
Mama pun pergi meninggalkan ku sendiri, Mama sangat marah dengan keputusan yang aku buat. aku masuk ke kamar, aku duduk termenung sambil berpikir... bagaimana aku melanjutkan hubungan ku dengan mas Yudi, kenapa begitu berat. aku sulit untuk meneruskan nya, tapi aku juga tidak bisa berhenti mencintai nya. dia orang pertama yang aku cintai..... tapi orang tua ku jelas jelas tidak merestui. aku benar-benar pusing memikirkan nya. aku pun beristirahat, keesokan harinya aku bangun pagi seperti biasa, aku beres beres rumah, sikap Mama ke aku pun berbeda, tidak seperti biasanya, Mama suka menyapa aku, tertawa bersama ku di pagi hari, sekarang Mama hanya diam padaku, aku pun merasa bersalah dengan Mama, kenapa aku seperti anak durhaka begini, kataku dalam hati, tapi aku harus gimana lagi aku masih berat ke cinta aku dari pada orang tua aku..... aku benar-benar anak durhaka. Mama pun selesai masak, aku juga sudah selesai bersiap-siap untuk berangkat kerja, Mama hanya diam saja, papa yang mengajak aku makan, "Li, sarapan dulu baru berangkat kerja, ni Mama sudah masak enak enak lhoh....." kata papa kepada ku, " iya pah" jawab ku pada papa. kami pun sarapan bersama. papa berangkat kerja, aku juga bersiap untuk berangkat, aku pamit ke Mama, Mama hanya diam saja. aku pun akhirnya sampai ke cafe, aku kembali kerja seperti biasa. sikap aku agak berubah ke mas Yudi, dia pun menyapa ku, aku hanya diam saja, aku bingung dengan keadaan ini, bagaimana aku harus bersikap sekarang.... dia pun selalu saja membuntuti aku, "sayang kamu kenapa kok sikapnya berubah ke aku, aku berbuat salah apa sama kamu??" tanya dia dengan wajah bingung. "maaf mas Yudi, mas Yudi ga salah kok, aku cuman butuh sendiri dulu." jawabku. mas yudi pun pergi meninggalkan ku sendiri, aku duduk dan berpikir aku harus mempertahankan orang yang aku sayangi, aku sudah melangkah sejauh ini aku harus bertahan. akhirnya aku pun mendatangi mas Yudi, aku meminta maaf kepada nya, dia juga meminta agar aku jangan pernah meninggalkan dia. karena dia sangat menyayangi ku, aku berjanji pada mas yudi, waktu terus berjalan, aku menyembunyikan hubungan ku dengan mas Yudi dari mama papa dan teman teman kerja, tapi ada satu orang sahabat aku, dia yang mengetahui hubungan antara aku dan mas Yudi, dia adalah Luna, dia selalu mendukung aku meskipun terkadang dia juga menegur aku jika aku salah melangkah. aku merasa banyak kebohongan yang aku ciptakan semenjak aku berhubungan dengan mas Yudi, satu demi satu kebohongan, menutupi kebohongan kebohongan yang lainnya, aku benar-benar seperti orang lain, aku sudah berubah bukan lili yang dulu lagi, bukan lili yang penurut, tidak membantah orang tua, dan tidak pernah berbohong, sekarang aku benar-benar seperti orang lain, itu semua karena cinta, aku ga mau kehilangan orang yang aku sayangi, ga tau kenapa aku sangat mencintainya, aku rela ngorbanin semua buat dia, aku hanya merasa hati aku tenang dan nyaman setiap didekat dia. aku pun sudah berubah berbaikan dengan Mama, aku bilang ke Mama kalau aku udah ga ada hubungan apa lagi dengan mas yudi, Mama pun percaya pada ku. maaf ma aku terpaksa berbohong sama Mama, aku sayang sama Mama, tapi aku belum siap untuk kehilangan mas Yudi, maaf mah.... kataku dalam hati.....