
Sepulang dari mall, Kris pun mengantar aku pulang ke rumah. dia pun berpamitan dengan Mama, aku pun segera pergi ke kamar.
aku duduk termenung, aku memikirkan tentang mas Yudi.
aku benar-benar kepikiran dia, apa dia baik-baik saja.....
tanya ku dalam hati.
aku benar-benar tidak bisa memungkiri, aku masih mencintai mas Yudi. aku masih peduli padanya.
aku ga mau melihat dia sedih.
akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan pesan padanya, aku menanyakan apa dia baik-baik saja.
sejam kemudian dia membalas pesan ku.
dia bercerita panjang lebar...
jujur saja, aku merasa kasihan dengan dia....
ya Tuhan, aku kenapa lagi.....
__ADS_1
aku belum benar-benar pergi dari masa lalu.
aku harus bagaimana sekarang.
akhirnya aku pun memutuskan menemani mas Yudi, aku tidak bisa membiarkan dia terpuruk seperti ini....
dia pun minta waktu padaku, dia ingin bertemu aku.
aku pun mengiyakan permintaan nya.
akhirnya aku ijin ke Mama untuk pergi ke rumah teman, mama pun menyetujuinya.
aku pun memesan taxi online dan pergi ke tempat yang di minta mas Yudi.
saat aku turun, ternyata mas Yudi sudah menunggu ku di luar hotel.
aku pun masuk mengikuti mas Yudi ke dalam kamar. aku pun. duduk di kursi, aku mulai bertanya, apa yang mau dia bicarakan, atau cerita kan.
dia langsung memeluk aku dengan erat.
aku pun segera melepaskan pelukannya itu.
__ADS_1
aku ingin bersikap tegas sekarang.
akhirnya dengan wajah sedih mas Yudi pun menceritakan semuanya.
dia sampai menangis, yaampun.....
aku benar-benar ga tega melihat nya.
aku pun memegang pundak nya.
aku memberi dia semangat, dan dukungan.
bagaimana pun ini adalah pilihan hidup dia.
dia memilih jalan nya sendiri, benar-benar sangat terlambat untuk menyadari nya....
tapi aku hanya berpesan padanya, sejengkel atau semarah apapun ke Nina, pokoknya tidak boleh sampai memukul atau berkata yang menyakiti hati, lebih baik diam dan mengalah.
dia pun mengangguk.....
ya Tuhan, jujur aku benar-benar merasa kasihan padanya...... aku ingin ada di samping nya, memberikan suporrt dan semangat......
__ADS_1