Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Bab 61 ( Kekuatan cinta Aisyah dan Raihan )


__ADS_3

Aisyah dan Nala sudah terlihat bersiap untuk berangkat menuju Jakarta, meski pun rasanya Aisyah sangat berat meninggalkan Mama Neti dan Pak Burhan yang sudah beberapa bulan ini tinggal bersamanya, bahkan semalam Mama Neti meminta ijin untuk tidur bersama Aisyah dan Nala.


Aisyah dan Nala hanya di antar oleh Pak Burhan saja, karena Mama Neti takut kalau sampai Raihan mengenali dirinya dan membongkar identitas Mama Neti yang sebenarnya kepada Aisyah.


"Bu, Semoga Ibu cepat sembuh ya, maaf kalau selama Aisyah dan Nala tinggal di sini, kami sudah merepotkan Ibu, dan terimakasih banyak karena Ibu dan Ayah sudah menerima Aisyah dan Nala untuk tinggal di sini," ucap Aisyah.


"Nak, seharusnya Ibu yang meminta maaf kepada Aisyah, karena selama Aisyah tinggal di sini, Ibu sudah bersikap tidak baik kepada Aisyah. Terimakasih atas semuanya ya sayang, semoga Aisyah dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan," ucap Mama Neti dengan memeluk tubuh Aisyah, dan mereka berdua tidak kuasa menahan tangis yang sudah tidak dapat dibendung lagi.


Pak Burhan yang melihat istri dan Anaknya menangis dengan berpelukan, akhirnya ikut menangis juga.


Maafkan Ayah Nak, kami belum bisa menjadi orangtua yang baik untuk Aisyah, ucap Pak Burhan dalam hati.


Pak Burhan, Aisyah dan Nala, akhirnya pergi meninggalkan Mama Neti yang masih saja terlihat menangis dengan melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan ketika mobil yang ditumpangi Suami, Anak dan Cucunya melaju meninggalkan halaman rumahnya.


"Selamat jalan Aisyah, maafkan Mama karena telah banyak melakukan kesalahan kepada Aisyah," gumam Mama Neti dengan terus menahan sesak dalam dadanya.


......................


Sepanjang perjalanan, Aisyah terlihat melamun karena terus saja teringat dengan kondisi kesehatan Mama Neti yang masih belum membaik.


"Aisyah baik-baik saja kan?" tanya Pak Burhan.


"Aisyah ingat terus sama Ibu, Yah."


"Aisyah do'akan saja semoga Ibu bisa segera sembuh, karena saat ini kondisi kesehatan Suami Aisyah juga sedang tidak baik setelah Aisyah dan Nala hilang tanpa jejak," ujar Pak Burhan.


"Apa Ayah tau siapa nama Suami Aisyah?"

__ADS_1


"Nama Suami Aisyah adalah Raihan, dan kalian juga masih mempunyai seorang Putra yang bernama Nathan. Nathan dan Nala adalah saudara kembar," jawab Pak Burhan.


"Pantas saja Nama Kak Raihan yang pertama kali Aisyah ingat."


"Iya Nak, bahkan Raihan adalah orang yang telah membesarkan Aisyah dari semenjak Aisyah bayi," ujar Pak Burhan yang sudah keceplosan.


"Memangnya orangtua Aisyah kemana? kenapa Kak Raihan yang membesarkan Aisyah?"


"Nanti Aisyah tanyakan saja semuanya kepada Raihan, karena Ayah tidak tau banyak tentang masalah itu," maaf Nak Ayah belum bisa menceritakan semuanya, karena sebenarnya orangtua yang telah menelantarkan Aisyah adalah Ayah sendiri, lanjut Pak Burhan dalam hati.


......................


Papa Herdi memutuskan untuk membawa Raihan berjemur di taman yang berada di depan rumah kediaman Sanjaya, dan Raihan yang duduk di kursi roda hanya diam saja ketika kursi roda yang ia duduki di dorong oleh Papa Herdi.


Papa Herdi begitu prihatin melihat kondisi Raihan yang seperti mayat hidup, sampai akhirnya beliau melimpahkan Perusahaan untuk di kelola oleh Gisel dan Evan, supaya Papa Herdi bisa terus mendampingi Raihan di masa-masa sulitnya saat ini.


Beberapa saat kemudian, terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah kediaman Sanjaya, dan mobil tersebut adalah mobil Pak Burhan yang mengantarkan Aisyah dan Nala untuk bertemu kembali dengan Raihan.


Raihan yang kesusahan untuk berjalan, tiba-tiba berlari menghampiri Aisyah dan Nala yang turun dari mobil.


"Aisyah sayang, Kak Raihan sedang tidak bermimpi kan? ini benar-benar Aisyah dan Nala kan? Alhamdulillah akhirnya kalian pulang juga," ujar Raihan dengan menangis bahagia karena akhirnya bisa kembali bertemu dengan Anak dan istrinya.


Aisyah yang masih belum mengingat apa pun hanya diam saja ketika Raihan memeluk tubuhnya.


"Aisyah tau, kalau Kak Raihan sudah putus asa karena tidak berhasil menemukan kalian, padahal Kak Raihan sudah mencari Aisyah dan Nala kemana-mana. Aisyah kemana saja selama ini?" tanya Raihan dengan memeluk erat tubuh Aisyah dan Nala.


Papa Herdi kini menghampiri Raihan dan Aisyah yang masih berpelukan, dan Papa Herdi sangat bersyukur karena semangat hidup Raihan akhirnya kembali lagi, bahkan Raihan tiba-tiba bisa berjalan dan berbicara kembali.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Raihan akhirnya kembali memiliki semangat hidup, dan semua itu berkat Kekuatan cinta yang dimiliki oleh Aisyah dan Raihan," gumam Papa Herdi dengan menitikkan airmata.


"Sayang, kenapa Aisyah hanya diam saja, apa Aisyah tidak kangen sama Kak Raihan?" tanya Raihan.


"Nak, saat ini Aisyah hilang ingatan, jadi Aisyah masih belum bisa mengingat Raihan dan Nala," ujar Pak Burhan.


"Sebaiknya sekarang kita masuk ke dalam untuk membicarakan semuanya," ajak Papa Herdi dengan menggendong Nala, serta mempersilahkan Pak Burhan untuk masuk, begitu juga dengan Raihan yang terus menggandeng tubuh Aisyah.


Setelah sampai di ruang tamu, Pak Burhan berusaha untuk menjelaskan tentang Aisyah yang saat ini masih Amnesia, Pak Burhan juga menceritakan tentang semua kejadian yang menimpa Aisyah sampai akhirnya Aisyah di bawa ke Kalimantan dan di angkat sebagai Anak olehnya.


"Terimakasih Pak Burhan, karena selama ini Bapak dan Istri sudah berbaik hati merawat Anak dan Cucu saya," ucap Papa Herdi.


"Aisyah dan Nala sudah saya dan istri anggap sebagai Anak dan Cucu kami sendiri, dan kehadiran mereka sudah membawa kebahagiaan untuk keluarga kami yang tidak memiliki keturunan," ujar Pak Burhan.


Sesaat kemudian, Nenek Rose datang dengan memegang tangan Nathan yang sudah mulai bisa berjalan.


"Aisyah sayang, Alhamdulillah akhirnya Aisyah pulang juga. Selama ini Nenek selalu merindukan Aisyah dan Nala, apalagi Raihan sampai tidak memiliki semangat hidup setelah Aisyah dan Nala hilang, tapi syukurlah sekarang kondisi Raihan sudah terlihat lebih baik," ujar Nenek Rose dengan memeluk tubuh Aisyah, sedangkan Nala dan Nathan langsung bermain bersama.


"Nek, saat ini Aisyah hilang ingatan, jadi Aisyah masih belum mengingat kita," ujar Raihan yang terus saja mendekap erat tubuh Aisyah, karena Raihan sangat takut kalau Aisyah akan kembali meninggalkannya.


"Semoga Aisyah segera mengingat semuanya, sekarang Nenek bahagia karena bisa mendengar suara Raihan lagi, karena beberapa bulan ini Raihan tidak mau berbicara sama sekali. Ternyata kekuatan cinta yang kalian miliki sudah menyembuhkan penyakit Raihan," ujar Nenek Rose dengan menangis bahagia melihat kondisi Raihan yang sudah terlihat membaik, meski pun Aisyah masih belum mengingat apa pun tentang masalalu mereka.


Pak Burhan yang melihat Nathan, mencoba memeluk Nathan yang saat ini mendekatinya, dan Nathan tidak menolak ketika Pak Burhan mencoba untuk menggendongnya juga.


"Nak, sekarang Ayah sudah tenang karena Aisyah sudah bisa berkumpul dengan keluarga. Sebaiknya sekarang Ayah pamit untuk kembali ke Kalimantan."


"Apa Ayah tidak mau menginap dulu di sini?" tanya Aisyah yang masih berat untuk berpisah dengan Pak Burhan.

__ADS_1


__ADS_2