memang tak ada yang tau, musibah datang tanpa di undang, tapi kematian seseorang yang terdengar janggal bisa di curigai kalau di dalamnya ada campur tangan manusia.
Alica diam, di otaknya ia memiliki firasat yang sama seperti mereka, tapi ia tak bisa membantah atau membenarkan karena di sini ia juga sama-sama tak tau apa yang di alami atau yang terjadi sama gadis itu sehingga ia meregang nyawa.
Jika tidak ada mereka yang menolong dan mengevakuasinya, mayatnya pasti akan membusuk bahkan tak bentuk lagi.
"Kalau sekarang aku gak bisa mastiin, tapi aku akan cari tau, aku akan coba tanyakan pada makhluk halus yang ada di hutan atau juga sama orangnya langsung tapi kalau ketemu sama dia" respon Alica.
"Kita tunggu kabar dari kamu" Reza tak pusing-pusing lagi harus menduga-duga tentang kematian gadis itu karena di sini ada Alica yang dapat berkomunikasi dan bisa mencari tau dengan mudah dan cepat.
Alica mengangguk setuju, ia juga sama-sama penasaran, untuk itu ia harus mencari tau biar teka-teki di benaknya terjawab.
"Nofan"
Panggilan seseorang membuat pembahasan yang memanas itu terhenti.
"Ada apa pak?" Nofan langsung bangun dari duduk, pak Bambang mendekati mereka.
"Enggak, tadi saya dengar dari Ical kalau kamu mau bikin obor buat penerangan saat di malam hari, apa itu bener?" Memastikan pak Bambang terkait berita yang tak sengaja terdengar di telinganya.
"Benar pak, kami ingin buat obor yang banyak dari bambu, biar saat di malam hari obor itu bisa di jadikan pengganti lampu" jawab Nofan.
"Kalau seperti itu sana sekarang kamu bikin, ini waktu yang terbaik, kamu ajak anak-anak lainnya buat bikin bareng kalian, agar nanti malam bisa langsung di luncurkan" suruh pak Bambang.
"Baik pak" sahut mereka.
Mereka pun langsung bergegas membuat obor dari bambu, di awal masuk ke dalam hutan Pinus terdapat pohon bambu yang tumbuh liar, tepatnya di sebelah kiri pojok, mereka mengambil bambu-bambu dari sana, sebelumnya mereka telah meminta izin pada pak Joko, selaku orang yang menjaga hutan Pinus.
Semua murid laki-laki bekerja keras untuk membuat obor dengan cara yang masih tradisional.
__ADS_1
Lalu beberapa orang di antara mereka membeli minyak tanah sebagai ganti listrik untuk menghidupkan obor.
Di sekeliling tempat mereka piknik telah tertancap bambu-bambu, nanti malam mereka akan membuat bambu-bambu itu menyala dan kegelapan akan menyingkir. Orang-orang tak akan takut lagi ketika matahari telah terbenam.